Perusahaan Farmasi PT Dexa Group Rangkul Kodam V Brawijaya

Sejumlah 32.400 tablet obat Neurodex digelontorkan oleh PT Dexa Group, Jakarta, dalam upaya penanggulangan pandemi di Jawa Timur. Paket bantuan itu, disalurkan ke pihak Kodam V Brawijaya

Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (20/9/2021) siang. Tak ayal, pihak Kodam pun merespon adanya bantuan yang diberikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang farmasi itu.

“Kami berharap, tali silaturahmi dan sinergitas ini akan berjalan terus,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Sementara itu menanggapi hal itu, Kris Hendratno mengungkapkan jika sinergitas yang dilakukan oleh PT Dexa Group, tak hanya dilakukan kali ini saja.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Dexa Group itu mengatakan, sinergitas dalam upaya penanggulangan pandemi, telah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi DKI Jakarta.

“Kita adalah perusahaan pertama yang mendonasikan Hydroxychloroquine ke BPNB sebanyak 15 juta tablet. Tujuannya satu, supaya negara ini aman dari Covid,” bebernya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi peran Kodam V/Brawijaya yang berhasil membawa Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM.

“Selamat kepada pak Pangdam dan pak Kasdam. Jawa Timur Provinsi nomor satu yang mengeluarkan level 1 di seluruh Indonesia. Ini luar biasa. Saya hanya berpesan, supaya protkes dijaga,” pintanya.

Sekedar diketahui, PT Dexa Group merupakan salah satu perusahaan nasional Indonesia yang bergerak dalam bidang Healthcare dan Pharmaceutical.

PT Dexa Group awalnya dirintis Rudy Soetikno, seorang apoteker saat berdinas sebagai anggota TNI-AD di Kesdam II/Sriwijaya, pada tahun 1969 di Palembang, Sumatera Selatan. Maka tak heran jika dalam penyaluran bantuan ini, mereka menggandeng Kodam V Brawijaya(*)

Pangdam V/Brw Tutup Latsarmil di Dodikjur Didampingi Danrem 083/Bdj

Kota Malang, Memox.co.id – Pangdam V/Brw Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M didampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti beserta para asisten Kodam V/Brawijaya menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Matra Darat TA. 2021 dengan jumlah peserta 500 prajurit, Sabtu (18/09/2021).

Bertempat di Dodikjur Rindam V/Brawijaya Jl. Mayjen M. Wiyono No. 01 Kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing Kota Malang. Dalam amanatnya Pangdam V/Brawijaya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesiapan dan kerelaan saudara-saudara yang ikut serta menjadi bagian dari Komponen Cadangan.

“Kerelaan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat, bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemhan, TNI dan Polri semata, namun bela negara merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang berarti melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainya, serta dipersiapkan secara dini oleh Pemerintah.

Dengan kegiatan Latsarmil ini, diharapkan anggota Komponen Cadangan dapat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama dalam menghadapi ancaman.

Lanjutnya, perlu diketahui penggunaan Komponen Cadangan dalam suatu operasi militer dilaksanakan melalui keputusan politik Pemerintah yaitu Presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendalinya berada di Panglima TNI, sehingga tidak ada anggota Komponen Cadangan yang melakukan kegiatan mandiri, tutup Mayjen TNI Suharyanto.

Selesai menghadiri upacara penutupan, rombongan Pangdam V/Brawijaya beserta Danrem 083/Bdj menuju ke Universitas Brawijaya guna mendampingi Gubernur Jatim berserta Forkopimda Jatim untuk meninjau pelaksanaan Vaksinasi Dosis-I. (fik)

Meski Tak Lagi Lewat Juanda, TKI Pulang ke Jatim Tetap Diawasi Super Ketat

Surabaya

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak pulang ke Jawa Timur kini tak lagi mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kendati demikian, Jatim akan super ketat dalam menangani kepulangan PMI demi mencegah masuknya varian baru Mu.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang juga sebagai Dansatgas PMI mengatakan per hari ini ada SE nomor 74 tahun 2021. SE ini mengatur tentang kedatangan penerbangan internasional hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Di situ yang terjadi perbedaan yang sangat signifikan adalah Bandara Juanda itu ditutup. Jadi Bandara Juanda tuh sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan PMI,” kata Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Suharyanto menyebut PMI yang pulang ke Jatim diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah dikarantina di Jakarta selama 8 hari, Suharyanto menegaskan mereka masih akan dikarantina dan diswab PCR di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Jadi nanti setelah dikarantina di Jakarta sesuai dengan surat edaran itu kan delapan hari. Nah nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta apakah mereka akan mengantar ke sini atau kita jemput. Nah seandainya dijemput para PMI ini kembali untuk dikarantina di Wisma Haji,” papar Suharyanto.

“Di karantina di wisma haji ini bukan menyalahi surat edaran, tapi dalam rangka kami akan melaksanakan swab ulang. Nah kami punya waktu sekitar tiga hari perkiraan kami setelah itu apa bila nanti dinyatakan negatif baru para PMI ini bisa kembali ke wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Langkah ini, lanjut Suharyanto dilakukan agar pihaknya tak kecolongan masuknya varian Mu.

“Ini juga kami waspada supaya jangan sampai kecolongan, karena pasti kalau dua titik itu dari mulai hanya Manado dan Soekarno-Hatta, pasti sangat banyak di situ. Nah kami takut petugas-petugas di Provinsi DKI mungkin kewalahan, mungkin ini ya, meski pasti pemerintah pusat juga sudah memikirkan segala sesuatunya tapi kami waspada hingga kami tetap melaksanakan swab ulang,” pungkasnya.

Rakor Terbatas, Mayjen Suharyanto Himbau Semua Pihak Antisipasi Varian MU

Surabaya, – Rapat koordinasi Forkopimda Jatim yang digelar secara terbatas kali ini, mengajak semua pihak untuk saling bersinergi mengantisipasi kemungkinan adanya serangan pandemi varian baru jenis MU.

            “Kita waspadai adanya varian baru. Ini sudah masuk daftar 5 varian yang menjadi pokok perhatian. Nah ini sudah ada di Kolombia Januari 2021. Kemudian di Amerika Selatan dan Eropa,” ujar Suharyanto dalam paparan yang disampaikan oleh dirinya di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Jumat, 17 September 2021 sore.

            Seiring perkembangan globalisasi, kata dia, berbagai negara besar pun tak luput dari bahaya serangan pandemi, salah satunya ialah negara Amerika dan Cina.

            “Kita ingat Delta. Delta itu katanya susah masuk, kok tiba-tiba meledak. India, Sekarang Amerika kena, Cina juga kena. Jadi jangan berpikir bahwa MU ini tidak mungkin masuk Indonesia. Tapi mudah-mudahan bisa kita hambat,” jelasnya.

            Dirinya kembali menegaskan, ditetapkannya Provinsi Jawa Timur berada di level 1 PPKM, bukanlah suatu ajang euphoria sehingga kewaspadaan akan bahaya pandemi menurun. “Takutnya itu nanti, kita kurang waspada dan hati-hati terhadap pandemi,” pungkasnya. (*)

Pangdam Brawijaya Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di SMK 1 Pungging

Surabaya, Serbuan vaksinasi dalam upaya mewujudkan herd immunity kian gencar dilakukan oleh pihak Kodam V/Brawijaya berkolaborasi dengan pihak maupun instansi terkait.

            Setelah sebelumnya digencarkan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, serbuan vaksinasi kali ini berlanjut di wilayah teritorial Kodim 0815/Mojokerto. Sasarannya, ialah para pelajar di SMK 1 Pungging.

            Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan jika serbuan vaksinasi sekarang, ditujukan di setiap Lembaga Pendidikan.

            Menurutnya, penentuan lokasi itu dinilai sangat strategis guna mempersiapkan sistem belajar tatap muka yang rencananya akan digelar oleh pihak Pemerintah.

“Ada beberapa tahapan sebelum dilakukannya belajar secara tatap muka itu. Pelajar harus ikut vaksinasi dulu, dan pastinya harus dapat ijin dari orang tua untuk mengikuti vaksinasi,” ujar Kepala Penerangan Kodam. Jumat, 17 September 2021 siang.

Beberapa tim tenaga kesehatan, kata dia, ditunjuk menjadi vaksinator. Tim nakes itu sendiri, terdiri dari aparat Koramil dan satu nakes dari pihak Puskesmas Pungging.

            Selain pelajar, Kusdi menambahkan jika vaksinasi tersebut juga ditujukan bagi para guru yang belum mengikuti vaksinasi.

“Total ada seribu dosis vaksin. Ini juga untuk para guru atau pihak sekolah yang belum mengikuti vaksinasi,” bebernya. (*)

Tinjau Sasaran TMMD ke-112 Blitar, Ini Harapan Danrem 081/DSJ

Blitar – Target dan sasaran TMMD untuk membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho saat meninjau berbagai sasaran fisik di Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

‘Dengan perencanan yang bagus, saya yakin ini akan dapat selesai tepat pada waktunya. Bahkan mungkin waktunya belum habis sudah selesai,” katanya di lokasi yang tampak didampingi Forkopimda, Rabu (15/9/2021).

Kepada Kades Pakisaji, Andi Purnomo dan warganya, Danrem mengingatkan agar nantinya dapat merawat berbagai hasil yang telah dicapai dalam TMMD ke-112.

“Yang lebih penting lagi Pak Kades dan masyarakat yaitu pemeliharaan dan perawatan. Karena kalau kita mau merawat, jika ada kerusakan kecil tidak akan semakin parah,” terangnya.

“Semua harus peduli dan saling memiliki, sehingga usia pakainya dapat lebih lama dan semakin bermanfaat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia juga berterima kasih kepada Bupati Blitar, Rini Syarifah beserta jajarannya yang telah menyediakan anggaran dan membantu terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Pakisaji.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajarannya yang telah memfasilitasi anggaran dan membantu terselenggaranya TMMD yang dilaksanakan secara sinergis antara TNI-Polri, Pemkab dan masyarakat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, nantinya TMMD ke-112 di Desa Pakisaji ini dapat selesai sesuai dengan target dan harapan kita bersama,” pungkasnya. (Red).

Di Mojokerto, Pangdam V Brawijaya Klaim Capaian Vaksin di Jatim 36 Persen

MOJOKERTO,– Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengklaim capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di daerah Jawa Timur sebesar 36 persen.

Dikatakannya, pihanya tidak berpikir capaian Polda maupun Kodam, akan tetapi berpikir capaian Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Kalau Jawa Timur ya Gubernur yang lebih paham, tapi kalau kita lihat sekarang, ya 36 persen untuk dosis pertama,” katanya kepada awak media usai membuka TMMD ke-112 di Pendopo Duyung Trawas Hill, Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto,

Menurut jenderal bintang dua itu, Jawa Timur hanya kalah dengan Provinsi DKI. Sedangkan dengan Provinsi Jawa Barat masih kejar-kejaran.

“Tapi oleh Jawa Barat kita kejar-kejaran terus, sudah di atas 10 juta orang yang sudah di vaksin. Mudah-mudah kita terus bisa gencarkan,” ujarnya.

Per hari, Lanjut Suharyanto, Provisi Jatim mampu menyuntikkan 250 sampai 300 ribu dosis vaksin kepada masyarakat.

“Sekarang rata-rata suntikan per hari Jawa Timur bisa 250 sampai 300 ribu, jadi bervariatif. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan,” tandasnya.

Sekadar informasi, hingga kini total ada enam daerah di Jatim berstatus level satu. Yakni Kabupaten Lamongan, Jember, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Sementara level dua terdapat 19 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Untuk level tiga terjadi penurunan dari 16 menjadi 13 kabupaten/kota di Jatim. Yaitu Kab. Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Lumajang, Kota/Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, dan Blitar.

Pembangunan Asrama Yonif 516 Ditinjau Pangdam Brawijaya

SURABAYA, – Adanya pembangunan asrama yang nantinya akan digunakan bagi prajurit Yonif Mekanis 516/CY menjadi atensi khusus bagi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Itu terbukti, pejabat nomor satu di tubuh Makodam V/Brawijaya itu meninjau langsung pembangunan Asrama yang berlokasi di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Beberapa pejabat teras Makodam pun, turut hadir mendampingi peninjauan yang dilakukan pada Selasa, 14 September 2021 siang tersebut.

“Kami keluarga besar Kodam Brawijaya berterima kasih dan bangga dengan adanya perhatian dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa,” ujar Suharyanto di sela kunjungannya itu.

Ia menilai, perhatian itu sangat berperan penting bagi kesejahteraan prajurit, khususnya Kodam V/Brawijaya. “Untuk perkembangan setiap pembangunannya, kita laporkan langsung ke Komando Atas,” pungkasnya.

Tak hanya di Gresik saja, kunjungan tersebut juga berlanjut ke Yon Arhanudse 8/MBC yang terletak di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

Di lokasi itu, dirinya juga memantau pelaksanaan renovasi 3 barak dan 192 rumah dinas milik prajurit. Diketahui, renovasi tersebut telah memasuki tahap kedua. Pada tahap pertama, renovasi dilakukan di tahun 2021. Sedangkan, pada pelaksanaan renovasi tahap kedua, dipastikan akan terselesaikan dalam kurun waktu 10 bulan.

“Itu sudah dipastikan 100 persen selesai pembangunannya. Untuk renovasi rumah dinas sendiri, sekarang sudah mencapai tahap 85 persen,” ungkapnya. (cah)

Vicon Bersama Pangdam Brawijaya, Panglima TNI Evaluasi Penanganan Covid

SURABAYA, Evaluasi terkait penanggulangan pandemic Covid-19 kembali digelar. Evaluasi itu digelar melalui video conference yang diikuti oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di ruang Command Center, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa 14 September 2021 siang.Dikonfirmasi terkait adanya vicon tersebut, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan, rapat tersebut membahas beberapa wilayah yang mengalami peningkatan track.Tak hanya itu saja, dirinya mengatakan jika Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengapresiasi kerja keras seluruh staf Angkatan dan juga para tenaga kesehatan yang selalu bersiaga di lapangan.

PETISI.COEvaluasi digelar melalui video conference yang diikuti oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di ruang Command Center, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa 14 September 2021 siang.TNI BerbaktiVicon Bersama Pangdam Brawijaya, Panglima TNI Evaluasi Penanganan CovidSelasa, 14 September 2021 | 14:33 SURABAYA, PETISI.CO – Evaluasi terkait penanggulangan pandemic Covid-19 kembali digelar. Evaluasi itu digelar melalui video conference yang diikuti oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di ruang Command Center, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa 14 September 2021 siang.Dikonfirmasi terkait adanya vicon tersebut, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan, rapat tersebut membahas beberapa wilayah yang mengalami peningkatan track.Tak hanya itu saja, dirinya mengatakan jika Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengapresiasi kerja keras seluruh staf Angkatan dan juga para tenaga kesehatan yang selalu bersiaga di lapangan.Baca Juga : Panglima TNI Heran dengan Anggota Kodim Sidoarjo“Panglima TNI juga memberikan semangat kepada seluruh staf Angkatan untuk tetap berupaya secara optimal di tengah pandemi,” bebernya.Kusdi mengungkapkan, pandemic di Indonesia membutuhkan suatu langkah penanganan secara komperhensif, sekaligus melibatkan semua pihak di tengah tren perbaikan, khususnya di wilayah Jawa-Bali.“Akan tetapi, kita semua tidak boleh lengah, dan harus tetap mewaspadai dan mengantisipasi resiko, sekaligus tantangan yang terus terjadi,” katanya.Untuk diketahui, posisi rate di Indonesia saat ini berada di angka 3,98 persen. Artinya, nilai itu berada di bawah standart pandemi yang telah ditetapkan oleh pihak WHO, adalah 5 persen. (cah)

Pangdam Brawijaya dampingi kunjungan Panglima TNI dan Kapolri di Malang

Surabaya (ANTARA) – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu.Kunjungan kerja itu di antaranya meninjau vaksinasi di Ponpes An-Nur, Yayasan Cor Jesu, selain mendistribusikan sebanyak 500 ribu masker di Halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten Malang. Kakesdam V/Brawijaya Kolonel Ckm dr. Yanuar Fitriadi menjelaskan vaksinasi di Ponpes An-Nur menyediakan sebanyak seribu dosis vaksin untuk para santri dan santriwati. Sebelumnya, Yanuar menandaskan Kodam V/Brawijaya telah melakukan vaksinasi serentak di 175 titik yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota wilayah Jawa Timur. Sebanyak 41 titik di antaranya Ponpes dengan sasaran 88.163 santri. “Kodam V/Brawijaya menerima sebanyak 350 ribu dosis vaksin. Sudah didistribusikan dan tervaksinasi sebanyak 276.130 dosis atau sebesar 79,8 persen. Diharapkan dalam 1-2 hari ini sudah tercapai 100 persen,” ujarnya.