Persit KCK Tulungagung Gelar Lomba Permainan Tradisional Sambut HUT Ke-80 Perkuat Edukasi Budaya Generasi Muda

TULUNGAGUNG – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Dim 0807 Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya menggelar lomba permainan tradisional Gobak Sodor, Lompat Karet, dan Engklek di Aula Pandu Sakti Makodim 0807 Tulungagung, Kamis (05/02/2026). “Permainan tradisional sarat nilai edukatif dan kebersamaan.â€
Kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2026 dengan melibatkan anak-anak peserta lomba. Kompetisi bertujuan mengangkat kembali permainan rakyat sebagai media edukasi karakter, sosialisasi, serta pembentukan semangat kebangsaan generasi muda sejak dini.
Ketua Persit KCK Cabang XXI Dim 0807 Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya, Vina Hanny Galih Satrio, menyampaikan lomba tersebut merupakan bagian rangkaian kegiatan HUT Persit KCK. Sebelumnya, organisasi juga melaksanakan bakti sosial donor darah sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Lebih lanjut, kegiatan lomba permainan tradisional diharapkan menjadi langkah nyata melestarikan budaya permainan rakyat agar tidak tergerus perkembangan teknologi modern. Anak-anak diperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas positif yang membangun interaksi sosial serta kebersamaan.
Pelaksanaan lomba mempertandingkan setiap kategori permainan dengan memperebutkan juara satu, dua, dan tiga. Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan suasana penuh kegembiraan, semangat sportivitas, serta kebersamaan yang mempererat hubungan sosial antar peserta.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan juga berfungsi sebagai sarana edukasi karakter yang menanamkan nilai kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dukungan orang tua serta pendamping turut memperkuat keberhasilan penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan lomba permainan tradisional ini, Persit Kartika Chandra Kirana menegaskan komitmen menjaga nilai budaya bangsa sekaligus membangun karakter generasi muda. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya permainan tradisional sebagai bagian identitas nasional Indonesia.



