Panen Raya Padi di Blitar: Upaya Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional Secara Serentak

Blitar,- Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana, M.Han bersama Forkopimda Kabupaten Blitar mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak Nasional yang terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto melalui Zoom Meeting dari Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (7/4/2025) di lahan pertanian milik Kelompok Tani Ngudi Makmur II Dusun Krebet Desa Tembalang Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, dan untuk yang di Kota Blitar bertempat di Lahan Sawah Poktan Ngupoyo Makmur Jl. Karimata Kel/Kec. Sananwetan Kota Blitar.

Panen Raya ini dilaksanakan secara serentak di 14 provinsi di Indonesia dan diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM, Forkopimda, Kepala OPD, hingga para petani. Di lokasi panen, Ketua Poktan Ngudi Makmur II, Bapak Sarpan, menyampaikan bahwa luas lahan panen mencapai 50 hektare dengan hasil sekitar 350 ton gabah kering panen. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara para petani dan pendamping pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desa Tembalang yang sebelumnya masuk kategori desa tertinggal, namun kini telah berkembang menjadi desa yang produktif dan sejahtera. Ia juga menekankan pentingnya menjaga harga gabah agar petani tidak merugi, serta mengingatkan bahwa Bulog siap menampung hasil panen dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram, ucapnya.

Sementara itu, Presiden RI H. Prabowo Subianto dalam arahannya mengungkapkan rasa syukur atas situasi nasional yang aman selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, serta mengapresiasi kerja keras seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga stabilitas harga pangan. Presiden juga memberikan penghargaan tinggi kepada para petani sebagai tulang punggung negara, dan menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian melalui berbagai program strategis, termasuk pembentukan koperasi desa, pembangunan gudang panen, dan penyediaan alat transportasi hasil pertanian.

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana menyatakan bahwa kegiatan panen padi serentak ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kehadiran Presiden dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pertanian sebagai sektor unggulan pembangunan nasional. Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pertanian dan menjaga hasil panen agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, ujar Dandim.

Danrem 081/DSJ Panen Raya Padi di Ngawi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Ngawi,- Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto melakukan panen raya padi di Desa Kartoharjo, Ngawi, Senin (07/04/2024). Desa Kartoharjo menjadi salah satu lokasi dilaksanakannya panen raya padi serentak bersama Presiden Prabowo Subianto di 14 provinsi yang terpusat di Majalengka.

Danrem mengaku memberikan perhatian serius terhadap panen raya padi di Ngawi. Mengingat Ngawi merupakan salah satu lumbung padi nasional.

“Tak hanya di Jawa Timur, Ngawi saat ini juga sebagai lumbung padi nasional. Kondisi ini tentunya perlu terus kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan,” katanya ditemui di lokasi.

Pamen TNI AD abituren Akmil 1998 itu pun optimis, produktivitas padi di Ngawi akan mengalami kenaikan.

Diakuinya, hal itu tidak terlepas dari upaya peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi yang telah dilakukan sejauh ini.

“Selama tahun 2025 hingga hari ini, kita telah berhasil melakukan peningkatan LTT padi di Ngawi mencapai 25.921 hektare. Angka ini sekitar hampir seperlimanya dari luas lahan pertanian padi di Ngawi tahun 2024 yang mencapai 121.920 hektare,” jelasnya.

“Makanya kami sangat optimis produktivitas padi di Ngawi akan meningkat, mudah-mudahan bisa signifikan. Terlebih kami juga masih gencar dalam melakukan upaya peningkatan LTT,” lanjutnya.

Kegiatan panen raya di Ngawi juga dihadiri, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakajati Jatim Setiawan Budi Cahyono, serta Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Rachmat.

Panen Raya Padi di Surabaya: Upaya Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

SURABAYA,– Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono S.Sos., M.Han., turut serta dalam panen raya padi serentak yang digelar di depan Perum Lebak Indah Regency, Jalan Lebak Indah, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak. Kegiatan ini diawali dengan video conference (vidcon) bersama Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, Senin (7/4/2025).

Panen raya serentak yang melibatkan 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia ini, menurut Kolonel Didin, merupakan upaya nyata untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Panen raya ini bukan sekadar simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga bukti peningkatan produktivitas pertanian nasional,” tegasnya.

Di Kecamatan Bulak, panen raya dilaksanakan di lahan seluas 2 hektar dan menghasilkan 8,48 ton/Hektar padi. Suatu hasil yang sangat memuaskan. Kolonel Didin berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, petani, dan pelaku sektor pertanian lainnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Sementara itu, panen raya padi untuk wilayah Jawa Timur dipusatkan di Kabupaten Ngawi.

Kegiatan Panen Raya Padi di Mojokerto Dukung Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Mojokerto,- Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P., bersama Forkopimda Kabupaten Mojokerto menghadiri kegiatan panen raya padi secara serentak di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (07/04/2025).

Kegiatan panen raya ini dihadiri Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subiyanto dan dilaksanakan secara serentak di 14 provinsi sentra utama secara virtual dan terpusat di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M. Hum., dalam sambutannya mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menjaga dan meningkatkan produksi pertanian di tengah ancaman krisis global dan krisis pangan.

Melalui Dinas Pertanian, berbagai upaya dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani, antara lain dengan program SerGab (Sarapan Gabah) menggunakan acuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Menurutnya, kebijakan ini diharapkan mampu memotivasi petani untuk meningkatkan hasil panen, terbukti dari tren positif produksi gabah yang meningkat dari 315.200 ton pada 2023 menjadi 318.065 ton pada 2024, dengan target 319.821 ton pada 2025.

Sementara Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P., menyampaikan, kegiatan panen raya ini merupakan wujud nyata sinergitas TNI dengan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kodim 0815/Mojokerto akan selalu siap untuk mendukung secara penuh segala bentuk upaya peningkatan produksi pertanian, termasuk pengawalan dan pendampingan terhadap para petani melalui Babinsa di wilayah. Kita ingin pastikan petani bisa panen dengan hasil maksimal sehingga kesejahteraan dapat tercapai,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan panen raya, Dandim 0815/Mojokerto beserta jajaran Forkopimda melanjutkan kegiatan Zoom Meeting secara serentak seluruh Indonesia dipimpin Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto.

Tampak hadir dalam kegiatan, Ketua DPRD Kabupaten diwakili Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto H. Choirul Amin, S.Sos., Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., Sekda Kabupaten Mojokerto Drs. H. Teguh Gunarko, M.Si., Kadistan Kabupaten Mojokerto Nuryadi, S.H., M.H.

Kodim 0812 Lamongan Ikuti Panen Raya Padi Serentak untuk Ketahanan Pangan Nasional

Lamongan,- Kodim 0812 Lamongan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan bersama Petani mengikuti kegiatan panen raya padi di 14 Provinsi Indonesia dalam rangka Gerakan Nasional ketahanan pangan tahun 2025 secara serentak oleh seluruh jajaran TNI dan Pemerintah Daerah secara Daring yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang terpusat di Serang Banten.

Kegiatan ketahanan pangan melalui panen raya padi jenis PMJ 01 di Kabupaten Lamongan ini diselenggarakan di Desa Deket Wetan Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan, Senin (07/04/2025).

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi MBA., dalam sambutannya mengatakan bahwa panen raya ini adalah momen yang penting yang dapat dijadikan sebagai langkah bersama manuju cita cita luhur Bangsa Indonesia yakni swasembada pangan

“Kita harus berkomitmen dan mendukung apa yang menjadi cita cita luhur bangsa indonesia sebagai Bangsa yang mandiri di bidang pangan” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala LO Bulog Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) Edi Santoso mengatakan rasa terimakasih kepada Pemerintah Daerah, Babinsa serta seluruh Elemen Bangsa lainnya yang tetap konsisten dan langsung ikut terjun dilapangan mendampingi Petani di wilayah.

“Bela Negara itu bukan tanggung jawabnya TNI saja tapi seluruh Komponen Bangsa sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing. Petani yang menghasilkan gabah yang berkualitas, dengan hasil yang banyak itu juga suatu bentuk Bela Negara” ujarnya.

Senada, Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han, bersama Forkopimda Kabupaten Lamongan Saat di lokasi panen raya padi jenis PMJ 01,beharap kepada seluruh jajaran agar menggalakkan kegiatan ketahanan pangan ini untuk memaksimalkan lahan kosong menjadi lahan produktif.

“Dengan adanya kegiatan ketahanan pangan seperti ini dapat memotifasi masyarakat khsususnya di daerah dalam memberdayakan lahan kosong menjadi lahan produktif, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga dapat menambah pendapatan masyarakat kedepannya. Terlebih masyarakat ikut terlibat secara langsung dalam setiap prosesnya sehingga masyarakat telah mendapatkan ilmu yang cukup dalam mengolah lahannya secara mandiri,” ujarnya

Untuk diketahui kegiatan ini dilanjutkan dengan memanen padi jenis PMJ 01 bersama dengan Pemerintahan Kabupaten Lamongan dan para kelompok tani serta penyerahan bibit padi PMJ 01 hasil panen kepada kelompok untuk dikembangkan di seluruh Wilayah Kabupaten Lamongan.

Sampang Rayakan Panen Raya Padi: Upaya Pemerintah untuk Dukung Petani Lokal

Sampang, 07- April 2025 – Kodim 0828/Sampang bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sampang dan kelompok tani (Poktan) setempat menggelar acara panen raya padi serentak yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dengan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Acara yang digelar di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat terkait.

Panen padi serentak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Sampang. Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi kepada petani yang terus bersemangat dalam memajukan sektor pertanian di tengah tantangan yang ada.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petani Indonesia yang telah berhasil melaksanakan panen raya padi serentak. Hal ini menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Presiden dalam sambutannya melalui Zoom Meeting.

Komandan Kodim 0828/Sampang, Letkol Czi Suprobo Harjo Subroto S.E., M.Han, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa acara panen padi serentak ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani. “TNI selalu siap mendukung berbagai program pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memastikan bahwa sektor pertanian tetap berjalan dengan baik dan dapat memberikan hasil yang optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, menjelaskan bahwa kegiatan panen padi serentak ini adalah bagian dari program unggulan yang digagas oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil pertanian dan memotivasi para petani agar lebih giat dalam mengelola lahan pertanian. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang, dan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Sampang,” tambahnya.

Acara tersebut juga disambut antusias oleh para petani yang terlibat dalam kegiatan panen padi serentak ini. Salah satu anggota Poktan, Bapak Sabar, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen yang melimpah dan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak. “Kami sangat terbantu dengan program-program pemerintah dan bantuan dari instansi terkait yang mendukung kami untuk dapat memaksimalkan hasil pertanian,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya panen raya padi serentak ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Sampang, serta mendorong semangat para petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka.

Panen Raya Padi di Tulungagung: Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tulungagung,- Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam Panen Raya Padi serentak yang digelar di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto ini dipusatkan di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (07/04/2025).

Panen raya tersebut menjadi bagian dari langkah besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Di Tulungagung, kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Salah satu lokasi panen utama berada di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, yang juga menjadi simbol keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam keterangannya menyebut panen raya ini sebagai bentuk nyata dari peningkatan produktivitas pertanian.

“Panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga bukti nyata peningkatan produktivitas pertanian nasional. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pelaku sektor pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Selain Bupati Tulungagung, hadir pula Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M., Dandim 0807/Tulungagung Letkol Kav Mohammad Nashir S. Hub.Int, dan Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., M.T.C.P.

Ketua DPRD Marsono, S.Sos., Sekda Drs. Tri Hariadi, M.Si, dan Kepala Dinas Pertanian Drs. Suyanto, M.M., juga terlihat dalam barisan tamu undangan. Dari jajaran kecamatan dan kelurahan, Camat Pakel Imam Suwoyo, Danramil Pakel Kapten Inf. Khoirur Rokhim, Kapolsek Pakel Iptu Retno Pujiarsih, serta Lurah Sanan Sujianto turut serta mengikuti kegiatan.

Setelah kegiatan panen, juga dilaksanakan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok pangan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap petani, agar hasil panen mereka terserap dengan baik dan menguntungkan.

Secara keseluruhan, panen raya berlangsung lancar dan meriah. Kehadiran berbagai elemen pemerintah dan masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Pemantauan Harga Gabah di Sidoarjo: Upaya Kodim untuk Kesejahteraan Petani

Sidoarjo, [07/04/2025] – Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, Batiter Pelda Sutrisno dari Kodim 0816 Sidoarjo melaksanakan pemantauan panen gabah di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga gabah yang diterima oleh petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yaitu Rp 6.500 per kilogram.

Pemantauan ini dilakukan untuk melindungi kepentingan petani lokal dan memastikan bahwa mereka menerima harga yang wajar untuk hasil panen mereka. Pelda Sutrisno mengatakan bahwa Kodim 0816 Sidoarjo berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan meningkatkan ketersediaan pangan di wilayah Sidoarjo.

“Kami melaksanakan pemantauan panen gabah untuk memastikan bahwa harga gabah yang diterima oleh petani sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan. Kami ingin memastikan bahwa petani lokal menerima harga yang wajar untuk hasil panen mereka,” kata Pelda Sutrisno.

Pemantauan ini melibatkan pengecekan harga gabah di beberapa lokasi di Kabupaten Sidoarjo, termasuk di pasar-pasar tradisional dan di tempat-tempat pengumpulan gabah. Pelda Sutrisno menambahkan bahwa Kodim 0816 Sidoarjo akan terus melaksanakan pemantauan dan pengawasan untuk memastikan bahwa harga gabah sesuai dengan HPP.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan petani lokal dan meningkatkan ketersediaan pangan di wilayah Sidoarjo,” kata Pelda Sutrisno.

Kehadiran TNI di Tengah Petani: Aksi Nyata Dukung Swasembada Pangan di Sidoarjo

Sidoarjo, 7 April 2025 — Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Seperti yang dilakukan oleh Sertu Slamet Riyadi, Babinsa Koramil 0816/10 Balongbendo, yang pada Minggu pagi (07/04/2025) pukul 07.30 WIB, terjun langsung mendampingi kegiatan panen padi di Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Panen padi ini dilaksanakan secara manual di lahan seluas 5 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Utomo. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Poktan Ngudi Utomo, Bapak Imam Ghozali, Perangkat Desa Suwaluh, para petani setempat, serta mitra pembeli hasil panen, Bapak Fatik, yang membeli gabah kering panen dengan harga Rp 6.500,- per kilogram.

Sertu Slamet Riyadi menyampaikan bahwa kehadiran dirinya dalam kegiatan panen ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang diemban Babinsa, terutama dalam mendukung program swasembada pangan dan mempererat hubungan dengan masyarakat petani. “Kami hadir di tengah-tengah petani bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga untuk memberikan semangat dan motivasi. Panen ini adalah hasil dari kerja keras mereka selama berbulan-bulan. Sudah sepatutnya TNI hadir dan mendukung mereka dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Sertu Slamet Riyadi di sela kegiatan panen.

Selain mendampingi, Sertu Slamet juga secara aktif memberikan edukasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih efektif, cara pengendalian hama, hingga upaya peningkatan hasil produksi melalui teknik pertanian modern. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata TNI terhadap kesejahteraan petani dan kemandirian pangan bangsa.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ketua Poktan dan perangkat desa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh TNI melalui Babinsa yang selalu siap hadir dalam setiap kegiatan pertanian di desa mereka. “Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami para petani merasa lebih bersemangat. Bukan hanya karena dibantu secara tenaga, tetapi juga diberi wawasan dan motivasi yang membangun,” ungkap Imam Ghozali.

Sinergi antara TNI dan masyarakat di Desa Suwaluh ini menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, panen padi di Desa Suwaluh tidak hanya menghasilkan beras, tetapi juga memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri.

Kegiatan Panen Raya Sidoarjo: Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sidoarjo,– Langit cerah mengiringi semangat kebersamaan antara para petani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi sentra produksi pangan, Senin (7/4/2025). Kegiatan dipusatkan di lahan pertanian blok percobaan, Dusun Kemuning, Desa Kemuning, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Momentum ini menjadi wujud nyata sinergi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Panen raya ini bukan sekadar seremonial, tetapi representasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, petani, serta elemen terkait lainnya dalam mendukung kemandirian dan ketersediaan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si., Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kajari Sidoarjo Roy Rovalino Herudiansyah, S.H., M.H., Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT., serta Pimpinan Cabang Bulog Ristanto. Kegiatan juga dihadiri oleh Forkopimka Tarik, tiga pilar Desa Kemuning, penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, perwakilan kelompok tani, serta utusan dari Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia.

Kegiatan diawali dengan proses ubinan, yaitu pengambilan sampel hasil panen oleh Dandim 0816/Sidoarjo bersama tim penyuluh pertanian. Tidak lama berselang, Wakil Bupati Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo turut bergabung di tengah sawah, menyapa dan berdialog langsung dengan para petani, menunjukkan kedekatan serta kepedulian Forkopimda terhadap sektor pertanian.

Kebersamaan tersebut semakin terasa saat Forkopimda bersama petani mengabadikan momen panen di tengah hamparan padi menguning. Panen simbolis dilakukan baik secara tradisional menggunakan sabit maupun dengan dua unit mesin panen combine harvester—perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bagian dari panen serentak nasional, kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, menegaskan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan bangsa.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh pihak, khususnya para petani. “Panen raya ini adalah bentuk nyata sinergi kita dalam menjaga ketersediaan pangan. TNI bersama Pemkab Sidoarjo siap mendampingi para petani untuk terus bergerak maju menuju pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan. “Petani adalah pahlawan kita. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, mulai dari pendampingan hingga penyediaan sarana dan prasarana. Harapannya, pertanian di Sidoarjo tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Semangat gotong royong, kekeluargaan, dan dedikasi tinggi para petani menjadi kekuatan utama dalam panen raya ini. Sidoarjo kembali menegaskan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur, bahkan secara nasional—dengan para petani sebagai garda terdepan kemakmuran bangsa.