Satgas Yonif 500/Sikatan Bagikan Alkitab dan Bendera Merah Putih untuk Penguatan Nilai Kebangsaan di Papua

Intan Jaya,— Dalam semangat kedamaian dan persatuan, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan terus memperkuat jalinan persaudaraan dengan masyarakat Papua. Bertempat di TK Mamba Kotis, sebanyak 10 personel Satgas dipimpin Lettu Arh Supriono (Pabintal Satgas) melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang menyentuh hati bersama sejumlah tokoh masyarakat dari Distrik Hitadipa, Agisiga, dan Tomosiga.
Dalam suasana penuh kehangatan, personel Satgas membagikan Alkitab, bendera Merah Putih, dan dasi pendeta kepada Sdr. Yakius Weya (Kepala Kampung Tausiga), Pdt. Hans Mirip (GKI Dangoa), dan Sdr. Apinus Yarinap (tokoh masyarakat Kampung Agisiga). Simbol-simbol ini menjadi lambang penguatan nilai iman, nasionalisme, dan harapan baru bagi masyarakat yang telah lama dirundung kekhawatiran akibat situasi keamanan.
“Kami hadir tidak hanya sebagai penjaga perbatasan, tapi sebagai bagian dari keluarga besar rakyat Papua. Tugas kami adalah melindungi, mengayomi, dan mendengar. Di sinilah Merah Putih bukan hanya bendera, tapi janji untuk setia pada rakyat,” tutur Lettu Arh Supriono.
Dalam momen yang sama, Kepala Kampung Tausiga, Yakius Weya, menyampaikan rencana masyarakat pengungsi di Sugapa untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Namun ia menyatakan kekhawatiran atas isu yang beredar terkait rencana kelompok separatis OPM yang diduga akan melakukan pemalangan dan perusakan akses jalan utama ke wilayah Distrik Hitadipa, Agisiga, dan Tomosiga.
“Kami sangat berharap TNI bisa membantu kami kembali dengan aman. Warga ingin pulang dan membangun kampungnya lagi, tapi kami tidak bisa kalau terus dibayang-bayangi ancaman,” ungkap Yakius dengan haru.
Menanggapi hal ini, Dansatgas Yonif 500/Sikatan, Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M., menyatakan komitmennya untuk selalu berdiri di sisi rakyat Papua.
“Kami tidak akan tinggal diam ketika rakyat memanggil. Satgas Yonif 500/Sikatan akan terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap warga Papua dapat hidup aman, tenteram, dan bermartabat. Mari kita jaga tanah ini bersama, demi masa depan anak cucu kita,” tegas Dansatgas.
Kegiatan berlangsung aman dan penuh keakraban. Lebih dari sekadar komsos, pertemuan ini adalah jembatan harapan. Merah Putih yang diserahkan dan Alkitab yang dibagikan menjadi bukti bahwa Papua adalah bagian utuh dari Indonesia, damai, beriman, dan bersatu.
Satgas Yonif 500/Sikatan akan terus berjuang bukan hanya di medan tugas, tetapi juga di medan hati, meneguhkan persaudaraan yang tulus antara TNI dan masyarakat Papua.



