Satgas TMMD ke-125 Madiun Pasang Pipa Air Bersih untuk Masyarakat Desa

Madiun, 17 Agustus 2025 — Di tanah yang dahulu hanya mengenal musim hujan sebagai penawar dahaga, kini mengalir sebuah harapan baru. Satgas TMMD ke-125 Kodim 0803/Madiun membentangkan pipa air bersih sejauh hampir 3 kilometer, menghubungkan sumber kehidupan ke rumah-rumah warga.

Sejak fajar, para prajurit bersama masyarakat bergotong royong. Suara cangkul, denting palu, dan tawa ringan menyatu dalam irama kerja yang tak kenal lelah. Satu per satu, pipa-pipa dipasang, mengular mengikuti lekuk jalan desa yang baru dibuka, seakan menjadi urat nadi yang siap memompa kehidupan.

“Air adalah sumber kehidupan. Kami ingin memastikan warga tidak lagi berjalan jauh hanya untuk menimba,” ujar Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, di sela kegiatan.

Pipanisasi yang merupakan program unggulan Kasad ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan juga jembatan kesejahteraan. Air bersih kini dapat mengalir ke dapur, mengisi gentong, dan menyapa tanaman di halaman. Bagi warga, ini bukan sekadar pipa, ini adalah janji bahwa masa depan akan lebih mudah, lebih sehat, dan lebih sejahtera.

Seperti air yang mengalir tanpa henti, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat pun terus mengalun, membawa cerita bahwa pembangunan bukan hanya tentang batu dan semen, tapi juga tentang mengalirkan kehidupan hingga ke relung hati setiap warga.

Satgas TMMD ke-125 Kodim Madiun Kerja Keras Pembangunan Jalan Makadam di Malam Hari

Madiun, 17 Agustus 2025 — Gelap malam tak menyurutkan langkah. Di bawah temaram lampu dan deru mesin genset, derap kaki para prajurit Satgas TMMD ke-125 Kodim 0803/Madiun terus menggema di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan.

Jalan makadam yang menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ini harus segera rampung tepat waktu. Setiap ayunan cangkul dan hantaman palu terdengar berpadu dengan suara alam malam, seolah mengiringi tekad para prajurit yang bekerja tanpa kenal lelah. Bagi mereka, waktu hanyalah angka.

Saat siang tak cukup untuk menuntaskan pekerjaan, malam pun disambut dengan semangat yang sama. Lampu-lampu sederhana menerangi setiap jengkal jalan yang tengah dibentuk, memantulkan bayangan tubuh-tubuh yang tak mengenal kata menyerah.

“Pembangunan ini bukan hanya soal jalan, tetapi membuka akses baru untuk menggerakkan roda kehidupan warga. Maka, meski malam, kami tetap lanjut,” ujar Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, sambil memantau jalannya pekerjaan.

Dedikasi ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan jembatan harapan. Dan malam itu, di tengah dingin udara pedesaan, lampu-lampu kerja menjadi bintang yang menuntun masa depan desa menuju cahaya kemajuan.

Ratusan Warga Rayakan HUT ke-80 Kemerdekaan dengan Baritan Tasyakuran di Banyuwangi

BANYUWANGI — Ratusan warga membanjiri sepanjang 3 kilometer mulai dari ruas jalan Desa Kesilir dan Desa Siliragung sebagai bentuk ucapan rasa syukur dengan memberi sedekah berupa takir (nasi dibungkus daun pisang) menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.

Sebelum makan bersama, takir atau nasi dibungkus daun pisang secara sukarela dari masing-masing warga diletakkan ke tengah ruas jalan raya berjejer sepanjang tiga kilometer, yang nantinya akan diawali dengan doa bersama dan makan bersama di tengah-tengah ruas jalan raya tersebut.

Kepala Desa Kesilir, Mujiono, mengatakan kemeriahan menyambut hari kemerdekaan RI ke-80 tahun ini disambut hangat segenap lapisan masyarakat Desa Kesilir. Ia berterima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan sedekah takir untuk disantap bersama-sama.

“Baritan tasyakuran ini sebagai bentuk cinta dan rasa syukur kita kepada pendahulu yang telah berjuang hingga kami dapat merasakannya hingga kini, dan ini setiap tahun dilakukan, juga sudah menjadi tradisi masyarakat,” kata Mujiono, Sabtu (16/08/2025).

Sementara itu, Komandan Satgas TMMD 125 yang juga Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh. Joko Sukoyo, saat menghadiri kegiatan tersebut turut mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Siliragung, yang hingga kini masih bergotong royong bersama tim TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125.

“Kami juga hadir melalui TMMD selama 30 hari di Kecamatan Siliragung. Membangun Jembatan, Irigasi, MCK, Sumur Bor, dan membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Terima kasih kepada seluruh warga yang terus setia menemani dan membantu kami untuk menyukseskan TMMD,” kata Dandim Letkol Arh. Joko Sukoyo.

Dirinya juga meminta maaf, apabila ada anggota atau prajurit TNI yang telah menyinggung atau melakukan kesalahan di saat kegiatan TMMD berlangsung. “Sampaikan ke kami jika memang ada salah atau ada yang kurang dalam hal pembangunan fisik di TMMD maupun pembangunan non-fisik,” ujarnya.

Baritan Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini sebagai bentuk rasa kebersamaan dan nasionalisme. Tasyakuran ini merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat setempat yang dilakukan setiap tahunnya untuk merayakan kemerdekaan.

Pemasangan Gapura sebagai Simbol Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Banyuwangi

BANYUWANGI — Di tengah semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi menunjukkan dedikasi nyata dengan melaksanakan pemasangan gapura di jalan menuju jembatan Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Minggu (17/8/2025).

Pemasangan gapura ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang terwujud dalam program TMMD. Gapura yang berdiri kokoh ini sekaligus menjadi penanda dan ikon baru bagi akses jembatan yang merupakan salah satu sasaran utama dalam program TMMD ke-125 di wilayah tersebut.

Komandan Satgas TMMD 125, yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, menyatakan bahwa pemilihan waktu pemasangan di hari kemerdekaan memiliki makna mendalam.

“Ini adalah cara kami memaknai hari kemerdekaan. Bukan hanya dengan upacara, tetapi dengan kerja nyata membangun negeri dari pinggiran. Gapura dan jembatan ini adalah persembahan kami, wujud bakti TNI untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kesilir,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Proses pemasangan gapura berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara anggota Satgas TMMD dengan warga setempat. Warga Desa Kesilir menyambut antusias pembangunan gapura tersebut, karena akan memperindah sekaligus mempermudah akses menuju jembatan yang sangat vital bagi perekonomian dan mobilitas mereka sehari-hari.

Dengan berdirinya gapura ini, diharapkan menjadi pengingat akan semangat kebersamaan yang telah terjalin selama program TMMD berlangsung, serta menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus merawat hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.

Tentang TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi: Program TMMD ke-125 di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, memiliki beberapa sasaran fisik dan non-fisik. Pembangunan jembatan menjadi prioritas untuk membuka isolasi wilayah dan meningkatkan konektivitas antar-dusun, yang pada akhirnya bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah sasaran.

Peninjauan Progres Pembangunan Jembatan oleh Dandim 0825/Banyuwangi dalam Program TMMD ke-125

Banyuwangi, – Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arh) Joko Sukoyo, meninjau langsung progres pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125. Kehadiran Dandim di lokasi menjadi bentuk perhatian sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Joko Sukoyo didampingi anggota Satgas TMMD serta masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi. Ia memberikan arahan teknis serta motivasi kepada personel di lapangan agar tetap menjaga kekompakan, semangat, dan disiplin kerja demi tercapainya hasil maksimal.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi penghubung vital yang memperlancar akses warga antar desa. Dengan adanya jembatan baru, masyarakat akan lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Selain meninjau pekerjaan, Letkol Joko Sukoyo juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena pembangunan jembatan sangat membantu kebutuhan transportasi mereka. Kehadiran TNI dalam pembangunan desa disebut memberi dampak nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Melalui TMMD, TNI berkomitmen tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Peninjauan yang dilakukan Dandim 0825/Banyuwangi menjadi bukti bahwa TNI hadir untuk memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di pedesaan.

Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI oleh Satgas TMMD ke-125 di Banyuwangi

Banyuwangi – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (17/08/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Mayor Kav Suprapto selaku Kasdim 0825/Banyuwangi.

Kegiatan upacara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh jajaran Forkopimka Siliragung, instansi terkait, para pelajar, serta masyarakat setempat. Kehadiran Satgas TMMD 125 menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama masyarakat dalam menjaga nilai nasionalisme dan semangat perjuangan para pahlawan.

Dalam amanatnya, Mayor Kav Suprapto menyampaikan bahwa momentum HUT RI ke-80 ini harus dijadikan pengingat untuk terus memperkokoh persatuan serta meningkatkan semangat gotong-royong dalam membangun bangsa, khususnya di wilayah pedesaan. “Melalui kegiatan TMMD dan peringatan hari kemerdekaan ini, TNI berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan,” ujarnya.

Upacara peringatan HUT RI ke-80 tersebut diakhiri dengan doa bersama dan penampilan atraksi dari pelajar setempat. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Probolinggo

Probolinggo, Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya menghadiri upacara pengibaran bendera merah putih peringatan detik-detik proklamasi dalam rangka hari ulang tahun ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 di alun-alun, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (17/8).

Upacara pengibaran bendera merah putih peringatan detik-detik proklamasi dalam rangka hari ulang tahun ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” diikuti sekitar 1000 orang peserta Upacara.

Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Bupati Probolinggo Muhammad Haris sementara komandan upacara dijabat Danramil 0820/25 Kruci Kapten Arm Puryadi. Tampak hadir dalam upacara tersebut jajaran forum kordinasi pimpinan daerah Kabupaten Probolinggo serta sejumlah tamu undangan.

Adapun komposisi pasukan upacara terdiri dari 1 SST Kodim 0820/Probolingo, 1 SST Polres Probolinggo, 1 SST Dinas Perhubungan Pemkab Probolinggo, 1 SST BPBD Kabupaten Probolinggo, 7 SST ASN/Kopri, 3 SST organisasi profesi, 1 SST Pramuka, 2 SST organisasi pemuda/kemasyarakatan, 2 SST Mahasiswa, dan 3 SST Pelajar SMA/SMK/MA.

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya mengatakan upacara peringatan hari ulang tahun ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih Bangsa Indonesia. “Sekaligus sebagai sarana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Letkol Arh Iwan Hermaya.

Sementara Bupati Probolinggo Muhamad Haris dalam amanatnya mengungkapkan hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2025 kita berdiri untuk mengingatkan kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan yang kita nikmati hari bukan hadiah melainkan dengan pengorbanan darah para pahlawan.

Ditengah tantangan global kita dituntut untuk bekerja untuk menuntaskan kemiskinan dan kebodohan yang ada untuk bisa berdaya saing dengan siapapun. Sebagai Bupati kami ingin menegaskan kemerdekaan harus sejalan dengan kerja kita, kita harus membangun pemerintahan yang kuat eksis berdaya saing dengan berbagai program unggulan untuk bersaing dengan daerah lain khususnya di provinsi Jawa Timur.

Kita yang berdiri di sini punya kewajiban yang sama untuk memajukan Kabupaten Probolinggo, di mana masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, saya ucapkan dirgahayu Republik Indonesia ke 80 tahun 2025,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam momentum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 juga diserahkan tali asih kepada anggota LVRI dan eks napiter serta pemberian remisi kepada 217 warga binaan Lapas Kraksaan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci Menjelang Hari Proklamasi ke-80 di Bangkalan

Bangkalan — Menjelang peringatan Hari Proklamasi ke-80, Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama TNI-Polri menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl. Soekarno Hatta, Bangkalan, Sabtu (16/8/25) malam hingga Minggu (17/8/25) dini hari.

Upacara dimulai pukul 23.40 WIB hingga 00.05 WIB dan berlangsung khidmat. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Novyan, S.H., M.Tr.Opsla., dengan Komandan Upacara Kapten Inf Supriyadi (Danramil 0829-11/Konang), serta Perwira Upacara Kapten Arm Muasari (Pasi Pers Kodim 0829/Bangkalan).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., Wakil Bupati Fauzan Dja’far, S.Ag., S.H., M.H., Ketua DPRD Bangkalan Dedy Yusuf, Forkopimda Bangkalan, Kasdim 0829 Mayor Inf Hendhi Meindrawarman, serta jajaran pejabat TNI-Polri dan instansi terkait.

Peserta upacara terdiri dari pasukan gabungan perwira TNI-Polri, Kodim 0829/Bangkalan, Lanal Batuporon, Polres Bangkalan, Satpol PP, Dishub, Korpri, mahasiswa, serta Satsik Drumband Bangkalan.

Rangkaian acara diawali dengan persiapan pasukan, penghormatan kepada arwah pahlawan, pembacaan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), mengheningkan cipta, doa bersama, hingga penghormatan terakhir kepada para pahlawan bangsa.

Kasdim 0829/Bangkalan Mayor Inf Hendhi Meindrawarman menyampaikan bahwa apel kehormatan ini merupakan wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.

“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga semangat juang dan mengisi kemerdekaan dengan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 00.05 WIB.

Peringatan Meriah HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Distrik Waris yang Membangkitkan Semangat Persatuan.

Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua — Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di Lapangan Distrik Waris ketika masyarakat bersama-sama melaksanakan upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/8/2025).

Upacara ini dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat Distrik Waris yang bersatu dalam semangat persaudaraan dan cinta tanah air. Bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Kepala Distrik Waris, Samuel Ibe, S.T., yang dalam amanatnya menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa.

Sementara itu, yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letda Inf Agung Iswanto, S.Tr (Han) dari Satgas Yonif 512/QY, yang memimpin jalannya upacara dengan penuh wibawa. Yang istimewa, Personel Satgas Yonif 512/QY berperan sebagai petugas upacara. Selama beberapa hari sebelumnya, Personel Pos Kotis Satgas Yonif 512/QY telah memberikan pelatihan kepada para pemuda terbaik Distrik Waris, mulai dari pembentukan Paskibraka hingga kesiapan seluruh rangkaian acara. Hasilnya, upacara berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.

Momentum bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup di perbatasan negeri. Merah Putih berkibar gagah di langit Waris, melambangkan tekad bersama untuk terus menjaga kedaulatan dan persatuan Indonesia.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Surabaya, Penghormatan Tinggi untuk Jasa Pahlawan.

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., turut serta dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Sepuluh November, Surabaya, Sabtu (16/08/2025). Acara khidmat ini memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran Pangdam V/Brawijaya menunjukkan penghormatan tinggi terhadap jasa para pahlawan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini merupakan momen penting untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa. Gubernur Khofifah bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak dan Sekda Adhy Karyono. Momentum ini menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., juga turut hadir dalam acara tersebut. Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan saat penghormatan diberikan kepada para pahlawan. Kehadiran para pejabat tinggi daerah dan militer semakin menguatkan makna dari peringatan HUT RI ke-80.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu membangun negeri demi kesejahteraan rakyat. Persatuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan.

Tema besar HUT Kemerdekaan RI ke-80, “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,” mencerminkan semangat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Tema ini menjadi landasan bagi seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Semoga peringatan HUT RI ke-80 ini dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat juang para pahlawan, diharapkan Indonesia dapat terus maju dan sejahtera. Kemerdekaan yang telah diraih harus dijaga dan diisi dengan pembangunan yang berkelanjutan.