Pangdam V/Brawijaya Apresiasi Sikap dan Mental Atlet Jatim di PON XX

Surabaya,- Forkopimda Jatim menggelar kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat mental atlet Jatim yang saat ini tengah mengikuti berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. “Pembukaan PON semalam, atlet Jatim menunjukkan sikap dan mental pemain yang siap bertanding,” ujar Pangdam. Ia mengungkapkan, pakaian hijau yang digunakan oleh atlet Jatim seakan menunjukkan suatu tanda tersendiri, terlebih semangat untuk menjuarai pelaksanaan PON tersebut. “Semoga, atlet Jatim itu bisa mendapatkan medali emas,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambahkan, adanya pelaksanaan PON tersebut merupakan suatu momentum bagi atlet Jatim untuk membangun, sekaligus merajut persaudaraan dalam keberagaman. “Sebab, ada misi yang tidak sekedar sportifitas, melainkan seperti yang disampaikan oleh Presiden. Perhelatan PON XX merupakan panggung persaudaraan dan persatuan,” imbuh mantan Menteri Sosial ini.

Kunjungan Kerja ke Tanah Papua, Pangdam Sematkan Pangkat untuk Prajurit

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menggelar kunjungan kerjanya ke perbatasan Indonesia-Papua Nugini, tepatnya di Kabupaten Keerom, Papua pada Jumat, 1 Oktober 2021. Kunjungan kerja itu, dilakukan dalam rangka memantau kinerja Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY yang selama ini ditugaskan untuk menjaga perbatasan antar dua negara tersebut. Beberapa penekanan, diberikan oleh Suharyanto pada prajurit Marabunta itu, salah satunya adanya menghindari berbagai pelanggaran yang bertentangan dengan delapan wajib TNI. “Selama melaksanakan tugas, Satgas harus humanis,” ujarnya. Bukan hanya itu saja, pejabat nomor satu di tubuh Makodam V/Brawijaya tersebut juga mengapresiasi adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Satgas, termasuk diantaranya ialah pembekalan mengenai pengolahan hasil kebun yang dinilai dapat mendongkrak tali perekonomian warga di perbatasan. “Sebab, kehadiran TNI di masyarakat harus bisa memberikan suatu inovasi dan solusi. Ini bagian dari implementasi delapan wajib TNI,” jelasnya. Bukan hanya itu, dalam peninjauan tersebut Suharyanto juga menyempatkan diri untuk menyematkan pangkat bagi prajurit yang telah naik pangkat satu tingkat dari pangkat sebelumnya, hingga dilanjutkan dengan adanya penanaman pohon yang dilakukan langsung oleh dirinya.

Bahas Penanganan Kepulangan PMI, Pangdam V/Brawijaya Rangkul Berbagai Pihak

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto kembali membahas upaya penanggulangan kepulangan pekerja migrain Indonesia atau PMI yang masuk melalui jalur Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Dalam rapat terbatas yang digelar di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Kamis, 30 September 2021 malam, nampak dihadiri oleh beberapa Forkopimda, sekaligus stakeholder terkait lainnya yang masuk dalam struktur Satgas organisasi penanganan PMI.

Beberapa peraturan, mulai diberlakukan oleh Pangdam menjelang kepulangan para PMI, salah satunya karantina hingga empat hari sekaligus pelaksanaan swab PCR yang ditujukan bagi para PMI.

“Untuk penjemputan, apabila sudah dinyatakan negatif, maka diperbolehkan untuk pulang,” ujar Suharyanto.

Selain memberlakukan swab dan karantina bagi para PMI, Suharyanto juga mengatakan jika untuk seluruh biaya karantina, nantinya akan ditanggung tim Satgas.

“Sementara masih diusulkan. Tapi yang jelas kita butuhkan adalah kekompakan dan soliditas mengantisipasi terjadinya klaster pandemi,” ucapnya.

Sekedar informasi, sebelumnya Pangdam V/Brawijaya telah membahas upaya pencegahan terjadinya klaster baru pandemi menjelang kepulangan PMI. Bahkan, pihaknya telah mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus MU di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur.(*)

Pangdam V/Brawijaya Sambut Kedatangan Wapres Ma’rif Amin

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menyambut kedatangan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Kamis, 30 September 2021.

Menurut informasi, kedatangan Wapres ke Jawa Timur, dalam rangka memimpin rapat koordinasi penyelesaian kemiskinan ekstrem, sekaligus melakukan peninjauan kawasan industri halal yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur.

Rapat koordinasi itu, digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Beberapa pejabat, tampak hadir dalam rakor itu, salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Beberapa Kabupaten di Jawa Timur, menjadi prioritas penanganan ekstrem, beberapa diantaranya ialah Kabupaten Lamongan, Sumenep, Bangkalan, Bojonegoro dan Probolinggo.

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Kesiapan Pengamanan Kunjungan Wapres RI

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto meninjau kesiapan pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhanda menjelaskan, peninjauan itu dilakukan ke beberapa lokasi, salah satunya Kawasan Industri Halal (KIH) yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu, 29 September 2021.

“Rencananya, Wapres melihat proses pembangunan di lokasi itu,” ujar Kapendam.

Bangunan itu, kata Kapendam, dipergunakan sebagai kawasan penyimpanan barang industri, sekaligus sektor farmasi yang berfungsi membantu UMKM dalam upaya peningkatan produk.

“Itu nanti dapat dijadikan peluang menjadi pusat produksi,” bebernya.

Untuk diketahui, PT MBA membangun proyek kawasan halal itu dengan tujuan untuk memastikan semua produk atau barang yang diprodukai lulus tahap pengecekan laboratorium berprinsip syariah.

Pengerjaan proyek itu, berjalan sejak bulan Mei, hingga September. Kawasan itu, akan menjadi klaster industri halal yang terintegrasi pertama, dan terbesar di Jawa Timur.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto Fokuskan Vaksinasi di Situbondo

SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menyebut jika sebelumnya, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menjadi salah satu dari 5 daerah rendah capaian vaksinasi.

“Masih di bawah 20 persen. Oleh karena itu, Pemprov Jatim dan Kodam Brawijaya berusaha meningkatkan pencapaian harian vaksinasi,” ujar Suharyanto dalam kunjungannya di Situbondo pada Minggu (26/9/2021).

Alhasil, capaian vaksinasi yang digencarkan oleh pihak Kodam itu, telah membuahkan hasil. Itu terbukti dalam kurun waktu satu pekan.

“Sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama, bisa mengejar ketertinggalannya. Alhamdulillah, selama seminggu ini sudah terlihat hasilnya,” jelasnya.Suharyanto menjelaskan jika dirinya telah berdiskusi membahas capaian vaksinasi tersebut, terutama dengan pihak Bupati setempat. “Komitmen untuk meningkatkan capaian vaksinasi ini. Tidam diragukan lagi,” bebernya.

Tak hanya itu saja, pihak Kodam pun merencanakan untuk melakukan pendistribusian vaksin di daerah itu. Penambahan itu, kata Pangdam, dilakukan mengingat minimnya dosis vaksin yang dimiliki oleh Dinkes Bupati.”Kodam Brawijaya pun menambah tenaga vaksinator dan pasukan untuk mencari masyarakat yang akan di vaksin,” imbuh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto. (*)

99 Calon Bintara Masuk Tahap Dikmaba, Pangdam V/Brawijaya: Siswa Akan Dipersiapkan Mental dan Fisiknya

Surabaya,- Setelah melewati proses seleksi yang cukup ketat, akhirnya 99 siswa calon Bintara masuk tahap Dikmaba TNI-AD. Untuk di wilayah Kodam V/Brawijaya sendiri, tahapan itu digelar di Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tahapan itu, ditandai dengan adanya upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Sabtu, 25 September 2021 pagi. “Dikmaba PK adalah Pendidikan bagi calon Bintara TNI-AD yang telah lulus berbagai macam tes, dimana pendaftaran itu hanya dibuka sekali saja dalam setahun,” ujar Suharyanto. Selama berada di Rindam, para siswa itu akan diberikan berbagai pelatihan dan pembekalan. “Para siswa akan dipersiapkan mental dan fisiknya,” tegas Pangdam.

Dijelaskan Pangdam, sejatinya seorang Bintara merupakan tulang punggung Satuan. Artinya, siswa yang nantinya selesai mengikuti Dikmaba akan menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Bintara, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat penting, yaitu menjadi jembatan antara prajurit golongan Tamtama dengan Perwira. “Menjadi seorang prajurit TNI-AD, itu adalah kehormatan. Karena, tidak semua orang dapat diterima, atau lulus menjadi prajurit,” bebernya. Untuk diketahui, Dikmaba yang diikuti para siswa itu nantinya akan berlangsung selama 5 bulan. Beberapa penekanan, dijelaskan oleh Pangdam salah satunya berkaitan dengan kedisiplinan. “Hal yang paling mendasar dalam Pendidikan ini, adalah untuk merubah sikap dan perilaku dari perilaku sipil ke perilaku militer atau prajurit. Sebab, mereka nantinya dituntut untuk tegas, disiplin dan bertanggung jawab serta menjaga kehormatan prajurit,” kata Pangdam.

Pangdam Wacanakan Genjot Vaksinasi Bagi Lansia di Lamongan

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, mewacanakan untuk menggelar vaksinasi bagi para lansia di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Hal itu dikatakan Pangdam kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Gedung Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Kamis (23/09/21) siang.

Di lokasi itu, setidaknya terdapat 1.000 dosis vaksin jenis Sinovac yang ditujukan bagi para lansia, dan tuna wisma yang belum mengikuti program vaksinasi.

Dalam kesempatan itu, Pangdam bersama Forkopimda Jatim juga menyempatkan diri berdialog secara virtual dengan jajaran Forkopimda Lamongan.

Dalam dialog tersebut, Pangdam berencana untuk menggenjot serbuan vaksinasi di Kabupaten Lamongan.

Selain itu, Pangdam juga meminta Forkopimda Lamongan untuk mengambil langkah-langkah yang nantinya dilakukan sebelum digelarnya vaksinasi massal untuk lansia tersebut.

“Lamongan, termasuk Kabupaten yang harus digenjot lagi untuk vaksinasi bagi masyarakat lansia,” tegasnya. (Kus/Kta/Red/TJ)

Mayjen Suharyanto Wacanakan Genjot Vaksinasi Untuk Lansia di Lamongan

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mewacanakan untuk menggelar vaksinasi yang ditujukan bagi para lansia yang berada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Hal itu, dikatakan oleh dirinya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Gedung Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya. Kamis, 23 September 2021 siang.
Di lokasi itu, setidaknya terdapat seribu dosis vaksin jenis Sinovac yang ditujukan bagi para lansia, dan tunawisma yang belum mengikuti program vaksinasi.


“Dosis pertama ini harus tepat sasaran. Karena, target jumlah warga Jawa Timur yang harus divaksinasi minimal, dosis pertama harus tercapai,” kata Suharyanto.
Selain vaksinasi, di lokasi itu Forkopimda Jatim juga memberikan beberapa paket bantuan sembako bagi para tunawisma.
Usai memberikan paket sembako, dirinya juga menyempatkan diri untuk menggelar dialog secara virtual dengan Forkopimda Lamongan. Dalam dialog itu, Pangdam berencana untuk menggenjot serbuan vaksinasi di Lamongan yang ditujukan bagi para lansia.
Bukan hanya perencanaan vaksinasi saja, dirinya juga membahas terkait langkah-langkah yang nantinya dilakukan oleh Forkopimda Lamongan sebelum digelarnya vaksinasi yang ditujukan bagi para lansia tersebut. “Lamongan, termasuk Kabupaten yang harus digenjot lagi untuk vaksinasi bagi masyarakat lansia,” tegasnya.

Pangdam Brawijaya : Utamakan kualitas di Pantukhir Caba

Penyeleksian Caba ini untuk mendapatkan bibit prajurit TNI-AD yang berkualitas dan berkuantitas.

Surabaya (ANTARA) – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menegaskan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang mutlak di tiap seleksi calon prajurit.

“Kualitas itu sangat berdampak dalam mewujudkan Satuan TNI-AD yang handal dan professional,” katanya usai memantau pelaksanaan sidang pantukhir Caba PK TNI-AD di wilayah Kodam V/Brawijaya yang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Menurutnya, kualitas harus terus ditingkatkan, baik kualitas prajurit yang sudah aktif melalui pendidikan maupun calon prajurit melalui proses penyediaan prajurit.

Pangdam Suharyanto menilai keduanya memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam melakukan keberlangsungan organisasi di tubuh Angkatan Darat.

Prajurit Bintara, kata dia, bukan hanya sebatas unsur pelaksana tapi juga harus memiliki kualitas yang mumpuni dan mampu melaksanakan tugas dengan berbagai kompleksitas yang cukup tinggi.

“Penyeleksian Caba ini untuk mendapatkan bibit prajurit TNI-AD yang berkualitas dan berkuantitas,” ujarnya, menegaskan. (*)