Sosok Simpel, Humanis dan tidak membeda-bedakan orang

SURABAYA. Pendam V || Padahal sekarang beliau sudah menyandang bintang dua di pundaknya. Naik satu bintang saat saya mengenalnya di Palu.

Ya, beliau adalah Mayjen Farid yang saya maksud ini adalah Mayjen TNI Farid Makruf. Pria kelahiran Madura, 6 Juli 1969, ini sekarang menjadi Pangdam V Brw.

Dulu, saya mengenalnya saat Mayjen Farid menjadi Danrem 132/TDL yang berada di bawah naungan Kodam XIII/Mdk. Markasnya di Palu, Sulawesi Tengah.

Dari saat mengenal hingga sekarang, beliau ini tidak berubah. Tetap apa adanya dan juga tidak neko-neko.

Nah, yang tidak neko-neko ini luas maknanya. Orang Jawa Timur biasa mengartikan berjalan lurus. Kalau orang Sulawesi seperti saya ini mengartikan tidak pernah bengkok jalannya. Tegak lurus.

Saat bertugas di Palu dulu beliau ini juga tidak pernah neko-neko. Padahal banyak sekali peluang neko-neko di sana. Tapi sampai selesai masa jabatan, beliau tidak pernah sekalipun neko-neko itu. Kami semua jurnalis di Palu pun tahun itu. Kami menghormatinya.

Saat bertugas di Palu, ia dikenal sebagai pemburu sisa-sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Ia turun langsung ke lapangan bersama prajuritnya mengejar Ali Kalora cs.

Setelah bertugas di Poso, Mayjen Farid kemudian mendapat promosi menjadi Direktur Pendidikan dan Latihan Pusat Teritorial Angkatan Darat pada 2021-2022.

Pada 2022, kemudian dipromosikan lagi menjadi Wairjen TNI. Kemudian pada 17 Oktober 2022 Mayjen Farid Makruf menjadi Pangdam V Brawijaya hingga saat ini.

Nah, saat di Kodam V Brawijaya ini pun beliau tak berubah. Dan tak pernah neko-neko dengan jabatannya. Apalagi sampai menyelewengkannya.

Saya bahkan menanyakan langsung ke beliau. “kenapa gak ada yang berubah dari sikap Jenderal, padahal jabatan sekarang sudah Pangdam?”

Beliau pun menjawab singkat. “Fa, apa yang harus membuat saya berubah. Jabatan ini hanya titipan dari Allah,” jawabnya.

Maka, ketika banyak serangan yang ingin menjatuhkannya, Mayjen Farid santai saja. Dibuat senyum saja.

Saya pun tahu itu. Bagaimana ia neko-neko, rumahnya pun masih sangat sederhana. Kehidupannya juga tak berlebihan.

Namun begitulah hidup. Dijalani dengan benar, tegak dan lurus aja masih ada yang tidak suka. Apalagi yang dijalani neko-neko.

Humanis dalam Kerja dan Anggap Anggota Setara

Sebelum bertugas sebagai Danrem 132/TDL, Mayjen Farid pernah menjadi Danrem 162/Wira Bhakti, Mataram 2016-2018. Dengan berbagai jabatan strategis yang beliau emban serta sangarnya saat menumpas teroris di Poso, ternyata juga memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh.

Beberapa waktu lalu, saat dirinya masih menjadi Danrem 162/Wira Bhakti, Mataram, dirinya selalu menyampatkan diri untuk mengunjungi para orang tua penghuni panti Sosial Tresna Werdha Puspa Karma yang berada di jalan Majapahit Kota Mataram.

Dari kunjungannya tersebut, beliau berinisiatif untuk membantu mereka. Khususnya menjaga kesehatan para penghuni panti tersebut. Itu beliau lakukan mengingat para orang tua ini merupakan sesepuh yang membutuhkan perhatian serius.

“Saya dulu punya panti jompo di Mataram. Kerjaan saya kalau lagi senggang menemui para orang tua yang ada di Panti Jompo dan mengajak mereka bercanda. Saya punya orang tua yang usianya sama dengan mereka. Jadi, saat saya bertemu mereka di sana, saya merasa seperti bertemu kedua orang tua saya,” ujarnya.

Tidak hanya peduli kepada sesepuh. Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu, merasa trenyuh jika mendengar kabar ada anggotanya yang sedang dilanda musibah atau sakit. Hal itu dibuktikan saat Bang Farid mendengar kabar ada anggotanya yang sakit menahun.

Sontak saja, dia yang masih memakai baju koko dan kopiah hitam usai shalat Idul Fitri pada Sabtu, 22 April 2023, bersama istrinya Shally Farid Makruf dan PJU lainnya langsung mengunjungi kediaman Kopral Satu Agus Winarto. Koptu Agus adalah anggota Yonif 500/Sikatan, yang mengalami cedera tulang punggung sejak tahun 2003 silam.

Agus adalah prajurit TNI yang cedera tulang punggung saat latihan pembentukan pertama Yonif Raider 500/Sikatan pada 2003. Dia terjatuh ke jurang di Desa Sempol tak jauh dari kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi. Praktis sejak saat itu, ia tak bisa berdinas sebagaimana mestinya.

Baru-baru ini juga. Saat memberi pengarahan kepada Dansat Jajaran Kodam V Brw, meminta Dansat jajaran Kodam V Brw untuk melaporkan kepada dirinya jika ada anggotanya yang sakit. Informasi itu Ia minta dilaporkan setiap dua minggu sekali.

“Saya minta setiap dua minggu sekali kalian kumpulkan semua anggota jajaran kita yang sedang sakit. Saya mau video call langsung kepada mereka. Saya ingin memberikan motivasi dan ingin mengetahui kondisi dan apa kebutuhan mereka,” tegasnya yang disambut hangat oleh Dansat Jajaran Kodam V Brw.

Hal-hal lain yang menggambarkan sisi humanis Mayjen Farid adalah, saat ia melakukan kunjungan kerja.
Dengan teliti memastikan semua anggotanya sudah makan. Kedua bola matanya akan menyisir siapa-siapa saja yang belum makan. Kalau mengetahui ada anggotanya yang belum makan pasti akan mendapat omelan darinya.

Tak mengenal pangkat dan jabatan, kalau urusan makan. Semuanya harus makan bersama. Mulai dari driver, spri, hingga PJU yang sedang bersamanya harus bersama-sama mengisi perut saat tiba jam makan pada kunjungan kerjanya.

Beliau pun tak ingin menu yang dimakannya dibedakan dengan apa yang dimakan anggotanya.

“Kalau urusan makan, kita semua setara. Apa yang saya makan, anggota saya juga harus menikmatinya,” ujarnya.

Saya sendiri sudah mengenal Pangdam V Brw sejak tahun 2020 silam, sejak menjadi Danrem 132/TDL. Sekarang sudah sekitar tujuh bulan saya ikut meliput setiap kegiatan Pangdam, saya tidak merasakan ada hal yang berubah dari sikap sederhananya saat menjadi Danrem dan sekarang menjadi Pangdam.

Perlakuannya sama kepada semua orang. Tetap ramah. Sederhana. Mudah tersentuh, tidak tegaan.

Apalagi jika melihat ada ibu-ibu renta meminta bantuannya kemudian mengeluarkan air mata. Ia pasti langsung tersenyuh dan hatinya meleleh.

Itulah Mayjen Farid. Di balik ketegasan dalam kerjanya juga punya hati yang sangat lembut.

Setengah tahun lebih membersamainya di Surabaya, tak ada yang berubah. Tetap Mayjen Farid yang dulu.

Kadang saya pun yang sudah menganggapnya sebagai orang tua angkat dengan konsistensi dan keistiqamahannya. Entah thariqat istiqamah apa yang dijalaninya, mungkin suatu saat saya akan berguru serius pada beliau.

Pangdam V/Brw hadiri peresmian Monumen Pesawat Hawk-209 (TT-0229) di Madiun

MADIUN. PendamV || Monumen Pesawat Hawk-209 (TT-0229) ini diresmikan langsung oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Yudho Margono. Turut hadir juga Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Pangdam V/Brw Mayjen TNI Farid Makruf dan para PJU TNI lainnya.

Panglima TNI berharap dengan didirikan monumen tersebut, semoga anak- anak kita yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa dapat melihat monumen ini, supaya tahu, paham dan menjadikan edukasi bagi mereka agar timbul rasa Nasionalisme, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

Pangdam V/Brw sambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo dan Ibu di Bandara Juanda

SURABAYA. Pendam V || Pangdam V/Brw, Kapolda Jatim dan Pangkoarmada II menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara dalam rangka Open Ceremony Piala Dunia U-17 Tahun 2023 di Gelora Bung Tomo Surabaya. Momen ini adalah penghormatan bagi Indonesia sebagai tuan rumah acara olahraga prestisius ini. Pangdam V/Brw bersama dengan seluruh jajaran TNI, Polri dan Stakeholder terkait siap menjaga kondusifitas, keamanan dan kelancaran acara ini. Kebersamaan dan semangat patriotisme akan terpancar dalam momen spesial ini, menunjukkan kemampuan kita dalam menghelat event dunia. Pangdam V/Brw menekankan laksanakan tugas kehormatan ini dengan profesional. Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik kepada Presiden RI dan Ibu serta menyaksikan kompetisi sepak bola tingkat dunia. Pungkasnya.

Kasdam V/Brw mewakili Pangdam V/Brw mendampingi Asops Panglima TNI melaksanakan Riksiapops Yonzipur 5/ABW

SURABAYA. PendamV || Asops Panglima TNI Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad ,S.I.P. didampingi Kasdam V/Brw Brigjen TNI Niko Fahrizal melaksanakan kunjungan ke Yonzipur 5/ABW dalam rangka pemeriksaan, kesiapan Satgas Yonzipur 5/ABW yang akan dipersiapkan melaksanakan tugas Pamtas RI-PNG kewilayahan di provinsi Papua.

Asops Panglima TNI Mayjen TNI Muhamnad Nur Rahmad ,S.I.P. pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa secara umum Satgas Yonzipur 5/ABW ini siap melaksanakan tugas.
Saat ini statusnya Siaga sewaktu-waktu siap diberangkatkan.
Asops Panglima TNI juga
mengucapkan selamat melaksanakan tugas, laksanakan tugas ini dengan rasa tanggung jawab, selalu waspada, jangan lengah, karena kelengahan awal dari kehancuran, kehancuran mengakibatan kekalahan dan penderitaan. Jaga kesehatan, kekompakan, waspada selalu siap setiap saat kemungkinan sesuatu akan terjadi.

Semangat Hari Pahlawan, Pangdam V/Brw menghadiri Peringatan Hari Pahlawan di Tugu Pahlawan

SURABAYA. PendamV || Di tengah semangat yang membara, Pangdam V/Brw dan Ibu dengan penuh kehormatan hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 di Tugu Pahlawan Surabaya. Momen bersejarah ini juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, dan Pangkoarmada II. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, tema tahun ini adalah “Semangat Pahlawan Untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan.”

Terinspirasi oleh jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan negara ini, kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan semangat yang terus hidup di dalam diri setiap insan Indonesia, yang tidak hanya berjuang dalam pertempuran fisik, tetapi juga dalam memerangi masalah sosial seperti kemiskinan dan kebodohan. Mari kita bersatu melawan kemiskinan dan kebodohan dengan memperkuat pendidikan dan membangun ekonomi yang inklusif. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan cita-cita para pahlawan. Selamat Hari Pahlawan. Semangat mereka dalam setiap langkah kita menuju masa depan yang lebih baik

Pangdam V/Brw turun kelapangan mengecek langsung kesiapan pasukan pengamanan (Pam) VVIP

SURABAYA. PendamV || Mayjen TNI Farid turun ke lapangan mengecek kesiapan Satgas Pam VVIP kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo dan Ibu pada pembukaan Piala Dunia U17 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Pangdam V/Brw memberikan penekanan kepada para prajurit yang terlibat persiapan Pam VVIP. Beliau menekankan pentingnya kesiapan personel dan materiel yang tergelar. Jenderal bintang dua tersebut menekankan kepada prajuritnya bahwa tugas adalah kehormatan, laksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab dan profesional untuk menjamin kelancaran dan keamanan acara tersebut. Ini adalah peristiwa bersejarah dan TNI, Polri dan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Pam VIIP Dam V/Bjw siap untuk menjaga kondusifitas dan kelancaran acara event Internasional di Surabaya ini.

Tasyakuran Kogartap III/SBY dihadiri Pangdam V/Brw

SURABAYA. PendamV ||Pangdam V/Brw selaku Dankogartap III/SBY menghadiri acara tasyakuran dalam rangka perayaan HUT ke-51 Kogartap III/SBY di Makogartap III Genteng Surabaya.

Perayaan ini merupakan momen istimewa yang menggambarkan perjalanan panjang dan prestasi gemilang Kogartap III/SBY dalam melaksanakan tugas-tugas strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Surabaya.

Pangdam V/Brw dengan penuh kebanggaan hadir dalam acara ini untuk memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh anggota Kogartap III/SBY atas dedikasi dan pengabdian luar biasa.

Atas kepemimpinan yang kuat dan profesionalisme yang tinggi, Kogartap III/SBY telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Dalam tasyakuran ini, Pangdam V/Brw bersama-sama dengan seluruh pejabat dan anggota Kogartap III/SBY menuangkan doa syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Kogartap III/SBY akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Surabaya.

Selamat ulang tahun yang ke-51 Kogartap III/SBY, semoga tetap mengukir keberhasilan dan terus berjaya di masa yang akan datang.

Pangdam Brawijaya Ingatkan Prajuritnya Jaga Netralitas pada Pemilu 2024

SURABAYA – Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengingatkan kembali seluruh anggota TNI di bawah komando Pangdam Brawijaya, untuk menjaga netralitas sebagai prajurit menjelang Pemilu 2024.

“Netralitas adalah salah satu nilai fundamental yang harus dipegang teguh oleh prajurit TNI, dan ini harus tetap menjadi prioritas kita,” tegas Pangdam Brawijaya saat memberikan pengarahan kepada Dansat Kabalakdam beserta istri Jajaran Kodam V/Brw di Balai Prajurit Kodam V/Brw.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengingatkan kembali seluruh anggota TNI di bawah komando Pangdam Brawijaya, untuk menjaga netralitas sebagai prajurit menjelang Pemilu 2024.

Menurut Pangdam Brawijaya, dalam menjaga netralitas, anggota TNI tidak boleh melibatkan diri secara langsung atau tidak langsung dalam aktivitas kampanye politik untuk siapapun juga.

“Kita harus menghindari ikut campur dalam proses pemilu, baik melalui tindakan, perkataan, ataupun sikap yang bisa mempengaruhi pandangan politik atau pilihan calon tertentu,” ucapnya.

Lanjutnya, netralitas juga berarti kita harus menjauhkan diri dari segala bentuk intervensi politik atau pengaruh yang dapat membahayakan kepentingan nasional.

Menurut Pangdam Brawijaya, TNI harus selalu mengutamakan kepentingan negara di atas segala hal. Oleh karena itu, tidak ada tempat bagi prajurit TNI dalam melakukan tindakan yang bisa mengarah pada partisan politik atau sikap yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap netralitas akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kita harus siap menerima konsekuensi dari tindakan yang melanggar prinsip-prinsip netralitas ini,” tegasnya

Sebagai prajurit TNI, lanjutnya, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga integritas dan kredibilitas institusi TNI di mata masyarakat, sehingga wujud dari netralitas kita dapat dipercaya. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam hal ini.

“Saya menyerukan kepada seluruh anggota TNI di bawah komando Pangdam V Brawijaya untuk menghayati dan melaksanakan penegasan ini dengan sebaik-baiknya, agar kita tetap menjadi kekuatan yang netral, profesional, dan dipercaya oleh bangsa dan negara,” serunya.

Pangdam V/Brw bersama Prajurit melaksanakan Apel Gelar Kesiapan PAM Pemilu 2024 TNI AD TA 2023 dipimpin Kasad Jenderal TNI Agus Subiyanto

Kasad mengatakan bahwa tugas pokok TNI AD tidak terlepas dari dinamika perkembangan strategis baik dalam lingkup global, regional maupun Nasional yang kompleks dan dinamis, hal ini menuntut TNI AD salah satu garda terdepan harus memiliki tingkat kesiapsiagaan yang optimal, sehingga siap menjalankan amanat tugas dari negara kapanpun dan dimanapun dibutuhkan, sesuai Misi TNI Angkatan Darat yang PRIMA. Yaitu Profersional, Reponsif, Integratif, Modern dan Adaptif. Oleh karena itu Apel Gelar Pasukan ini memiliki makna yang sangat Penting, salah satu bentuk untuk mengukur kesiapsiagaan Satuan TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas.

Kita sebagai bagian dari Integral TNI yang merupakan kompunen Utama Pertahanan Negara khususnya TNI Angkatan Darat dalam mengawal pesta demokrasi kedepannya,
Saya memastikan bahwa TNI AD menjunjung tinggi komitmen Netralitas dalam menghadapi tahun poliktik 2024, sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang NO:34 tahun 2004 tentang TNI dan Undang-Undang NO: 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Diakhir sambutannya Kasad menegaskan bahwa , Semua Prajurit agar selalu memegang teguh disiplin, dengan memahami rantai komando yang efektif dan efesian sehingga tugas pengamanan terlaksana dengan baik, jangan lengah, tingkatkan kepekaan terhadap segala kemungkinan yang dapat dimanfaatkan pihak lain.
Jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan kordinasi secara Optimal dengan seluruh unsur terkait dalam tugas pengamanan, laporkan dengan segera bila terjadi kejanggalan dalam pelaksanaan tugas.

Hadir Apel kegiatan tersebut dilingkungan Kodam V/Brw yaitu Kasdam V/Brw, Irdam, Kapoksahli Pandam dan PJU Kodam V/Brawijaya.

Panglima TNI dan Pangdam Brawijaya Nobar Wayang Kulit Bareng Santri dan Masyarakat

Pasuruan – Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono terus berlanjut. Setelah sebelumnya menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Mojokerto dan Bangkalan, kunjungan itu kali ini berlanjut ke Pasuruan.

Di Pasuruan, Panglima TNI dan Pangdam V/Brawjiaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. menyaksikan pagelaranan wayang kulit di Ponpes Ngalah. Wayang kulit bertemakan Wiroto Purwo itu, diyakini mampu meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal dan mitologi Indonesia.

“Melalui cerita ini, kita dapat belajar tentang pengorbanan, keberanian dan pencarian jati diri yang mendalam. Terutama dalam konteks sinergitas TNI, Polri, Santri dan masyarakat,” kata Pangdam. Sabtu (02/09/2023).

Tak hanya itu, Pangdam meyakini terdapat banyak makna dari gelaran wayang kulit tersebut, diantaranya nilai-nilai filosofis yang bisa dijadikan panutan sehari-hari.

“Pagelaran ini juga sebagai implementasi niat kita bersama untuk mewariskan budaya luhur melalui pewayangan kepada generasi penerus,” jelas Mayjen TNI Farid Makruf.

Pangdam berharap, adanya gelaran wayang kulit tersebut nantinya bisa memberikan kontribusi besar dalam melestarikan seni wayang kulit di Indonesia.

“Pagelaran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan, kerjasama dan toleransi antara TNI, Polri, Santri dan masyarakat,” kata Pangdam.

Untuk diketahui, beberapa hal juga disampaikan oleh Panglima TNI sebelum dimulainya gelaran wayang kulit tersebut.

Diantaranya, mengajak masyarakat untuk lebih mencintai budaya dan tradisi leluhur, demi melestarikan budaya bangsa Indonesia, dan dalam kesempatan itu pula Panglima TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mensukseskan dan menjaga kondusifitas wilayah dalam rangka menyambut pesta demokrasi atau Pemilu tahun 2024 mendatang.