Audiensi Strategis GM FKPPI Banyuwangi, Fokus pada Inovasi dan Pluralisme di Tengah Masyarakat

BANYUWANGI – Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menerima audiensi jajaran pengurus GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, pada Kamis (29/5/2025) siang. Pertemuan strategis yang berlangsung di Join Selangkung Makodim 0825 ini, menjadi ajang konsolidasi lintas elemen dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila 2025 dan memperkuat peran generasi muda melalui pendekatan sosial, budaya, dan intelektual.

Dengan mengusung tema “Pancasila dalam Tindakan: Semangat Gotong Royong GM FKPPI Membangun Negeri”, GM FKPPI menyiapkan rangkaian kegiatan selama empat hari, dari 29 Mei hingga 1 Juni, mulai dari lomba seni dan pidato kebangsaan, hingga diskusi publik dan konser kolaboratif lintas iman.

“Ini bukan sekadar seremoni, tapi perwujudan nilai Pancasila dalam kehidupan sosial yang inklusif dan relevan dengan zaman,” tegas Ketua GM FKPPI Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H.

Dalam audiensi tersebut, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Ia mencontohkan kemajuan sektor pertanian di Banyuwangi yang kini mampu panen tiga hingga empat kali dalam setahun berkat bibit unggul, air yang stabil, dan teknologi modern.

“Satu hektare sawah kini bisa dipanen hanya dalam satu jam. Ini bukti kemajuan luar biasa. Pertanian kita sudah jauh melesat,” ungkap Dandim.

Dandim juga menyambut baik pendekatan GM FKPPI yang tidak hanya menonjolkan disiplin dan militansi, tetapi juga semangat pluralisme. “TNI kita lengkap di Banyuwangi, dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang jarang dimiliki kabupaten lain. Tapi kekuatan terbesar adalah bila seluruh elemen sipil dan militer berjalan bersama,” ujarnya.

Dalam sesi dialog yang berlangsung penuh keakraban dan substansi ini, Ketua GM FKPPI menegaskan arah baru organisasi yang kini memasuki fase ketiga, yakni ekspansi budaya dan akademik.

“Doreng kami hari ini bukan simbol baris-berbaris, melainkan simbol kebhinekaan. Struktur pengurus GM FKPPI Banyuwangi pun mencerminkan hal tersebut: Dewan Penasehat berasal dari kalangan pendeta, Sekretaris beragama Katolik, dan Ketua adalah seorang kyai. Ini menjadi preseden penting dalam model kepemimpinan inklusif berbasis nilai-nilai Pancasila,” jelas Ir Achmad Wahyudi.

Acara puncak peringatan Hari Lahir Pancasila akan ditutup dengan konser kolaboratif Suara Emas Banyuwangi, menampilkan 20 keyboardis dan penyanyi lintas agama. “Kami ingin menyampaikan pesan, bahwa seni dan nasionalisme bisa berjalan beriringan dalam harmoni,” imbuhnya.

Menanggapi isu nasional seperti revisi UU TNI, Dandim menegaskan pentingnya ruang dialog terbuka. “Mahasiswa itu teoritisi, bukan praktisi. Maka harus ada keseimbangan dalam memahami isu. TNI hadir untuk mendampingi, bukan membenturkan. Hanya lewat dialog kita bisa menjaga keutuhan bangsa,” tuturnya.

Audiensi ini juga dihadiri jajaran pengurus GM FKPPI Banyuwangi, antara lain Kries Febriyanto (Waka Bidang Orta), Eko Herwanto (Waka Bidang Senbud), Candra Yulianto (Waka Bidang Pengmas), Ir. Oktavius Bali Suki (Waka Bidang Hubla Pemormas), Ruslan Abdul Gani (Biro Publikasi dan Dokumentasi), dan Fatah Hidayat, S.P., S.Sos., M.Si. selaku Ketua Panitia.

Mengakhiri pertemuan, Ir Achmad Wahyudi, menegaskan bahwa GM FKPPI siap menjadi wadah lintas generasi yang memadukan spirit nasionalisme, kearifan lokal, dan keberagaman dalam satu gerakan yang utuh.

“Tak banyak organisasi yang bisa menyatukan ulama, seniman, santri, mahasiswa, hingga TNI-Polri dalam satu forum. Kami ingin menjadi jangkar kebangsaan di tengah ombak zaman,” pungkasnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara Kodim 0825 dan GM FKPPI Banyuwangi untuk terus memperkuat peran strategis generasi muda dalam merawat nilai-nilai Pancasila, melalui pendekatan yang humanis, kultural, dan solutif.

Dandim menyatakan kesediaannya untuk menghadiri langsung dua agenda utama, yakni Diskusi Publik dan Inagurasi Malam Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kolaboratif yang digagas GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi.

Sinergi TNI dan Polri: Pengamanan Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja

Genteng,– Komitmen TNI AD, khususnya Koramil 0825/04 Genteng, dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah kembali terlihat dalam pelaksanaan pengamanan kegiatan ibadah Misa Kenaikan Yesus Kristus ke surga yang dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Jl. Hasanudin No. 73, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan.

Kegiatan ibadah yang berlangsung pada Sabtu pagi, 30 Mei 2025, pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Romo RD. Agus Tinus Darmanto Adhi, dan diikuti oleh sekitar 200 jemaat dengan khidmat dan damai. Dalam rangkaian pengamanan kegiatan keagamaan ini, Babinsa Genteng Wetan, Sertu Sucitro, tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan suasana yang aman dan kondusif.

Pengamanan ibadah Paskah ini merupakan hasil sinergi dari unsur TNI, Polri, dan Pam Swakarsa. Babinsa Genteng Wetan berkolaborasi dengan personel Polsek Genteng, yang dipimpin oleh IPDA R. Agus S bersama jajaran, serta dukungan dari enam personel pengamanan swakarsa Gereja Kristus Raja (GKKR).

Kegiatan diawali dengan sterilisasi lokasi oleh petugas keamanan dan pengurus gereja, memastikan seluruh area gereja dalam keadaan aman sebelum jemaat mulai berdatangan. Hal ini merupakan bentuk langkah preventif yang inovatif, mengutamakan keselamatan dan kenyamanan umat dalam menjalankan ibadah.

Peran Sertu Sucitro, selaku Babinsa Genteng Wetan, patut diapresiasi. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikasi aktif, ia tidak hanya hadir sebagai pengaman, tetapi juga sebagai fasilitator dalam menciptakan suasana yang inklusif dan damai di tengah masyarakat. Keberadaan Babinsa di setiap kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata peran produktif dalam membangun keharmonisan sosial.

Dalam konteks dinamika masyarakat yang terus berubah, Babinsa dituntut untuk adaptif terhadap situasi, termasuk dalam merespons kebutuhan pengamanan di tempat ibadah berbagai agama. Pendekatan yang dilakukan bukan hanya bersifat teknis militer, tetapi juga sosial kultural, menunjukkan kematangan peran TNI sebagai pelindung rakyat.

Komando Rayon Militer 0825/04 Genteng terus berkomitmen dalam mendukung dan menjamin kebebasan beragama di wilayah binaannya. Kegiatan pengamanan ini juga mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin baik di Kecamatan Genteng.

Melalui kehadiran aparat keamanan yang sigap, profesional, dan bersinergi, kegiatan ibadah dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa kendala berarti. Ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan pengamanan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat — produktif dalam pelaksanaan tugas, adaptif terhadap lingkungan sosial, dan inovatif dalam metode kerja.

Pelaksanaan pengamanan ibadah Misa Kenaikan Yesus Kristus ini bukan hanya sekadar tugas rutin, melainkan bentuk pengabdian nyata yang menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menjaga kerukunan dan keamanan wilayah. Diharapkan semangat sinergitas ini terus dipelihara, dan peran Babinsa sebagai ujung tombak pertahanan wilayah semakin kuat dan menginspirasi.

Pendampingan Babinsa di Sawah: Serka Henki Latih Petani untuk Hasil Panen Optimal di Plaosan

Sidoarjo,- Embun pagi masih membasahi pucuk-pucuk padi yang mulai tumbuh di hamparan sawah Dusun Pendem, Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Tepat pukul 10.00 WIB, Jumat(30/05/2025), suasana sawah tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah geliat para petani yang sibuk menyiapkan benih, tampak sosok Serka Henki Hendra, Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu, menyatu bersama mereka. Bukan sekadar hadir, namun turut bekerja bahu-membahu, menyemai harapan untuk kemandirian pangan daerah.

Kehadiran Babinsa bukan hanya simbol dukungan TNI AD terhadap sektor pertanian, melainkan bagian dari gerakan nyata mewujudkan ketahanan pangan dari tingkat akar rumput. Program ini menyasar lahan seluas ± 25 hektar yang dikelola oleh kelompok tani setempat, dengan varietas unggulan yang dipilih—benih padi Ciherang—dikenal dengan produktivitas tinggi dan ketahanan yang baik terhadap hama serta penyakit.

Proses penyemaian benih diawali dengan seleksi ketat. Setiap butir benih Ciherang disortir secara manual untuk memastikan terbebas dari kotoran, hama, dan gejala penyakit. Hanya benih dengan tingkat daya kecambah minimal 90% yang digunakan.

Selanjutnya, benih direndam dalam larutan organik berbasis pupuk hayati selama 12 jam. Proses ini merangsang pembentukan akar yang kuat serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit sejak awal pertumbuhan.

Penyemaian dilakukan di bedengan seluas ± 0,5 hektar hingga bibit tumbuh mencapai tinggi ideal 15–20 cm. Dalam fase ini, Serka Henki turut memberikan pelatihan teknis kepada petani, termasuk pembuatan pupuk kandang cair dari limbah ternak dan penerapan metode Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) yang ramah lingkungan.

Tak hanya berbagi ilmu, Serka Henki juga hadir sebagai pendengar dan penyemangat. Bapak Poniman, Ketua Kelompok Tani, menuturkan dengan mata berbinar “Pendampingan dari Pak Henki membuat kami lebih percaya diri. Ilmu baru kami dapat, semangat baru pun tumbuh. Kini kami yakin panen akan lebih baik dari sebelumnya.”

Di sela kegiatan, diskusi ringan penuh keakraban terjadi. Para petani saling bertukar pengetahuan tradisional serta berdiskusi soal strategi menjaga kesuburan lahan secara berkelanjutan—semua berlangsung dalam nuansa gotong royong yang kental.

Menurut Serka Henki, target hasil panen yang ingin dicapai adalah 7–8 ton per hektar. Jika terealisasi, capaian ini tidak hanya menjawab kebutuhan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani Desa Plaosan.

Program ini dirancang tidak berhenti pada panen pertama. Akan dilakukan Monitoring Rutin: Setiap dua minggu, Babinsa dan penyuluh pertanian melakukan pengecekan perkembangan tanaman. Pelatihan Pascapanen: Petani akan dibekali keterampilan pengolahan gabah, standar mutu beras, hingga strategi pemasaran beras kualitas premium. Evaluasi dan Penanaman Ulang: Hasil panen pertama menjadi dasar analisis untuk pemilihan varietas dan strategi musim tanam selanjutnya.

Model keberhasilan dari Plaosan direncanakan menjadi pilot project bagi wilayah binaan Koramil 0816/13 lainnya, dengan harapan desa-desa lain bisa meniru langkah yang telah terbukti efektif ini.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang tumbuh di tengah sawah. Dengan tekad bersama dan semangat kolaboratif, Desa Plaosan melangkah pasti menuju cita-cita besar: swasembada pangan yang kuat, lestari, dan menyejahterakan.

Kisah Sukses Petani Klurak: Pendampingan Babinsa Meningkatkan Hasil Panen hingga 20%

Sidoarjo, 30 Mei 2025 – Dalam mendukung pertanian yang terus menghadapi tantangan perubahan iklim, hama, dan modernisasi teknologi, kehadiran sosok Babinsa dengan pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan. Hal inilah yang tercermin dari peran aktif Sertu Hendra Rudi Hartono, Babinsa Koramil 0816/02 Candi, dalam mendampingi petani di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Selama musim tanam tahun ini, Sertu Hendra mendampingi Kelompok Tani “Makmur Jaya” yang diketuai oleh Bapak Masuji, dalam mengelola 3 hektar sawah di Dusun Klurak. Pendampingan ini tidak sekadar bersifat teknis, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan sosial para petani, sehingga menghasilkan peningkatan signifikan dalam produktivitas maupun semangat kerja petani setempat. “Tugas kami tidak berhenti pada pengamanan wilayah. Kami hadir untuk membantu masyarakat, khususnya petani, agar semakin berdaya dan mandiri dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Sertu Hendra dengan penuh semangat.

Pengelolaan Drainase dan Kontur Tanah: Mengidentifikasi pola aliran air untuk mencegah genangan dan memaksimalkan penyerapan air pada masa tanam, Menggabungkan bajak mesin dan tradisional untuk efisiensi kerja, tanpa mengurangi kualitas tanah, Bekerja sama dengan PPL Dinas Pertanian untuk menyediakan benih padi Inpari 32 yang tahan hama dan memiliki potensi hasil tinggi, Para petani melakukan uji awal benih di polibag untuk menjamin kualitas, sebelum ditanam secara massal, Pola Tanam Jajar Legowo: Teknik ini mampu meningkatkan jumlah anakan produktif hingga 15–20% per rumpun, Pupuk Organik Fermentasi: Memanfaatkan limbah jerami dan kotoran ternak untuk membuat pupuk cair organik, menjaga kesuburan tanah jangka panjang, Pengendalian Hama Berbasis Hayati: Dilakukan penyemprotan hayati berbasis mikroba yang aman bagi lingkungan.

Sentuhan Humanis dalam Setiap Langkah
Pendampingan yang dilakukan Sertu Hendra tidak hanya terpaku pada teknik budidaya. Ia kerap mengajak para petani untuk berdiskusi santai di sela-sela aktivitas—berbagi kisah keluarga, mengenang cara tanam tradisional, hingga sekadar bercanda untuk mencairkan suasana. “Lebih dari sekadar pendampingan teknis, kami membangun kepercayaan dan semangat petani. Saat hati mereka tenang dan bahagia, produktivitas ikut meningkat,” tutur Hendra sambil tersenyum.

Keberhasilan metode pendampingan ini terlihat dari peningkatan hasil panen yang mencapai rata-rata 20% lebih tinggi dibanding musim sebelumnya. Bapak Masuji mengakui bahwa pendekatan sederhana namun konsisten ini membawa perubahan signifikan. “Dulu kami sempat bingung menghadapi serangan hama dan kesuburan tanah yang menurun. Tapi berkat arahan Pak Hendra, kami kembali percaya diri. Hasil panen naik, harapan kami pun tumbuh,” ungkapnya.

Manfaat Jangka Panjang dan Dampak Sosial
Pendampingan ini bukan hanya berdampak pada panen, tapi juga menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong antarwarga. Produktivitas Naik: Rata-rata hasil panen meningkat 20% dibanding musim lalu.

Peningkatan Kemandirian Pangan: Desa Klurak menjadi contoh bagi desa lain dalam menerapkan pola pendampingan yang menyatu dengan budaya lokal. Solidaritas Sosial: Semangat gotong-royong semakin hidup, terlihat dari keterlibatan masyarakat mulai dari proses tanam hingga panen. Kisah sukses di Klurak ini membuktikan bahwa keterlibatan TNI AD, khususnya Babinsa, dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan desa. Dengan pendekatan yang penuh kepedulian dan kolaboratif, sektor pertanian lokal mampu bangkit dan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. “Kami berharap pola pendampingan seperti ini bisa diterapkan di desa-desa lain di wilayah Kabupaten Sidoarjo, sehingga petani makin mandiri dan sejahtera,” tutup Sertu Hendra.

Penanganan Cepat Banjir Rob: Dandim 0816 dan Bupati Sidoarjo Evaluasi Kondisi Tanggul dan Aliran Sungai

Sidoarjo, 30 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kodim 0816/Sidoarjo menunjukkan respons cepat dan sinergi yang kuat dalam menangani dampak banjir rob yang melanda kawasan Tambak Kalang Anyar, Kecamatan Sedati. Pada Jumat pagi, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., meninjau langsung aliran Sungai Kalitikung hingga muara Curah Ombo untuk mengevaluasi kondisi pasca-rob.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan melanjutkan peninjauan menggunakan perahu karet untuk menyusuri aliran sungai. Fokus utama peninjauan adalah memantau kondisi tanggul, pintu air, dan titik-titik rawan masuknya air laut. Setibanya di Muara Curah Ombo yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa, tim melakukan pengukuran ketinggian air dan memeriksa kekuatan struktur tanggul secara menyeluruh.

Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos., menyampaikan bahwa kerusakan tanggul yang ditemukan membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor. “Kami mendapati adanya keretakan pada beberapa bagian tanggul dan pintu air yang perlu segera diperkuat. Ke depan, TNI akan bersinergi dengan BPBD serta Dinas PU untuk melakukan perbaikan dan menyiapkan pompa cadangan di lokasi-lokasi rawan,” jelasnya.

Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa penanganan banjir rob tidak cukup hanya dengan perbaikan fisik, melainkan juga memerlukan pendekatan jangka panjang. “Peninjauan ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami. Pemkab berkomitmen mendukung langkah-langkah mitigasi bencana secara berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi pasang laut di masa depan,” tegasnya.

Beberapa langkah yang telah dirancang antara lain: Rehabilitasi Tanggul oleh Dinas PU Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Drainase (PU BMSDH), yang akan segera merancang perbaikan struktural di titik-titik kritis, Pemasangan Pompa Cadangan oleh BPBD bekerja sama dengan Koramil setempat sebagai antisipasi lonjakan debit air Pelatihan Kesiapsiagaan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam bentuk workshop mitigasi banjir rob di desa-desa pesisir untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.

Dengan kolaborasi erat antara TNI, Pemkab, Polri, serta masyarakat, upaya penanggulangan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah pesisir Sidoarjo. “Sinergi inilah yang menjadi kekuatan utama kita dalam menghadapi tantangan bencana ke depan,” pungkas Letkol Inf Dedyk.

Babinsa Jatibanteng Terlibat dalam Renovasi Fasilitas Pendidikan, Tingkatkan Kualitas Belajar Santri

Situbondo – Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan dan pembangunan fasilitas keagamaan, Babinsa Koramil 0823-14/Jatibanteng Serda Adi Wahyu Jutrisno melaksanakan kegiatan kerja bakti dalam rangka renovasi Madrasah Diniyah Al-Ikhlas Takmiliyah yang ” Produktif ” bertempat di Kp. Setimbo RT 01 RW 02, Desa Jatibanteng, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jumat (30/05/2025).

Kegiatan kerja bakti tersebut diikuti oleh kurang lebih 20 orang yang terdiri dari aparat desa, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dusun Setimbo, Abdul Wahid, serta pengasuh Madrasah Diniyah Al-Ikhlas, Ustadz Jalaludin, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan TNI dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat.

Serda Adi Wahyu Jutrisno menyampaikan bahwa keterlibatan dirinya sebagai Babinsa adalah bagian dari upaya TNI untuk terus menjalin kemanunggalan dengan rakyat. “Kami hadir untuk membantu dan memberikan semangat gotong royong kepada masyarakat dalam membangun fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda,” ujarnya di sela kegiatan.

Renovasi madrasah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi para santri. Selain sebagai bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah binaan Koramil 0823-14/Jatibanteng.

Ketegasan dan Kemanusiaan: Mayor Eko Sudarto Tunjukkan Kepedulian pada Korban Bencana.

Madiun, – Di balik disiplin dan ketegasannya sebagai prajurit TNI, tersimpan sisi kemanusiaan dan jiwa sosial yang begitu tulus. Mayor Clp Eko Sudarto yang kesehariannya menjabat sebagai Kapenrem 081/DSJ adalah contoh nyata dari sosok prajurit bertangan baja tapi berhati mulia.

Sisi kemanusiaan dan jiwa sosial yang kerap ditunjukkannya pun mampu menginspirasi banyak orang di sekelilingnya.

Salah satu aksinya yang menonjol adalah pada saat penanganan bencana longsor di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dan perbaikan tanggul jebol di Desa Jetis akibat banjir bandang yang terjadi di Ponorogo beberapa waktu lalu.

Meski saat itu tengah dihadapkan tugasnya untuk meliput kedua kegiatan tersebut, namun ia tidak berpangku tangan dan ikut bergotong-royong bersama para prajurit TNI, aparat kepolisian, dan masyarakat lainnya.

Eko menyebut, aksi yang dilakukannya itu hanya spontanitas yang dilandasi oleh rasa kemanusiaan terhadap sesama dan kepeduliannya sebagai prajurit TNI.

“Kemarin itu (pada saat penanganan longsor dan perbaikan tanggul jebol) spontan saja. Jujur sebagai manusia biasa dan sebagai seorang prajurit, tentunya kita tidak bisa hanya berdiam diri jika ada kesulitan di sekitar kita,” kata Eko saat dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025).

Terlebih sebagai prajurit TNI, Eko mengaku juga dituntut untuk selalu hadir dan mampu mengatasi berbagai kesulitan di tengah-tengah masyarakat.

Melalui kepedulian yang dilakukan, Pamen TNI AD itu merasa mendapatkan kebahagiaan tersendiri jika dapat berbuat sesuatu untuk membantu orang lain.

“Hati itu rasanya senang, bahagia, kalau kita bisa berbuat sesuatu bagi orang lain. Nikmatnya sungguh luar biasa dan hati kita menjadi tenang,” sebutnya.

Lebih dari itu, Eko pun mengaku bangga jika dapat terlibat langsung dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.

“Tentunya sedikit banyak kita banggalah, bersyukur kita masih bisa berguna bagi orang lain. Bagi saya ini sungguh perasaan yang tak ternilai,” ujarnya.

Babinsa Laksanakan Pendampingan Petani, Dukung Upaya Peningkatan Produksi Pertanian

Ponorogo,- Dalam pelaksanaan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga desa binaan, berbagai kegiatan bisa dilakukan oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0802/Ponorogo baik itu dalam bentuk kerja bakti, pendampingan pendampingan atau sekedar anjangsana dan silaturahmi, Jumat (30/05/2025).

Seperti dilakukan Sertu P. Dwi anggota Koramil Tipe B 0802/03 Babadan, Kodim 0802/Ponorogo yang hari ini melaksanakan kegiatan pendampingan dan pegawalan terhadap petani di wilayah desa binaan (Kelurahan Kertosari) Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.

“ Pendampingan dan pengawalan terhadap petani ini merupakan salah satu kegiatan Komsos yang terus kami lakukan di wilayah desa binaan dan ini juga sebagai salah satu bentuk kerjasama kami dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, “ kata Sertu P. Dwi.

“ Dengan terus aktif berada di tengah warga dan membantu masyarakat pada setiap kegiatan termasuk pendampingan petani mulai dari tabur benih, penyiapan lahan tanam seperti sekarang ini sampai tahap penanaman, perawatan hingga panen, ini juga sebagai salah satu wujud kepedulian kami dalam meningkatkan kesejahteraan para petani terutama yang ada di wilayah desa binaan, “ terang Babinsa Kelurahan Kertosari.

Peduli Kemanusiaan: Dandim 0811/Tuban Salurkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

TUBAN, – Wujud peduli kemanusiaan kepada sesama, Komandan Kodim 0811/Tuban, Letkol Inf Dicky Purwanto, S. Sos., M.I.P., memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir luapan sungai bengawan solo bertempat di lokasi bencana banjir di Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Jumat, (30/05/2025).

Komandan Kodim 0811/Tuban, Letkol Inf Dicky Purwanto, S. Sos., M.I.P., mengatakan bahwa kegiatan pemberian paket sembako kepada korban banjir akibat luapan sungai bengawan solo yang dilakukan ini merupakan wujud bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan.

“Selain memberikan bantuan sembako juga melakukan kegiatan memonitor lokasi bencana banjir,” terang Dandim.

Dandim menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami musibah, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban yang mengalami musibah banjir.

“Kami berharap mudah-mudahan Kabupaten Tuban tidak ada lagi banjir, aman dan kondusif dan warga dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala,” pungkasnya.

Sementara itu beberapa orang warga yang menerima bantuan sembako terlihat kegembiraannya karena pada saat terkena musibah banjir, dari Kodim 0811/Tuban masih peduli dengan sigap dan cepat untuk memberikan bantuan serta pertolongan.

Jumat Bersih: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bersama Warga Ciptakan Lingkungan Bersih di Blitar

Blitar – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, Babinsa Kelurahan Pakunden Koramil 0808/01 Sukorejo Kodim 0808/Blitar Koptu Slamet Prasetiyo bersama Bhabinkamtibmas dan warga RT. 01 RW. 05 Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan di sepanjang Jl. Kali Porong, Jumat (30/5/2025).

Kegiatan bertajuk Jumat Bersih ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga yang selama ini jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh masyarakat dan pemuda, termasuk Ketua RW. 05 yang ikut aktif memimpin jalannya kerja bakti.

Babinsa Koptu Slamet Prasetiyo menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial dan membangun kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, momen seperti ini penting untuk mempererat tali silaturahmi agar semangat gotong royong tetap terjaga,” ujar Babinsa.

Bapak Totok ketua RW. 05 yang juga tokoh masyarakat setempat menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membawa dampak positif, baik dari sisi lingkungan maupun sosial.

“Dengan lingkungan yang bersih, tentu akan lebih sehat dan nyaman. Dan yang tak kalah penting, kerja bakti seperti ini mempererat hubungan antar warga, meningkatkan kekompakan dan rasa saling peduli,” ujarnya.

Sementara itu ditemui terpisah Danramil 0808/01 Sukorejo Kapten Inf. Moch Adchiyak, mengapresiasi semangat warga Kelurahan Pakunden yang aktif dalam menjaga lingkungan.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kolaborasi antara TNI, Polri dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan harmonis. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan di wilayah lain juga,” kata Danramil.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah sederhana di halaman warga menandai suksesnya pelaksanaan jumat bersih yang penuh semangat gotong royong dan kebersamaan.