Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lahan BTP dan YTP di Situbondo, Percepat Pembangunan untuk Ketahanan dan Kesejahteraan Masyarakat

SITUBONDO – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan lahan Brigif Teritorial Pembangunan dan Yonif Teritorial Pembangunan (BTP dan YTP) di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani, kejaksaan, DPRD, serta perwakilan kelompok tani hutan.

Kunjungan kerja ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan BTP dan YTP di wilayah Kabupaten Situbondo yang menjadi salah satu program strategis nasional bidang pertahanan dan pemberdayaan wilayah. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya dengan penanggung jawab Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, S.Kom., M.Han.

Setibanya di lokasi, Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan disambut oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Dandim 0823/Situbondo, Kapolres Situbondo, Danpuslatpur Marinir 5 Baluran, Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya, serta unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Agenda pertama kegiatan diisi dengan paparan Dandim 0823/Situbondo mengenai rencana pembangunan BTP dan YTP Situbondo. Dalam paparannya dijelaskan perkembangan tahapan pembangunan, kondisi lahan, serta berbagai aspek yang perlu disiapkan guna mendukung kelancaran realisasi proyek strategis tersebut.

Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Situbondo. Ia menilai lokasi yang diproyeksikan sebagai kawasan pembangunan BTP dan YTP telah memenuhi sejumlah persyaratan penting, baik dari sisi luas lahan, kondisi geografis, maupun aspek keamanan lingkungan.

“Alhamdulillah pagi ini kita bisa berkumpul di lokasi pembangunan BTP dan YTP Situbondo. Secara umum saya lihat sudah sesuai dengan keinginan pimpinan pusat. Lokasi ini juga sangat strategis dan aman dari potensi bencana alam,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Agenda kedua difokuskan pada pembahasan berbagai aspek pendukung pembangunan, termasuk penyelesaian persoalan lahan yang berkaitan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH). Pangdam menegaskan pentingnya komunikasi, sosialisasi, dan kolaborasi seluruh pihak guna mencari solusi terbaik yang dapat diterima bersama.

“Kita hadir di sini untuk dapat duduk bersama membicarakan dan mencari solusi terbaik demi kelancaran pembangunan BTP dan YTP ini,” tegas Pangdam V/Brawijaya.

Pada kesempatan tersebut, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbahul Munir, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan. Ia menegaskan bahwa Perhutani siap mempercepat proses yang diperlukan, termasuk penanganan vegetasi di area yang akan digunakan untuk pembangunan.

Selain itu, Kepala Desa Klatakan, Narwiyoto, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya bersama KTH Agung Hijau Bersama membuka ruang komunikasi terkait penyelesaian administrasi maupun penyediaan lahan pengganti. Senada dengan itu, Pengurus KTH Agung Hijau Bersama, Pipin Pinatiningsih, menyatakan kesiapan mendukung pembangunan dengan harapan adanya solusi yang adil bagi anggota kelompok tani yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut.

Dalam arahannya, Pangdam V/Brawijaya juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan dan operasional satuan nantinya. Kehadiran BTP dan YTP di Situbondo diproyeksikan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Pembangunan BTP dan YTP Situbondo diharapkan dapat berjalan sesuai target sehingga mampu menjadi salah satu pusat penguatan pertahanan teritorial sekaligus mendukung program ketahanan pangan, peternakan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Perhutani, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus terjaga guna mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa, negara, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Progres Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso

Bondowoso – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau progres pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) dan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0822/Bondowoso, Selasa (02/06/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya dengan penanggung jawab kegiatan Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Kodam V/Brawijaya dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pertahanan dan fasilitas pendukung yang memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan ketahanan wilayah di Jawa Timur.

Diawali dengan peninjauan lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Sukerjo, Dusun Pondok Jeruk, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Kedatangan Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan disambut oleh jajaran Forkopimda Bondowoso, unsur TNI-Polri, Perhutani, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito memaparkan siteplan, titik lokasi, serta perkembangan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan yang direncanakan menjadi salah satu satuan strategis di wilayah Bondowoso.

Pangdam V/Brawijaya menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP di Bondowoso merupakan bagian dari program pembangunan 17 YTP tahap IV secara nasional, dengan sembilan lokasi pembangunan berada di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, secara geospasial lokasi yang telah disiapkan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan karena memiliki potensi strategis bagi pengembangan wilayah dan kemajuan desa sekitar.

“Untuk personel Yonif TP sendiri sudah disiapkan sekitar 600 personel. Kehadiran prajurit nantinya akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar melalui perputaran ekonomi, pengembangan UMKM, serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan fasilitas utama, termasuk barak militer, instalasi air, dapur, dan rumah PVC agar dapat segera difungsikan. Ia berharap kontraktor pelaksana dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia guna mencapai target penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Administrator Perhutani KPH Bondowoso Misbahul Munir menyampaikan dukungan terhadap pembangunan YTP yang berada di petak 28 dan 29i dengan luas sekitar 50 hektare. Ia menjelaskan bahwa percepatan penyelesaian administrasi, termasuk mekanisme Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan ke depan.

Selain meninjau pembangunan, Pangdam V/Brawijaya juga menyerahkan bantuan sosial kepada kaum dhuafa di lokasi pembangunan Yonif TP. Kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video testimoni perangkat desa dan masyarakat yang menyampaikan dukungan terhadap pembangunan satuan baru tersebut.

Agenda kedua dilaksanakan dengan meninjau pembangunan Jembatan Perintis Garuda “Negara Hadir Untuk Rakyat” yang menghubungkan Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso dengan Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Kedatangan Pangdam V/Brawijaya dan rombongan disambut Forkopimcam Pakem sebelum menerima paparan terkait progres pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Di lokasi tersebut, Pangdam V/Brawijaya kembali menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat serta menyaksikan penayangan video perkembangan pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sarana penghubung penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga di dua kabupaten.

Kunjungan kerja Pangdam V/Brawijaya ini menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan wilayah, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur strategis. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin guna memastikan seluruh program pembangunan berjalan optimal, tepat waktu, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Kodam V/Brawijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional dari BSI RO VIII Surabaya untuk Perkuat Mobilitas Tugas

SURABAYA, – Kodam V/Brawijaya menerima bantuan kendaraan operasional Mercedes-Benz Sprinter dari Bank Syariah Indonesia Regional Office VIII Surabaya dalam sebuah acara penyerahan yang berlangsung di Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa (02/06/2026). Bantuan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia perbankan dan institusi pertahanan dalam mendukung pelaksanaan tugas serta peningkatan mobilitas operasional satuan di wilayah Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri oleh Kasdam V/Brawijaya beserta istri, Irdam V/Brawijaya beserta istri, Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya beserta istri, para Asisten Kodam V/Brawijaya beserta istri, Danpomdam V/Brawijaya, Dandenmadam V/Brawijaya, Kazidam V/Brawijaya, Kapaldam V/Brawijaya, Kabekangdam V/Brawijaya, Kajasdam V/Brawijaya, Kapendam V/Brawijaya, Wakainfolahtadam V/Brawijaya, serta jajaran tamu undangan dari BSI dan Mercedes-Benz.

Dari pihak BSI hadir Regional Chief Executive Officer BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, didampingi Regional Funding & Transaction Business Deputy RO VIII Surabaya Silvia Permatasari, Area Manager Surabaya Kota Ogi Yogasyara, Area Manager Malang Waskito Vergino, serta Area Manager Kediri Angga Wahyuda Prawiroso. Turut hadir pula Branch Manager Mercedes-Benz PT Hartono Raya Motor Semarang, Didie Prastowo.

Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BSI RO VIII Surabaya atas dukungan yang diberikan kepada Kodam V/Brawijaya melalui bantuan kendaraan operasional tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan hubungan kemitraan yang telah terjalin baik selama ini antara kedua institusi.

Kegiatan diisi dengan penyampaian sambutan dari Regional CEO BSI RO VIII Surabaya dan Pangdam V/Brawijaya yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Momentum tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan yang telah berjalan secara konstruktif.

Selanjutnya dilaksanakan penyerahan kendaraan secara simbolis berupa pemberian kunci kendaraan Mercedes-Benz Sprinter oleh Regional CEO BSI RO VIII Surabaya kepada Pangdam V/Brawijaya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan siraman kendaraan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda resmi penggunaan kendaraan operasional tersebut.

Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kendaraan operasional memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas pimpinan dan unsur pelaksana di lapangan, mengingat luasnya wilayah tanggung jawab Kodam V/Brawijaya yang mencakup berbagai daerah di Jawa Timur.

“Bantuan kendaraan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kerja sama yang baik antara Kodam V/Brawijaya dengan BSI RO VIII Surabaya. Dengan adanya kendaraan operasional Mercedes-Benz Sprinter ini, diharapkan kemampuan mobilitas dan efektivitas pelaksanaan tugas Kodam V/Brawijaya akan semakin meningkat,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Lebih lanjut, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan bahwa stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah memerlukan dukungan seluruh komponen bangsa. Karena itu, sinergi antara institusi pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Bantuan kendaraan operasional Mercedes-Benz Sprinter ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas Kodam V/Brawijaya secara lebih optimal dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. Selain itu, kerja sama yang telah terjalin baik antara Kodam V/Brawijaya dan BSI RO VIII Surabaya diharapkan terus berkembang serta memberikan manfaat yang luas bagi bangsa dan negara.

Pancasila Pemersatu Bangsa: Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Surabaya, Kasdam V/Brawijaya Turut Berpartisipasi.

SURABAYA – Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Halaman Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Nomor 7, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dengan Gubernur Jawa Timur, Dr. Drs. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Perwira Upacara dijabat Letkol Inf Prasetya Hari Karyawan, S.H., M.H., Kepala Protokol Kogartap III/Sby dan Komandan Upacara Letkol Inf Imam Adiyanto, S.S.T.Han., S.I.P. Danyonif Raider 500/Sikatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., Pangkoarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, S.H., M.Si., serta sejumlah pejabat TNI, Polri, Forkopimda, instansi pemerintah, dan tamu undangan lainnya.

Upacara diawali dengan penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, serta pembacaan Teks Pancasila yang dilanjutkan dengan Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Susunan peserta upacara terdiri atas berbagai unsur, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur, Wanita TNI dan Polwan, personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Korpri, mahasiswa Akademi Maritim Nusantara, pelajar SMA, serta pelajar SMK. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Inspektur Upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pidato yang dibacakan, Kepala BPIP menyampaikan, “Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pancasila merupakan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Indonesia juga dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk berperan aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pidato tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan kebijakan. Selain itu, seluruh pemangku kepentingan diingatkan untuk terus menjaga persatuan, melawan intoleransi, serta memperkuat harmonisasi kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu nasional dan sesi foto bersama seluruh peserta serta tamu undangan. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di berbagai bidang kehidupan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkokoh persatuan nasional di tengah berbagai tantangan zaman. Diharapkan semangat Pancasila senantiasa menjadi landasan dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat solidaritas nasional, serta mendukung terwujudnya perdamaian dan keadilan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Kodam V/Brawijaya Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

SURABAYA – Kodam V/Brawijaya menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Senin (01/06/2026). Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Dandenmadam V/Brawijaya, Kolonel Inf Edwin Charles, S.I.P., serta diikuti oleh para perwira, bintara, tamtama, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Kodam V/Brawijaya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam upacara tersebut, Dandenmadam V/Brawijaya membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Amanat Kepala BPIP menyoroti posisi strategis Pancasila sebagai “bintang penuntun” dan “jangkar moral” bangsa Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan global, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai landasan untuk menjaga persatuan bangsa yang majemuk.

Selain itu, Indonesia dipandang sebagai contoh nyata keberhasilan dalam mempersatukan keberagaman yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan. Nilai-nilai luhur Pancasila menjadi kekuatan utama yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Juga menekankan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berkontribusi dalam menjaga ketertiban dunia melalui berbagai upaya diplomasi, mediasi konflik, serta pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila juga dinilai menjadi instrumen diplomasi yang relevan dalam menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai di tingkat internasional. Hal tersebut merupakan implementasi nyata dari sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP menyampaikan, “Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.”

Lebih lanjut, seluruh pemimpin daerah dan instansi pemerintah diimbau untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta terus melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kodam V/Brawijaya ditutup dengan pekikan “Merdeka” dan “Salam Pancasila” yang menggema di lapangan upacara. Semangat tersebut menjadi penegasan komitmen seluruh prajurit dan ASN Kodam V/Brawijaya untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus memperkuat persatuan nasional serta mendukung terwujudnya perdamaian dunia yang berkeadilan.

Diharapkan semangat Hari Lahir Pancasila ini semakin memperkokoh karakter kebangsaan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keberagaman, serta menjadi pedoman bagi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.