Kehadiran Babinsa Optimalkan Pembibitan Padi di Sidoarjo, Hadapi Banjir dengan Semangat Bersama Petani

Sidoarjo, Babinsa Serda Yedi Kusuma mendampingi petani Poktan “Sendang Arum” dalam pembibitan padi. Meskipun banjir menghambat sebagian lahan, mereka tetap semangat mempersiapkan penanaman tiga varietas padi unggulan: Inpari 30, Sintani, dan Serang, di lahan seluas 30 hektar. Bibit padi berusia 5-20 hari, tergantung jadwal penyemaian.
Banjir akibat luapan Sungai Buntung menguji semangat petani. Sebagian lahan terendam dan tak bisa dibajak. Namun, alat pertanian masih berfungsi di area yang tidak terdampak. Serda Yedi Kusuma tak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan mencari solusi agar penanaman tidak tertunda.
Serda Yedi Kusuma berkoordinasi dengan pihak desa, Dinas Pertanian, dan BPBD Sidoarjo untuk mengatasi banjir. Gotong royong dan kerja sama TNI-rakyat menjadi kunci menghadapi tantangan. Harapannya, penanaman berjalan lancar dan hasil panen mendukung ketahanan pangan daerah.
Di Kelurahan Urangagung, Serka Sukaryono mendampingi petani Bapak Solikin mengolah lahan seluas 7 hektar. Bersama Poktan Sri Sedono, mereka mempersiapkan masa tanam. Serka Sukaryono menekankan komitmen TNI sebagai mitra strategis petani, bukan hanya pengaman wilayah, tetapi juga pendukung kemandirian pangan.
Kehadiran Babinsa memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada petani. Ketua Poktan Sri Sedono, Bapak Suroso, mengapresiasi pendampingan Serka Sukaryono. Sinergi TNI-masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian dan mempererat hubungan emosional. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.



