Pangdam V Brawijaya Gowes, dan Tinjau Kesiapan Desa Sukorejo

GRESIK — Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, gowes bersama menuju Kabupaten Gresik, juga melakukan peninjauan Posko PPKM di Desa Sukorejo Kec. Kebomas Kabupaten Gresik. Jum’at (19/02).Start Makodam V/Brawijaya, menyusuri jalan menuju Makoramil Menganti untuk transit, selanjutnya Etape 2 menuju ke Graha Kartini Ballroom untuk melaksanakan Istirahat dan coffe morning.Selanjutnya Pangdam V Brawijaya menuju Posko PPKM berskala Mikro di Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas untuk peninjauan posko tersebut.Dalam sambutannya di Desa Sukorejo, beliau menyampaikan “Jawa Timur saat ini menduduki peringkat 4 di seluruh Indonesia menganai Penyebaran Virus Covid-19 dan Program Pemerintah terkait PPKM Mikro sudah memasuki hari ke 10 namun penurunan dari Program PPKM Berskala Mikro tersebut sangat baik, terbukti semula berada pada zona oranyemenurun drastis menjadi Zona kuning.”terangnya.Lebih lanjut dikatakan bahwa program vaksinasi saat ini sudah memasuki tahap ke 2 dan saat ini vaksin yang datang di Indonesia sudah teruji sangat aman dan halal bagi masyarakat, Program ini merupakan langkah utama bagi Pemerintah untuk memerangi Covid-19.Dandim Gresik yang mendampingi kunjungan ini, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangam V Brawijaya.“Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 306 posko PPKM Mikro yang sudah tergelar .dan untuk anggaran kami akan tetap berkordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melancarkan program pemerintah sehingga Kabupaten Gresik dapat membantu dalam memutus Penyebaran Virus Covid-19 ini. Kodim juga bersinergi bersama 3 Pilar untuk selalu melaksanakan Patroli Prokes dan PPKM di masing -masing wilayah binaan ,” jelas Dandim Gresik.

Pangdam Brawijaya Mendorong Batalyon 516 Menjadi Prajurit Terbaik

Setelah beberapa bulan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini, tepatnya di Kabupaten Boven Digoel, Papua, akhirnya Satgas Pamtas Yonif 516/CY kembali ke Satuan asal.

Setibanya di Surabaya, pasukan di bawah kendali Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin itu, disambut oleh Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto di Lapangan Jenderal Ahmad Yani, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (17/2/2021) siang.

Dangartap mengatakan, selama berada di wilayah penugasan beberapa prestasi telah berhasil diraih oleh Satgas, di antaranya pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air, hingga mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Pangdam dan Kapolda Jatim Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Kabupaten Nganjuk

Nganjuk – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, bersama dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (17/2/2021) sore, mengunjungi wilayah Banjir dan Tanah Longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Selain meninjau lokasi longsor, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, juga melakukan peninjauan di Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor serta di lokasi pengungsian.Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebutkan, bahwa pihaknya telah mengerahkan 400 personil, itu gabungan dari TNI, Polri, Tagana serta para relawan untuk mencari korban bencana yang masih tertimbun tanah longsor.Selain mengerahkan ratusan personil gabungan, anjing pelacak juga dikerahkan untuk menditeksi korban yang ada di titik-titik tertentu serta menerjunkan psikolog untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan trauma bagi anak-anak korban bencana.”Untuk mencari korban yang belum ditemukan akibat bencana tanah longsor, kami menerjunkan 400 personil gabungan. Selain itu juga menerjunkan tim psikolog untuk memulihkan trauma healing bagi anak-anak,” kata Kapolda Jatim, usai meninjau lokasi longsor, Rabu (17/2/2021) sore.

pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Ta. 2021 melalui video konferensi

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Sos., M.M. menghadiri pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Ta. 2021 melalui video konferensi dengan tema “TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat, Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta Menjaga Persatauan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI” yang berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Selasa, 16 Februari 2021.

peninjauan di Bendungan Waduk Tukul yang berada di Desa Krajan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Pacitan

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama rombongan melakukan peninjauan di Bendungan Waduk Tukul yang berada di Desa Krajan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Pacitan. Sabtu, 13 Februari 2021.

69 Mantan Prajurit Siswa, Resmi Dilantik jadi Bintara TNI-AD

Surabaya,- Para mantan prajurit siswa yang sebelumnya mengikuti pendidikan Sekolah Calon Bintara, secara resmi dilantik menjadi seorang anggota prajurit TNI-AD berpangkat Sersan Dua.
Pelantikan itu, dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto di Secaba Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada hari Sabtu, 13 Februari 2021 pagi.
“Pelantikan sebagai prajurit efektif, merupakan titik awal dari karir dan pengabdian sebagai prajurit TNI-AD. Khususnya di Secaba Rindam ini, dapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing,” kata Suharyanto melalui amanat yang dibacakannya.
Usai menempuh pendidikan, tambah Pangdam, dirinya pun berharap ke para prajurit Bintara baru agar mampu mempersiapkan diri ketika mengkuti pendidikan pada tahap selanjutnya. “Pendidikan selanjutnya yaitu meningkatkan budaya belajar dan berlatih. Itu mengaci pada Tri Pola Dasar,” bebernya.
Jenderal dengan 2 bintang di pundaknya itu menyebut, Bintara memiliki peranan penting dalam mendukung keberhasilan Satuan, terutama melalui penguasaan ilmu dan ketrampilan teknis militer sesuai fungsi dan tugas.
“Oleh karena itu, sebagai Bintara harus benar-benar menguasai tugas pokok,” tegasnya.
Perlu diketahui, selama pelantikan itu berlangsung, upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 pun tetap dijalankan. Itu terlihat, ketika Pangdam memberlakukan adanya 5M selama prosesi pelantikan digelar.

Jadi Penjuru Protokol Kesehatan, Anggota Kodim Probolinggo Siap-Siap Divaksin

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh Satuan di jajarannya untuk mendukung upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

            Dalam kunjungannya ke Makodim 0820/Probolinggo pada Jumat, 12 Februari 2021, Pangdam menyebut jika TNI menjadi garda terdepan dalam pencegahan, sekaligus sosialisasi adanya protokol kesehatan di masyarakat. Bukan hanya itu saja, ia juga membahas adanya kebijakan Work From Home atau WFH.

            Pada pelaksanaan WFH, Suharyanto mengimbau para prajurit dan PNS berusia diatas 50 tahun, agar tak bekerja di kantor. “Nantinya akan terealisasi 75% persen WFH, 25% bekerja di kantor,” pintanya.

            Selain sosialisasi tentang protokol kesehatan, ia juga mengimbau personelnya untuk mensosialisasikan adanya vaksinasi. Sebab, rencananya vaksinasi itu akan dilakukan di Probolinggo. “Rencananya dilaksanakan pada Minggu keempat bulan ini,” beber Pangdam.

            Suharyanto menjelaskan, dalam waktu dekat para prajurt TNI akan mendapatkan vaksin. Namun, meski sudah mengikuti proses vaksinasi, bukan bisa dinyatakan bebas Covid. “Maka dari itu, disamping menjaga warga binaan, mereka juga harus bisa menjaga diri sendiri dan keluarga,” pintanya.

            Bahkan, Pangdam juga menginstruksikan Dandim untuk tak segan-segan meminta perkuatan Satuan Tempur. “Selama PPKM, harus ada penurunan angka terkonformasi Covid,” tegas Suharyanto. (Pendam V/Brawijaya)

Auntentifikasi

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi

Pangdam Minta Prokes di Probolinggo Harus Ditegakkan

Kota Probolinggo,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh Satuan di jajarannya untuk mendukung upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

            Dalam kunjungannya ke Makodim 0820/Probolinggo pada Jumat, 12 Februari 2021, Pangdam menyebut jika TNI menjadi garda terdepan dalam pencegahan, sekaligus sosialisasi adanya protokol kesehatan di masyarakat.

            Bukan hanya itu saja, ia juga membahas adanya kebijakan Work From Home atau WFH.

            Pada pelaksanaan WFH, Suharyanto mengimbau para prajurit dan PNS berusia diatas 50 tahun, agar tak bekerja di kantor. “Nantinya akan terealisasi 75% persen WFH, 25% bekerja di kantor,” pintanya.

            Selain sosialisasi tentang protokol kesehatan, ia juga mengimbau personelnya untuk mensosialisasikan adanya vaksinasi. Sebab, rencananya vaksinasi itu akan dilakukan di Probolinggo. “Rencananya dilaksanakan pada Minggu keempat bulan ini,” beber Pangdam.

            Selain disambut Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo, kedatangan Pangdam di lokasi itu juga disambut oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Irwan Subekti.

Autentifikasi

Kapenrem 083/Baladhika Jaya, Mayor Inf Prasetya, H. K

pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Forkopimda Jatim mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan PPKM berskala mikro di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya. Kamis, 11 Februari 2021.

PPKM di Jatim Berlanjut ke Tingkat RT, RW hingga Kelurahan

SURABAYA | duta.co – Pada apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, mengungkapkan, jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berlanjut hingga di tingkat RT, RW, hingga Kelurahan.

“PPKM ini dilanjutkan dalam skala mikro. Artinya, ditingkat Kelurahan/Desa, RT dan RW,” kata Pangdam usai memimpin apel gelar pasukan kesiapan vaksinator dan tracer di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu, (10/2/21) pagi.

Pada pelaksanaan tracer dan vaksinator tersebut, terdapat beberapa pihak yang dilibatkan untuk membantu Satgas Covid di tingkat RT, RW hingga Desa.

Selain Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dalam pelaksanaan PPKM tingkat Mikro ini, pihaknya juga melibatkan Bintara Pembina Potensi Kemaritiman, sekaligus Bintara Pembina Potensi Kedirgantaraan.

Beberapa tugas pun nantinya akan dilakukan para Bintara TNI-Polri tersebut, termasuk diantaranya memberikan informasi terkait bahaya Covid, sekaligus membantu mencari dan mengamankan masyarakat yang terkonfirmasi, ataupun berhubungan dengan penderita Covid.

“Jangan sampai mereka masuk ke Kampung, tapi tidak ketahuan,” tegasnya. “Jadi ujung Kampung mungkin dijaga. Kemudian, untuk masyarakat pendatang yang baru masuk di Kampung itu di tes dulu,” imbuhnya.

Pangdam berharap, pelaksanaan PPKM mendatang ini mampu menurunkan jumlah kasus positif ataupun pasien yang meninggal akibat Covid di Jawa Timur.

“Tugas ini dapat terlaksana apabila sinergitas dan soliditas terbangun penuh. Karena tugas penanganan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh salah satu instansi. Alhamdulillah, TNI-Polri solid, sinergitas membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka bersama-sama melawan, menghentikan dan menangani pandemi Covid-19 ini,” tegas Mayjen TNI Suharyanto. (nzm)