Babinsa Ponorogo Lakukan Pendampingan Posyandu ILP: Memperkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Ponorogo,-Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0802/Ponorogo terus akktif melakukan tugas pendampingan dan pengawalan di wilayah desa binaan, Kamis (05/06/2025).

Seperti halnya dilakukan Kopka Agus Suprianto anggota Koramil Tipe B 0802/05 Kauman, Kodim 0802/Ponorogo yang sehari hari bertugas menjadi Babinsa Desa Semanding yang hari ini melakukan pendampingan pada kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Dusun Klampeyan Desa Semanding Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.

“ Untuk hari ini kegiatan yang ada di wilayah desa binaan kami salah satunya yaitu kegiatan Posyandu ILP di Dusun Klampeyan yang digelar oleh para petugas medis dari Puskesmas Kauman bekerjasama dengan para kader desa, “ kata Kopka Agus Suprianto.

“ Pendampingan ini merupakan salah satu kegiatan yang kerap kami lakukan setiap ada kegiatan apapun termasuk salah satunya Posyandu ILP ini dengan tujuan untuk membantu proses kegiatan agar berjalan tertib dan lancar, “ ujar Babinsa Semanding.

Dia juga menerangkan bahwa dengan hadir pada kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk sarana Komunikasi Sosial (Komsos) kepada warga serta para petugas medis agar terus terjalin kedekatan dan keakraban.

Untuk diketahui bahwa Posyandu ILP adalah sebuah Posyandu yang mengintegrasikan barbagai macam bentuk layanan dasar yang dikemas dalam satu kegiatan dengan tujuan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta menjangkau semua usia baik balita hingga lansia.

Babinsa Koramil Balongpanggang Berperan Aktif dalam Perawatan Tanaman Padi untuk Ketahanan Pangan

Gresik-Wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan. Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, Serma Syahrul, melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap petani dalam perawatan tanaman padi di lahan persawahan Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Kamis (5/6/2025).

Dalam kegiatannya fokus pada upaya mencabuti gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Gulma diketahui sebagai salah satu faktor pengganggu utama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen jika tidak ditangani secara berkala.

Serma Syahrul, yang dikenal aktif dan dekat dengan masyarakat binaannya, tampak tidak segan turun langsung ke sawah bersama para petani. Dengan penuh semangat, ia membantu mencabut gulma yang tumbuh di sela-sela tanaman padi, seraya memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lahan secara rutin demi kesehatan tanaman.

“Gulma bisa menyerap nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman padi, sehingga sangat penting untuk segera dibersihkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan petani paham dan memiliki semangat untuk merawat tanamannya secara maksimal,” ujar Serma Syahrul.

Selain melakukan aksi langsung, Babinsa juga memberi arahan kepada petani agar lebih teliti dalam mengamati kondisi tanaman mereka. Ia menyampaikan bahwa selain pengendalian gulma, hal-hal seperti pengairan, pemupukan, dan pengendalian hama juga menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan kolaborasi yang erat antara aparat TNI dan masyarakat petani, diharapkan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Balongpanggang dapat terus meningkat, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola sumber daya pertanian secara optimal.

Babinsa Gresik Dukung Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pernikahan Dini di Desa Hulaan

Gresik – Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan usia dini, Babinsa Desa Hulaan, Sertu M. Abd. Wahib, turut menghadiri kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan di Balai Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Kamis (05/06/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu PKK. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Menganti, drg. Estu, yang menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat tentang dampak pernikahan di usia dini terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Kami mengingatkan kepada seluruh warga, khususnya para orang tua, untuk tidak terburu-buru menikahkan anaknya di usia muda. Minimal usia menikah adalah 21 tahun, karena secara fisik dan mental dianggap lebih siap untuk melahirkan generasi yang sehat. Pernikahan dini sangat berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah yang menjadi salah satu penyebab stunting,” ujar drg. Estu.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu M. Abd. Wahib juga memberikan pernyataan yang menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah binaannya.

“Kami dari jajaran Babinsa akan terus mendukung kegiatan penyuluhan seperti ini. Pencegahan stunting dan pernikahan dini bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tapi tugas kita bersama untuk menciptakan generasi bangsa yang sehat dan kuat,” ungkap Sertu Wahib.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari warga. Sesi tanya jawab pun digelar untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi langsung dengan narasumber.

Acara penyuluhan ditutup menjelang siang hari, dengan harapan pesan yang disampaikan dapat diteruskan ke lingkungan masing-masing dan menjadi langkah nyata dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Menganti.

Dandim 0822/Bondowoso Hadiri Panen Jagung Serentak: Mendorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Lokal.

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar secara virtual pada Kamis, 5 Juni 2025. Bertempat di RPH Perhutani, Kecamatan Tegalampel, acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang, termasuk jajaran Forkopimda, petani, dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.

Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, S.E., M.Han, turut hadir dalam kegiatan bersama Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.I.K., dan sejumlah pejabat penting lainnya. Turut serta Kepala Dinas Pertanian Bondowoso Hendri Widotono, S.Pt., M.P., yang menjadi penanggung jawab acara. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung sektor pertanian di Bondowoso.

Acara dimulai dengan kedatangan rombongan Forkopimda dan dilanjutkan dengan panen jagung simbolis serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Peserta juga mengikuti siaran virtual panen raya dari Kalimantan Barat, memperkuat semangat kebersamaan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan melalui jagung sebagai komoditas strategis.

Dalam sambutan virtualnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan peran penting Polri dalam mendukung swasembada jagung nasional. Dengan pencapaian target tanam di atas 1 juta hektar dan estimasi panen kuartal kedua yang mencapai hingga 2,5 juta ton, upaya ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kapolri juga memaparkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan dan penyimpanan jagung di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat dan Lamongan, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap petani.

Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang juga memberikan sambutan secara virtual, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petani Indonesia. Ia menekankan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol semangat dan kerja keras dalam menghadapi tantangan pangan global. Presiden juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam menyediakan benih unggul, alat pertanian modern, serta memperluas akses pasar dan hilirisasi hasil panen.

Dengan terlaksananya panen jagung serentak tahap II ini, Kabupaten Bondowoso diharapkan menjadi contoh nyata dalam mendorong kemandirian pangan lokal yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi petani. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memicu semangat generasi muda untuk berinovasi di sektor pertanian, menjadikan pertanian sebagai pilar utama kekuatan bangsa di masa depan.

Apel Lingkungan Hidup Sedunia: Babinsa Koramil 0822/01 Jadi Motor Penggerak Disiplin dan Edukasi

Bondowoso, Kamis (5/6/2025) — Suasana pagi di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso mendadak semarak. Lebih dari 200 peserta memenuhi halaman apel dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun yang mencuri perhatian bukan hanya para pejabat yang hadir, melainkan aksi disiplin dan dedikasi dari para Babinsa Koramil 0822/01 Bondowoso, khususnya Sertu Kusnoto, yang memimpin jajaran TNI tampil solid dan berwibawa.

Kegiatan apel ini dipimpin langsung oleh perwakilan Pj Bupati, Sekda Ibu Hamisatul Hamida, dan dihadiri jajaran forkopimda serta berbagai instansi daerah. Namun sorotan utama jatuh kepada Babinsa yang tampil tak hanya sebagai peserta, tetapi juga motor penggerak kedisiplinan. “Kami hadir bukan hanya untuk apel, tapi untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari bela negara,” ujar Sertu Kusnoto usai kegiatan.

Dalam formasi lengkap, sebanyak 5 orang Babinsa dari Kelurahan Dabasah tampak sigap sejak pukul 07.00 WIB. Bersama Danramil 0822/01 Kapten Inf. Basuki Rahmad dan unsur Muspika lainnya, mereka menunjukkan kesiapan total dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup. Tidak hanya menjaga ketertiban kegiatan, Babinsa juga menyampaikan ajakan moral tentang pentingnya menjaga alam demi generasi mendatang.

Testimoni dari salah satu peserta, Ibu Megawati selaku Lurah Nangkaan, menyebut keterlibatan Babinsa sebagai faktor krusial dalam keberhasilan acara ini. “Ketegasan dan teladan yang ditunjukkan Babinsa membuat peserta semakin semangat. Ini bukan apel biasa, ini edukasi yang hidup,” tuturnya.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi TNI bersama masyarakat, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat. Tidak berlebihan jika dikatakan: di balik suksesnya apel lingkungan ini, ada peran nyata Babinsa yang bukan hanya hadir, tapi menginspirasi.

Kegiatan Doa Bersama di Kodim 0822: Memohon Kesembuhan dan Kesehatan untuk Anggota

Bondowoso – Dalam suasana penuh kekhusyukan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0822 Bondowoso menggelar doa bersama untuk mendoakan kesembuhan para anggotanya yang sedang sakit serta memohon kesehatan bagi seluruh keluarga besar Kodim. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025, di Musholla Kodim 0822 yang berlokasi di Jalan Letnan Sutarman, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin oleh Serma Yusmadi dan diikuti oleh sekitar 100 anggota Kodim. Turut hadir Kasdim 0822 Bondowoso, Mayor Inf Tanuri, yang juga menjadi penggagas kegiatan rohani ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama anggota TNI dan keluarga besar Kodim 0822.

Dalam sambutannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memohon perlindungan serta kesembuhan dari Allah SWT bagi anggota yang tengah sakit. “Kami berdoa agar seluruh anggota dan keluarga besar Kodim diberikan kesehatan, serta yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan,” ujar Mayor Tanuri.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan doa dalam memperkuat mental serta spiritual para prajurit di tengah tantangan tugas dan kehidupan pribadi. Menurutnya, doa bersama menjadi salah satu cara menjaga kekompakan dan semangat di antara sesama anggota.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari seluruh peserta. Dengan suasana yang penuh ketenangan dan harapan, doa bersama ini menjadi momentum refleksi dan penguat semangat bagi keluarga besar Kodim 0822 Bondowoso dalam menghadapi setiap ujian dengan tabah dan ikhlas.

Mendukung Ketahanan Pangan: Babinsa Jatisari Laksanakan Pendampingan Pertanian

Madiun, – Babinsa Desa Koramil Jatisari 0803/11 Geger, Sertu Dodik, melaksanakan pendampingan pemupukan padi yang dilaksanakan oleh anggota kelompok petani Dewi Sri I sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah desa, Kamis (5/6).

Kegiatan pendampingan ini dilakukan langsung di lahan pertanian kelompok tani dengan tujuan memberikan arahan teknis dan memastikan pelaksanaan pemupukan berjalan optimal sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat.

Sertu Dodik juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya penggunaan pupuk yang tepat guna meningkatkan hasil panen padi.

“Pendampingan ini merupakan wujud nyata peran Babinsa dalam membantu petani agar pertanian kita semakin maju dan hasil panen meningkat,” ujar Sertu Dodik.

Sutrisno, anggota kelompok tani Dewi Sri I menyambut baik kehadiran Babinsa yang turut aktif mendampingi proses pertanian mereka. Harapannya, sinergi antara TNI dan petani dapat terus terjalin untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Pendampingan TNI kepada Petani: Strategi Jangka Panjang untuk Ketahanan Pangan

Probolinggo,- Ketahanan pangan nasional bukan sekadar wacana. Di lapangan, para prajurit TNI terus menunjukkan dedikasinya dalam mendampingi para petani, sebagai bagian dari Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional yang saat ini digencarkan oleh jajaran Korem 083/Baladhika Jaya melalui Kodim 0820/Probolinggo,(5/6).

Pada Kamis (5/6), dua personel Babinsa dari Koramil 0820-23/Gading turun langsung ke sawah untuk melakukan pendampingan intensif kepada para petani di wilayah binaannya.

Serda Agus M, Babinsa Desa Betek Taman, tampak sibuk membantu dan mengawasi proses penanaman padi milik Bapak Siham, seorang petani setempat yang lahannya berada di Desa Betek Taman, Kecamatan Gading. Dalam suasana penuh semangat, keduanya berdiskusi tentang pola tanam yang baik dan penggunaan pupuk yang efisien agar hasil panen ke depan lebih optimal.

Di lokasi berbeda, Serda Hari Irawan, Babinsa Desa Condong, turut serta dalam kegiatan serupa dengan mendampingi Bapak Subhan di lahan pertanian padi miliknya yang berada di Desa Condong, Kecamatan Gading.

Kehadiran para Babinsa ini bukan hanya menjadi penyemangat bagi petani, namun juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, gangguan distribusi logistik, dan ancaman krisis pangan dunia.

Komandan Koramil 0820-23/Gading menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari instruksi langsung komando atas, untuk memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. TNI hadir bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat kita tidak kekurangan pangan,” ujar Danramil.

Diharapkan melalui gerakan ini, desa-desa di Kabupaten Probolinggo bisa menjadi contoh sukses ketahanan pangan berbasis kemitraan antara petani dan aparat kewilayahan.

Kunjungan Tim Sterad ke Probolinggo: Upaya Sinergi TNI dan Pemerintah dalam Peningkatan Gizi

Probolinggo,- Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya menyambutkan lansung kunjungan kerja (kunker) tim dari staf teritorial angkatan darat (Sterad) yang dipimpin Kolonel Inf Tri Aji Sartono di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Koramil 0820/02 Wonoasih, Kamis (5/6).

Letkol Arh Iwan Hermaya mengatakan bahwa kunjungan kerja tim dari staf teritorial angkatan darat (Sterad) dalam rangka mendukung program nasional peningkatan gizi masyarakat terutama anak-anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi tahap pertama pembangunan SPPG tahun 2025.

“Tujuan nya memastikan bahwa pembangunan fasilitas gizi tersebut telah memenuhi kriteria dan standar nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Letkol Arh Iwan Hermaya.

Dandim juga mengungkapkan pentingnya kualitas dan akurasi dalam pembangunan SPPG agar mampu mendukung secara nyata upaya peningkatan gizi masyarakat. Pembangunan SPPG ini adalah bentuk nyata sinergi antara TNI AD dan pemerintah dalam mengatasi masalah gizi khususnya untuk anak-anak Oleh karena itu semua aspek harus sesuai standar agar manfaatnya maksimal.

“Peninjauan oleh Tim Sterad dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai fasilitas penunjang seperti ruang memasak, sistem pembuangan limbah dan sampah, tempat pencucian peralatan, instalasi listrik, tandon air, serta pengecekan fisik bangunan dan dokumen rencana anggaran biaya,”ujarnya.

Lebih lanjut Letkol Arh Iwan Hermaya mengungkapkan bahwa kehadiran SPPG akan menjadi ujung tombak pelayanan gizi berbasis komunitas.sekaligus pusat edukasi masyarakat terkait pola makan sehat. Kami ingin memastikan semua bangunan dan fasilitas siap pakai dan berfungsi optimal.

“SPPG ini memiliki peran penting dalam menekan angka stunting dan persoalan gizi lainnya, dengan sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat maka keberadaan SPPG diharapkan mempercepat tercapainya target pembangunan manusia yang lebih sehat, kuat, dan unggul,”tuturnya.

Dukungan TNI untuk Usaha Kecil: Komsos Babinsa Bersama Pengrajin Mebel di Pamekasan

PAMEKASAN – Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Koramil 0826-05 Larangan, Sertu Arif Hamdan Wardani, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan salah satu warga di Dusun Rongrongan, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Arif menyambangi kediaman Ibrahim, seorang warga setempat yang dikenal sebagai pengrajin mebel. Percakapan hangat pun terjalin antara Babinsa dan Ibrahim yang sambil melakukan pekerjaannya.

Sertu Arif menyampaikan bahwa kegiatan komsos ini merupakan bagian dari tugas rutin Babinsa untuk menjalin silaturahmi dan mengetahui kondisi serta perkembangan wilayah binaannya secara langsung.

“Melalui komsos seperti ini, kami bisa lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung apa yang menjadi keluhan maupun harapan mereka. Termasuk mendukung pelaku usaha kecil seperti Pak Ibrahim agar terus semangat dalam berkarya,” ujarnya.

Ibrahim menyambut baik kunjungan tersebut. Ia merasa senang dan lebih diperhatikan oleh aparat TNI di wilayahnya.

“Saya senang sekali bisa berbincang langsung dengan Pak Babinsa. Semoga komunikasi seperti ini bisa terus terjalin, karena sangat membantu kami sebagai warga,” ujar Ibrahim.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran aktif Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta mendukung potensi lokal seperti kerajinan mebel yang menjadi salah satu mata pencaharian warga di Desa Duko Timur.