Pangdam V/Brawijaya Sambut Kedatangan Wapres Ma’rif Amin

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menyambut kedatangan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Kamis, 30 September 2021.

Menurut informasi, kedatangan Wapres ke Jawa Timur, dalam rangka memimpin rapat koordinasi penyelesaian kemiskinan ekstrem, sekaligus melakukan peninjauan kawasan industri halal yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur.

Rapat koordinasi itu, digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Beberapa pejabat, tampak hadir dalam rakor itu, salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Beberapa Kabupaten di Jawa Timur, menjadi prioritas penanganan ekstrem, beberapa diantaranya ialah Kabupaten Lamongan, Sumenep, Bangkalan, Bojonegoro dan Probolinggo.

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Kesiapan Pengamanan Kunjungan Wapres RI

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto meninjau kesiapan pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan, peninjauan itu dilakukan ke beberapa lokasi, salah satunya Kawasan Industri Halal (KIH) yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu, 29 September 2021.

“Rencananya, Wapres melihat proses pembangunan di lokasi itu,” ujar Kapendam.

Bangunan itu, kata Kapendam, dipergunakan sebagai kawasan penyimpanan barang industri, sekaligus sektor farmasi yang berfungsi membantu UMKM dalam upaya peningkatan produk.

“Itu nanti dapat dijadikan peluang menjadi pusat produksi,” bebernya.

Untuk diketahui, PT MBA membangun proyek kawasan halal itu dengan tujuan untuk memastikan semua produk atau barang yang diprodukai lulus tahap pengecekan laboratorium berprinsip syariah.

Pengerjaan proyek itu, berjalan sejak bulan Mei, hingga September. Kawasan itu, akan menjadi klaster industri halal yang terintegrasi pertama, dan terbesar di Jawa Timur.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto Fokuskan Vaksinasi di Situbondo

SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menyebut jika sebelumnya, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menjadi salah satu dari 5 daerah rendah capaian vaksinasi.

“Masih di bawah 20 persen. Oleh karena itu, Pemprov Jatim dan Kodam Brawijaya berusaha meningkatkan pencapaian harian vaksinasi,” ujar Suharyanto dalam kunjungannya di Situbondo pada Minggu (26/9/2021).

Alhasil, capaian vaksinasi yang digencarkan oleh pihak Kodam itu, telah membuahkan hasil. Itu terbukti dalam kurun waktu satu pekan.

“Sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama, bisa mengejar ketertinggalannya. Alhamdulillah, selama seminggu ini sudah terlihat hasilnya,” jelasnya.Suharyanto menjelaskan jika dirinya telah berdiskusi membahas capaian vaksinasi tersebut, terutama dengan pihak Bupati setempat. “Komitmen untuk meningkatkan capaian vaksinasi ini. Tidam diragukan lagi,” bebernya.

Tak hanya itu saja, pihak Kodam pun merencanakan untuk melakukan pendistribusian vaksin di daerah itu. Penambahan itu, kata Pangdam, dilakukan mengingat minimnya dosis vaksin yang dimiliki oleh Dinkes Bupati.”Kodam Brawijaya pun menambah tenaga vaksinator dan pasukan untuk mencari masyarakat yang akan di vaksin,” imbuh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. (*)

99 Calon Bintara Masuk Tahap Dikmaba, Pangdam V/Brawijaya: Siswa Akan Dipersiapkan Mental dan Fisiknya

Surabaya,- Setelah melewati proses seleksi yang cukup ketat, akhirnya 99 siswa calon Bintara masuk tahap Dikmaba TNI-AD. Untuk di wilayah Kodam V/Brawijaya sendiri, tahapan itu digelar di Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tahapan itu, ditandai dengan adanya upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Sabtu, 25 September 2021 pagi. “Dikmaba PK adalah Pendidikan bagi calon Bintara TNI-AD yang telah lulus berbagai macam tes, dimana pendaftaran itu hanya dibuka sekali saja dalam setahun,” ujar Suharyanto. Selama berada di Rindam, para siswa itu akan diberikan berbagai pelatihan dan pembekalan. “Para siswa akan dipersiapkan mental dan fisiknya,” tegas Pangdam.

Dijelaskan Pangdam, sejatinya seorang Bintara merupakan tulang punggung Satuan. Artinya, siswa yang nantinya selesai mengikuti Dikmaba akan menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Bintara, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat penting, yaitu menjadi jembatan antara prajurit golongan Tamtama dengan Perwira. “Menjadi seorang prajurit TNI-AD, itu adalah kehormatan. Karena, tidak semua orang dapat diterima, atau lulus menjadi prajurit,” bebernya. Untuk diketahui, Dikmaba yang diikuti para siswa itu nantinya akan berlangsung selama 5 bulan. Beberapa penekanan, dijelaskan oleh Pangdam salah satunya berkaitan dengan kedisiplinan. “Hal yang paling mendasar dalam Pendidikan ini, adalah untuk merubah sikap dan perilaku dari perilaku sipil ke perilaku militer atau prajurit. Sebab, mereka nantinya dituntut untuk tegas, disiplin dan bertanggung jawab serta menjaga kehormatan prajurit,” kata Pangdam.

Pangdam Wacanakan Genjot Vaksinasi Bagi Lansia di Lamongan

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, mewacanakan untuk menggelar vaksinasi bagi para lansia di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Hal itu dikatakan Pangdam kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Gedung Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Kamis (23/09/21) siang.

Di lokasi itu, setidaknya terdapat 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac yang ditujukan bagi para lansia, dan tuna wisma yang belum mengikuti program vaksinasi.

Dalam kesempatan itu, Pangdam bersama Forkopimda Jatim juga menyempatkan diri berdialog secara virtual dengan jajaran Forkopimda Lamongan.

Dalam dialog tersebut, Pangdam berencana untuk menggenjot serbuan vaksinasi di Kabupaten Lamongan.

Selain itu, Pangdam juga meminta Forkopimda Lamongan untuk mengambil langkah-langkah yang nantinya dilakukan sebelum digelarnya vaksinasi massal untuk lansia tersebut.

“Lamongan, termasuk Kabupaten yang harus digenjot lagi untuk vaksinasi bagi masyarakat lansia,” tegasnya. (Kus/Kta/Red/TJ)

Mayjen Suharyanto Wacanakan Genjot Vaksinasi Untuk Lansia di Lamongan

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mewacanakan untuk menggelar vaksinasi yang ditujukan bagi para lansia yang berada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Hal itu, dikatakan oleh dirinya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Gedung Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya. Kamis, 23 September 2021 siang.
Di lokasi itu, setidaknya terdapat seribu dosis vaksin jenis Sinovac yang ditujukan bagi para lansia, dan tunawisma yang belum mengikuti program vaksinasi.


“Dosis pertama ini harus tepat sasaran. Karena, target jumlah warga Jawa Timur yang harus divaksinasi minimal, dosis pertama harus tercapai,” kata Suharyanto.
Selain vaksinasi, di lokasi itu Forkopimda Jatim juga memberikan beberapa paket bantuan sembako bagi para tunawisma.
Usai memberikan paket sembako, dirinya juga menyempatkan diri untuk menggelar dialog secara virtual dengan Forkopimda Lamongan. Dalam dialog itu, Pangdam berencana untuk menggenjot serbuan vaksinasi di Lamongan yang ditujukan bagi para lansia.
Bukan hanya perencanaan vaksinasi saja, dirinya juga membahas terkait langkah-langkah yang nantinya dilakukan oleh Forkopimda Lamongan sebelum digelarnya vaksinasi yang ditujukan bagi para lansia tersebut. “Lamongan, termasuk Kabupaten yang harus digenjot lagi untuk vaksinasi bagi masyarakat lansia,” tegasnya.

Pangdam Brawijaya : Utamakan kualitas di Pantukhir Caba

Penyeleksian Caba ini untuk mendapatkan bibit prajurit TNI-AD yang berkualitas dan berkuantitas.

Surabaya (ANTARA) – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menegaskan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang mutlak di tiap seleksi calon prajurit.

“Kualitas itu sangat berdampak dalam mewujudkan Satuan TNI-AD yang handal dan professional,” katanya usai memantau pelaksanaan sidang pantukhir Caba PK TNI-AD di wilayah Kodam V/Brawijaya yang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Menurutnya, kualitas harus terus ditingkatkan, baik kualitas prajurit yang sudah aktif melalui pendidikan maupun calon prajurit melalui proses penyediaan prajurit.

Pangdam Suharyanto menilai keduanya memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam melakukan keberlangsungan organisasi di tubuh Angkatan Darat.

Prajurit Bintara, kata dia, bukan hanya sebatas unsur pelaksana tapi juga harus memiliki kualitas yang mumpuni dan mampu melaksanakan tugas dengan berbagai kompleksitas yang cukup tinggi.

“Penyeleksian Caba ini untuk mendapatkan bibit prajurit TNI-AD yang berkualitas dan berkuantitas,” ujarnya, menegaskan. (*)

Perusahaan Farmasi PT Dexa Group Rangkul Kodam V Brawijaya

Sejumlah 32.400 tablet obat Neurodex digelontorkan oleh PT Dexa Group, Jakarta, dalam upaya penanggulangan pandemi di Jawa Timur. Paket bantuan itu, disalurkan ke pihak Kodam V Brawijaya

Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (20/9/2021) siang. Tak ayal, pihak Kodam pun merespon adanya bantuan yang diberikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang farmasi itu.

“Kami berharap, tali silaturahmi dan sinergitas ini akan berjalan terus,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Sementara itu menanggapi hal itu, Kris Hendratno mengungkapkan jika sinergitas yang dilakukan oleh PT Dexa Group, tak hanya dilakukan kali ini saja.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Dexa Group itu mengatakan, sinergitas dalam upaya penanggulangan pandemi, telah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta.

“Kita adalah perusahaan pertama yang mendonasikan Hydroxychloroquine ke BPNB sebanyak 15 juta tablet. Tujuannya satu, supaya negara ini aman dari Covid,” bebernya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi peran Kodam V/Brawijaya yang berhasil membawa Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM.

“Selamat kepada pak Pangdam dan pak Kasdam. Jawa Timur Provinsi nomor satu yang mengeluarkan level 1 di seluruh Indonesia. Ini luar biasa. Saya hanya berpesan, supaya protkes dijaga,” pintanya.

Sekedar diketahui, PT Dexa Group merupakan salah satu perusahaan nasional Indonesia yang bergerak dalam bidang Healthcare dan Pharmaceutical.

PT Dexa Group awalnya dirintis Rudy Soetikno, seorang apoteker saat berdinas sebagai anggota TNI-AD di Kesdam II/Sriwijaya, pada tahun 1969 di Palembang, Sumatera Selatan. Maka tak heran jika dalam penyaluran bantuan ini, mereka menggandeng Kodam V Brawijaya(*)

Pangdam V/Brw Tutup Latsarmil di Dodikjur Didampingi Danrem 083/Bdj

Kota Malang, Memox.co.id – Pangdam V/Brw Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M didampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti beserta para asisten Kodam V/Brawijaya menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Matra Darat TA. 2021 dengan jumlah peserta 500 prajurit, Sabtu (18/09/2021).

Bertempat di Dodikjur Rindam V/Brawijaya Jl. Mayjen M. Wiyono No. 01 Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Dalam amanatnya Pangdam V/Brawijaya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesiapan dan kerelaan saudara-saudara yang ikut serta menjadi bagian dari Komponen Cadangan.

“Kerelaan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat, bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemhan, TNI dan Polri semata, namun bela negara merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang berarti melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainya, serta dipersiapkan secara dini oleh Pemerintah.

Dengan kegiatan Latsarmil ini, diharapkan anggota Komponen Cadangan dapat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama dalam menghadapi ancaman.

Lanjutnya, perlu diketahui penggunaan Komponen Cadangan dalam suatu operasi militer dilaksanakan melalui keputusan politik Pemerintah yaitu Presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendalinya berada di Panglima TNI, sehingga tidak ada anggota Komponen Cadangan yang melakukan kegiatan mandiri, tutup Mayjen TNI Suharyanto.

Selesai menghadiri upacara penutupan, rombongan Pangdam V/Brawijaya beserta Danrem 083/Bdj menuju ke Universitas Brawijaya guna mendampingi Gubernur Jatim berserta Forkopimda Jatim untuk meninjau pelaksanaan Vaksinasi Dosis-I. (fik)

Meski Tak Lagi Lewat Juanda, TKI Pulang ke Jatim Tetap Diawasi Super Ketat

Surabaya

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Jawa Timur kini tak lagi mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kendati demikian, Jatim akan super ketat dalam menangani kepulangan PMI demi mencegah masuknya varian baru Mu.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga sebagai Dansatgas PMI mengatakan per hari ini ada SE nomor 74 tahun 2021. SE ini mengatur tentang kedatangan penerbangan internasional hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Di situ yang terjadi perbedaan yang sangat signifikan adalah Bandara Juanda itu ditutup. Jadi Bandara Juanda tuh sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan PMI,” kata Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Suharyanto menyebut PMI yang pulang ke Jatim diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dikarantina di Jakarta selama 8 hari, Suharyanto menegaskan mereka masih akan dikarantina dan diswab PCR di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Jadi nanti setelah dikarantina di Jakarta sesuai dengan surat edaran itu kan delapan hari. Nah nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta apakah mereka akan mengantar ke sini atau kita jemput. Nah seandainya dijemput para PMI ini kembali untuk dikarantina di Wisma Haji,” papar Suharyanto.

“Di karantina di wisma haji ini bukan menyalahi surat edaran, tapi dalam rangka kami akan melaksanakan swab ulang. Nah kami punya waktu sekitar tiga hari perkiraan kami setelah itu apa bila nanti dinyatakan negatif baru para PMI ini bisa kembali ke wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Langkah ini, lanjut Suharyanto dilakukan agar pihaknya tak kecolongan masuknya varian Mu.

“Ini juga kami waspada supaya jangan sampai kecolongan, karena pasti kalau dua titik itu dari mulai hanya Manado dan Soekarno-Hatta, pasti sangat banyak di situ. Nah kami takut petugas-petugas di Provinsi DKI mungkin kewalahan, mungkin ini ya, meski pasti pemerintah pusat juga sudah memikirkan segala sesuatunya tapi kami waspada hingga kami tetap melaksanakan swab ulang,” pungkasnya.