Membangun Kepercayaan: Anjangsana Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 500/Sikatan Ciptakan Kedamaian dan Kasih Sayang

Intan Jaya,– Di balik langit biru Pegunungan Tengah Papua yang membentang tenang, suasana hangat dan penuh keakraban tercipta di Kampung Holomama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Tepat pada hari Jumat, 16 Mei 2025, sebanyak 12 personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan yang dipimpin Lettu Inf Sugianto (Danpos Holomama) melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah salah satu tokoh adat terkemuka, Bapak Niko Sani.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Di tengah keterbatasan fasilitas, personel Satgas hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. Mereka memberikan pelayanan kesehatan gratis, membagikan pakaian layak pakai, dan lebih dari itu, juga membangun kepercayaan yang tulus antara rakyat dan TNI.
“Ini bukan hanya soal tugas, tapi tentang hati. Kami datang membawa ketulusan, karena Papua juga rumah kami,” ujar Lettu Inf Sugianto dengan mata berbinar saat memeriksa kesehatan seorang ibu sambil duduk bersila di tanah.
Suasana haru terasa saat beberapa warga yang awalnya ragu perlahan menunjukkan senyum dan mulai menyapa ramah. Anak-anak kecil yang polos menerima kotak susu dan pelukan hangat dari prajurit, memperlihatkan bahwa kasih sayang bisa menembus batas seragam dan adat.
“Yang kami jaga bukan hanya keamanan, tetapi kedamaian. Karena perdamaian itu tumbuh dari hubungan yang saling percaya, seperti ini,” tutur salah satu prajurit yang tengah memeriksa tekanan darah warga lansia dengan penuh kesabaran.
Bapak Niko Sani pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Satgas Yonif 500/Sikatan yang telah menyapa warga tanpa sekat, “Kami merasa dihargai dan diperhatikan. TNI bukan hanya penjaga negara, tetapi juga saudara bagi kami masyarakat Papua.”
Selain pelayanan kesehatan dan bantuan pakaian, pesan penting juga disampaikan oleh Satgas kepada masyarakat, yaitu ajakan untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah Kampung Holomama.
Kegiatan ini mencerminkan bahwa TNI bukan hanya simbol kekuatan militer, tetapi juga duta damai dan kasih yang hadir untuk menyatu dengan rakyat, membangun jembatan antara perbedaan, dan merawat semangat kebhinekaan di ujung timur Indonesia.



