Apel Dansat, Pangdam Fokus 2 Program di Jawa Timur

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menegaskan jika pihak Kodam saat ini sedang tertuju pada 2 program yang mulai digencarkan di Provinsi Jawa Timur di tengah pandemi Covid-19.
Selain penanganan dan penanggulangan adanya pandemi, Suharyanto menegaskan jika pihaknya saat ini mendukung Pemprov Jawa Timur untuk melakukan pemulihan perekonomian
“Kodam V/Brawijaya tetap komitmen mendukung program dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, terutama pada 2 agenda besar yaitu pemulihan ekonomi nasional dan melawan Covid-19,” kata Pangdam usai memimpin Apel Komandan Satuan yang digelar di Kecamatan Sidodadi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rabu, 31 Maret 2021.
Jawa Timur, kata dia, belum terlepas dari adanya pandemi Covid-19. Namun, penurunan yang cukup signifikan berhasil dibuktikan selama pelaksanaan PPKM. “Yang terasa memang di satu bulan terakhir. Angka positif tidak melonjak,” ungkapnya.
Ia menilai jika angka penurunan itu, berada di bawah standart yang sudah disarankan oleh pihak WHO. “WHO mensarankan paling tinggi 50 persen. Tapi kita sekarang berada di 42 persen,” bebernya.
Untuk diketahui, pelaksanaan apel Komandan Satuan tersebut digelar tak luput dari adanya penerapan protokol kesehatan. Bahkan, para peserta apel, sebelumnya sudah mengikuti proses vaksinasi sebanyak dua tahap, sekaligus proses rapid antigen.

Menkopolhukam Mahfud MD Apresiasi Forkopimda Jatim Tangani Covid

Surabaya,- Menkopolhukam Mahfud MD mengapresiasi kinerja Forkopimda Jawa Timur dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.
Sebelumnya, kata Mahfud MD, banyak masyarakat yang enggan berkunjung ke Provinsi Jawa Timur. “Orang sampai bilang, takut lah ke Jawa Timur,” kata dia dalam kunjungan kerjanya di Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Rabu, 17 Maret 2021 siang.
Tapi sekarang, Mahfud menilai jika Provinsi Jawa Timur sudah berubah drastis. Bahkan, Jawa Timur saat ini berada di bawah daerah lain zona pandemi.
“Ini suatu keberhasilan. Pemerintah sekarang fokus berperang melawan Covid. Pemerintah itu punya 2 program. Perang melawan Covid dan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.


Ia menilai Jawa Timur merupakan salah satu contoh daerah yang mampu menjaga kekompakan dalam bersinergi melawan pandemi. “Itu dibangun secara bersamaan. Jawa Timur adalah contoh karena kerjasama antara pimpinan Pemerintahan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya,” kata Mahfud.
Saat ini, Mahfud menjelaskan jika program vaksinasi sedang berlangsung di seluruh Provinsi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah juga telah menyediakan fasilitas dan dukungan biaya yang fantastis. “Itu harus dilakukan dengan cermat,” ujar Menkopolhukam.
Selain disambut oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Mahfud MD tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, Irjen pol Nico Afianta beserta beberapa pejabat lainnya.

Forkopimda Jatim Buka TMMD Ke 110 di Bojonegoro

Forkopimda Jatim membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110, Tahun Anggaran 2021, di pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (2/3/2021).

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, dan Pejabat Utama Polda Jatim.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa dengan pendekatan TMMD, bisa memecahkan masalah, ini adalah suatu semangat, dan berfikir untuk pasti bisa, tidak mengincar semua harus perfect, tapi harus lebih baik.

“Kami yakin bahwa ini adalah satu semangat. Jangan kita selalu berfikir kenapa tidak bisa, tetapi kita berfikir insyaallah bisa. Kita tidak mengincar semua harus perfect tetapi semua harus lebih baik, kita melangkah lebih baik,” ucap Emil dalam sambutannya.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto memaparkan, bahwa hari ini pembukaan TMMD di beberapa wilayah di Jawa Timur dilakukan secara serentak.

Selain di Bojonegoro, TMMD juga dilaksanakan di Bondowoso, Sumenep, dan di Pacitan.

“Bojonegoro dianggap tempat yang strategis, disamping anggarannya juga yang paling besar nilai proyeknya, sehingga sebagai penghargaan maka Forkopimda Jatim hadir secara langsung,” kata Pangdam Brawijaya.

Selain itu, TMMD ini biasanya selalu diprogramkan kerja sama sinergitas, antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta unsur stakeholder terkait di wilayah.

Dulu namanya ABRI Masuk Desa, tapi setelah Polri berpisah, namanya menjadi TMMD, namun sebetulnya pelaksanaannya dilapangan tidak berubah, masih dilaksanakan oleh personil TNI dan personil Polri, serta pemerintah daerah.

“Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai kesannya ini seolah – olah adalah program Tentara Nasional Indonesia semata, begitu. Jadi tidak, sejak dari dulu sejak dibentuk pada tahun 1980 itu namanya ABRI masuk desa,” jelas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya menegaskan, perencanaan TMMD ini dilakukan dari bawah ke atas.

“Diharapkan sasaran fisik yang susah dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena terpencil dan anggaran terbatas, ini bisa dikerjakan oleh TMMD,” pungkas Pangdam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya Bersama Forpimda Jatim berikan Bansos ke korban longsor di Ponpes Annidhomiyah Pamekasan

Pamekasan,madura jawa timur – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto bersama Forpimda Jatim memberi bantuan sosial kepada PP. Annidhomiyah dan 5 korban meninggal dunia dan 1 orang patah tulang akibat bencana tanah longsor di pesantren tersebut dusun Jepon desa Bindang kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan yang terjadi pada selasa 23 Februari 2021 dini hari kemarin.Bantuan itu diberikan langsung kepada pondok pesantren Annidhomiyah dan 5 korban santriwati meninggal dunia akibat tanah longsor.(25/2/2021)

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Irjen Pol. Nico. Apinta, Laksda TNI I.N.G Sudihartawan Pangkoarmada II Surabaya dan rombongan, Kamis, 25 Februari 2021.Gubernur bersama rombongan disambut Pengasuh Ponpes An-Nidhamiyah KH. Muhedi, H. Badrut Tamam S.Psi Bupati Pamekasan, Dandim Letkol Inf Tejo Baskoro, Kapolres AKBP Apip Ginanjar SIK, Forkompimka dan warga setempat.Rombongan Forpimda Jatim langsung mengecek ke lokasi longsor yang menimpa sisi bangunan sebelah barat Ponpes An-Nidhamiyah.“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah di Ponpes An-Nidhamiyah yang menyebabkan 5 orang Santriwati meninggal dunia dan 1 orang mengalami patah tulang, semoga seluruh amal ibadahnya diterima dan khilafnya diampuni oleh Alloh Swt. Dan untuk yang dirawat di Rumah Sakit semoga cepat diberikan kesembuhan,” ucap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelum memberikan bansos kepada pihak Pondok pesantren.“Dan saya juga sangat mengharapkan dengan adanya musibah ini kita semuanya harus tetap bersabar,” sambungannya.Selanjutnya, Rombongan memberikan bantuan sosial kepada Ponpes Annidhomiyah secara simbolis.

Ops Gaktib Yustisi tahun 2021, Fokus Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Jawa Timur

Surabaya,- Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto menegaskan terdapat beberapa sasaran pada pelaksanaan penegakkan disiplin dan tata tertib tahun ini.
Pada upacara pembukaan Ops Gaktib yang digelar di Lapangan Jenderal Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya Kamis, 25 Februari 2021 pagi, ia menegaskan jika Polisi Militer berkomitmen untuk mendukung adanya penegakkan dan ketaatan hukum, terlebih upaya pendisiplinan protokol kesehatan, sekaligus menjaga Persatuan dan Kesatuan.
“Program prioritas yang menjadi fokus Pemerintah tersebut, hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan,” kata Suharyanto dalam amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakannya.
Jenderal bintang dua yang juga menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya itu mengungkapkan, operasi penegakkan ketertiban dan yustisi itu, ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme Polisi Militer TNI, sekaligus subjek hukum melalui pendekatan persuasive edukatif.
“Hal ini dikarenakan esensi dari pelaksanaan operasi adalah untuk memperkuat upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi prajurit dan PNS TNI,” jelasnya.
Di tengah pandemi, kata dia, partisipasi aktif prajurit dan PNS TNI dalam upaya penegakkan protokol kesehatan dinilai sangat penting. Pasalnya, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, prajurit dan PNS TNI diharapkan bisa menjadi role model, atau teladan bagi masyarakat umum.
“Dengan demikian, operasi Gaktib dan yustisi yang diselenggarakan tahun ini, akan dapat memperkuat kepatuhan dan ketaatan prajurit dan PNS TNI dalam melaksanakan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Tak tanggung-tanggung, selama berlangsungnya upaya itu, Suharyanto memberikan penekanan terhadap personel Polisi Militer dan aparat terkait lainnya, termasuk diantaranya penguasaan tugas dan tanggung jawab.
“Sebab, petugas yang profesional adalah petugas yang tegas, tidak ragu-ragu. Namun tidak bersikap arogan. Dengan masyarakat yang semakin kompleks, tentunya dibutuhkan inovasi dan adaptasi dalam menghadapi tantangan,” pinta Dangartap. (Pendam V/Brawijaya)

Forkopimda Jatim Memantau PPKM Mikro di Desa Candi Mulyo dan Kepanjen Jombang

mediapetisi.net – Forkopimda Jawa Timur, yang terdiri dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Candi Mulyo dan Kelurahan Kepanjen Kecamatan/Kabupaten Jombang. Rabu Malam (24/2/2021)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PPKM Mikro sudah dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 22 Februari 2021 yang berbasis pada RT / RW, dan Poskonya ada di Desa. Sedangkan untuk pemetaan yang telah dilakukan oleh Polda Jatim, untuk RT ada 210 yang masuk kategori zona merah, untuk orange ada 1.245, Kuning 10.023, dan zona hijau sebanyak 81.730 yang tersebar di 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur.

450 Pasukan Yonif Mekanis 512/QY Dapat Kehormatan dari Negara

Surabaya,- Sebanyak 450 personel Yonif Mekanis 512/QY diberangkatkan oleh Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto ke Jayapura, Papua. Tepatnya di perbatasan Indonesia-Papua Nuguni.
Pemberangkatan pasukan itu, ditandai dengan adanya upacara pemberangkatan yang digelar di Dermaga Ujung, Surabaya. Senin, 21 Februari 2021 pagi.
Mayjen TNI Suharyanto menyebut, tugas operasi yang diamahkan ke prajurit Yonif 512, merupakan suatu kehormatan. Sebab, tak mudah bagi seorang prajurit untuk bisa menjalankan tugas operasi.
“Tugas pengamanan perbatasan adalah salah satu tugas yang diamanatkan oleh negara kepada TNI. Mereka memiliki tugas yang tidak ringan, yaitu menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini,” kata Dangartap.
Selain menjaga perbatasan, ia menyebut keberadaan pasukan Yonif 512 nantinya juga harus bisa menciptakan situasi yang kondusif, sekaligus memberikan rasa aman terhadap masyarakat.
“Sekaligus membantu aparat terkait dalam menangani permasalahan yang terjadi di perbatasan, salah satunya pelanggaran batas negara, penyelundupan barang illegal dan gangguan keamanan lainnya,” tegasnya.
Beberapa penekanan lainnya pun, ditegaskan dihadapan Satgas Pamtas, termasuk adanya meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Kita menyadari TNI adalah prajurit yang berasal dari rakyat, dan berjuang untuk rakyat. Maka dari itu, ketika tiba di tempat penugasan, mereka harus bisa beradaptasi serta memahami kultur maupun budaya masyarakat,” pintanya.

Pangdam V Brawijaya Gowes, dan Tinjau Kesiapan Desa Sukorejo

GRESIK — Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, gowes bersama menuju Kabupaten Gresik, juga melakukan peninjauan Posko PPKM di Desa Sukorejo Kec. Kebomas Kabupaten Gresik. Jum’at (19/02).Start Makodam V/Brawijaya, menyusuri jalan menuju Makoramil Menganti untuk transit, selanjutnya Etape 2 menuju ke Graha Kartini Ballroom untuk melaksanakan Istirahat dan coffe morning.Selanjutnya Pangdam V Brawijaya menuju Posko PPKM berskala Mikro di Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas untuk peninjauan posko tersebut.Dalam sambutannya di Desa Sukorejo, beliau menyampaikan “Jawa Timur saat ini menduduki peringkat 4 di seluruh Indonesia menganai Penyebaran Virus Covid-19 dan Program Pemerintah terkait PPKM Mikro sudah memasuki hari ke 10 namun penurunan dari Program PPKM Berskala Mikro tersebut sangat baik, terbukti semula berada pada zona oranyemenurun drastis menjadi Zona kuning.”terangnya.Lebih lanjut dikatakan bahwa program vaksinasi saat ini sudah memasuki tahap ke 2 dan saat ini vaksin yang datang di Indonesia sudah teruji sangat aman dan halal bagi masyarakat, Program ini merupakan langkah utama bagi Pemerintah untuk memerangi Covid-19.Dandim Gresik yang mendampingi kunjungan ini, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangam V Brawijaya.“Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 306 posko PPKM Mikro yang sudah tergelar .dan untuk anggaran kami akan tetap berkordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melancarkan program pemerintah sehingga Kabupaten Gresik dapat membantu dalam memutus Penyebaran Virus Covid-19 ini. Kodim juga bersinergi bersama 3 Pilar untuk selalu melaksanakan Patroli Prokes dan PPKM di masing -masing wilayah binaan ,” jelas Dandim Gresik.

Pangdam Brawijaya Mendorong Batalyon 516 Menjadi Prajurit Terbaik

Setelah beberapa bulan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini, tepatnya di Kabupaten Boven Digoel, Papua, akhirnya Satgas Pamtas Yonif 516/CY kembali ke Satuan asal.

Setibanya di Surabaya, pasukan di bawah kendali Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin itu, disambut oleh Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto di Lapangan Jenderal Ahmad Yani, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (17/2/2021) siang.

Dangartap mengatakan, selama berada di wilayah penugasan beberapa prestasi telah berhasil diraih oleh Satgas, di antaranya pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air, hingga mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Pangdam dan Kapolda Jatim Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Kabupaten Nganjuk

Nganjuk – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, bersama dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (17/2/2021) sore, mengunjungi wilayah Banjir dan Tanah Longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Selain meninjau lokasi longsor, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, juga melakukan peninjauan di Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor serta di lokasi pengungsian.Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebutkan, bahwa pihaknya telah mengerahkan 400 personil, itu gabungan dari TNI, Polri, Tagana serta para relawan untuk mencari korban bencana yang masih tertimbun tanah longsor.Selain mengerahkan ratusan personil gabungan, anjing pelacak juga dikerahkan untuk menditeksi korban yang ada di titik-titik tertentu serta menerjunkan psikolog untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan trauma bagi anak-anak korban bencana.”Untuk mencari korban yang belum ditemukan akibat bencana tanah longsor, kami menerjunkan 400 personil gabungan. Selain itu juga menerjunkan tim psikolog untuk memulihkan trauma healing bagi anak-anak,” kata Kapolda Jatim, usai meninjau lokasi longsor, Rabu (17/2/2021) sore.