Mendukung Program Luas Tambah Tanam: Babinsa Dampingi Perawatan Tanaman Padi di Badean

Bondowoso, — Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Babinsa Kelurahan Badean, Serma Imam S, kembali menunjukkan komitmennya terhadap petani lokal dengan terjun langsung ke sawah mendampingi perawatan tanaman padi di wilayah binaannya. Pendampingan ini berlangsung di area seluas 200 meter persegi milik Bapak Nasir, yang terletak di Gang Mangga RT 26 RW 07 Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.

Jenis padi yang ditanam merupakan varietas Impari 32, yang dikenal dengan daya tahan dan hasil panennya yang unggul. Kehadiran Serma Imam S bukan hanya memberikan semangat bagi petani, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam memperkuat sektor pertanian lokal.

“Saya sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Bukan hanya sekadar mendampingi, beliau juga turun langsung membantu dan memberikan arahan soal perawatan tanaman padi ini. Harapan kami, hasil panennya nanti bisa maksimal,” ungkap Bapak Nasir, pemilik lahan, saat ditemui di lokasi.

Program Luas Tambah Tanam (LTT) ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mengoptimalkan produktivitas lahan pertanian. Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial turut ambil bagian aktif di lapangan guna memastikan program ini berjalan sesuai target. Pendampingan seperti ini rutin dilakukan, terutama di masa perawatan tanaman, yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas panen.

Menurut Serma Imam S, keterlibatan TNI AD, khususnya Babinsa, dalam mendampingi petani bukan hanya sekadar tugas formal. “Kami ingin memastikan para petani tidak merasa sendiri. TNI hadir untuk mendampingi, membantu, sekaligus mendorong semangat agar ketahanan pangan di Bondowoso terus meningkat,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan humanis dari aparat teritorial mampu membangun kepercayaan dan kerja sama yang erat dengan masyarakat. Dengan sinergi ini, diharapkan wilayah Kelurahan Badean dapat menjadi salah satu penyangga utama lumbung pangan di Kabupaten Bondowoso.

Membangun Budaya Politik Santun: Sosialisasi untuk Ibu-Ibu PKK di Kecamatan Grujugan.

Bondowoso, – Suasana Aula Kecamatan Grujugan mendadak semarak dengan antusiasme puluhan ibu-ibu PKK yang mengikuti Sosialisasi Pemahaman Politik Demokratis bertema “Membangun Budaya Politik Santun di Lingkungan Keluarga.” Dalam kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bondowoso ini, hadir langsung Kasdim 0822/Bondowoso, Mayor Inf Tanuri, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Mayor Tanuri menekankan pentingnya perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, untuk melek politik. “Perempuan adalah garda terdepan dalam keluarga. Ketika ibu-ibu melek politik, maka arah pendidikan politik anak-anak dan nilai-nilai demokrasi dalam rumah tangga akan berjalan sehat,” tegasnya di hadapan peserta.

Mayor Tanuri juga mengajak ibu-ibu PKK untuk tidak alergi terhadap isu politik, melainkan menjadi pelaku aktif dalam menciptakan suasana demokrasi yang santun, mulai dari lingkup keluarga hingga lingkungan sosial yang lebih luas. Ia menekankan bahwa pemahaman politik yang baik akan memperkuat pondasi kebangsaan dan menjaga stabilitas negara dari akar rumput.

Kegiatan ini disambut hangat oleh peserta yang hadir. Salah satu peserta, Ibu Yanti, menyampaikan kesannya, “Kami sangat termotivasi setelah mendengar pemaparan Bapak Kasdim. Ternyata politik itu bukan hanya urusan pejabat, tapi juga ibu-ibu seperti kami punya peran penting.”

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Bakesbangpol Bondowoso dalam memperkuat literasi politik di kalangan masyarakat, terutama kaum perempuan, sebagai elemen penting dalam kehidupan demokrasi. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini juga mempertegas sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih cerdas secara politik.

Dengan semangat kebersamaan dan pemahaman yang lebih baik terhadap politik santun, diharapkan ibu-ibu PKK Grujugan menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakatnya.

Semangat Nasionalisme: Latihan PBB Siswa SDN Taraban di Bawah Bimbingan Babinsa

PAMEKASAN – Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Babinsa Desa Taraban, Serka Muhammad Fauzi, melatih baris-berbaris (PBB) kepada siswa SDN Taraban di halaman sekolah setempat, Dusun Pandih, Desa Taraban, Kecamatan Larangan.

Kegiatan ini digelar sebagai persiapan lomba gerak jalan 17-an yang akan diikuti para siswa. Latihan berlangsung penuh semangat, di bawah arahan langsung Serka Fauzi yang memberikan contoh gerakan dan menekankan pentingnya kekompakan serta kedisiplinan.

“Latihan PBB ini tidak hanya untuk lomba, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama sejak usia dini,” ujar Serka Fauzi.

Salah satu siswa, Ahmad (11), mengaku bangga bisa ikut berlatih PBB bersama teman-temannya. “Kami ingin tampil kompak saat lomba nanti. Latihan ini membuat kami lebih semangat karena ingin mengharumkan nama sekolah,” ucapnya dengan penuh antusias.

Kepala SDN Taraban, yang ikut memantau jalannya latihan, menyampaikan apresiasinya kepada TNI yang turut berperan membimbing para siswa.

Selain untuk menyemarakkan HUT RI, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda, sehingga semangat nasionalisme terus terjaga.

Kodim 0808/Blitar dan Bulog Luncurkan Penjualan Beras Stabilisasi untuk Dukung Ketahanan Pangan.

Blitar – Kodim 0808/Blitar bekerja sama dengan Perum Bulog menggelar kegiatan Launching Penjualan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di depan Pos Ramil Kepanjenkidul Jl. Belawan Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Jumat (8/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Kelurahan Bendo dan sekitarnya, serta para pengunjung Sport Center yang tengah berolahraga dan menyempatkan diri membeli beras yang tersedia di lokasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Letkol Inf Hendra Sukmana, M.Han (Dandim 0808 Blitar), drh. Dewi Masitoh, M.Agr (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar), Bapak Yonas Haryadi Kurniawan (Kepala Cabang Bulog Tulungagung), Forkopimcam Kepanjenkidul dan Sukorejo, Lurah Kepanjenkidul dan Sukorejo.

Acara diawali dengan doa dilanjutkan sambutan oleh Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana, M.Han, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Program ini akan terus dilaksanakan hingga bulan Desember sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Penyaluran beras SPHP ini bukan hanya sekadar distribusi bahan pangan, tapi juga langkah nyata pengendalian inflasi dan penguatan akses masyarakat terhadap komoditas pokok,” ungkap Dandim dalam sambutannya.

Dandim juga menambahkan bahwa sinergi ini menjadi bukti konkret peran aktif TNI dan Bulog dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga beras di masyarakat.

Dalam kegiatan launching ini, tersedia sebanyak 4 ton beras SPHP yang dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp 60.000 per 5 kilogram. Antusiasme warga terlihat tinggi, karena harga tersebut jauh lebih dibanding harga pasar saat ini.

Salah satu warga Ibu Sulastri (45) warga Kelurahan Bendo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Alhamdulillah bisa beli beras dan kualitasnya bagus. Di pasar harganya bisa sampai 75 ribu untuk 5 kilo. Terima kasih TNI dan Bulog sudah hadir membantu rakyat kecil seperti kami,” ungkapnya.

Senada dengan itu Bapak Mulyono (52) pengunjung Sport Center, juga menyambut baik kegiatan ini. “Kebetulan habis olahraga, lihat ada penjualan beras, ya langsung beli. Ini sangat membantu, semoga bisa rutin digelar,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perum Bulog dalam menggencarkan penyaluran beras SPHP secara masif ke seluruh wilayah Indonesia, dengan pengawasan lintas instansi guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Dengan adanya Gerakan Pangan ini, diharapkan stabilitas harga beras tetap terjaga dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan berkeadilan.

Bhakti Sosial Khitanan Massal di Probolinggo: Sinergi TNI dan Pemerintah untuk Kesehatan Masyarakat.

Probolinggo, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Puskesmas Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial Khitanan Massal pada Kamis (08/08) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintahan dan TNI-Polri. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Dringu, Kepala Puskesmas Kecamatan Dringu, Kapolsek Dringu, Batuud Koramil 0820-22/Dringu Peltu Hariyono, Kasi Trantib Kecamatan Dringu, serta tim medis Puskesmas Dringu sebagai pelaksana layanan kesehatan.

Sebanyak 13 anak dari berbagai desa di Kecamatan Dringu mengikuti program khitan gratis ini. Selain memberikan layanan medis, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dan aparat terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Peltu Hariyono, yang hadir mewakili Koramil 0820-22/Dringu, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program sosial yang bermanfaat langsung bagi warga.

“Kami dari Koramil senantiasa mendukung kegiatan sosial seperti ini, apalagi dalam momen penting peringatan kemerdekaan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan khitanan massal ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari peringatan hari-hari besar nasional maupun kegiatan sosial rutin di wilayah Kecamatan Dringu.

Satgas TMMD ke-125: Menguatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Melalui Bermain dengan Anak-anak.

Banyuwangi – Di tengah kesibukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, para anggota Satuan Tugas (Satgas) menyempatkan diri untuk menjalin keakraban dengan anak-anak di Kecamatan Siliragung. Momen hangat tersebut terlihat saat para prajurit TNI asyik bermain layang-layang bersama anak-anak di Desa Kesilir dan Desa Siliragung, Jum’at (08/08/2025).

Kegiatan yang berlangsung spontan di sela-sela pengerjaan sasaran fisik TMMD ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di bawah terik matahari, tawa ceria anak-anak berpadu dengan senyum ramah para anggota Satgas, menciptakan pemandangan yang menyentuh hati dan mempererat tali silaturahmi.

Dansatgas TMMD 125 di wilayah tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik program TMMD. Menurutnya, selain fokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD juga bertujuan untuk membangun semangat dan memupuk rasa cinta tanah air sejak dini.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI adalah sahabat rakyat. Melalui permainan layang-layang ini, kami berharap dapat memberikan kenangan manis bagi anak-anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.

Salah seorang anak dari Desa Kesilir, Budi, dengan antusias menceritakan kegembiraannya. “Senang sekali bisa main layang-layang sama Om Tentara. Biasanya cuma lihat dari jauh, sekarang bisa main bareng,” katanya polos.

Orang tua dan warga sekitar pun menyambut baik kegiatan humanis ini. Mereka menilai, kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa perubahan dari segi pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam memberikan contoh kedisiplinan dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Program TMMD ke-125 di Kecamatan Siliragung sendiri memiliki beberapa sasaran, mulai dari pembangunan jalan, renovasi fasilitas umum, hingga penyuluhan kepada masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Desa Kesilir dan Desa Siliragung.

Membangun Pertanian Tangguh: Koramil 0820-24/Tiris Fasilitasi Rembug Tani Bersama Petani.

Probolinggo, Sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan petani di tingkat desa dalam rangka peningkatan ketahanan pangan sekaligus sebagai pilar ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Koramil 0820-24/Tiris ikut ambil bagian dalam kegiatan rembug tani yang di fasilitasi oleh pihak Pemerintah Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Pgs Danramil 0820-24/Tiris Letda Ctp Budi Hartono menekankan pentingnya kolaborasi antar petani, penyuluh dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghadapi tantangan pertanian modern. Penguatan kelembagaan petani bukan hanya tentang organisasi tetapi juga membangun solidaritas dan daya saing petani dalam menghadapi perubahan iklim, pasar, dan teknologi.

“Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran yang salah satunya adalah Koramil 0820-24/Tiris siap mendukung dan mensupport penuh untuk setiap upaya pemberdayaan petani sebagai bagian dari ketahanan pangan di wilayah,” kata Letda Ctp Budi Hartono, Jumat (8/8).

Perwira berpostur tinggi tegap ini menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah bagian integral dari bela negara.Diskusi berjalan interaktif dengan beragam masukan dari petani mulai dari persoalan pupuk, pemasaran hasil panen.hingga solusi modernisasi pertanian berbasis teknologi.

Para peserta juga menyepakati beberapa rencana tindak lanjut termasuk pelatihan tematik, fasilitasi akses permodalan serta pembentukan forum komunikasi lintas Poktan. “Kegiatan rembug tani ini mencerminkan semangat gotong royong dan kesadaran bersama akan pentingnya membangun pertanian yang tangguh dan berdaya saing,”tuturnya.

Tim Wasev Mabes TNI Tinjau Progres Pembangunan Irigasi dan Jembatan di TMMD ke-125 Banyuwangi

Banyuwangi,- Tim Wasev Mabes TNI tinjau progres pembangunan irigasi dan jembatan di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi dalam program TMMD ke-125. Partisipasi masyarakat dan sinergi TNI-pemerintah daerah kunci sukses program. Kunjungan Wasev memastikan program berjalan sesuai target dan bermanfaat bagi warga.

Brigjen TNI (Mar) Werijon, Ketua Tim Wasev Mabes TNI, memimpin langsung kunjungan ke lokasi TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung pada Kamis, 7 Agustus 2025. Fokus peninjauan adalah pembangunan saluran irigasi dan jembatan penghubung antar dusun yang vital bagi masyarakat. Kehadiran Tim Wasev bertujuan untuk memastikan program berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Arh Joko Sukoyo, memaparkan capaian program, termasuk pembangunan jembatan, perbaikan jalan, pembuatan saluran irigasi, fasilitas MCK, dan rehabilitasi rumah. Tim Wasev mengapresiasi kinerja Satgas TMMD dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan TMMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kolonel (Mar) Djentaju Suprihandoko, anggota Tim Wasev, menekankan pentingnya saluran irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Interaksi langsung dengan warga dan anggota Satgas TMMD dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat terpenuhi. Pendekatan humanis Tim Wasev memperkuat kemitraan TNI dengan rakyat.

Pembangunan jembatan penghubung antar dusun menjadi fokus lain peninjauan. Jembatan ini vital untuk mobilitas dan perekonomian warga. Brigjen TNI Werijon berbincang langsung dengan warga dan aparat setempat untuk menyerap aspirasi dan tanggapan terkait program TMMD. Keberhasilan TMMD diukur dari manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

TMMD ke-125 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan TNI dan masyarakat. Semoga program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kesilir dan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat persatuan bangsa.

Wasev TMMD ke-125 Gelar Bakti Sosial, Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Banyuwangi

Banyuwangi – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Wasev TMMD ke-125 menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh tim dari Mabesad bersama jajaran Kodim 0825/Banyuwangi, didampingi unsur Forkopimcam setempat. Puluhan paket sembako dibagikan kepada warga lansia, janda, dan masyarakat prasejahtera sebagai bentuk perhatian TNI terhadap kondisi sosial ekonomi warga di sekitar lokasi TMMD.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Wasev menyampaikan bahwa kehadiran mereka tidak semata melakukan evaluasi program fisik, tetapi juga memastikan kegiatan TMMD memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“TMMD bukan hanya tentang pembangunan jalan dan sarana umum, tetapi juga soal kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini bisa menjadi penyambung semangat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Warga yang hadir tampak antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut. Suasana penuh kehangatan mewarnai pembagian sembako, yang juga menjadi ajang silaturahmi antara prajurit TNI dan warga.

Danposramil Siliragung, Peltu Hariyanto, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian TMMD ke-125 yang menyasar berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga aksi sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya untuk membangun, tapi juga untuk merasakan langsung kebutuhan masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya.

TMMD ke-125 di Kecamatan Siliragung menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan dan menumbuhkan semangat gotong royong di wilayah pedesaan.

Inovasi Kodim 0811/Tuban: Kawasan Ekowisata dan Kampung Terpadu untuk Masyarakat.

TUBAN, – Kodim 0811 Tuban tengah melakukan gebrakan luar biasa dalam upaya pembinaan teritorial. Dipimpin langsung oleh Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Dicky Purwanto, kawasan di Desa Menilo, Kecamatan Soko disulap menjadi kawasan ekowisata dan kampung terpadu sebagai bagian dari persiapan lomba pembinaan teritorial tingkat nasional.

Kodim Tuban ditunjuk sebagai wakil dari Kodam V/Brawijaya dalam ajang bergengsi antar Kodam se-Indonesia tersebut.

Dalam keterangannya, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto menyampaikan, bahwa lokasi ini bukan hanya disiapkan untuk lomba semata, tetapi menjadi wujud nyata pembinaan wilayah yang berkelanjutan dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Tempat ini kami siapkan sebagai lokasi perlombaan, tetapi juga sebagai hadiah untuk masyarakat. Di sini kami bangun Kampung Terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga wisata,” jelas Letkol Dicky.

Lanjutnya, Kampung Terpadu di Desa Menilo ini berdiri di atas lahan sekitar 25 hektare. Sebanyak 13 hektare di antaranya sudah ditanami jagung, padi, dan berbagai jenis sayuran oleh warga sekitar. Sementara 11 hektare lainnya dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan pertanian, peternakan (sapi, kambing, ayam), serta perikanan (budidaya lele).

Tak hanya itu, Kodim 0811 juga merancang kawasan ini menjadi destinasi ekowisata berbasis alam.

“Nantinya kami siapkan untuk camping ground, olahraga, rekreasi, bahkan spot menikmati sunrise dan sunset dengan pemandangan Bengawan Solo serta gemerlapnya Bojonegoro di malam hari,” tambah Dandim.

Menurutnya, meski dirancang untuk mendukung lomba, kawasan ini terbuka dan gratis untuk seluruh masyarakat, baik warga Tuban maupun Bojonegoro. Dandim menyebut, lokasi ini berada di perbatasan dan sangat strategis sebagai ruang terbuka hijau dan ruang interaksi sosial.

“Siapa pun boleh datang, tidak ada biaya. Silakan olahraga, rekreasi, atau sekadar melepas penat di alam terbuka,” katanya.

Penilaian lomba pembinaan teritorial dijadwalkan pada akhir Agustus 2025. Namun, Dandim menargetkan seluruh persiapan fisik dan Kampung Terpadu selesai pada 20 Agustus.

“Kami ingin bukan hanya memenuhi penilaian lomba, tapi benar-benar meninggalkan warisan fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan warga dalam jangka panjang,” pungkasnya.