Pangdam Tinjau Kelayakan Karantina PMI

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto bersama beberapa pejabat Forkopimda Jatim lainnya maninjau kelayakan tempat karantina di sejumlah lokasi.

Salah satunya, adalah lokasi karantina mandiri yang ditetapkan di beberapa hotel yang ada di Surabaya.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra mengatakan, beberapa hotel itu adalah Hotel Sahid, Hotel Pop, Favehotel, Bisanta Hotel, dan 2 hotel lainnya yang berlokasi di Jalan Embong Malang, Surabaya.

“Beberapa kamar yang ada di hotel itu dikunjungi langsung oleh Pangdam. Kamar itu, digunakan untum fasilitas isolasi mandiri,” kata Kapendam. Sabtu, 01 Januari 2022 pagi.

Letkol Kusdi menambahkan, pelaksanaan karantina itu nantinya berjalan selama kurun waktu 10 hari. Sterilisasi dan kenyamanan tempat karantina, harus betul-betul diutamakan.

“Hotel itu sendiri, harus mengedepankan protokol kesehatan. Mengingat, tempatnya dijadikan karantina,” jelas Letkol Kusdi.

Beberapa fasilitas protokol kesehatan, sudah mulai disediakan di setiap area hotel, salah satunya alat pelindung diri atau APD.

“Pengunjung tidak boleh masuk. Tempat itu sudah di blok dan hanya bisa diakses oleh petugas ber-APD lengkap,” tandas Kapendam.

Antisipasi Kerumunan di Penghujung Malam Pergantian Tahun, Forkopimda Jatim Patroli Bersama

Surabaya,- Forkopimda Jatim menggelar patroli di sejumlah kawasan. Patroli yang digelar pada malam hari, tepatnya menjelang malam pergantian tahun saat ini digelar di beberapa kawasan, diantaranya pos penyebrangan Surabaya-Madura (Suramadu) dan Taman Bungkul, Surabaya.
Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, sebelumnya pihak Kodam menegaskan jika malam pergantian tahun seakan menjadi atensi khusus bagi semua pihak.
Pasalnya, Pemerintah telah menginstruksikan masyarakat untuk tak berkeliaran maupun berkerumun ketika pergantian tahun berlangsung.


“Patroli itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, terutama berkaitan dengan adanya konvoi maupun kerumunan. Mengingat, situasi pandemi belum betul-betul mereda,†ujar Kapendam ketika dihubungi melalui via seluler miliknya pada Jumat, 31 Desember 2021 malam.
Perwira Menengah TNI-AD kelahiran Malang itu menambahkan, peringatan itu diberlakukan dikarenakan Pemerintah telah mendeteksi adanya varian Covid jenis Omicron. Varian itu, diketahui memiliki penularan lebih cepat dari varian Delta.
“Informasinya, sekitar sudah ada 60 kasus masyarakat yang terjangkit Omicron,†kata Letkol Kusdi.
Kapendam berharap, adanya peringatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah tersebut, bisa dipatuhi oleh masyarakat. Terlebih untuk bisa mematuhi adanya protokol kesehatan.
“Masyarakat harus tetap waspada. Kesadaran masyarakat, sangat membantu upaya kami dalam memutus dan mengantisipasi adanya penularan rantai pandemi itu,†tegas Letkol Kusdi.

Dansubsatgas Diminta Tegas, Tapi Humanis

Surabaya,- Selama menjalankan tugas penanganan kedatangan PPLN di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Dansubsatgas diminta untuk bersikap tegas. Namun, ketegasan itu harus dilandasi dengan adanya sikap humanisme.

Demikian ditegaskan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto usai menerima paparan soal pengamanan kepulangan PMI di Ruang Bina Yudha, Makodam V/Brawijaya, Surabaga pada Jumat, 31 Desember 2021 pagi.

“Ini berlaku pada semua Dansubsatgas. Saya minta untuk tegas, tapi santun dan humanis,” ujar Pangdam.

Jenderal bintang dua itu kembali mengatakan, penerapan protokol kesehatan harus dijadikan dasar utama bagi semua Subsatgas yang nantinya akan dilibatkan dalam upaya pengamanan tersebut.

“Kepala BNPB tadi malam menyampaikan, nanti yang datang itu PMI semua. Kemudian, untuk menunggu hasil PCR, tidak di holding bay. Tapi, langsung karantina,” jelas Pangdam.

Holding bay, menurut Pangdam, adalah tempat untuk persiapan menuju tempat karantina bagi PMI. Di tempat itu, nantinya akan dilakukan pemisahan antara PMI dan non PMI.

“Sementara menunggu keputusan dari Menko Marves. Tadi malam, Kepala BNPB sudah menyetujui kalau hasil swabnya di tempat karantina,” kata Mayjen Nurchahyanto.

Untuk diketahui, pelaksanaan pengamanan itu nantinya akan dibagi menjadi beberapa shift. Bahkan, para Subsatgas itu nantinya diwajibkan untuk melakukan patroli rutin di sekitar kawasan yang dijadikan lokasi karantina, maupun di sekitaran Bandara Juanda.

Pangdam Brawijaya Tegaskan Persiapan Antisipasi Kepulangan PMI Sudah Maksimal

Surabaya,- Pada pelaksanaan pengamanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI hingga kedatangan WNA melalui jalur Bandara Internasional Juanda, Surabaya pihak Kodam bakal mengerahkan aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri. Selain aparat TNI-Polri, Mayjen TNI Nurchahyanto menyebut jika nantinya akan ada personel pengamanan dari unsur pengamanan setempat. “Kesiapannya sudah kita siapkan semaksimal mungkin. Tentunya, berkolaborasi dengan instansi terkait,†ujar Pangdam usai meninjau kesiapan aparat pengamanan di Bandara Juanda pada Kamis, 30 Desember 2021 petang.

Sebelumnya, kata Pangdam, beberapa tempat untuk karantina sudah dilakukan pengecekan terlebih dulu, salah satunya Asrama Haji Sukolilo dan Balai Diklat Kemenag. “Sudah di cek tadi semuanya, dari pagi sampai sore kita melaksanakan gladi. Semua perangkat, melaksanakan tugas sesuai tupoksinya masing-masing,†tegas Mayjen Nurchahyanto. Terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan jika Pemerintah telah menetapkan masa karantina selama 10 hari bagi para pelaku perjalanan internasional di luar 13 negara yang masuk dalam daftar penyebaran Omicron. 13 negara itu, terdiri dari 10 negara Afrika, Norwegia, Inggris dan Denmark. “Kalau ada yang datang dari 13 negara itu masuk ke Jawa Timur, ke depan itu karantinanya 14 hari,†ungkap Kepala BNPB. Meski demikian, Letjen Suharyanto memastikan jika Bandara Juanda nantinya hanya dimasuki oleh para PMI saja. Artinya, PMI tersebut berdatangan dari luar 13 negara yang masuk dalam daftar Pemerintah tersebut. “Tapi untuk sementara, yang ke Jawa Timur itu PMI. Itu rata-rata dari Saudi Arabia, Hongkong dan Malaysia. Itu 10 hari di karantina,†jelas Letjen Suharyanto.

Babinsa Supiturang Hidupkan Kearifan Lokal Ditengah Musibah Erupsi Semeru

LUMAJANG, Pasca Erupsi gunung Semeru, TNI, khususnya Kodim 0821/Lumajang, dan warga semakin aktif dalam perbaikan sarana umum. Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Supiturang Koramil 0821/14 Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, Kamis, (30/12/2021), yang bersama warga sekitar merenovasi Mushola warga di dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kec. Pronojiwo.Dikatakan Serma Ikhwanurudin, saat ini pihaknya masih memfokuskan perehaban Mushola warga di dusun Sumbersari ini pada

LUMAJANG | duta.co – Pasca Erupsi gunung Semeru, TNI, khususnya Kodim 0821/Lumajang, dan warga semakin aktif dalam perbaikan sarana umum. Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Supiturang Koramil 0821/14 Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, Kamis, (30/12/2021), yang bersama warga sekitar merenovasi Mushola warga di dusun Sumbersari, Desa Supiturang Kec. Pronojiwo.

Dikatakan Serma Ikhwanurudin, saat ini pihaknya masih memfokuskan perehaban Mushola warga di dusun Sumbersari ini pada bagian bagunan, terutama perbaikan pondasi, jalan. “Kemudian dinding-dinding, atap, dan sarana tempat wudhu,†ungkapnya.

“Tentunya kami berharap hal ini dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah. Kendati sedikit terkendala dengan pendorongan material utama, namun hal ini dapat kita atasi,†katanya.

Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat, hal ini sebagai wujud nyata pengabdian untuk rakyat. “Dengan demikian masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan bersih,†jelasnya.

Selain itu, ada makna yang dapat dipetik dari kegiatan ini, yaitu menghidupkan kearifan budaya lokal seperti gotong-royong dan kerjasama di tengah musibah erupsi gunung Semeru ini, yang juga perlu dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

bagunan, terutama perbaikan pondasi, jalan. “Kemudian dinding-dinding, atap, dan sarana tempat wudhu,†ungkapnya.“Tentunya kami berharap hal ini dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah. Kendati sedikit terkendala dengan pendorongan material utama, namun hal ini dapat kita atasi,†katanya.Untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat, hal ini sebagai wujud nyata pengabdian untuk rakyat. “Dengan demikian masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan bersih,†jelasnya.Selain itu, ada makna yang dapat dipetik dari kegiatan ini, yaitu menghidupkan kearifan budaya lokal seperti gotong-royong dan kerjasama di tengah musibah erupsi gunung Semeru ini, yang juga perlu dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

Komandan juga menambahkan kepada petugas pengamanan untuk berkerja sama dengan baik dalam penanganan PMI, harus benar-benar waspada dalam bertugas, dan berikan sosialisasi serta pengawasan ketat kepada para PMI bahwasanya ini semua bentuk upaya dalam pencegahan penyebaran virus covid 19 farian baru omicron agar tidak menyebar luas. Hadir dalam pelaksanaan pengecekan tersebut Al, Mayjen TNI Nurchahyanto, M.Sc (Pangdam V/Brawijaya), Bpk Septian Hario Seto (Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan) Kemenko Marves RI, Bpk Bagja (Staf Kemenko Marves), Kolonel Arh Zainudin (Asren Kasdam V/Brw), Kolonel Ckm dr. Djanuar (Kakesdam V/Brw), Kolonel Inf Agus Faridianto (Dandim 0831/ST), Letkol Inf Masarum Djatilaksono Dandim 0816/Sidoarjo, dr. Zaenal Acub (Kepala KKP Kelas I Surabaya), Bpk Rendra (Kabid Pemeriksaan Imigrasi), Bpk Sugianto (Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo).

Bandara Internasional Juanda Bakal Dikawal Ketat Aparat TNI-Polri

Surabaya,- Sekitar 691 personel yang tergabung dalam Satgas penanganan kepulangan PMI mulai disiagakan dan bakal disebar di beberapa lokasi. Salah satunya, adalah Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo hingga di lokasi karantina yang nantinya dipusatkan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Masing-masing personel itu, nantinya akan dibagi menjadi beberapa Sub Satgas yang memiliki tugas melaksanakan penegakan protokol kesehatan yang ditujukan bagi para pekerja migran Indonesia, hingga WNI maupun WNA yang tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo.

“Digelarnya Apel ini sebagai tahap persiapan, sekaligus langkah antisipasi yang dirasa tepat dan strategis. Karena, rencana akan dibukanya kembali penerbangan Internasional di Bandara Juanda yang dijadikan pintu PPLN, diperkirakan kurang lebih sejumlah 300 orang per hari-nya,†ujar Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan. Rabu, 29 Desember 2021 pagi. Beberapa langkah penanganan, disampaikan Kasdam V/Brawijaya, nantinya harus dilakukan dengan didasari protokol kesehatan yang ketat, termasuk diantaranya melakukan tes PCR, sekaligus karantina selama 10 hari. “Tempat karantina sudah kami persiapkan sebagai langkah antisipasi kedatangan PMI, WNI dan WNA. Lokasi itu di Asrama Haji, Balai Diklat Kemenag dan di LPMP,†kata Kasdam. Bukan tanpa sebab, Brigjen TNI Agus Setiawan menegaskan langkah persiapan yang dilakukan oleh Forkopimda Jatim kali ini, merupakan salah satu bentuk pengawasan sekaligus antisipasi pencegahan timbulnya klaster baru pandemi Covid 19 varian Omicron yang diketahui saat ini sudah melanda di beberapa negara. “Untuk karantina, pelaksanaannya dilakukan selama 9 hari. Setelah itu, melaksanakan SWAB PCR. Di hari ke-10 jika hasil tes dinyatakan negatif, maka bisa kembali ke rumah secara mandiri. Bila hasilnya positif, segera kita lanjutkan penanganan di RS Dr. Soetomo Surabaya,†jelas Kasdam.

Persiapan Penanganan PMI, Kodam Brawijaya Sediakan Tempat Khusus Karantina

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan jika pihak Kodam mulai mengambil langkah koordinasi dan sinergi dalam upaya penanganan kepulangan Pekerja Migrain Indonesia atau PMI yang didominasi terjadi pada akhir tahun 2021. Dalam rapat koordinasi yang diikuti oleh Forkopimda Jatim kali ini, Selasa, 28 Desember 2021 siang, berbagai upaya mulai dilakukan oleh masing-masing institusi, termasuk salah satunya penyediaan tempat karantina. “Untuk jumlah kapasitas WNI, kami akan melakukan penampungan sebanyak 300 WNI per harinya,†kata Mayjen Nurchahyanto. “terkait tempat penampungan, harus kita siapkan dengan matang dan baik,†imbuh Pangdam.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta menambahkan, setidaknya terdapat 1.256 bed yang nantinya akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan isolasi terpusat. Sedangkan, kata Kapolda, selama isolasi mandiri berlangsung pihaknya telah menyediakan tempat isoman di 33 hotel yang berada di bawah pengawasan Satgas Covid. “Isolasi mandiri itu, ditanggung biaya pribadi. Pelaksanaannya selama 10 hari,†kata Kapolda.

Potong Tumpeng, Tandai HUT Kowad di Kodam Brawijaya

Surabaya,- Perayaan HUT Korps Wanita Angkatan Darat atau Kowad diwarnai dengan adanya gelaran potong tumpeng yang disaksikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto di Gedung Balai Prajurit, Makodam V/Brawijaya Surabaya pada Senin, 27 Desember 2021 siang. Perayaan HUT Kowad ke-60 tahun itu, tak lepas dari adanya penerapan protokol kesehatan. “HUT Kowad ini sebelumnya ditandai dengan adanya beberapa kegiatan sosial, termasuk donor darah, senam bersama, ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan anjangsana ke kediaman salah satu istri Purnawirawan,†kata Pangdam. Apresiasi pun, diberikan oleh Mayjen Nurchahyanto terhadap para Kowad di lingkungan Kodam, terutama soal dedikasi dan profesionalitas selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI-AD. “Profesional, mandiri dalam mengabdi, dan bukan mawar penghias taman, akan tetapi melati pagar bangsa.

Ini tema yang sangat tepat pada puncak perayaan HUT Kowad saat ini,†ujar mantan Aster KSAD. Pangdam berharap, dengan adanya puncak peringatan HUT tersebut, nantinya bisa meningkatkan karya, sekaligus pengabdian para Kowad di jajaran Kodam. “Tema diatas, harus bisa dijadikan pemicu dan tekad bagi para Kowad agar bisa mempersembahkan karya terbaik di Satuan masing-masing,†pinta Pangdam.

Ajang Olahraga, Warnai Momentum HUT Kodam Brawijaya

Surabaya,- Berbagai kegiatan olahraga seakan mewarnai momentum peringatan HUT Kodam V/Brawijaya ke-73, tahun ini.Selain pelaksanaan gowes, momen itu turut diwarnai dengan adanya beragam event olahraga yang melibatkan antar institusi, dan stakeholder di Jawa Timur.Beberapa waktu lalu, pihak Kodam telah menyelenggarakan adanya event berupa tenis meja. Event itu, diresmikan langsung oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan.”Ada juga tenis lapangan. Lomba ini juga melibatkan antar institusi di Jawa Timur,” kata Kepala Penerangan Kodam, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra. Minggu, 26 Desember 2021 sore.Bukan hanya memperkuat silaturahmi saja, namun, Kapendam menyebut adanya perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kodam itu, ditujukan untuk meningkatkan sportifitas para peserta lomba.”Bukan soal menang atau kalah, tapi yang kita utamakan adalah kekompakan,” jelas Letkol Kusdi.Event itu, imbuh Kapendam, digelar selama 3 hari, tepatnya mulai tanggal 24-26 Desember. “Diharapkan, adanya kegiatan itu bisa meningkatkan sinergitas Kodam dengan instansi lain yang selama ini sudah terwujud dengan baik,” pungkas Kapendam.

Antisipasi Lonjakan Covid, Forkopimda Jatim Sediakan Gerai Vaksin dan Ribuan Kamar Karantina

Surabaya,- Dengan didampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau beberapa area yang ada di Surabaya, Jawa Timur.Salah satunya, adalah Bandara Internasional Juanda Surabaya, hingga Terminal Purabaya.

Tak luput, lokasi karantina di Asrama Haji Sukolilo pun, ditinjau langsung oleh Menhub dalam kunjungannya tersebut.Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, setidaknya terdapat 1.500 kamar untuk karantina yang saat ini telah disediakan oleh pihak TNI-Polri di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.”Itu untuk menampung para PMI yang datang di Indonesia, untuk menjalani karantina,” kata Kapendam. Minggu, 26 Desember 2021 siang.Di lokasi itu pula, Kapendam menambahkan, Menhub juga melakukan peninjauan terhadap penerapan protokol kesehatan di sejumlah area, hingga penyediaan gerai vaksin di Terminal Purabaya.”Diperkirakan, akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat. Maka dari itu, di Purabaya telah disediakan gerai vaksin,” jelas Letkol Kusdi.