SUMENEP — Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan masyarakat terus terwujud melalui proyek strategis pembangunan Jembatan Laok Saba di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Infrastruktur vital berbahan beton ini berlokasi tepatnya di kawasan Dusun Laok Saba, wilayah administratif Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang.
Proyek infrastruktur pedesaan ini merupakan bagian dari sasaran utama program unggulan Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026. Program yang diinisiasi langsung oleh jajaran Kodim 0827/Sumenep tersebut bertujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas masyarakat yang bermukim di wilayah pelosok.
Memasuki pertengahan bulan, progres fisik di lapangan telah mencapai tahapan yang sangat krusial. Pada Sabtu (12/9/2026), personel dari Koramil 0827-14/Batang-Batang tampak bahu-membahu bersama warga setempat dan para tukang bangunan untuk melanjutkan proses pengecoran tebing pada bagian pondasi jembatan.
Tahap pengecoran pondasi tebing ini sengaja dijadikan prioritas utama oleh tim pekerja di lokasi sasaran. Langkah teknis pembangunan tersebut dilakukan secara saksama guna memperkuat struktur dasar pondasi, tepat sebelum konstruksi dilanjutkan ke tahapan pembuatan dan pemasangan kerangka utama badan jembatan beton.
Dalam praktiknya, pekerjaan fisik proyek dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan sangat sistematis agar setiap bagian konstruksi benar-benar kokoh. Prajurit TNI bersama masyarakat membagi tugas dengan rapi, mulai dari tahap penyiapan material bahan bangunan, pengadukan semen, hingga proses penuangan cor ke area tebing untuk memastikan kelayakan teknis struktur dasar terpenuhi dengan baik.
Babinsa Koramil 0827-14/Batang-Batang, Serka Asmoni, yang terjun dan memimpin langsung kegiatan karya bakti di lapangan menegaskan pentingnya tahapan pengecoran dasar tersebut. “Kami lanjutkan pengecoran tebing pondasi hari ini. Bagian ini harus kuat dulu, supaya nanti jembatannya kokoh dan aman dilewati,” ujarnya saat memantau pengerjaan di lokasi.
Lebih dari sekadar pencapaian target pembangunan fisik, penyelesaian infrastruktur penghubung ini memiliki makna strategis bagi perputaran roda perekonomian lokal. Fasilitas umum ini dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi utamanya untuk memangkas kesulitan akses dan memperlancar aktivitas distribusi masyarakat sekitar Dusun Laok Saba.
Kehadiran jalur transportasi yang aman dan memadai memang telah lama dinantikan oleh penduduk setempat. Menjawab antusiasme serta kebutuhan krusial warga tersebut, Serka Asmoni kembali menambahkan, “Harapannya nanti warga tidak lagi kesulitan saat melintas. Kami kerjakan bersama-sama, tahap demi tahap sampai jembatan ini benar-benar bisa digunakan."
Kesuksesan pelaksanaan agenda bakti sosial ini menjadi potret nyata kemanunggalan yang tak terpisahkan antara aparat kewilayahan dan rakyat sipil. Kolaborasi solid tanpa sekat di lapangan membuktikan bahwa kehadiran institusi TNI turut berperan aktif dalam mendorong percepatan kemajuan infrastruktur di wilayah binaan.
Ke depan, rampungnya pembangunan Jembatan Laok Saba ini diharapkan tidak sekadar menjadi monumen keberhasilan fisik belaka, melainkan mampu mengintegrasikan konektivitas antardesa. Lebih luas lagi, infrastruktur jembatan ini diharapkan bermuara pada peningkatan taraf hidup, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Madura secara inklusif dan berkelanjutan.