Panen Raya Padi di Tulungagung: Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tulungagung,- Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut ambil bagian dalam Panen Raya Padi serentak yang digelar di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto ini dipusatkan di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (07/04/2025).

Panen raya tersebut menjadi bagian dari langkah besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Di Tulungagung, kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Salah satu lokasi panen utama berada di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, yang juga menjadi simbol keberhasilan musim tanam di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam keterangannya menyebut panen raya ini sebagai bentuk nyata dari peningkatan produktivitas pertanian.

“Panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga bukti nyata peningkatan produktivitas pertanian nasional. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pelaku sektor pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Selain Bupati Tulungagung, hadir pula Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M., Dandim 0807/Tulungagung Letkol Kav Mohammad Nashir S. Hub.Int, dan Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., M.T.C.P.

Ketua DPRD Marsono, S.Sos., Sekda Drs. Tri Hariadi, M.Si, dan Kepala Dinas Pertanian Drs. Suyanto, M.M., juga terlihat dalam barisan tamu undangan. Dari jajaran kecamatan dan kelurahan, Camat Pakel Imam Suwoyo, Danramil Pakel Kapten Inf. Khoirur Rokhim, Kapolsek Pakel Iptu Retno Pujiarsih, serta Lurah Sanan Sujianto turut serta mengikuti kegiatan.

Setelah kegiatan panen, juga dilaksanakan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok pangan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap petani, agar hasil panen mereka terserap dengan baik dan menguntungkan.

Secara keseluruhan, panen raya berlangsung lancar dan meriah. Kehadiran berbagai elemen pemerintah dan masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Pemantauan Harga Gabah di Sidoarjo: Upaya Kodim untuk Kesejahteraan Petani

Sidoarjo, [07/04/2025] – Pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, Batiter Pelda Sutrisno dari Kodim 0816 Sidoarjo melaksanakan pemantauan panen gabah di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga gabah yang diterima oleh petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yaitu Rp 6.500 per kilogram.

Pemantauan ini dilakukan untuk melindungi kepentingan petani lokal dan memastikan bahwa mereka menerima harga yang wajar untuk hasil panen mereka. Pelda Sutrisno mengatakan bahwa Kodim 0816 Sidoarjo berkomitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan meningkatkan ketersediaan pangan di wilayah Sidoarjo.

“Kami melaksanakan pemantauan panen gabah untuk memastikan bahwa harga gabah yang diterima oleh petani sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan. Kami ingin memastikan bahwa petani lokal menerima harga yang wajar untuk hasil panen mereka,” kata Pelda Sutrisno.

Pemantauan ini melibatkan pengecekan harga gabah di beberapa lokasi di Kabupaten Sidoarjo, termasuk di pasar-pasar tradisional dan di tempat-tempat pengumpulan gabah. Pelda Sutrisno menambahkan bahwa Kodim 0816 Sidoarjo akan terus melaksanakan pemantauan dan pengawasan untuk memastikan bahwa harga gabah sesuai dengan HPP.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan petani lokal dan meningkatkan ketersediaan pangan di wilayah Sidoarjo,” kata Pelda Sutrisno.

Kehadiran TNI di Tengah Petani: Aksi Nyata Dukung Swasembada Pangan di Sidoarjo

Sidoarjo, 7 April 2025 — Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Seperti yang dilakukan oleh Sertu Slamet Riyadi, Babinsa Koramil 0816/10 Balongbendo, yang pada Minggu pagi (07/04/2025) pukul 07.30 WIB, terjun langsung mendampingi kegiatan panen padi di Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Panen padi ini dilaksanakan secara manual di lahan seluas 5 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Utomo. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Poktan Ngudi Utomo, Bapak Imam Ghozali, Perangkat Desa Suwaluh, para petani setempat, serta mitra pembeli hasil panen, Bapak Fatik, yang membeli gabah kering panen dengan harga Rp 6.500,- per kilogram.

Sertu Slamet Riyadi menyampaikan bahwa kehadiran dirinya dalam kegiatan panen ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang diemban Babinsa, terutama dalam mendukung program swasembada pangan dan mempererat hubungan dengan masyarakat petani. “Kami hadir di tengah-tengah petani bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga untuk memberikan semangat dan motivasi. Panen ini adalah hasil dari kerja keras mereka selama berbulan-bulan. Sudah sepatutnya TNI hadir dan mendukung mereka dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Sertu Slamet Riyadi di sela kegiatan panen.

Selain mendampingi, Sertu Slamet juga secara aktif memberikan edukasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih efektif, cara pengendalian hama, hingga upaya peningkatan hasil produksi melalui teknik pertanian modern. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata TNI terhadap kesejahteraan petani dan kemandirian pangan bangsa.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ketua Poktan dan perangkat desa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh TNI melalui Babinsa yang selalu siap hadir dalam setiap kegiatan pertanian di desa mereka. “Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami para petani merasa lebih bersemangat. Bukan hanya karena dibantu secara tenaga, tetapi juga diberi wawasan dan motivasi yang membangun,” ungkap Imam Ghozali.

Sinergi antara TNI dan masyarakat di Desa Suwaluh ini menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, panen padi di Desa Suwaluh tidak hanya menghasilkan beras, tetapi juga memperkuat ikatan antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri.

Kegiatan Panen Raya Sidoarjo: Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sidoarjo,– Langit cerah mengiringi semangat kebersamaan antara para petani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo dalam kegiatan Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi sentra produksi pangan, Senin (7/4/2025). Kegiatan dipusatkan di lahan pertanian blok percobaan, Dusun Kemuning, Desa Kemuning, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Momentum ini menjadi wujud nyata sinergi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Panen raya ini bukan sekadar seremonial, tetapi representasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, petani, serta elemen terkait lainnya dalam mendukung kemandirian dan ketersediaan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, S.I.K., M.H., M.Si., Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Kajari Sidoarjo Roy Rovalino Herudiansyah, S.H., M.H., Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT., serta Pimpinan Cabang Bulog Ristanto. Kegiatan juga dihadiri oleh Forkopimka Tarik, tiga pilar Desa Kemuning, penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, perwakilan kelompok tani, serta utusan dari Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia.

Kegiatan diawali dengan proses ubinan, yaitu pengambilan sampel hasil panen oleh Dandim 0816/Sidoarjo bersama tim penyuluh pertanian. Tidak lama berselang, Wakil Bupati Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo turut bergabung di tengah sawah, menyapa dan berdialog langsung dengan para petani, menunjukkan kedekatan serta kepedulian Forkopimda terhadap sektor pertanian.

Kebersamaan tersebut semakin terasa saat Forkopimda bersama petani mengabadikan momen panen di tengah hamparan padi menguning. Panen simbolis dilakukan baik secara tradisional menggunakan sabit maupun dengan dua unit mesin panen combine harvester—perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bagian dari panen serentak nasional, kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, menegaskan besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan bangsa.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh pihak, khususnya para petani. “Panen raya ini adalah bentuk nyata sinergi kita dalam menjaga ketersediaan pangan. TNI bersama Pemkab Sidoarjo siap mendampingi para petani untuk terus bergerak maju menuju pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan. “Petani adalah pahlawan kita. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, mulai dari pendampingan hingga penyediaan sarana dan prasarana. Harapannya, pertanian di Sidoarjo tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Semangat gotong royong, kekeluargaan, dan dedikasi tinggi para petani menjadi kekuatan utama dalam panen raya ini. Sidoarjo kembali menegaskan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur, bahkan secara nasional—dengan para petani sebagai garda terdepan kemakmuran bangsa.

Desa Argoyuwono Bersatu: Pembangunan Jembatan Bambu oleh Babinsa dan Warga

Malang,- Semangat gotong royong kembali membara di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0818/17 Ampelgading Sertu Supriyanto, bahu membahu bersama warga masyarakat melaksanakan karya bakti membangun jembatan alternatif dari bambu. Kegiatan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan infrastruktur desa yang mendesak. (07/04/2025)

Jembatan bambu ini dibangun sebagai jalur alternatif penghubung antar wilayah di Desa Argoyuwono. Inisiatif ini muncul dari kesadaran bersama antara Babinsa Sertu Supriyanto dan warga akan pentingnya aksesibilitas yang memadai untuk kelancaran aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Dalam pelaksanaan karya bakti tersebut, Sertu Supriyanto tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga aktif terjun langsung bersama warga dalam proses pembangunan jembatan.

Kehadirannya memotivasi dan mempererat tali silaturahmi antara TNI AD dan masyarakat. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga dengan sukarela membawa material bambu dan bergotong royong merangkai serta memasang konstruksi jembatan.

“Kegiatan karya bakti ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami sebagai Babinsa memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” ujar Sertu Supriyanto di lokasi pembangunan jembatan.

Lebih lanjut, Sertu Supriyanto mengapresiasi partisipasi aktif dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Argoyuwono. Menurutnya, kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal utama dalam membangun desa yang lebih baik. Ia berharap jembatan bambu alternatif ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.

Sementara itu, Kepala Desa Argoyuwono menyampaikan terima kasih kepada Babinsa Sertu Supriyanto dan Koramil 0818/17 Ampelgading atas inisiasi dan dukungan dalam pembangunan jembatan alternatif ini. Beliau juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mewujudkan jembatan ini.

Pembangunan jembatan bambu alternatif ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu adanya pembangunan jembatan permanen. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian Babinsa terhadap kebutuhan masyarakat serta kemampuan gotong royong warga Desa Argoyuwono dalam mengatasi permasalahan infrastruktur secara mandiri.

Festival Kupatan Tanjung Kodok: Kolaborasi Budaya dan Pariwisata di Lamongan

Lamongan,– Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han, bersama Forkopimda Kabupaten Lamongan hadiri pagelaran tradisi perayaan Kupatan (hari raya ketupat) di Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran Lamongan.

Kali ini, kupatan yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri secara turun temurun itu lebih meriah. Acara yang digelar di halaman Wisata Bahari Lamongan (WBL) tersebut diwarnai beragam kesenian.

Di antaranya, pawai gunungan ketupat yang diikuti seluruh Desa se-Kecamatan Paciran. Masing-masing desa menyajikan beragam masakan dan jenis ketupat. Diarak dari Terminal Paciran menuju WBL.

Ragam gunungan dan jenis ketupat ini dilombakan. Tentu, masing-masing desa adu kreatif dan, jangan heran jika kreativitas itu memunculkan berbagai nama-nama ketupat aneh.

Ada nama kupat lanang, wedok, kupat kura-kura, kupat cumi-cumi, kupat minang, kupat jumbo dan sebagainya.

Selama perjalanan kirab, barisan gunungan ketupat dibarengi dengan sajian kesenian Jaran Jenggo dan musik patrol. Juga ditampilkan drama kolosal yang yang mengisahkan sejarah nama Paciran dan asal usul tradisi kupatan pada jaman Sunan Sendang Duwur dan Sunan Drajat.

Acara tradisi kupatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi. M.B.A Turut hadir, Wakil Bupati Lamongan,Dandim 0812 Lamongan,Kapolres, Pimpinan Ponpes Sunan Drajat beserta pejabat lainnya.

Dalam hal ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai membuka Festival Kupatan Tanjung Kodok mengatakan, acara ini merupakan bagian dari peninggalan budaya dari leluhur. Rutin diselenggarakan pada saat Syawal. Filosofi dari kupat ialah ngaku lepat (mengaku salah) karena manusia tempatnya salah. Sehingga harus saling memaafkan dan guyub rukun.

“Tanpa mengurangi nilai budaya yang terkandung di dalamnya, Pemkab Lamongan juga selalu menghadirkan ragam inovasi dan kreasi agar menarik. Sehingga mampu menarik generasi muda, yang kemudian turut melestarikannya,” katanya.

Festival Kupatan ini, lanjut Bupati Yuhronur, juga merupakan salah satu even yang tercatat dalam kalender wisata Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan menambahkan, Festival Kupatan Tanjung Kodok merupakan kolaborasi antara potensi dan kesenian untuk pelestarian budaya serta menarik pengunjung wisatawan ke Bahari Lamongan.

Sinergi Babinsa dan Dinas Pertanian Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Magetan

Magetan.- Anggota Koramil Tipe B 0804/08 Barat Pelda Suwandi sebagai Bintara pembina Desa (Babinsa) terus berupaya memantau lahan sawah yang akan siap panen bersinergi bersama Dinas pertanian dan para petani diwilayah Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, Senin (07/04/2025)

Seperti biasa Babinsa Koramil 08/Barat Pelda Suwandi,. melaksanakan pengecekan padi yang sudah siap dipanen untuk mengidentifikasi potensi hasil panen, mengkoordinasikan dengan petani kesiapan panen dan memfasilitasi bantuan jika diperlukan.

Kami selaku Babinsa terus mengawasi distribusi hasil panen terutama pada saat ini program pemerintah dengan penyerapan hasil gabah yang sesuai program Rp 6.500/Kg, diharapkan membantu para petani untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di desa, Ujarnya

Sebagai petani kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan arahan yang di berikan, semoga hal ini terus berlanjut sehingga kami bisa ikut andil dalam meningkatkan swasembada pangan, para Babinsa terjun langsung ke lapangan membantu petani sampai dengan pendistribusian hasil panen gabah yang akan di jual ke Bulog hal ini disampaikan oleh kelompok tani Waduk Makmur bapak Parji Desa Bayemwetan.

Satgas Yonif 512/QY dan Brimob Polri Sinergi Bagikan Sembako di Pegunungan Bintang

Pegunungan Bintang, Papua – Di tengah sejuknya kabut pegunungan dan sunyinya lembah Kiwirok, sebuah momen kehangatan terjadi ketika anggota Satgas Yonif 512/QY bersama Satgas Brimob Polri membagikan sembako kepada masyarakat setempat. Meski tak besar nilainya, bantuan ini menyentuh hati dan menjadi simbol nyata sinergi TNI-Polri dalam merawat kedamaian dan harapan di pelosok negeri. Senin, (7/5/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial. Ini adalah cerminan dari wajah kemanusiaan aparat negara yang hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan penggerak harapan bagi masyarakat Papua.

“Walaupun tidak seberapa, namun setidaknya bisa membantu masyarakat kami yang hidupnya masih sangat terbatas,” ujar Dankipur Kapten Inf Nugraha Khofa, S.T.Han.,

Bapa Yanuarius, Kepala Kampung setempat, menyampaikan rasa harunya atas kehadiran dan kepedulian TNI-Polri.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tapi yang lebih penting, kami merasa tidak sendiri. Kami merasa diperhatikan, dijaga, dan disayangi. Terima kasih kepada bapa-bapa TNI dan Polri yang selalu ada bersama kami di sini,” ucapnya dengan haru.

Di tempat yang jauh dari sorot media dan gemerlap kota, semangat persatuan dan kepedulian masih terus menyala – dijaga oleh mereka yang berdiri teguh demi Merah Putih, dari Kiwirok untuk Indonesia.

Pendampingan Panen: Babinsa Benjeng Serap 15 Ton Gabah Hasil Petani Lokal

Gresik,– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 0817/10 Benjeng, Sertu Huda melaksanakan pendampingan kegiatan serapan gabah hasil panen petani di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Minggu (06/04/2025).

Kegiatan serapan gabah tersebut dihadiri oleh Sertu Huda Babinsa Koramil 0817/10 Benjeng, Ketua Asosiasi Kelompok Tani (Poktan) wilayah Benjeng Bapak Sudarman, Mitra Bulog H. Mukdori, serta Bapak Salam selaku petani pemilik gabah hasil panen.

Kegiatan diawali dengan peninjauan lokasi panen oleh Babinsa bersama Mitra Bulog di lahan sawah milik Bapak Salam. Setelah memastikan kondisi tanaman siap panen, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan panen padi menggunakan mesin Combi Harvester.

Selanjutnya, gabah hasil panen dimuat dan diangkut menuju tempat penampungan milik Mitra Bulog untuk dilakukan proses serapan.

Babinsa Benjeng, Sertu Huda, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pendampingan serapan gabah ini merupakan bentuk kepedulian TNI khususnya Babinsa dalam mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok beras nasional.

“Kami Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, untuk memberikan pendampingan dan motivasi. Harapannya dengan adanya serapan gabah ini petani bisa terbantu, hasil panennya bisa terserap dengan harga yang baik, serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Sertu Huda.

Adapun hasil serapan gabah dari kegiatan tersebut sebanyak 15 ton gabah kering panen (GKP) milik Bapak Salam.

Pendampingan BPBD: Dandim Mojokerto Siap Dukung Penanganan Bencana Tanah Longsor

Mojokerto,- Komandan Kodim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P., bersama Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., melakukan pendampingan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dalam rangka peninjauan lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (06/04/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan assessment awal terhadap kondisi lapangan sebelum dilaksanakannya proses pembersihan dan penanganan lebih lanjut. Dalam peninjauan tersebut, Dandim 0815 menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung proses tersebut.

“Pada proses evakuasi kami telah mengerahkan kekuatan personal satu peleton, tentunya kapanpun itu kami siap bersinergi dengan seluruh pihak terkait demi mempercepat pemulihan di lokasi terdampak”, ujar Letkol Inf Rully Noriza.

Pada kesempatan itu, Dandim 0815 juga menghimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah perbukitan agar senantiasa waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu longsor agar menghindari area rawan tersebut, termasuk bagi pengguna jalan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nur Sugeno, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, S.T., M.Si., serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Drs. Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, S.H., M.Si.