Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Ponorogo

PONOROGO — Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin, 25 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung lokasi lahan pembangunan Brigif/Yonif TP serta Jembatan Perintis Garuda sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur pertahanan di wilayah Kodam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya beserta Rombongan mendarat di Stadion Batoro Katong, Kabupaten Ponorogo, dan disambut langsung oleh Forkopimda Kab. Ponorogo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Rumah Dinas Bupati Ponorogo (Pringgitan) dan lokasi pembangunan Brigif/Yonif TP serta Jembatan Perintis Garuda di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi Kodam V/Brawijaya, di antaranya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arianto, M.M., M.Han., Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, S.I.P., M.Si., serta Aster Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Timmy Prasetya H. S.Sos.

Dari unsur pemerintahan daerah dan aparat keamanan setempat, kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.E., Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., Pj. Sekda Kabupaten Ponorogo Dr. Agus Sugiarto, M.Si., Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.Si., serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ponorogo. Penanggung jawab kegiatan adalah Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, dengan total peserta kegiatan sebanyak 50 orang.

Pangdam V/Brawijaya beserta Rombongan selanjutnya menuju lokasi rencana pembangunan Brigif/Yonif TP yang berlokasi di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Di lokasi tersebut, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan arahan terkait progres serta rencana ke depan pembangunan satuan tersebut.

Dalam arahannya, Pangdam V/Brawijaya menjelaskan bahwa pembangunan Brigif/Yonif TP saat ini telah memasuki Tahap IV dengan total 17 titik pembangunan di seluruh wilayah, salah satunya berada di Kabupaten Ponorogo. Pembangunan yang telah berjalan sebelumnya dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Diperkirakan pada 16 hingga 18 Juli mendatang, sekitar 500 hingga 600 personel akan mulai memasuki lokasi.

“Kehadiran TNI AD di wilayah pedesaan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” ujar Pangdam V/Brawijaya di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan harapannya agar seluruh rencana yang telah disusun dapat memperoleh dukungan penuh dari Forkopimda, Camat, maupun Kepala Desa. Keberadaan Brigif/Yonif TP dinilai akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya dari aspek pertahanan, tetapi juga bagi pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Usai pelaksanaan pengarahan di Desa Pulung Merdiko, rombongan Pangdam V/Brawijaya melanjutkan perjalanan menuju Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, untuk melaksanakan peninjauan langsung Jembatan Perintis Garuda. Peninjauan ini merupakan bagian dari evaluasi kesiapan infrastruktur pendukung yang terintegrasi dengan rencana pembangunan satuan di wilayah tersebut.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pimpinan TNI AD dalam mengawal percepatan pembangunan Brigif/Yonif TP serta sarana infrastruktur pendukung di wilayah Kodam V/Brawijaya. Sinergitas yang terjalin antara TNI, Forkopimda, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo selama kegiatan berlangsung menjadi faktor pendukung utama dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program strategis tersebut.

Kondisi wilayah Kabupaten Ponorogo yang aman dan kondusif turut memperkuat keberlangsungan program pembangunan ini. Kehadiran satuan TNI AD di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya nyata dalam mewujudkan pertahanan yang kuat sekaligus mendorong kesejahteraan dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Langsung Lokasi Lahan Pembangunan Yonif TP di Madiun dan Berjalan Sesuai Target

MADIUN — Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Senin, 25 Mei 2026. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung lokasi lahan pembangunan Yonif TP Madiun yang berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, sebagai bagian dari percepatan pembangunan kekuatan TNI AD di wilayah Kodam V/Brawijaya.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 orang ini berada di bawah tanggung jawab Dandim 0803/Madiun, Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra, S.E. Pelaksanaan kunjungan kerja tersebut mencerminkan perhatian serius pimpinan TNI AD terhadap realisasi program pembangunan satuan tempur di wilayah Jawa Timur bagian barat.

Pangdam V/Brawijaya hadir bersama sejumlah pejabat tinggi Kodam V/Brawijaya, antara lain Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., Kapoksahli Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, S.I.P., M.Si., serta Kazidam V/Brawijaya Kolonel Czi Rinaldo Rusdy, S.I.P., M.M.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, S.I.P., M.I.P., Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Madiun H. Fery Sudarsono, S.H., Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun Adhi Satyo Wicaksono, S.H., serta unsur Forkopimda, Muspika Kecamatan Mejayan, pejabat Korem 081/DSJ, Kodim 0803/Madiun, Polres Madiun, dan tamu undangan lainnya.

Setibanya di lokasi, Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan menerima paparan yang disampaikan oleh Dandim 0803/Madiun, Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra, S.E., terkait rencana dan perkembangan pembangunan Yonif TP Madiun. Paparan tersebut mencakup kondisi lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, serta tahapan pelaksanaan pembangunan satuan yang akan hadir di wilayah Kabupaten Madiun.

Usai menerima paparan, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi sekaligus arahan kepada seluruh peserta yang hadir. Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mendukung keberhasilan program strategis ini.

“Pembangunan Yonif TP ini bukan semata kepentingan TNI, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pembangunan,” ujar Pangdam V/Brawijaya di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Pangdam V/Brawijaya juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen pemerintahan daerah agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia secara khusus mendorong keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan desa dalam setiap tahapan pelaksanaan.

“Saya berharap seluruh jajaran Forkopimda, Camat, hingga Kepala Desa dapat bersinergi penuh mendukung program ini, karena keberadaan satuan TNI AD di tengah masyarakat akan memberikan dampak positif yang nyata dan dirasakan langsung oleh warga sekitar,” tambah Pangdam V/Brawijaya.

Pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program strategis TNI AD dalam memperkuat kehadiran satuan tempur di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Timur. Keberadaan satuan ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap aspek pertahanan, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya ke Kabupaten Madiun menunjukkan komitmen pimpinan TNI AD dalam mengawal langsung setiap tahapan pembangunan satuan di wilayah jajaran Kodam V/Brawijaya. Sinergitas yang terjalin antara TNI, Forkopimda, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun selama kegiatan berlangsung menjadi fondasi penting bagi kelancaran dan keberhasilan program pembangunan strategis tersebut.

Kondisi wilayah Kabupaten Madiun yang aman dan kondusif dinilai mendukung keberlangsungan program pembangunan Yonif TP secara optimal. Kehadiran satuan TNI AD di tengah masyarakat diharapkan menjadi wujud nyata dari upaya membangun pertahanan yang kuat sekaligus memberikan manfaat langsung bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat wilayah secara berkelanjutan.

Prajurit Kodam V/Brawijaya Perkuat Literasi Digital Guna Hadapi Gempuran Era Post-Truth

SURABAYA – Di tengah masifnya perkembangan arus informasi di era digital, segenap prajurit jajaran Kodam V/Brawijaya dituntut untuk memiliki kesadaran kritis yang tinggi. Hal ini menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan era post-truth, sebuah fenomena di mana emosi dan keyakinan personal sering kali mengaburkan fakta-fakta objektif di tengah masyarakat. Segenap prajurit diminta mampu menyaring informasi secara bijak demi menjaga kondusivitas wilayah.

Sebagai langkah awal yang krusial, prajurit harus memahami dengan baik karakteristik dari era post-truth. Informasi yang beredar di media sosial saat ini sering kali dirancang secara sengaja untuk memancing emosi negatif, seperti kemarahan, ketakutan, maupun solidaritas kelompok yang sempit, bukan untuk menyajikan fakta yang sebenarnya. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai dinamika media sosial menjadi mutlak diperlukan oleh setiap personel militer.

Tantangan ini semakin diperumit oleh adanya algoritma echo chamber di berbagai platform digital. Sistem algoritma tersebut menciptakan sebuah ‘gelembung’ informasi yang membuat pengguna hanya disuguhi oleh konten yang sesuai dengan preferensi pribadi mereka. Guna menyikapi hal tersebut, prajurit Kodam V/Brawijaya ditekankan agar tidak terjebak dalam bias informasi ini dan harus konsisten mencari perspektif yang objektif dari sumber-sumber yang valid.

Pertahanan pertama yang harus ditegakkan oleh setiap prajurit adalah penguatan literasi digital melalui sistem verifikasi berlapis. Setiap data atau berita yang diterima, terutama yang berkaitan langsung dengan stabilitas wilayah Jawa Timur, wajib diperiksa kembali kebenarannya. Prajurit dilarang keras terburu-buru menyebarkan (share) konten apa pun tanpa melakukan proses cross-check mendalam dengan sumber resmi instansi atau data internal satuan.

Selain aspek verifikasi, kemampuan untuk mengidentifikasi keberadaan deepfake dan konten manipulatif juga menjadi prioritas dalam literasi digital. Personel TNI harus jeli mengenali tanda-tanda disinformasi modern, seperti penggunaan teknik video atau audio palsu berbasis kecerdasan buatan, manipulasi gambar, hingga kutipan pernyataan yang sengaja dipotong dari konteks aslinya untuk menyudutkan institusi TNI.

“Tantangan tugas di media digital saat ini menuntut kita semua untuk lebih cerdas dan teliti. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang belum jelas kebenarannya, dan pastikan setiap informasi melalui jalur verifikasi yang ketat sebelum dipercaya maupun diteruskan,” tegas Pangdam V/Brawijaya dalam pengarahannya kepada seluruh jajaran.

Di tengah derasnya arus hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, prajurit TNI harus mampu memosisikan diri sebagai cooling down system atau penyejuk suasana. Peran ini diwujudkan dengan komitmen penuh untuk tidak ikut menyebarkan konten digital yang bersifat provokatif, tendensius, maupun mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Prinsip loyalitas tegak lurus prajurit kepada negara salah satunya diwujudkan melalui dedikasi yang tinggi pada kebenaran faktual. Segenap personel militer tidak boleh membiarkan opini liar yang berkembang di media sosial menggeser fakta objektif yang menjadi dasar pelaksanaan tugas pokok TNI. Integritas dan netralitas ini merupakan harga mati dalam menjaga kedaulatan serta kepercayaan publik.

Langkah taktis berikutnya yang harus diimplementasikan adalah kolaborasi aktif dan pelaporan secara berjenjang di internal komando. Jika prajurit menemukan indikasi atau penyebaran informasi yang berpotensi mengancam keamanan wilayah serta mencemarkan nama baik satuan, tindakan pertama yang wajib dilakukan adalah segera melaporkannya melalui jalur komando resmi secara hierarkis.

Terakhir, optimalisasi interoperabilitas informasi antar-satuan perlu terus diperkuat secara berkelanjutan. Langkah koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi terhadap isu-isu terkini yang berkembang di ruang publik. Dengan persepsi yang selaras, tidak akan terjadi simpang siur informasi di internal jajaran Kodam V/Brawijaya, sehingga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur dapat senantiasa terjaga dengan aman, damai, dan kondusif.

Penguatan Soliditas Prajurit, Pangdam V/Brawijaya Hadiri Olahraga Bersama di Lapangan 84jay

SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menghadiri kegiatan olahraga bersama yang digelar di Lapangan Mini Soccer 84Jay Korem 084/Bhaskara Jaya, Jalan Jenderal Achmad Yani Nomor 1, Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 prajurit dan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan serta kekeluargaan.

Kegiatan olahraga bersama tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya dan Korem 084/Bhaskara Jaya. Hadir dalam kegiatan di antaranya Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Kasrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, S.H., M.M., M.Han., para Asisten Kasdam V/Brawijaya, PJU Korem 084/Bhaskara Jaya, Dandim 0830/Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han., serta perwakilan anggota dan Persit Korem 084/Bhaskara Jaya.

Seluruh peserta melaksanakan pemanasan bersama di Lapangan Mini Soccer 84Jay sebagai bagian dari persiapan fisik sebelum pertandingan dimulai. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan dipandu untuk memastikan kesiapan seluruh peserta dalam mengikuti olahraga bersama.

Selanjutnya dilaksanakan pertandingan fun game mini soccer yang melibatkan unsur pimpinan, pejabat utama, serta prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya. Pertandingan berlangsung penuh semangat sportivitas dan keakraban, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarpersonel di lingkungan Kodam V/Brawijaya.

Kegiatan olahraga bersama tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan satuan dalam menjaga kebugaran fisik dan kesehatan jasmani prajurit. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun soliditas, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat jiwa korsa antara pimpinan dan anggota di lingkungan TNI AD.

Pangdam V/Brawijaya menyampaikan bahwa olahraga bersama merupakan salah satu sarana efektif dalam menjaga kesiapan fisik sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan satuan.

“Melalui kegiatan olahraga bersama ini, diharapkan terbangun kebersamaan, solidaritas, dan semangat korsa di antara pimpinan serta anggota, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas secara optimal,” ujarnya.

Pangdam V/Brawijaya juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebagai bagian dari kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas pokok TNI AD. Menurutnya, pola hidup sehat dan aktivitas olahraga secara rutin menjadi faktor penting dalam mendukung profesionalisme prajurit di lapangan.

Selain meningkatkan kondisi fisik, kegiatan tersebut juga menjadi contoh langsung kepada seluruh prajurit mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, disiplin, dan kebersamaan dalam kehidupan kedinasan sehari-hari.

Kegiatan olahraga bersama di Lapangan Mini Soccer 84Jay Korem 084/Bhaskara Jaya berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta sinergi, komunikasi, dan soliditas yang semakin kuat antara pimpinan dan prajurit guna mendukung pelaksanaan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penutupan TMMD Ke-128 Tahun 2026, Pangdam V/Brawijaya Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa

TRENGGALEK – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 dalam upacara yang digelar di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Kamis (21/5/2026). Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian program terpadu antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan penutupan TMMD ke-128 dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, tokoh masyarakat, perangkat daerah, serta warga setempat. Program TMMD kali ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Dalam amanatnya, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara seluruh pihak selama pelaksanaan program berlangsung. Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keberhasilan program ini adalah hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang memiliki tujuan sama dalam membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Pembangunan fisik, Satgas TMMD bersama masyarakat berhasil menyelesaikan rabat jalan dan paving sepanjang 777 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Infrastruktur tersebut menjadi akses penghubung antara Desa Sukorejo dan Desa Wonorejo di Kecamatan Gandusari yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas warga.

Selain pembangunan jalan, TMMD ke-128 juga berhasil menyelesaikan pembangunan delapan titik tembok penahan jalan guna memperkuat struktur akses penghubung antarwilayah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas, khususnya pada musim hujan.

Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Sebanyak sembilan unit rumah warga berhasil diperbaiki sehingga memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman bagi masyarakat penerima manfaat.

Di sektor pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Satgas TMMD juga membangun lima titik sumur bor untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga. Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah sasaran.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan dedikasi dalam menyukseskan program TMMD ke-128, Pangdam V/Brawijaya memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Penghargaan tersebut diberikan atas integritas serta komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi bersama TNI.

Pangdam V/Brawijaya juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai melalui program TMMD. Menurutnya, keberlanjutan manfaat pembangunan sangat bergantung pada kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam memelihara fasilitas yang telah dibangun bersama.

Penutupan TMMD ke-128 di Kabupaten Trenggalek menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. Program tersebut sekaligus memperkuat komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional melalui pendekatan teritorial dan kemanunggalan bersama rakyat.

Kasdam V/Brawijaya Dampingi Sekjen Kemhan Tinjau Rik/Uji Mental Ideologi SPPI KDKMP dan KNMP di Surabaya

SURABAYA – Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si. mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E. dalam kegiatan peninjauan pemeriksaan dan ujian Mental Ideologi SPPI KDKMP dan KNMP tingkat Panselinda Tahun Anggaran 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 12.024 peserta.

Kegiatan Rik/Uji Mental Ideologi tersebut dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Jl. Jawar, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, dengan penanggung jawab kegiatan Letkol Arh Taufik Abubakar selaku Pabandya Pam Sinteldam V/Brawijaya. Pelaksanaan seleksi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan calon SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aspers Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Tommy Radia Diansyah, S.A.P., M.Han., Asintel Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Imam Wicaksono, serta Waasinteldam V/Brawijaya Letkol Inf Hendra Sukmawan, S.H., M.H. Kehadiran pejabat jajaran Kodam V/Brawijaya tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan seleksi tingkat daerah.

Sejak pagi hari, para peserta seleksi secara bertahap tiba di lokasi kegiatan dengan jumlah mencapai sekitar 12 ribu orang. Setibanya di Stadion Gelora Bung Tomo, peserta diarahkan memasuki tribun untuk melaksanakan proses registrasi dan pengisian administrasi sebelum mengikuti tahapan ujian.

Peserta melaksanakan tes tertulis Mental Ideologi (MI) yang menjadi bagian dari penilaian karakter, wawasan kebangsaan, serta pemahaman ideologi negara. Setelah pelaksanaan tes tertulis, peserta juga melaksanakan pengisian absensi sesuai prosedur yang telah ditentukan panitia seleksi.

Selanjutnya, Letjen TNI Tri Budi Utomo beserta rombongan melaksanakan pengecekan langsung ke sejumlah tribun peserta. Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai mekanisme serta tetap memperhatikan ketertiban dan kesiapan peserta selama kegiatan berlangsung.

Usai pelaksanaan istirahat, sholat, dan makan (Ishoma), peserta kembali melanjutkan tahapan seleksi berikutnya berupa tes tulis kesehatan jiwa (Keswa) yang dibagi dalam sesi pertama dan sesi kedua. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dengan pengawasan ketat dari panitia dan aparat pengamanan.

Bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi perhatian penting dalam pengaturan pelaksanaan kegiatan. “antusiasme peserta cukup tinggi dengan jumlah peserta sekitar 12.024 orang sehingga diperlukan pengaturan dan pengamanan yang optimal guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kendala teknis selama pelaksanaan kegiatan seleksi,” ujar Kasdam V/Brawijaya.

Selain itu, Kasdam V/Brawijaya juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. “Bahwa kegiatan Uji/Rik Mental Ideologi (Tulis) SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026 tingkat Panselinda Surabaya berjalan dengan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan sampai dengan berakhirnya kegiatan situasi tetap aman dan kondusif.” ungkapnya.

Pelaksanaan Rik/Uji Mental Ideologi SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026 di Surabaya diharapkan mampu menghasilkan calon-calon peserta yang memiliki kualitas mental, ideologi, dan kesehatan jiwa yang baik sebagai bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia pertahanan negara. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen TNI dan Kementerian Pertahanan dalam menyelenggarakan seleksi yang profesional, objektif, dan transparan.

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Pembangunan Jembatan Garuda Perintis di Sumenep

SUMENEP,- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026), dalam rangka meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda Perintis yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Ambunten Timur dan dihadiri sekitar 150 orang dari unsur TNI, Forkopimda, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.

Kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah pedesaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardesa dan mempermudah akses warga menuju fasilitas publik, termasuk sekolah, pasar, dan layanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya didampingi Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, S.I.P., M.Si., Aster Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Timmy Prasetya H., S.Sos., serta Kazidam V/Brawijaya Kolonel Czi Rinaldo Rusdy. Rombongan disambut oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin, S.H., Kajari Sumenep Nislianudin, S.H., Sekda Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., serta sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Setibanya di lokasi pembangunan Jembatan Garuda Perintis, kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya, Dandim 0827/Sumenep memaparkan perkembangan pembangunan jembatan yang saat ini terus dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam paparannya, Dandim 0827/Sumenep menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Perintis Merah Putih bertujuan memudahkan mobilitas warga serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Infrastruktur tersebut juga menjadi jalur penting dalam distribusi hasil pertanian, kebutuhan pokok, dan akses pelayanan dasar masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan jembatan. “Alhamdulillah saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Dandim bersama jajaran yang tentunya menjadi supervisor para elemen dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat Desa Ambunten Tengah dan Ambunten Timur serta Pemkab dan DPRD Sumenep,” ujarnya.

Pangdam V/Brawijaya juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan akses dan konektivitas wilayah pedesaan. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Jembatan ini dari aspek ekonomi jelas berguna untuk mengangkut hasil panen, bibit, dan pupuk. Saya titip setelah selesai agar dijaga dengan baik, diperhatikan kapasitas beban kendaraan supaya jembatan tetap awet dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegas Pangdam V/Brawijaya.

Selain memberikan pengarahan, Pangdam V/Brawijaya juga meninjau langsung progres pembangunan jembatan bersama Forkopimda dan pejabat terkait guna memastikan kualitas konstruksi serta kesiapan pendukung lainnya. Pangdam V/Brawijaya turut meminta dukungan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Besar harapan pembangunan Jembatan Garuda Perintis menjadi bentuk nyata perhatian TNI AD dalam mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Ground Breaking Renovasi Masjid At Taqwa Kodam V/Brawijaya Resmi Dimulai oleh Pangdam V/Brawijaya

SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan renovasi Masjid At Taqwa serta penandatanganan prasasti sarana dan prasarana renovasi Masjid At Taqwa Makodam V/Brawijaya, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taqwa Makodam V/Brawijaya tersebut diikuti sekitar 75 peserta dengan penanggung jawab kegiatan Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, S.I.P., M.Si.

Kegiatan ground breaking tersebut menjadi tanda dimulainya secara resmi proses renovasi Masjid At Taqwa Makodam V/Brawijaya sebagai sarana ibadah dan pembinaan mental prajurit di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Renovasi masjid diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan anggota maupun masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, serta sejumlah pejabat utama Kodam V/Brawijaya, para Danrem, Dandim, Danyon, dan unsur TNI AL maupun TNI AU.

Pangdam V/Brawijaya melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan renovasi Masjid At Taqwa sebagai simbol dimulainya pekerjaan konstruksi secara resmi. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan seluruh tamu undangan serta personel yang hadir.

Selanjutnya Pangdam V/Brawijaya melaksanakan penandatanganan prasasti sarana dan prasarana renovasi Masjid At Taqwa Makodam V/Brawijaya. Penandatanganan prasasti tersebut menjadi bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan fasilitas ibadah di lingkungan satuan Kodam V/Brawijaya.

Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Syukur alhamdulillah kita panjatkan rasa puji syukur kepada Allah SWT, kita bersama-sama dapat menghadiri kegiatan ground breaking renovasi Masjid At Taqwa Makodam V/Brawijaya,” ujarnya.

Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan renovasi masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan Masjid At Taqwa memiliki peran penting sebagai tempat ibadah sekaligus sarana pembinaan mental dan spiritual bagi prajurit maupun masyarakat.

“Masjid ini merupakan tempat ibadah yang sakral yang digunakan bagi anggota dan masyarakat untuk membentuk ukhuwah islamiyah, serta membimbing prajurit dalam pembinaan mental untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pangdam V/Brawijaya menjelaskan bahwa Masjid At Taqwa dibangun sejak tahun 1993 dan memerlukan renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan serta meningkatkan kenyamanan jamaah. Ia juga menuturkan bahwa selama beberapa waktu terakhir Kodam V/Brawijaya telah melaksanakan berbagai renovasi fasilitas, termasuk renovasi gedung dan rumah dinas.

“Alhamdulillah tahun lalu kita cukup banyak melakukan renovasi gedung Kodam V/Brawijaya, selain renovasi Kodam V/Brawijaya kita juga merenovasi 20 rumah dinas, seperti rumah dinas Gayatri,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Pangdam V/Brawijaya berharap seluruh niat baik dalam pembangunan renovasi Masjid At Taqwa mendapat ridha dan petunjuk dari Allah SWT sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi prajurit, keluarga besar Kodam V/Brawijaya, serta masyarakat sekitar.

Upacara Bendera 17-an Mei 2026 Kodam V/Brawijaya Dipimpin Kasdam V/Brawijaya

SURABAYA – Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan Upacara Bendera 17-an Mei 2026 yang digelar di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, Senin (18/05/2026). Upacara rutin bulanan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti prajurit, PNS, serta satuan jajaran Kodam V/Brawijaya.

Pelaksanaan Upacara Bendera 17-an kali ini diselenggarakan oleh Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) jajaran Kodam V/Brawijaya. Keterlibatan KOWAD sebagai penyelenggara mencerminkan profesionalisme dan kesiapan personel wanita TNI AD dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas satuan secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Mayor CAJ Nanik Sri Sunarti bertindak sebagai Komandan Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan yang mencerminkan disiplin serta jiwa nasionalisme prajurit TNI AD.

Pada kesempatan itu, Kasdam V/Brawijaya membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) pada Upacara Bendera 17-an Mei 2026. Dalam amanatnya, KASAD menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh program kerja dan anggaran TNI AD yang hingga saat ini dapat berjalan sesuai target dan sasaran yang telah ditetapkan.

KASAD menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen seluruh personel TNI AD yang melaksanakan tugas secara disiplin, konsisten, dan terukur dengan dilandasi niat pengabdian tulus demi meningkatkan profesionalisme serta kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selain itu, KASAD juga menyoroti dinamika geopolitik global, konflik bersenjata di sejumlah negara, serta ancaman krisis energi dunia yang masih berpotensi berdampak terhadap stabilitas nasional. Meski demikian, Indonesia dinilai mampu menunjukkan ketahanan yang baik dalam menghadapi tantangan energi dibandingkan sejumlah negara lain.

Dalam amanatnya, KASAD turut mengingatkan seluruh jajaran TNI AD untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kemarau panjang dan kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juni 2026 mendatang. Ancaman tersebut dinilai bukan sekadar fenomena cuaca, namun juga ujian ketahanan nasional yang memerlukan kesiapan seluruh komponen bangsa.

“TNI AD secara konsisten telah melakukan langkah-langkah terobosan progresif guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya nasional,” demikian kutipan amanat KASAD yang dibacakan Kasdam V/Brawijaya di hadapan peserta upacara.

KASAD juga menekankan pentingnya dukungan seluruh prajurit terhadap kebijakan efisiensi pemerintah melalui langkah penghematan penggunaan energi dan sumber daya secara terukur. Berbagai program unggulan TNI AD, termasuk pembangunan jembatan dan karya bakti di wilayah satuan jajaran, disebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menutup amanatnya, KASAD mengingatkan seluruh prajurit dan ASN TNI AD agar senantiasa bijak dalam menyikapi setiap persoalan serta mampu menghadirkan solusi terbaik, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Melalui momentum Upacara Bendera 17-an, diharapkan seluruh personel TNI AD terus meningkatkan loyalitas, profesionalisme, dan pengabdian demi menjaga stabilitas nasional serta mendukung pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

Pangdam V/Brawijaya Pantau Kesiapan Idul Fitri 1447 H Lewat Vicon Operasi Ketupat Semeru 2026

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin, M.A., menghadiri rapat koordinasi virtual (Vicon/Zoom Meeting) pada Jumat, 20 Maret 2026, di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) menjelang malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan mengecek kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2026. Acara yang dihadiri sekitar 50 pejabat penting ini dipimpin oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir, menunjukkan sinergi antarinstansi dalam menjaga kondusivitas. Laporan dari Kepala Korps Lalu Lintas Polri menyoroti dua aspek krusial: keamanan, mencakup pencegahan kriminalitas dan pengamanan tempat ibadah, serta ketertiban dan kelancaran, termasuk pengaturan arus mudik dan pelayanan publik.

Kapolda Metro Jaya memaparkan kesiapan Polda Metro Jaya dalam Operasi Ketupat, fokus pada pengamanan mudik, malam takbiran, salat Id, dan arus balik. Penempatan personel di titik rawan dan patroli rutin menjadi prioritas utama untuk mencegah kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.

Kapolri, Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya evaluasi terkait arus penyeberangan dan pemeriksaan kelaikan kendaraan untuk mencegah insiden. Ia juga menginstruksikan kewaspadaan terhadap potensi gesekan saat takbir keliling dan kepadatan di jalan tol pasca-salat Idul Fitri.

Koordinasi lintas sektor antarinstansi, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, sangat vital untuk kelancaran dan keamanan perayaan. Sterilisasi tempat ibadah dan pengamanan malam takbiran juga menjadi fokus utama demi kenyamanan umat.

Operasi Ketupat Semeru 2026, yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026, dirancang untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini mencakup pemantauan arus mudik, antisipasi gangguan kamtibmas, dan pelayanan publik.

Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan Idul Fitri, berjalan aman, tertib, dan kondusif, memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah dengan khusyuk.