Tim Gabungan TNI Polri Percepat Penanganan Longsor Pulihkan Akses Warga Bendungan

TRENGGALEK – Hujan deras berhari-hari memicu tanah longsor yang menutup total akses utama Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Jalur vital distribusi hasil pertanian itu lumpuh pada Selasa (4/11/2025). Respons cepat aparat gabungan menjadi poin krusial dalam upaya pemulihan awal di lokasi bencana.
Begitu laporan diterima, personel TNI dari Koramil 0806-04/Bendungan dan Polri dari Polsek Bendungan bergerak menuju titik longsor. Mereka bergabung dengan petugas Dinas PUPR Trenggalek untuk memulai pembersihan jalan. Upaya ini dilakukan agar pergerakan warga dapat segera berfungsi kembali secara normal.
Tim gabungan bekerja di tengah hujan dan kondisi licin menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, dibantu alat berat excavator dari PUPR. Kerja sama lintas sektor tersebut menunjukkan soliditas kuat antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menangani bencana di wilayah rawan pegunungan.
Babinsa Desa Depok, Serma Siswanto, memimpin langsung pembersihan material longsor dan memastikan percepatan normalisasi jalur. “Kami bersama tim gabungan sejak pagi sudah melakukan pembersihan material longsor. Fokus kami adalah membuka jalan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ungkapnya saat berada di lokasi kejadian.
Serma Siswanto mengingatkan warga untuk selalu waspada menghadapi potensi longsor susulan mengingat kondisi geografis Bendungan yang berbukit. Ia menyampaikan pentingnya kewaspadaan terutama saat hujan dengan intensitas tinggi sebagai upaya perlindungan diri pada wilayah rawan.
Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., mengapresiasi kesigapan jajaran dalam penanganan awal. Ia menegaskan pentingnya peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan. Pada saat bersamaan, ia menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan langkah pencegahan penting bagi masyarakat wilayah pegunungan.
Letkol Roy juga menyoroti perlunya desa memiliki peta rawan bencana dan jalur evakuasi agar tindakan cepat dapat dilakukan saat situasi darurat. Upaya mitigasi semacam itu diperlukan untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap karakter wilayah menjadi fondasi kesiapsiagaan.
Plt Kepala PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, menambahkan bahwa pihaknya telah menempatkan alat berat di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil guna memastikan percepatan penanganan darurat. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan TNI dan Polri terus dilakukan untuk memastikan akses warga segera pulih.
Proses pembersihan hingga Selasa siang menunjukkan hasil bertahap, dengan sebagian jalur sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Meski demikian, tim gabungan tetap berada di lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor ulang. Warga pun ikut membantu pembersihan melalui kerja bakti yang mempercepat normalisasi jalur.
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pegunungan Bendungan. Sinergi cepat antara TNI, Polri, PUPR, dan warga menjadi faktor utama mempercepat pemulihan. Harapannya, kolaborasi ini terus terjaga sebagai bentuk ketahanan menghadapi situasi darurat.



