Babinsa Desa Pohgajih Dukung Program Pencegahan Stunting Melalui Pendampingan Posyandu Balita

Blitar – Upaya pencegahan untuk percepatan penanganan stunting terus dilakukan di wilayah Kabupaten Blitar. Salah satu bentuk sinergi nyata terlihat dalam kegiatan pendampingan Posyandu Balita oleh Babinsa Desa Pohgajih, Serda Dharlis dari Koramil 0808/21 Selorejo Kodim 0808/Blitar, bersama bidan desa dan para kader Posyandu Melati di RT 02 RW 01 Desa Pohgajih Kecamatan Selorejo Kab. Blitar, Kamis (22/5/2025).

Kegiatan Posyandu kali ini meliputi penimbangan tinggi dan berat badan balita, pemberian vitamin serta imunisasi guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.

Serda Dharlis selaku Babinsa menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam bidang pertahanan, namun juga membantu program-program kemanusiaan seperti kesehatan masyarakat.

“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi masa depan. Pendampingan ini bukan hanya sebatas rutinitas, tetapi wujud nyata sinergi TNI dengan masyarakat dan instansi terkait untuk memastikan balita tumbuh sehat dan bebas dari stunting,” ujar Babinsa.

Sementara itu Ibu Haryati salah satu warga yang membawa anaknya ke Posyandu, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya kegiatan tersebut. “Saya senang sekali ada Posyandu rutin dan didampingi Babinsa. Anak-anak bisa dipantau kesehatannya, kami para ibu juga jadi lebih sadar pentingnya gizi dan imunisasi. Terima kasih pada semua petugas yang peduli pada kesehatan anak-anak kami,” ungkapnya.

Danramil 0808/21 Selorejo Kapten Inf Rudianto Agus Saputra saat dikonfirmasi secara terpisah memberikan apresiasi terhadap peran aktif Babinsa dalam mendukung program pemerintah.

“Kami selalu tekankan kepada para Babinsa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk dalam penanganan stunting. Ini adalah tanggung jawab moral kita semua demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” tegas Kapten Rudy.

Kegiatan Posyandu ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun ketahanan kesehatan dari tingkat desa. Dengan kebersamaan dan kepedulian, harapan untuk mewujudkan generasi bebas stunting bukanlah hal yang mustahil.

Koramil 0829-02/Socah Dukung Pembukaan Rekening Bansos untuk Anak Yatim Piatu di Bangkalan

Bangkalan – Koramil 0829-02/Socah melalui Bati Komsos Pelda As’ad melaksanakan pendampingan dalam kegiatan pembukaan rekening Bantuan Sosial (Bansos) YAPI (Yatim Piatu) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Bank Mandiri pada hari Kamis, (22/5/25).

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Socah agar dapat menerima bantuan sosial secara langsung dan aman melalui rekening pribadi di Bank Mandiri. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI, khususnya Koramil 0829-02/Socah, terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan.

Pelda As’ad dalam keterangannya menyampaikan, “Pendampingan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan moral kami sebagai aparat kewilayahan. Kami ingin memastikan bahwa proses penyaluran bantuan berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran. Anak-anak yatim piatu adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi dan dukung bersama”, ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Diharapkan dengan adanya rekening pribadi, proses penyaluran bantuan sosial dapat berlangsung lebih efisien dan memudahkan penerima dalam mengakses hak mereka secara langsung.

Koperasi Merah Putih: Inisiatif Strategis Pemerintah untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi di Bangkalan

Bangkalan – Hari Kamis (22/5/25) Bertempat di Balai Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Koramil 0829-03/Kamal melalui Bati Tuud Ramil 0829-03/Kamal, Pelda Suhaeri, menghadiri dan turut serta dalam kegiatan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) dalam rangka pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendirian koperasi di tingkat desa. Salah satu inisiatif unggulan yang saat ini sedang digalakkan adalah pendirian Koperasi Merah Putih, sebuah program nasional yang diinisiasi oleh pemerintah sebagai bentuk konkret penguatan struktur ekonomi desa, sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dan nasionalisme dalam pengelolaan usaha bersama.

Koperasi Merah Putih merupakan model koperasi modern berbasis desa yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Program ini bertujuan untuk:

Mendorong kemandirian ekonomi desa melalui unit usaha koperasi yang dikelola secara profesional. Menjadi wadah bagi masyarakat desa untuk mengakses pembiayaan, pelatihan usaha, hingga pasar. Menumbuhkan semangat kebersamaan dan kedaulatan ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme. Menjadi pendorong utama dalam mewujudkan Desa Mandiri dan Produktif.

Koperasi Merah Putih diarahkan untuk bergerak di berbagai sektor sesuai potensi lokal, seperti perdagangan hasil pertanian, simpan pinjam, UMKM, industri rumah tangga, hingga digitalisasi pasar desa.

Dalam sambutannya, Pelda Suhaeri menyatakan bahwa Koramil 0829-03/Kamal sangat mendukung inisiatif strategis ini. “Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi simbol dari upaya kolektif rakyat dalam membangun kemandirian bangsa dari desa. Kami, TNI, siap bersinergi dan mendampingi masyarakat agar koperasi ini berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi warga,” tegasnya.

Musyawarah berlangsung dengan tertib, partisipatif, dan penuh semangat kebersamaan. Warga menyambut positif pembentukan Koperasi Merah Putih dan berharap koperasi ini dapat segera berjalan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan Edukatif di Koramil Puri: Anak-anak Dikenalkan pada Tugas dan Tanggung Jawab TNI

Mojokerto – Dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan dan memperkenalkan profesi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kepada anak usia dini, Koramil 0815/04 Puri menerima kunjungan edukatif dari Kelompok Bermain (KB) Al Wahyu. Kegiatan ini berlangsung di Markas Koramil 0815/04 Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (22/05/2025).

Sebanyak 30 siswa-siswi KB Al Wahyu turut serta dalam kunjungan tersebut, didampingi Kepala Sekolah, Yanti, S.Pd., beserta empat orang guru pendamping. Rombongan disambut hangat oleh jajaran Koramil yang dipimpin langsung oleh Bati Wanwil, Serma I Made Arnawa.

Dalam kegiatan ini, para peserta didik diperkenalkan dengan berbagai aspek tugas dan tanggung jawab TNI AD, khususnya peran Koramil dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Anak-anak juga diajak mengenal jenis-jenis seragam TNI serta mendapatkan edukasi tentang pentingnya menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan kedisiplinan sejak usia dini.

Serma I Made Arnawa menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi TNI kepada generasi muda, bahkan sejak mereka masih di usia prasekolah.

“Harapannya, anak-anak ini dapat lebih mengenal peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara, serta tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cinta Tanah Air, dan memiliki semangat kebangsaan”, ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dengan pengenalan profesi TNI sejak dini, diharapkan kelak akan ada di antara mereka yang terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa melalui TNI maupun jalur pengabdian lainnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan keceriaan, menjadi pengalaman berharga yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter anak bangsa sejak usia dini.

Pembinaan Wawasan Kebangsaan oleh Babinsa: Membangun Jiwa Nasionalisme Sejak Dini di Wonorejo

Surabaya,— Dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, Babinsa Kelurahan Wonorejo, Koramil 0830/11 Rungkut, Serka Sudomo, melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial pada Rabu malam, 21 Mei 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi Kampung Anak Negeri (KANRI), sebuah fasilitas di bawah naungan Dinas Sosial Kota Surabaya yang berada di Jalan Raya Wonorejo Selatan, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.

Dalam kunjungannya, Serka Sudomo memberikan materi wawasan kebangsaan serta pelatihan dasar peraturan baris-berbaris (PBB) kepada anak-anak yang tinggal di Kampung Anak Negeri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan teritorial oleh aparat kewilayahan yang bertujuan membina dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pembentukan karakter generasi muda.

Di hadapan anak-anak yang menjadi binaan KANRI, Serka Sudomo menyampaikan materi tentang pentingnya mencintai tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengenali jati diri bangsa Indonesia. Dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang ramah, ia mengajak anak-anak untuk memahami arti penting Pancasila sebagai dasar negara dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus tumbuh dengan semangat nasionalisme, memahami sejarah bangsa, dan mencintai negeri ini dengan sepenuh hati,” ujar Serka Sudomo usai memberikan materi.

Menurutnya, pemberian wawasan kebangsaan tidak harus menunggu usia dewasa. Justru pada usia anak-anak dan remaja adalah momen yang tepat untuk membentuk pondasi karakter dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, agar mereka tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Selain menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan, Serka Sudomo juga melatih dasar-dasar peraturan baris-berbaris (PBB). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kampung Anak Negeri dengan penuh semangat. Anak-anak dengan antusias mengikuti aba-aba yang diberikan, berbaris dengan tertib, dan belajar tentang pentingnya disiplin serta kekompakan dalam kelompok.

“Melatih PBB bukan hanya soal baris-baris saja, tetapi juga membentuk jiwa disiplin dan melatih mereka untuk mampu bekerja sama. Ini adalah nilai-nilai yang penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tambah Serka Sudomo.

Kegiatan yang dilakukan oleh Serka Sudomo ini merupakan wujud konkret dari peran strategis Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam pembinaan wilayah. Tidak hanya menjaga keamanan dan stabilitas, Babinsa juga menjadi penggerak sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, bantuan, dan penguatan karakter.

Dengan kegiatan ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, rasa tanggung jawab sosial, serta semangat membangun bangsa dan negara.

Babinsa Koramil 0823/15 Bungatan Berikan Materi Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SDN 1 Bletok

Situbondo – Upaya menciptakan generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki karakter kuat terus dilakukan oleh jajaran TNI AD melalui kegiatan pembinaan teritorial. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 0823/15 Bungatan, Koptu M. Arifin, yang memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SDN 1 Bletok, Desa Bletok, Kecamatan Bungatan, pada Kamis (22-05-2025).

Dalam kegiatan tersebut, Koptu M. Arifin membawakan materi dengan pendekatan yang PRODUKTIF (Profesional, Mendukung kebijakan pemerintah dan Komando atas, Adaptif, dan Inovatif), guna menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak usia dini.

Ia menekankan pentingnya rasa bangga menjadi warga negara Indonesia, serta mengajak para siswa untuk menumbuhkan semangat persatuan dan menghindari segala bentuk tindakan bullying di lingkungan sekolah.

“Bullying bukanlah budaya kita. Sebagai pelajar yang cinta tanah air, kalian harus menjunjung tinggi nilai persaudaraan, saling menghormati, dan mendukung satu sama lain dalam belajar,” ujar Koptu M. Arifin di hadapan para siswa.

Kegiatan ini disambut antusias oleh guru dan siswa, yang merasa mendapatkan motivasi dan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga keharmonisan serta semangat kebangsaan di sekolah.

Koptu M. Arifin menambahkan bahwa Babinsa hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai pendidik karakter bangsa. Dengan pendekatan yang Adaptif dan Inovatif, TNI berperan aktif membentuk generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan ini, TNI AD terus membuktikan komitmennya dalam mendukung program pendidikan karakter dan memperkuat ketahanan nasional dari lini paling dasar: dunia pendidikan.

Babinsa Koramil 0822/08 Dampingi Panen Padi Varietas Inpari 32 di Desa Pekauman, Bondowoso

BONDOWOSO – Musim panen kembali membawa senyum bagi para petani di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Babinsa Koramil 0822/08 Grujugan, Serma Slamet Riyadi, hadir langsung mendampingi kegiatan panen padi varietas Inpari 32 yang digelar di lahan seluas 200 meter persegi milik H. Amsori, petani asal Dusun Daringan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Makmur 1. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Koramil untuk mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan semangat petani dalam mengelola pertanian.

Serma Slamet Riyadi menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan memastikan panen berjalan lancar. “Kami dari Koramil 0822/08 selalu siap hadir mendampingi petani agar hasil pertanian mereka maksimal. Inpari 32 ini cukup menjanjikan dari sisi kualitas dan produktivitas,” ujarnya.

Petani pemilik lahan, H. Amsori, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa dalam setiap masa tanam dan panen. “Babinsa tidak hanya mendampingi, tapi juga memberi arahan teknis. Kami merasa didukung dan dihargai,” ungkapnya sambil tersenyum puas melihat hasil panennya.

Selama proses panen berlangsung, suasana berjalan tertib dan aman. Para petani tampak antusias dan kompak, menandakan solidnya kerja sama antara Babinsa, kelompok tani, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan di wilayah Grujugan.

Pra Musyawarah Desa: Pembentukan Pengurus Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi

Bondowoso — Pra Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, berlangsung khidmat pada Kamis, 22 Mei 2025, bertempat di Balai Desa Dadapan. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur penting desa, termasuk Babinsa Desa Dadapan Koptu Alam yang aktif mengawal jalannya proses.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Kepala Desa Dadapan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Dadapan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta perwakilan warga yang akan menjadi calon pengurus koperasi. Kegiatan pra Musdes ini menjadi langkah awal sebelum ditetapkannya struktur kepengurusan secara resmi dalam Musdes mendatang.

Agenda utama pra Musdes kali ini difokuskan pada penyusunan calon pengurus Koperasi Merah Putih yang meliputi pemilihan Ketua Koperasi, Wakil Ketua Bidang Usaha, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Sekretaris, dan Bendahara. Pembentukan koperasi ini diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Babinsa Koptu Alam menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat desa membangun kemandirian ekonomi. “Kami dari Koramil siap mendampingi dan mendorong segala bentuk kegiatan positif warga, terutama yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Koptu Alam.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusias dari peserta yang hadir. Dengan terbentuknya struktur pengurus koperasi yang akan disahkan dalam Musdes mendatang, diharapkan koperasi ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Dadapan.

Ketahanan Pangan Terjaga: Babinsa Koramil 0825/20 Songgon Serap Gabah dari Tiga Lokasi

Banyuwangi,- Tim Babinsa Koramil 0825/20 Songgon kembali menunjukkan produktivitasnya dalam mengawal kegiatan serapan gabah (sergab) oleh Bulog pada Kamis (22/05/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di tiga titik lokasi di wilayah Kecamatan Songgon ini berhasil menyerap 6.772 kg gabah kering dari lahan pertanian seluas 1,52 hektar.

“Program sergab merupakan bukti nyata produktivitas Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Para Babinsa tidak hanya mengawal proses penyerapan, tetapi juga aktif memastikan petani mendapatkan harga yang adil sesuai ketentuan pemerintah,” ungkap Kapten Inf Totok Yuliyanto, Komandan Koramil 0825/20 Songgon.

Dalam operasi sergab kali ini, tiga Babinsa yang terlibat yaitu Serka Pujiyanto (Babinsa Balak), Kopka Zarkoni (Babinsa Bayu), dan Koptu Mahrus Ali (Babinsa Bedewang) mendampingi petugas Bulog yang diwakili oleh M. Holil untuk melakukan penyerapan gabah di tiga lokasi berbeda.

Produktivitas kegiatan terlihat dari hasil penyerapan yang signifikan. Gabah terbanyak diserap dari lahan milik Bapak Isnaini di Dusun Wiyayu Barat, Desa Bedewang, dengan luas lahan 1 hektar yang menghasilkan panen 4.935 kg. Sementara itu, di Dusun Tapakbayan, Desa Balak, lahan seluas 0,40 hektar milik Ibu Suciati menghasilkan 1.402 kg gabah. Penyerapan juga dilakukan di lahan milik Bapak Bakri di Dusun Sambunrejo, Desa Bayu, dengan luas lahan 0,12 hektar yang menghasilkan 435 kg gabah.

“Pengawalan sergab ini merupakan bentuk produktivitas Babinsa dalam mendukung kesejahteraan petani. Kami memastikan proses penyerapan berjalan transparan dan petani menerima harga sesuai ketentuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram,” jelas Kapten Totok.

Rangkaian kegiatan sergab dimulai dengan pendampingan oleh Babinsa dan PPL kepada petugas Bulog untuk pendataan petani yang memiliki panenan padi kering. Selanjutnya, petugas Bulog mendatangi lokasi panen dan melakukan penimbangan langsung di lokasi atau di tempat yang sudah ditentukan di pinggir jalan. Untuk menjamin tertib administrasi dan keamanan, pembayaran dilakukan melalui transfer dengan harga nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Koptu Mahrus Ali, Babinsa Desa Bedewang, menjelaskan bahwa pihaknya berperan aktif dalam mengkoordinasikan petani dan memfasilitasi proses penyerapan gabah. “Kami memastikan semua berlangsung adil dan transparan. Ini bagian dari tugas kami untuk produktif mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.

Bapak Isnaini, salah satu petani yang gabahnya diserap Bulog, mengungkapkan apresiasinya terhadap peran Babinsa. “Kehadiran Babinsa membuat kami tenang dan yakin dalam menjual hasil panen kepada Bulog. Proses penimbangan dan pembayaran sangat transparan dan sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Komandan Koramil 0825/20 Songgon menekankan bahwa kegiatan pengawalan sergab akan terus dilakukan secara produktif untuk mendukung stabilitas harga dan jaminan pasar bagi petani lokal. “Ini adalah bentuk kontribusi TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Songgon,” tegasnya.

Kegiatan sergab di tiga lokasi ini berlangsung lancar dan aman, menandai kesuksesan kolaborasi antara TNI, Bulog, dan petani dalam menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Inovasi Ketahanan Pangan: Kunjungan KTW Olehsari Dalam Lomba Pekarangan Pangan Bergizi di Banyuwangi

Banyuwangi,- Kunjungan dalam rangka Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) oleh Kelompok Tani Wanita (KTW) di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari jajaran Polresta Banyuwangi dan pemerintah setempat.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kasat Linmas Polresta Banyuwangi, Kompol Toni H.S.H, bersama tim Linmas Polresta sebanyak 4 orang. Turut hadir pula Kapolsek Glagah AKP Pudji W. beserta 5 anggota Polsek Glagah, serta perwakilan kecamatan yaitu Sekcam Glagah Bapak Hary, ST.

Dari unsur pemerintah desa dan keamanan wilayah, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis, Babinsa Olehsari Serda Paizul Hakim, Bhabinkamtibmas Olehsari Aipda Fahmi, Sekretaris Desa Olehsari Ribut Santoso, S.Sos, serta seluruh kepala dusun Desa Olehsari dan staf Pemdes lainnya.

Sebagai tuan rumah, Kelompok Tani Wanita (KTW) Desa Olehsari turut hadir sebanyak 10 orang untuk mendampingi proses penilaian dan menyampaikan berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan berbasis pekarangan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat peran Kelompok Tani Wanita dalam membangun ketahanan pangan keluarga dan lingkungan yang berkelanjutan, serta mendorong partisipasi aktif warga desa dalam pengelolaan pekarangan produktif.