Empat Kursi Kepemimpinan di Lingkungan Kodam Berganti

Surabaya,- Rotasi jabatan di lingkungan TNI, merupakan suatu hal yang lumrah terjadi. Bukan tanpa sebab, rotasi itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Satuan TNI yang handal dan profesional. Demikian dijelaskan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dalam prosesi serah terima jabatan di Lapangan Upacara Ahmad Yani, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Kamis, 28 Oktober 2021 pagi. “Sertijab ini dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja organisasi Satuan,” kata Pangdam. Beberapa hal, dikatakan Suharyanto pada prosesi sertijab tersebut, salah satunya ialah peningkatan kredibilitas, hingga profesionalisme dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien. “Itu untuk kemajuan TNI-AD, dalam hal ini Kodam V/Brawijaya,” tegas Suharyanto. Untuk diketahui, beberapa kursi yang diisi oleh pejabat baru di lingkungan Makodam ialah, kursi Danrindam V/Brawijaya, Kainfolahtadam, Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Perang, dan Dandim 0832/Surabaya Selatan. Jabatan Danrindam V/Brawijaya yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Inf Trenggono, secara resmi digantikan oleh Kolonel Inf Teddy Arifiyanto Setimiharja. Sedangkan, jabatan Kainfolahtadam yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Chb Sunarto, kini dijabat oleh Kolonel Inf Suparman. Selain dua kursi itu, juga terdapat jabatan Pamen Ahli bidang Operasi Militer Perang atau OMP Staf Ahli Pangdam yang kini dijabat oleh Kolonel Czi Tribudi Mardi Raharjo. Untuk jabatan Dandim 0832/Surabaya Selatan, digantikan oleh Letkol Kv Jacov Janes Patty.

Pangdam dan Kasdam Brawijaya Beri Wejangan Untuk Komandan Satuan

Surabaya,- Beberapa penekanan disampaikan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto ke para Komandan Satuan yang ada di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya. Penekanan itu, menyoal adanya loyalitas prajurit Brawijaya yang harus teguh, loyal, serta tegak lurus. Bahkan, beberapa aspek disampaikan oleh Suharyanto, salah satunya menekan terjadinya angka pelanggaran. “Untuk bidang operasi, Dansat harus menguasai taktik, dan teknis kesenjataan. Terutama untuk selalu mengecek kecakapan anggota,” pinta Pangdam dalam pengarahan yang berlangsung di Lapangan Ahmad Yani, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Kamis, 28 Oktober 2021 pagi.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kepala Staf Kodam, Brigjen TNI Agus Setiawan membahas soal beberapa aset tanah milik Kodam yang saat ini digunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Bahkan, ia pun mengakui adanya penguasaan lahan itu seakan menimbulkan suatu permasalahan tersendiri. Pasalnya, pihak Kodam harus rela menggunakan tanah milik instansi lain. “Terdapat permasalahan, tanah milik instansi lain yang digunakan oleh Kodam, yaitu Koramil Gedangan,” ungkap Agus. Bukan tanpa sebab, penggunaan lahan tanah milik instansi lain itu, diakibatkan terdapat beberapa lahan milik Kodam yang saat ini telah ditempati oleh masyarakat. “Ditempati. Sedangkan, tidak ada bukti kepemilikan,” bebernya. Ironisnya lagi, kata Kasdam, tanah milik negara itu memiliki sertifikat hak milik. Padahal, tanah itu berstatus milik negara. Beberapa langkah, rencananya bakal dilakukan oleh pihak Kodam, salah satunya ialah pembentukan tim penertiban aset. Tim itu, nantinya akan berkoordinasi, hingga melakukan pengamanan aset di lapangan. “Tim itu akan berkoordinasi langsung dengan BPN, dan melakukan pengamanan aset patok, pagar, papan nama, patrol dan pensertifikatan atau P5,” jelas Kasdam. Selain pembekalan, acara tersebut juga diwarnai dengan pelepasan 2 pejabat teras Makodam. 2 pejabat itu, adalah Danrindam dan Kainfolahtadam V/Brawijaya, hingga pemberian penghargaan bagi Komandan Satuan yang berprestasi. Tak lupa, selama berlangsungnya kegiatan itu Pangdam juga menekankan seluruh Komandan Satuan untuk tetap memberlakukan adanya protokol kesehatan.

Pangdam Sebut Jawa Timur berada di Level 3, Masih Kalah dengan Jawa Tengah

Kota Malang,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto kembali melakukan manuver untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di Provinsi Jawa Timur.
Bahkan, dalam rapat evaluasi tentang Covid-19 yang diikuti oleh unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, Suharyanto mengungkapkan jika cakupan vaksinasi di Jawa Timur, berada dibawah Provinsi Jawa Tengah.
“Jawa Timur menjadi level 3, kalah dengan Jawa Tengah. Padahal, Jawa Tengah memiliki angka positif Covid dan kematian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jawa Timur,” ujar Pangdam.
Ternyata, kata Suharyanto, penetapan penetapan status level 3 tersebut diakibatkan masih rendahnya cakupan vaksinasi terhadap para lansia. Bahkan, dalam rakor evaluasi itu ia menghimbau semua pihak untuk tak beranggapan jika pandemi di Jawa Timur telah usai.
“Jangan terbawa euphoria, seakan-akan pandemi Covid-19 tidak ada. Kita sebagai aparat negara harus tetap waspada, dan bahu-membahu sampai pandemi ini benar-benar hilang,” pintanya.
Selain upaya peningkatan capaian vaksinasi harian, Pangdam juga mengambil beberapa langkah manuver lainnya dalam upaya pencapaian itu, salah satunya adalah pemetaan di setiap Kota/Kabupaten yang minim capaian vaksinasi harian.
“Termasuk prioritas kegiatan vaksinasi serentak dalam 2 minggu ke depan dengan rasio lansia 40 prsen, dan umum 60 persen pada tingkat Provinsi Jatim,” bebernya.
Strategi lainnya ialah soal sinkronisasi vaksinasi, hingga penyaluran bantuan sosial di masyarakat. Ia menilai, beberapa langkah diyakini bisa meningkatkan animo masyarakat untuk mengikuti adanya vaksinasi.
“Dan yang paling utama adala, evaluasi terkait langkah-langkah yang telah dibuat, dan capaian vaksinasi harian dalam rangka menekan lonjakan kasus Covid menjelang perayaan natal dan tahun baru,” bebernya.
Selama perayaan natal dan tahun baru, Suharyanto menegaskan jika dirinya akan mengambil beberapa langkah tegas yang berkaitan dengan pengerahan personel, hingga penyekatan di beberapa titik. “Ada 321 titik penyekatan,” jelasnya.

Pangdam Brawijaya Tegaskan Sidang Parade Calon Tamtama Harus Transparan

Surabaya,- Sidang parade calon Tamtama yang berjalan di Makodam V/Brawijaya kali ini, dipastikan berlangsung secara transparan, dan akuntabel. Tak tanggung-tanggung, pembatasan terhadap para calon Tamtama ketika mengikuti sidang pantukhir pada tingkat Kodam itu juga diberlakukan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Bukan tanpa sebab, pembatasan itu sengaja ia lakukan guna mengantisipasi adanya klaster pandemi selama pelaksanaan sidang yang digelar di GOR Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Senin, 25 Oktober 2021 pagi tersebut. “Kita bagi menjadi 14 gelombang seleksi. Untuk sementara ini, yang kita ambil hanya dari 3 Kodim dari total 33 Kodim yang ada,” ujar Suharyanto. Suharyanto menegaskan, saat ini terdapat 1.854 peserta yang mengikuti tahap seleksi tingkat Kodam. Jumlah itu, berkurang dari yang semula sebanyak 2.968 pendaftar. “Nantinya, dari seleksi ini hanya 927 calon Tamtama yang kita ambil untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Dodikjur Rindam. Untuk alokasi pendidikannya nanti, sebanyak 618 orang,” kata Pangdam. (*)

Antisipasi Bencana Alam, Forkopimda Siapkan Strategi Penanggulangan

Surabaya,- Apel kontijensi bencana alam yang digelar di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya kali ini, membahas berbagai persiapan antisipasi terjadinya bencana alam adanya peralihan cuaca yang terjadi di Jawa Timur. Beberapa pucuk Forkopimda nampak hadir dalam apel itu, diantaranya Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta. Senin, 25 Oktober 2021 pagi. Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, apel itu melibatkan berbagai unsur selain TNI-Polri dan Pemprov Jatim. Sesuai prediksi yang dilakukan oleh BMKG, Kusdi menyebut jika pihak BMKG telah menegaskan akan terjadi peralihan musim, tepatnya musim kemarau ke musim penghujan. “Itu terjadinya pada bulan Nopember mendatang,” kata Kapendam. Tidak hanya itu saja, dalam apel tersebut Gubernur Jawa Timur menambahkan jika peralihan musim itu biasa disebut Hydrometeorology. Menurutnya, hydrometeorology itu diakibatkan terjadinya cuaca ekstrim yang menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan, salah satunya ialah terjadinya bencana longsor. “Oleh sebab itu, semua pihak di Jawa Timur harus bersinergi melakukan kesiapsiagaan, termasuk mitigasi agar bias mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi,” kata Khofifah. Dijelaskan Khofifah, bencana alam juga berdampak pada roda perekonomian.

Pasalnya, rusaknya insfrastruktur yang ada di setiap daerah akibat bencana itu, menjadi salah satu penghambat aktifitas masyarakat. “Untuk daerah yang dulu sudah mendapatkan pelatihan siaga bencana, khususnya terhadap para relawan agar bisa siaga terhadap terjadinya bencana,” bebernya.

Pembangunan Asrama Yonif Mekanis 516/CY Capai Tahap 96 Persen

Gresik,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto meninjau pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY yang berlokasi di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jumat, 22 Oktober 2021.Kunjungan yang dilakukan oleh Pangdam tersebut, digelar ketiga kalinya.

Bahkan, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa pun, turut meninjau progres pembangunan itu.Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra mengatakan jika pembangunan asrama tersebut, merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit.”Pembangunan itu diawali bulan Januari lalu. Dipastikan bulan Desember mendatang sudah selesai,” kata Kusdi.

Pembangunan asrama itu, kata Kusdi, terbagi menjadi 2 tipe. Diharapkan, dengan adanya pembangunan rumdis tersebut, nantinya bisa digunakan sebaik mungkin oleh prajurit.”Rumah dinas itu harus bisa dijaga dan dirawat sebaik mungkin,” pungkasnya.

KASAD dan Kasdam V/Brawijaya Tinjau Pembangunan Rumdis di Yonif 511/DY

Blitar,- Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya, terus berlanjut.
Setelah sebelumnya melakukan peninjauan ke Mako Yonif 511/DY, orang nomor satu di tubuh TNI-AD itu menggelar kunjungannya ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kamis, 21 Oktober 2021 siang.
Beberapa pejabat TNI pun, turut hadir mendampingi kunjungan KASAD, diantaranya Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, hingga Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo.


“Hanya meninjau rumah dinas saja. Kebetulan, disana sedang ada pembangunan rumdis. KASAD hanya meninjau sejauh mana pengerjaannya,” ujar Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra ketika dihubungi melalui via seluler miliknya.
Selain meninjau pembangunan rumah dinas, KASAD dan Kasdam juga membagikan beberapa bingkisan berupa paket sembako ke masyarakat. Sembako itu, merupakan bentuk kepedulian dari TNI-AD terhadap warga terdampak Covid-19.
“Sasarannya, adalah warga kurang mampu. Tadi dibagikan langsung oleh KASAD, Kasdam dan beberapa pejabat Makodam lainnya. Pembagian ditujukan pada warga Sanan Wetan,” bebernya.

Pangdam Brawijaya Pantau Vaksinasi di Situbondo

Situbondo,- Upaya mewujudkan herd immunity kian digencarkan di Jawa Timur. Pelaksanaan vaksinasi pun, dilakukan di seluruh daerah. Salah satunya, di Situbondo, Jawa Timur. Vaksinasi massal kali ini, menyasar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Jalan KHR Syamsul Arifin, Sukorejo, Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Pelaksanaan vaksinasi itupun, dipantau langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto.

Tak hanya itu saja, ternyata vaksinasi yang saat ini digalakkan tersebut juga menyita perhatian Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin. Pejabat nomor dua di Indonesia itupun, juga turut memantau pelaksanaan vaksinasi massal tersebut. Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan jika vaksinasi itu, dipastikan berjalan dengan berpedoman pada protokol kesehatan. “Iya, itu wajib (patuh prokes, red),” kata Kusdi. Kamis, 21 Oktober 2021 siang. Meski sudah di vaksin, kata Kusdi, bukan berarti masyarakat bisa kebal dari serangan pandemi. Menurutnya, patuh terhadap protokol kesehatan merupakan senjata utama yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam melawan Covid. “Vaksin hanya memperkuat kekebalan tubuh. Tapi, bukan berarti kita kebal terhadap Covid,” pungkasnya.

Lihat Kondisi Anak Prajuritnya, Jenderal Andika Tanggung Biaya Pengobatan Hingga Sembuh

Lumajang,- Dalam kunjungannya ke Yonif 527/BY, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serangkaian kegiatan digelar oleh KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa, bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Selain meninjau perbaikan dan pembangunan rumah dinas prajurit, di lokasi itu Jenderal Andika juga mengunjungi beberapa rumah prajurit Yonif 527/BY. Diantaranya, rumah Kopda Hidayatus Sobri dan Koptu Julian Mandatjan.

Kondisi memprihatinkan, seakan menyelimuti kunjungan KASAD beserta sang Istri, Hetty Andika Perkasa usai berkunjung ke rumah prajurit tersebut. Betapa tidak, putra dari Kopda Hidayatus Sobri ternyata menderita tuna rungu dan tuna wicara. Sedangkan, putri dari Koptu Julian menderita kurang gizi. “Tadi sudah disampaikan oleh bapak KASAD, anak dari masing-masing prajurit itu mendapat pengobatan penuh dari KASAD,” ujar Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra ketika dihubungi melalui via seluler miliknya pada Selasa, 19 Oktober 2021 sore.Tak tanggung-tanggung, Kusdi menjelaskan jika KASAD telah menunjuk salah satu rumah sakit untuk selanjutnya dijadikan rujukan pengobatan anak-anak prajurit tersebut. “Sudah, rencananya akan dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Disana, KASAD juga sudah menyiapkan para dokter ahli,” ungkap Kusdi.

KASAD dan Pangdam Brawijaya Tinjau Pembangunan Rumah Dinas di Lumajang

Lumajang,- Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Prakasa bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto beserta beberapa pejabat TNI lainnya meninjau pelaksanaan pembangunan rumah dinas di Yonif 527/BY, Lumajang, Jawa Timur.

Setidaknya terdapat 148 rumah dinas, sekaligus 3 unit barak milik Yonif 527 yang saat ini telah memasuki proses pembangunan dan perbaikan.“Pembangunannya sudah 70 persen. Namun dipastikan, awal tahun depan sudah bisa ditempati,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra. Selasa, 19 Oktober 2021 sore. Kusdi menambahkan, pembangunan dan perbaikan rumah dinas itu merupakan kebijakan ataupun kesejahteraan yang diberikan oleh Komando Atas, terutama bagi para prajurit Yonif 527/BY. “Pembangunan itu, adalah bentuk kepedulian dari pimpinan,” papar Kusdi.