Babinsa Kedungkandang Bantu Proses Pengeringan Gabah, Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan Petani Lokal

Kota Malang,- Bentuk nyata kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani terus ditunjukkan oleh Babinsa (Bintara Pembina Desa) di wilayah Koramil 0833 -02/ Kedungkandang,Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Salah satu aksi nyatanya terlihat saat Babinsa turut membantu proses pengeringan gabah hasil panen petani di wilayah binaannya, Senin, (12/05/25).

Di tengah teriknya matahari, Babinsa Kedungkandang Sertu Sukarji bersama kelompok tani bahu-membahu menjemur gabah agar kadar air turun sesuai standar kualitas gabah kering. Pengeringan ini menjadi tahap penting dalam menjaga mutu hasil panen agar bisa diserap oleh pasar maupun Bulog dengan harga yang menguntungkan petani.

“Ini adalah bagian dari tugas pokok kami sebagai aparat kewilayahan,mendampingi masyarakat, termasuk petani untuk mendukung dan serta membantu menjaga kualitas gabah kering pasca panen sehingga mendapatkan nilai jual yang tinggi untuk kesejahteraan ekonomi petani Kedungkandang,” ucap Sertu Sukarji.

Menurutnya, dengan pengeringan yang tepat, kualitas gabah bisa meningkat sehingga harga jualnya pun lebih tinggi. Selain itu, keterlibatan Babinsa juga memberikan semangat dan motivasi bagi para petani yang selama ini bekerja keras demi ketahanan pangan terutama di tingkat lokal.

Danramil 0833/02 Kedungkandang, Kapten Cke Arief Sutedja, menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat akan terus diperkuat melalui pendampingan seperti ini, sebagai bentuk kontribusi nyata TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Babinsa Pandanwangi Terjun Langsung Bantu Panen Padi, Dukung Program Serapan Gabah Petani Nasional

Kota Malang,- Semangat pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Meski bukan petani, Serma Sunyitno Babinsa dari Koramil 0833 – 03/Blimbing ini turut turun ke sawah, membantu warga dalam kegiatan panen padi guna mendukung program Serapan Gabah Petani (Sergap) yang dicanangkan pemerintah, Senin,(12/05/25).

Babinsa Pandanwangi, Serma Sunyitno, terlihat penuh semangat mendampingi petani memanen padi di lahan milik kelompok tani “Sari Bumi” seluas lebih dari 1 hektare. Kehadiran Babinsa di tengah sawah bukan hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga menjadi motivasi bagi petani untuk terus semangat meningkatkan produksi pangan.

“Kami hadir untuk memberikan semangat kepada para petani, sekaligus memastikan agar hasil panen bisa diserap oleh Bulog sesuai target pemerintah,” ujar Serma Sunyitno. Ia menambahkan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa dalam program ketahanan pangan adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Program Sergap sendiri bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok beras nasional dan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dengan adanya dukungan dari Babinsa dan sinergi lintas sektor, pemerintah berharap tidak ada lagi hasil panen yang terbuang atau dijual dengan harga merugikan petani.

Langkah Babinsa Pandanwangi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Babinsa Desa Karang Anyar Dukung Serapan Gabah Petani, Wujudkan Sinergi TNI dan Ketahanan Pangan

Bondowoso— Meski di hari libur, semangat pengabdian Babinsa tak surut. Senin (12/05/2025), Babinsa Desa Karang Anyar, Koptu Agus Triono, bersama tim dari Bulog yang dipimpin Bapak Deni, melaksanakan kegiatan Serapan Gabah Petani (Sergap) di wilayah Kelompok Tani Karya Tani 2, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tegal Ampel.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung tertib hingga selesai. Lokasi serapan berada di lahan milik H. Suji dengan luas 0,3 hektare. Gabah hasil panen ditimbang dan dicatat oleh tim Bulog untuk segera disalurkan sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah.

Sergap ini merupakan langkah nyata untuk menyerap gabah petani secara langsung, memberikan harga yang layak, sekaligus menjaga stok beras nasional. Peran aktif Babinsa dalam mendampingi kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara TNI, pemerintah, dan petani.

Koptu Agus Triono menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk membantu masyarakat. “Kami hadir agar proses berjalan lancar dan para petani merasa aman dan dihargai hasil panennya,” ujar Agus di sela kegiatan.

Kegiatan berjalan aman dan lancar, disambut positif oleh petani setempat. Dukungan seperti ini diharapkan terus berlanjut agar kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Babinsa Koramil 0822/Pakem Dukung Serapan Gabah Petani untuk Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan

Bondowoso — Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 0822/Pakem bersama tim dari Bulog melaksanakan kegiatan Serapan Gabah Petani (Sergap) di Desa Sumber Dumpyong, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (12/05/2025).

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai di lokasi penggilingan padi UD Rezeki Agung milik Ibu Sunarti. Babinsa Sumber Dumpyong, Serka Dedi, hadir langsung mendampingi proses penimbangan gabah hasil panen yang dilakukan oleh tim Bulog yang dipimpin oleh Bapak Sandi.

Serapan gabah ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menjaga ketersediaan cadangan beras nasional, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani. Gabah yang diserap kemudian ditimbang dan dicatat untuk disalurkan ke gudang Bulog sesuai prosedur.

Menurut Serka Dedi, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan TNI AD terhadap petani, sekaligus memastikan proses serapan berjalan tertib dan aman. “Kami ingin petani merasa terbantu dan dilindungi, sekaligus memastikan distribusi gabah sesuai dengan tujuan program,” ujarnya.

Kegiatan Sergap hari ini berjalan lancar tanpa hambatan. Antusiasme petani dan dukungan dari pelaku usaha penggilingan menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Satgas TMMD ke-124 di Sampang: Sinergi TNI dan Masyarakat Selesaikan Pembangunan Fasilitas Kesehatan.

Sampang,— Semangat kebersamaan terus bergema di Desa Batu Karang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas TMMD Kodim 0828/Sampang bersama masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan ruang tunggu Polindes, sebagai salah satu sasaran fisik utama program ini.

Minggu ini, pekerjaan difokuskan pada pemlesteran dan plamir tembok pagar bagian depan fasilitas kesehatan tersebut. Proses ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata dari gotong royong antara TNI dan rakyat. Warga Desa Batu Karang tampak antusias, bergotong royong mendukung percepatan pembangunan yang membawa harapan akan peningkatan layanan kesehatan di wilayah mereka.

“Melalui TMMD, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga pembangunan. Sinergi ini mencerminkan kekuatan sejati Indonesia,” ujar Dansatgas Letkol Suprobo.

Dengan tetap menjaga semangat kebersamaan, diharapkan seluruh target pembangunan TMMD ke-124 dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Batu Karang.

Kodim 0820/Probolinggo Dampingi Petani dalam Antisipasi Darurat Pangan, Wujudkan Sinergi TNI dan Masyarakat

Probolinggo, Dalam rangka mensukseskan gerakan antisipasi darurat pangan nasional, Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan melakukan pendampingan kepada para petani di wilayah binaan,Senin (12/5).

Bertempat di lahan pertanian milik salah satu warga di Dusun Gunungsari, Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Koramil 0820/10 Kuripan melaksanakan komunikasi sosial dan patroli dengan melakukan pendampingan dalam proses panen padi.

Anggota Koramil 0820/10 Kuripan Serma Triyuli Cahyo mengatakan, sebagai aparat kewilayahan disamping memberikan rasa aman pada masyarakat pihaknya juga dikerahkan komando atas untuk mendampingi para petani dari proses bercocok tanam.

Mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga memasuki masa panen kami dampingi. “Diharapkan dengan turunnya kami ke lahan pertanian sebagai pendamping di wilayah binaan masing-masing, maka kualitas penanaman menjadi lebih baik lagi dan hasil panen yang diperoleh dapat meningkat,”kata Serma Triyuli Cahyo.

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai bentuk bakti TNI. Pendampingan terhadap petani ini juga sebagai media dalam mensukseskan program pemerintah yakni gerakan antisipasi darurat pangan nasional khususnya di wilayah teritorial binaan dan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Dengan adanya pendampingan yang turun langsung membantu petani maka diharapkan para petani makin termotivasi untuk bercocok tanam dengan baik.”Semoga dengan pendampingan yang kami lakukan hasil panen lebih meningkat lagi,”tuturnya.

Babinsa Leces Bersama Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti, Tingkatkan Kebersihan dan Keindahan Jalan Desa

Probolinggo, Koramil 0820/03 Leces bersama masyarakat dan pihak Pemerintah Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo mempelopori pelaksanaan kerja bakti membersihkan jalan desa di wilayah setempat, Senin (12/5).

Anggota Koramil 0820/03 Leces Serda Firman Efendi mengatakan bahwa kerja bakti ini dilakukan mengingat keberadaan kanan kiri jalan sudah dipenuhi semak belukar bahkan ada beberapa titik saluran air yang tersumbat tumpukan sampah dan mengalami pendangkalan.

“Sebelum pelaksanaan kerja bakti ini kami melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, alhamdulilah direspon baik bahkan Pemdes memerintah jajaran dan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kerja bakti kali ini,” Serda Firman Efendi

Ia menambahkan dengan adanya kerja bakti bersih-bersih jalan desa ini akan bisa membuat kondisi jalan desa lebih rapi, indah dan sedap dipandang mata. “Kehadiran kami dari unsur TNI dalam kerja bakti ini untuk membantu masyarakat sebagai wujud bahwa TNI selalu ada untuk rakyat,” ujarnya.

Babinsa murah senyum ini berharap agar pelaksanaan kerja bakti semacam ini dapat berkesinambungan, tentunya dengan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat selaku pihak yang punya kepentingan.

“Kami berharap kerja bakti semacam ini dapat berkelanjutan, jika memang untuk kemaslahatan dan kepentingan bersama, TNI akan selalu hadir untuk mensupport,”ungkapnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Desa Kerpangan, Kecamatan Leces yang meminta identitasnya untuk tidak dipublikasikan sangat bersyukur dengan adanya kera bakti yang di pelopori oleh Koramil 0820/03 Leces.

“Terimakasih pada pihak TNI yang mempelopori kegiatan kerja bakti bersih-bersih jalan desa ini alhamdulilah pasca kerja bakti ini keberadaan jalan desa tampak lebih indah dan bersih,”pungkasnya

Pelatihan Teknik Pertolongan di Air Dukung Kesiapsiagaan Tim SAR di Wilayah Sumbermanjing Wetan

Kab. Malang,- Danramil 0818/16 Sumbermanjing Wetan Kapten Cpl Buwasid, bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumbermanjing Wetan menghadiri kegiatan pembukaan pelatihan teknik pertolongan di permukaan air. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya dan bertempat di Markas Komando Pos Angkatan Laut (Mako Pos AL) Pantai Sendangbiru, Dusun Sendangbiru, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (05/2025)

Kehadiran Danramil Kapten Cpl Buwasid bersama jajaran Muspika menunjukkan sinergitas dan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan terhadap upaya peningkatan kemampuan pertolongan dan penyelamatan di wilayah perairan Sumbermanjing Wetan yang memiliki potensi wisata bahari cukup tinggi.

Kegiatan pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Basarnas Surabaya, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta para peserta pelatihan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan potensi SAR di wilayah Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya.

Dalam keterangannya, Kapten Cpl Buwasid menyampaikan apresiasi kepada Basarnas Surabaya atas inisiatif penyelenggaraan pelatihan yang sangat penting ini. Beliau menekankan bahwa kemampuan teknik pertolongan di permukaan air sangat krusial mengingat wilayah Sumbermanjing Wetan memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi tujuan wisata bahari.

“Kami dari Koramil 0818/16 Sumbermanjing Wetan sangat mendukung kegiatan pelatihan ini. Dengan meningkatnya kemampuan personel dalam pertolongan di air, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di laut dan memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun masyarakat,” ujar Kapten Buwasid.

Sementara itu Bapak Nanang sigit, P.H,.S.IP., M.M. selalu Kepala kantor pencarian dan pertolongan kelas A Surabaya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam melakukan pertolongan di permukaan air secara aman dan efektif. Materi pelatihan meliputi teknik renang penyelamatan, penggunaan alat bantu pertolongan, prosedur evakuasi korban, serta penanganan kegawatdaruratan medis di air.

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Mako Pos AL Pantai Sendangbiru ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat tim SAR gabungan dalam menghadapi potensi kejadian kecelakaan di wilayah perairan Sumbermanjing Wetan. Sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan potensi SAR menjadi kunci utama dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan di wilayah pesisir.

TMMD Ke-124 di jember: Layanan Keliling Dispendukcapil Permudah Pengurusan Dokumen Warga Jember

JEMBER – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 yang digelar Kodim 0824/Jember tak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam aspek non-fisik.

Salah satunya melalui layanan administrasi kependudukan yang menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember.

Dalam kegiatan ini, Dispendukcapil menghadirkan Mobil Layanan Keliling “Monalisa” ke Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Sabtu (10/5/2025). Meski berlangsung di hari libur, petugas tetap melayani warga sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di halaman balai desa.

Kehadiran layanan ini disambut antusias oleh masyarakat, yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.

Banyak warga rela meninggalkan pekerjaan mereka demi mengurus dokumen penting, seperti Kartu Keluarga, KTP, hingga akta kelahiran. Sebab, dibandingkan harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer ke Kantor Dispendukcapil di kawasan Tegalboto, layanan keliling ini jauh lebih memudahkan.

Salah satu warga, Fitrilatul Mukaromah atau Fitri, mengaku senang dengan kemudahan yang diberikan. Ia datang ke balai desa untuk mengurus akta kelahiran anak keduanya yang lahir pada Januari 2025.

“Kemarin waktu pembukaan TMMD saya belum sempat selesai mengurusnya, jadi diminta datang lagi hari ini,” ujar Fitri. Ia menjelaskan bahwa sebelum mengurus akta kelahiran, ia terlebih dulu harus memperbarui Kartu Keluarga untuk mencantumkan nama anaknya. “Tadi semua proses berjalan lancar dan langsung jadi, bagus pelayanannya,” tambahnya.

TNI Renovasi Rumah Reyot Senima di Jember, Wujudkan Kepedulian Melalui Program TMMD Ke-124

JEMBER – Perempuan bernama Senima, meneteskan air mata bahagia saat menyaksikan rumah reyotnya di Dusun Curahlembu Desa Plalangan Kecamatan Kalisat Jember Jawa Timur dibongkar untuk direnovasi, Senin 12/05/2025).

Mengingat selam 25 tahun hidup di di rumah yang terbuat dari anyaman bambu tersebut, baru kali ini bisa dilakukan renovasi.

Rumah Perempuan umur 49 tahun tersebut, akan direhab oleh TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124. Perempuan yang tinggal di kawasan Jember Utara ini, memperoleh bantuan perbaikan rumah tidak layak huni di program TMMD ini.

Terlihat, warga dan TNI bersama warga merobohkan bangunan yang terbuat dari anyaman bambu, untuk mengawali bedah rumah. Kekompakan warga dan tentara tersebut semakin solid ketika mereka bekerja sama menurunkan genteng bangunan rumah milik penerima manfaat.

“Saya sudah 25 tahun tinggal di rumah gedek ini, bersama dua putra saya, dan bapaknya. Tapi bapaknya sudah meninggal dunia,” ujar Senima.

Menurutnya, setiap kali hujan lebat di kawasan Jember Utara, tempat tinggalnya selalu bocor dan itu berlangsung puluhan tahun. “Mau merenovasi tidak ada uang. Karena anak masih sekolah, jadi biaya mereka harus didahulukan,” kata Senima.

Selain itu, dia mengaku hanya bekerja sebagai tukang ngasak padi, ketika masa musim panen raya. Sehingga pendapatannya tidak cukup untuk memperbaiki rumah.

“Kadang jadi pekerja panggilan di gudang tembakau, pendapatannya pun tidak nentu, kadang Rp 40 ribu kadang Rp 50 ribu,” kata Senima.

Senima ingat betul, momen rumahnya bocor saat hujan di malam hari. Kata dia, hal tersebut sampai membuatnya susah tidur. “Karena harus cari ember, dan bak untuk mewadahi air hujan yang bocor itu,” paparnya.