Pramuka Penggalang SMP Negeri 43 Surabaya: Belajar Nasionalisme di Markas Militer dengan Semangat Tinggi

Surabaya – Di tengah malam yang sejuk dan sunyi, halaman Makoramil 0830/21 Lakarsantri justru dipenuhi cahaya semangat dan gelora nasionalisme. Dua personel Bintara Pembina Desa (Babinsa), Peltu Natal Siagian dan Serda Septian, hadir sebagai pembina dan inspirator dalam kegiatan pemberian materi Wawasan Kebangsaan bagi siswa-siswi Pramuka Penggalang SMP Negeri 43 Surabaya, Minggu malam (22/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan Pramuka dalam rangka pencapaian tingkat Garuda simbol tertinggi dalam pencapaian Pramuka Penggalang yang dilanjutkan dengan kegiatan perkemahan dan berbivak di halaman Makoramil. Tidak sekadar menjadi tempat beristirahat, markas militer ini menjelma menjadi ruang edukasi kebangsaan, tempat ditanamkannya nilai-nilai kecintaan terhadap Tanah Air, kedisiplinan, serta semangat bela negara.
Dalam materinya, Peltu Natal Siagian menegaskan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan sejak dini. “Kami ingin menyampaikan bahwa cinta Tanah Air bukan sekadar slogan. Ia harus dihayati dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari lewat sikap disiplin, peduli, serta kontribusi positif kepada lingkungan dan bangsa,” ujarnya di hadapan para siswa dengan nada penuh tekad.
Meski kegiatan berlangsung malam hari, antusiasme para peserta tidak surut. Sorotan mata yang tajam dan ekspresi penuh perhatian menunjukkan semangat belajar dan menyerap setiap pesan yang disampaikan. Suasana hangat dan bersahabat tercipta, mencerminkan kedekatan Babinsa dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Serda Septian menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai pembina karakter bangsa. Inilah langkah kecil namun bermakna membina dari bawah, membangun dari jiwa,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, Babinsa terus menjalankan peran strategis dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda. Materi yang disampaikan tidak hanya menyangkut sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat nasionalisme tidak hanya menjadi bagian dari pelajaran di kelas, tetapi tumbuh menjadi karakter yang melekat dan mengakar dalam diri para pelajar sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia.



