Kodim 0830/Surabaya Gelar Rakor Antisipasi dan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Alam 2026

SURABAYA, – Kodim 0830/Surabaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi dan Kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam di awal Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 0830/Surabaya, Jalan Gresik No. 52, Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Rabu (7/1/2026).
Rakor ini diikuti oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait penanggulangan bencana. Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han., dan bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya Irfan Widianto, AMP., S.Sos., M.H., Kepala Bidang Forecaster BMKG Tanjung Perak Surabaya Ady Hermanto, Katim Operasional Kedaruratan BPBD Arif Sunandar, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0830/Surabaya.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Bambang Raditya menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama dan komunikasi cepat antarinstansi. “Koordinasi dan komunikasi adalah syarat mutlak dalam penanggulangan bencana. Kita harus menyiapkan protap yang jelas serta sarana komunikasi alternatif seperti HT,” tegas Dandim.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irfan Widianto, mengapresiasi sinergi antara BPBD dan jajaran Kodim 0830/Surabaya, khususnya para Danramil yang sigap di lapangan. Ia menambahkan bahwa kondisi geografis Surabaya sebagai dataran rendah menjadikan kewaspadaan terhadap banjir dan genangan harus terus ditingkatkan.
Sementara itu, BMKG Tanjung Perak melalui Ady Hermanto memaparkan potensi banjir rob dan cuaca ekstrem pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya monitoring cuaca secara intensif, terutama di wilayah pesisir dan titik-titik rawan genangan yang berpotensi terdampak hujan lebat.
Menutup kegiatan, Pasiter Kodim 0830/Surabaya Mayor Arh Suhardi menegaskan komitmen Kodim dalam mitigasi bencana melalui kegiatan pembinaan lingkungan dan pembersihan sungai. Ia berharap, rakor ini menghasilkan protap yang efektif untuk mempercepat respon dan penanganan bencana secara terpadu di wilayah Surabaya.



