Hari Buruh di Surabaya: Kodim 0830/Surabaya Perkuat Komunikasi dengan Buruh Melalui Pendekatan Humanis

SURABAYA,– Ada pemandangan berbeda di perayaan Hari Buruh Internasioal (May Day) 2025 di Surabaya. Tak hanya soal orasi dan spanduk, tetapi juga tentang kehangatan dan kebersamaan. Di tengah tugas pengamanan, para anggota Kodim 0830/Surabaya justru hadir dengan pendekatan yang humanis menyapa para pekerja, berbincang, bahkan ngopi bareng.
Di Jl Raya A Yani di depan BNI Graha Pangeran Kecamatan Gayungan Kota Surabaya Kamis (1/5), para personel TNI dari Kodim 0830/Surabaya bersiaga. Namun, suasana yang terbangun jauh dari kesan tegang. Terlihat salah satu anggota Kodim Surabaya tepatnya Babinsa Dukuh Menanggal Koramil 0830/18 Gayungan Kopda Ujang Qurniawan turun langsung berbaur bersama para buruh. Senyum dan sapaan hangat jadi pemandangan umum sepanjang aksi damai berlangsung.
Puncaknya adalah momen “ngopi bareng” antara aparat dan massa aksi. Tanpa sekat, mereka duduk melingkar, berbagi cerita dan tawa. Segelas kopi menjadi jembatan yang mempertemukan dua sisi antara penjaga dan peserta aksi dalam semangat kebersamaan.
Komandan Kodim 0830/Surabaya, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono S.Sos., M.Han, menyampaikan bahwa pengamanan bukan hanya soal strategi dan disiplin, namun juga tentang hati. “Pendekatan humanis ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga suasana kondusif tanpa menimbulkan ketegangan,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghargai adalah kunci sukses dalam menciptakan rasa aman. “Ngopi bareng ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata bahwa kami hadir untuk masyarakat, bukan berhadapan dengan mereka,” lanjutnya.
Tak heran, banyak peserta aksi yang mengapresiasi momen tersebut. Mereka merasa dihargai, didengar, dan diperlakukan sebagai mitra dalam perubahan, bukan ancaman.
Aksi damai dan penuh keakraban ini diharapkan menjadi cerminan pendekatan baru dalam pengamanan aksi massa di berbagai daerah. Sebuah pengingat, bahwa perayaan Hari Buruh bisa berlangsung tanpa gesekan cukup dengan empati, kopi hangat, dan obrolan sederhana. Inilah wajah Surabaya hari ini kuat dalam keberanian, hangat dalam kebersamaan.



