MALANG – Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tepatnya di Bukit Kursi, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Sabtu (11/9/2026). Api yang semula membakar Bukit Watangan di wilayah Kabupaten Probolinggo merambat ke kawasan Bukit Kursi akibat tiupan angin kencang, memaksa tim gabungan segera turun ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman.
Kejadian bermula sekitar pukul 16.20 WIB, ketika api masih aktif membakar area Bukit Watangan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Petugas gabungan dari pihak TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, serta masyarakat mitra TNBTS segera mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Berbagai peralatan pemadaman disiagakan, mulai dari sprayer elektrik, hidran portabel, hingga garuk besi, dengan tujuan mencegah api menjalar ke sisi barat Bukit Watangan.
Namun, pada pukul 17.10 WIB, upaya awal tersebut belum sepenuhnya berhasil menahan laju kobaran api. Angin kencang yang bertiup ditambah kondisi vegetasi ilalang kering yang mudah terbakar menyebabkan api meloncati parit pembatas antara Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang, sehingga kebakaran pun meluas ke wilayah Bukit Kursi yang berada di Kabupaten Malang.
Merespons perkembangan situasi tersebut, seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemadaman segera mengalihkan fokus penanganan ke lokasi baru. Hingga pukul 18.00 WIB, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan melibatkan sekitar 30 orang dari berbagai unsur instansi.
Sejumlah pejabat dan instansi turut hadir langsung di lokasi kejadian untuk memimpin dan mengkoordinasikan upaya pemadaman. Di antaranya Kapten Cke Bambang Widodo selaku Danramil 0818/24 Poncokusumo beserta anggota, AKP Teguh Iman Sugiharto, S.H. selaku Kapolsek Poncokusumo beserta anggota, serta Ibu Septy selaku Kepala Bidang I TNBTS.
Selain itu, hadir pula Wisnu selaku Kepala Seksi II TNBTS beserta anggota, perwakilan masyarakat mitra TNBTS yang terdiri dari unsur PKL, PPGST, MMP, dan MPA, serta personel Siaga Oncall Kodim 0818/Kabupaten Malang yang turut memperkuat tim di lapangan.
Terkait dampak kerugian yang ditimbulkan, tidak terdapat korban jiwa maupun luka dari unsur personel yang terlibat dalam operasi pemadaman ini. Adapun kerugian material yang tercatat meliputi kerusakan pada pohon pinus dan hamparan rumput ilalang yang habis terbakar di sekitar area terdampak.
Dampak kebakaran juga dirasakan oleh fasilitas wisata di sekitar lokasi. Asap tebal akibat kebakaran dilaporkan masuk ke area Cafe 360 Hillside yang berada di dekat kawasan terdampak, sehingga turut mengganggu kenyamanan pengunjung dan operasional fasilitas tersebut.
Dalam penanganan kejadian ini, langkah-langkah koordinatif terus dilakukan oleh semua pihak. Tim yang berada di lapangan mendatangi titik kejadian secara langsung, berkoordinasi intensif dengan instansi terkait, serta melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada Komando Atas guna memastikan rantai komando dan alur informasi berjalan dengan baik.
Hingga berita ini disusun, proses pemadaman masih terus dilakukan dan kondisi di lapangan masih dalam pemantauan aktif oleh seluruh unsur yang terlibat. Perkembangan situasi akan terus dilaporkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.
Sinergi lintas instansi yang terjalin dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan TNBTS ini menjadi cerminan nyata kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat. Diharapkan kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem deteksi dini, koordinasi lapangan, dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan di masa mendatang.