Berlatar Belakang NU, Pangdam V/Brawijaya Minta Do’a Restu Ulama NU Dalam Menjaga Kondusifitas Masyarakat Jawa Timur

Surabaya : Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bersama PJU Kodam V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke kantor PWNU Jawa Timur. Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya yang memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama meminta doa restu sekaligus saran dan masukan dalam membantu menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur.

Kedatangan Pangdam V/Brawijaya bersama rombongan disambut baik Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH. Abdul Matin Djawahir dan jajaran pengurus PWNU Jawa Timur.

“Maksud kedatangan kami disini, selain bersilaturahmi dengan para ulama, kami jugal m memohon doa semoga saya sebagai Pangdam V/Brawijaya bisa berbuat yang terbaik untuk Jawa Timur. Terutama dalam membantu masyarakat Jatim,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.,

Disamping itu, Mayjen TNI Farid Makruf juga memohon bimbingan, arahan, serta masukan dari para ulama di Jawa Timur dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur. Mengingat, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

“Akhir-akhir ini, kami melihat masih banyak yang membuat kegaduhan mengatasnamakan agama, aliran sesat, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kami meminta bimbingan, arahan dan masukan dari para ulama untuk tetap menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,” tambah Pangdam V/Brawijaya.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, peran serta para ulama dan umara (pemerintah) tidak dapat terpisahkan dalam menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan ditengah masyarakat. Sehingga dibutuhkan sinergitas dan kerjasama yang baik untuk masyarakat Jawa Timur.

Terlebih, Pangdam V/Brawijaya adalah putra kelahiran Bangkalan Madura yang memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama. Konon, Paman Pangdam V/Brawijaya, Yakni Dr. KH. Malik Madani pernah menjabat sebagai Katib Aam Syuriah PBNU periode 2010-2015.

“Meski saya tentara, saya juga pernah nyantri di Bangkalan. Selain itu, saya juga pernah diminta menjadi pengawal Pribadi Gusdur. Kebetulan saya keponakan dari KH. Malik Madani (PBNU),” ungkap Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Pangdam V/Brawijaya berharap dengan adanya dukungan para ulama, TNI AD dapat membantu menciptakan suasana yang kondusif, serta dapat hadir (membantu) ditengah-tengah kesulitan warga.

KOLABORASI ; Pangdam V/Brawijaya Gelar Cangkru’an Bareng Kakanwil Kemenkeu di Wilayah Jatim

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf l, M.A., menggelar Cangkru’an bareng bersama para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Wilayah Jawa Timur di Lapangan Tembak Batalyon Raider 500/MY Jalan Gajah Mada No.1, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Selasa, (24/1/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya didampingi Kasdam V/Brawijaya, Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya dan PJU Kodam V/Brawijaya. Kegitan cangkruan bareng ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Kodam V/Brawijaya bersama Kanwil Kemenkeu di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, bertujuan untuk menjalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung semua pelaksanaan tugas-tugas negara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I, Untung Basuki menghaturkan terima kasihnya atas support dan dukungan Pangdam V/Brawijaya dalam kegiatan silaturahmi tersebut.

Selain kegiatan silaturahmi, para Kakanwil Kemenkeu Wilayah Jawa Timur diberi kesempatan untuk mencoba senapan jenis SN Varian 4 dengan kaliber 5,56 mm. Senjata api tersebut merupakan produk buatan dalam negeri yakni PT. Pindad (Persero) dengan panjang 10,25 cm, dan berat 4,15 kg.

Asops Kasdam V/Brawijaya Mewakili Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara Penerimaan Satgas Apter Kodam XVII/Cenderawasih

Surabaya – Puluhan personel Kodam V/Brawijaya yang bertugas sebagai pasukan BKO Satgas Apter Kodam XVII/Cenderawasih akhirnya kembali dengan selamat. Pangdam V/Brawijaya melalui Asops Kasdam V/Brawijaya meminta kepada seluruh prajurit yang bertugas untuk mengecek segala perlengkapan dan melakukan pemeriksaan kesehatan pasca penugasan operasi di wilayah Papua.

“Saya selaku Asisten Operasi Kasdam V/Brawijaya mewakili Pangdam V/Brawijaya dan seluruh prajurit Kodam V/Brawijaya menyampaikan selamat datang kembali di Kodam V/Brawijaya, selamat kepada kalian yang telah melaksanakan tugas dengan baik sebagai Satgas Apter di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih,” ujar Kolonel Inf Fadli Mulyono,S.I.P., M.Sos saat memimpin upacara penerimaan di Lapangan Yonif Raider 500/MY, Senin, (23/1/2023).

Menurut Asops, acara penerimaan ini sebagai bentuk manifestasi dari rasa hormat dan bangga sekaligus sebagai wujud penghargaan kepada prajurit Kodam V/Brawijaya yang telah berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas dengan baik selama kurun waktu kurang lebih 13 bulan. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya pelanggaran selama pelaksanaan tugas.

“termasuk keberhasilan merebut hati dan pikiran rakyat untuk tetap berada dalam bingkai NKRI,” terangnya.

Dalam penugasan, lanjut Asops Kasdam V/Brawijaya, prajurit sedianya menjadikan sebagai bentuk pelajaran berharga untuk penugasan-penugasan berikutnya. Sehingga apapun yang ditugaskan kepada prajurit dapat terselesaikan dengan baik.

“Silahkan cek semua alat kelengkapan kalian, dan pastikan kalian juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Gelar Cangkru’an Bareng Insan Media, Ini Harapan Pangdam V/Brawijaya untuk Jawa Timur

SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., menggelar Cangkru’an bersama Insan Media se-Jawa Timur bertempat di Lapangan Tembak Batalyon Raider 500/Sikatan Jalan Raden Wijaya, Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya. Kamis (19/1/2023).

Dalam Cangkru’an tersebut, Pangdam V/Brawijaya menginginkan adanya kolaborasi antara Kodam V/Brawijaya dengan insan pers dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur. Sedikitnya ada sekitar 60 insan media dari berbagai perusahaan media di Jawa Timur. Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, perwakilan organisasi PWI Jawa Timur, AMSI, dan IJTI.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya mengungkapkan maksud dan tujuan digelarnya Cangkru’an bersama insan media sebagai bentuk pilar keempat demokrasi. Menurutnya peran serta pers sangat berpengaruh dalam menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan dan kenyamanan khususnya di Jawa Timur.

Pangdam V/Brawijaya yang juga asli Jawa Timur mengaku bersyukur bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan para pimpinan media di Jawa Timur. Baginya, insan pers bukanlah sesuatu hal yang baru mengingat Mayjen TNI Farid Makruf pernah menjabat sebagai Kepala Penerangan Kopasus.

“Pertama saya ingin berkenalan dengan rekan-rekan disini. Dan kedua, saya memohon support, masukan dan dukungan. Kira-kira apa yang harus dilakukan Kodam V/Brawijaya kedepan,” jelas Pangdam V/Brawijaya.

Kodam V/Brawijaya sebagai satuan operasional dan satuan pembinaan, mendapat tugas dan mandat dari Kasad. Diantaranya, Ketahanan Pangan, TNI Manunggal Air, Mengurangi Angka Stunting, dan Babinsa masuk dapur warga.

“Sebagaimana perintah Panglima TNI dan Kasad, TNI harus hadir ditengah-tengah masyarakat, artinya, masyarakat harus hadir dalam membantu segala kesulitan warga. Termasuk program Babinsa masuk dapur warga,” terangnya.

Disisi yang lain, Kodam V/Brawijaya memiliki tugas dan peranan penting dalam menjaga dan menciptakan kondusifitas ditengah masyarakat. Beberapa bulan sebelumnya sempat terjadi insiden yang dapat mengganggu stabilitas keamanan ditengah masyarakat. Seperti munculnya gangster cilik dengan membawa senjata tajam. Perseteruan antar perguruan silat dan lain sebagainya.

“Kedepan akan kita masifkan lagi penanganan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat. Jangan sampai warga merasa ketakutan di rumahnya sendiri,” tegasnya.

Disamping itu, Pangdam V/Brawijaya mendapat masukan untuk memperbaiki hubungan antar suporter Arema dan Bonek Persebaya. Mengingat perselisihan antar suporter ini akan menjadi polemik berkepanjangan, jika tidak diselesaikan dengan baik.

“Bagi saya ini masukan yang sangat bagus. Dan kita akan terus berupaya untuk memperbaiki hubungan antar suporter ini. Dengan harapan situasi dan kondisi di Jawa Timur aman dan damai,” tegasnya.

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kababinminvetcaddam

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bertindak sebagai inspektur upacara serah terima jabatan Kababinminvetcaddam V/Brawijaya dari Kolonel Inf Sudung Hasiholan, C.H., kepada Letkol Inf Idang Ismail, S.Pd., M.Si bertempat di Gedung Balai Prajurit Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Pada kesempatan itu, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas pengabdiannya selama bertugas di Kodam V/Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya meyakini dengan bekal dan pengalaman selama bertugas di Kodam V/Brawijaya, prajurit mampu melaksanakan tugas dengan baik ditempat yang baru.

“Serah terima jabatan bagi saya adalah sesuatu yang lumrah dan merupakan bagian dari penyegaran suatu organisasi. Saya yakin dengan bekal yang didapat sebelumnya, saudara mampu mengemban dan menjalankan tugas ini dengan baik,” terang Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Sementara itu, kepada pejabat yang baru, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan ucapan selamat atas jabatan yang baru diemban dan berharap agar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Pangdam V/Brawijaya mengingatkan agar para pejabat dapat melaksanakan amanah yang diberikan dengan penuh rasa tanggung jawab dan berbuat yang terbaik untuk satuannya sesuai dengan tugas dan jabatan masing-masing guna mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas Pokok Kodam V/Brawijaya.

“Amanah ini hendaknya bisa diterima dengan rasa syukur disertai dengan rasa tanggungjawab dan diwujudkan dengan kinerja terbaik,” tegasnya.

Pembangunan RS TK.III Brawijaya ditarget Selesai Juni Mendatang, Pangdam V/Brawijaya Ingatkan Pengembang Soal Timeline dan Kualitas

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., melaksanakan peletakan batu pertama Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023). Rencananya, pembangunan RS Tingkat III Brawijaya akan ditargetkan selesai pada Juni 2023 dan diresmikan langsung oleh presiden RI, Joko Widodo.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya didampingi PJU Kodam V/Brawijaya, Karumkit Tingkat III Brawijaya, dan dihadiri pemenang tender Pengembangan RS Tingkat III Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengapresiasi atas inisiasi dan inovasi Kepala Rumah Sakit dalam mengembangkan fasilitas pelayanan dan kesehatan di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Hal itu dilakukan untuk kesejahteraan prajurit dalam mendapatkan pelayanan kesehatan maupun pengobatan di RS Brawijaya.

Rencananya, RS tingkat III Brawijaya akan dibangun diatas lahan seluas 1.600 meter persegi dengan ketinggian tiga lantai. Pembangunan yang representatif tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 5 bulan kedepan.

Mayjen TNI Farid Makruf membuka ruang selebar-lebarnya kepada para pengembang untuk melakukan konsultasi terkait pembangunan RS tingkat III Brawijaya. Dengan harapan pembangunan RS ini dapat berjalan dengan baik dan dilaksanakan dengan benar. Hal ini dimaksud baik dari aspek kualitas bangunan, maupun target penyelesaian pembangunannya.

Dahlan Iskan Apresiasi Karya Buku Milik Pangdam V/Brawijaya bersama dkk. Dahlan Iskan ; Tidak Seperti Buku Terbitan Instansi, Melainkan Profesional.

Surabaya : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., mengunjungi kantor Harian Disway bertempat di jalan Walikota Mustajab No.76, Ketabang Kecamatan Genteng, Surabaya. Disway merupakan sebuah perusahaan media milik Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Kedatangan Mayjen TNI Farid Makruf bersama Asintel Kasdam V/Brawijaya disambut hangat Dahlan Iskan dan jajaran direksi harian Disway, diantaranya, Direktur Utama, Tomy C Gutama, Direktur Keuangan Annie Wong, Komisaris Taufiq Lamade, dan Wapemred Harian Disway Foan Widhiandono.

Dalam kunjungannya tersebut, Mayjen TNI Farid Makruf mengatakan maksud dan tujuannya datang ke kantor perusahaan media tersebut hanya ingin menjalin silaturahmi dengan mantan menteri BUMN Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus tokoh pers nasional. Menurut Pangdam, Dahlan Iskan merupakan sosok yang patut menjadi teladan terutama dalam hal penulisan jurnalistik.

Selain mengagumi sosok Dahlan Iskan, Pangdam V/Brawijaya juga sering membaca hasil karya jurnalistik milik Dahlan Iskan. Konon Jenderal asal Bangkalan tersebut juga menyelami dunia penulisan. Hal itu selaras dengan buku yang dihasilkan saat menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako yang bertajuk “Tadulako, dari Mitos ke Realitas”,

Dari situlah keduanya terlibat obrolan ringan. Diawal perkenalannya, Mayjen TNI Farid Makruf lebih banyak bercerita tentang pengalamannya di Medan tugas. Mulai dari penugasan dalam mengatasi radikalisme di Bima NTB, bencana alam banjir di Bima dan Gempabumi di Lombok serta menyelesaikan sengketa Tanah Mandalika). Penugasan itu pun berlanjut ke Sulawesi Tengah dalam kasus radikalisme dan terorisme serta penanggulangan pasca bencana sulteng.

Mendengar paparan Pangdam V/Brawijaya, Dahlan Iskan mendukung agar Pangdam V/Brawijaya terus bekerja, beraksi dan berperan sesuai tugasnya. Meski (dari cerita sebelumnya) tugas tersebut seharusnya dilakukan pemerintah, namun nyatanya Pangdam V/Brawijaya mampu menuntaskan problematika yang ada di masyarakat. Pertemuan itu kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata.

Nihil Pelanggaran Anggota : Dankogartap III/Surabaya Tekankan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri dan Pemda

Surabaya : Dankogartap III/Surabaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., belum menemukan pelanggaran terhadap anggota Gartap III/Surabaya sejak tiga bulan terakhir. Laporan itu disampaikan Kaskogartap III/Surabaya kepada Mayjen TNI Farid Makruf saat berkunjung ke Makogartap III/Surabaya, Jalan Walikota Mustajab, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Kamis, (12/1/2023).

Sejak dilantiknya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., sebagai Pangdam V/Brawijaya beberapa pekan yang lalu, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., juga sekaligus menjabat sebagai Dankogartap III/Surabaya.

Disisi yang lain, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., menekankan sinergitas dan soliditas baik dengan sesama anggota TNI, dan Polri maupun Pemda. Sehingga terciptanya kerukunan dan keamanan di tengah masyarakat dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Cerita Pangdam V/Brawijaya : Sempat Bercita-Cita Mondok di Gontor, Kini Jadi Pemateri Wawasan Kebangsaan di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo.

Ponorogo – Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., putra daerah asal Bangkalan Jawa Timur yang kini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya ternyata sempat berkeinginan mondok (menimba ilmu agama) di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Selain terkenal disiplin, Pondok yang sudah berdiri sebelum Indonesia Merdeka tersebut, Kini sudah tersebar di beberapa daerah, seperti Kediri, Banyuwangi, Magelang, Kendari – Sulawesi Tenggara, Lampung, Aceh, Poso dan Kabupaten Siak.

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya didampingi para asisten Kasdam V/Brawijaya, Danrem 081/DJ, dan Dandim 0802/Ponorogo, Rabu (11/1/2023).

Meski cita-cita tersebut belum pernah terwujud, Pangdam V/Brawijaya mengaku senang, dikarenakan saat ini bisa bertatap muka sekaligus berkenalan langsung dengan pimpinan dan pengasuh pondok pesantren modern Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Akrim Mariyat.

Pondok modern Gontor telah banyak mewarisi alumni dibidang pendidikan maupun keilmuan. Tak ayal, banyak sekali alumni yang sudah sukses menjadi menteri hingga cendekiawan muslim. Seperti Dr. Hidayat Nur Wahid, (Wakil Ketua MPR RI & Mantan Ketua MPR RI), KH. Dr. Hasyim Muzadi, (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU) dan masih banyak lagi.

Selain bersilahturahmi dengan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Gontor, Pangdam V/Brawijaya berkesempatan memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. banyak bercerita tentang pengalamannya bertugas dibeberapa daerah rawan bencana hingga rawan konflik.

Mulai dari Dansatgas Kogasgabpad dalam Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergabung dengan UNAMSIL (United Nation Mission in Sierra Leone), hingga memburu sisa-sisa anggota Teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. juga banyak memberikan edukasi tentang pemantapan wawasan kebangsaan, terutama dalam mengembangkan sikap mental persatuan dan kesatuan, serta paham radikalisme.

Disisi yang lain, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan santunan dan bantuan kepada Anak Stunting, Fakir Miskin dan Yatim Piatu di Koramil 0802/08 Sampung, Kodim 0802/Ponorogo. Hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen TNI khususnya TNI AD hadir ditengah-tengah masyarakat dalam membantu meringankan beban/kesulitan yang ada di masyarakat.

Prajurit Cacat akibat Perang GAM – RI di Aceh akan Segera Dapat Tangan Palsu Baru

Peltu Khusnul Abd. Hakim tak pernah menyangka pertemuannya dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA, Minggu (8/1/2023) akan berbuah berkah. Derita yang sekian lama ditanggungnya akan segera usai.

Alkisah, Khusnul Abd. Hakim, anggota Yonif Raider 500/Sikatan ditugaskan ke Nangroe Aceh Darusallam.

Pada Oktober 2004, ia bersama pasukannya terlibat kontak tembak dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan Ishak Daud.

Pada pertempuran di daerah Alur Rambung, Acah Timur itu, Khusnul tertembak di tangan kiri dan kanannya.

Luka tembakan paling parah adalah di pergelangan tangan dan ketiak kanan hingga tembus ke belakang.

Dikisahkannya, setelah dilakukan penanganan, jari-jari tangan kanannya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Infeksinya sudah parah.

“Akhirnya, lengan kanan saya diamputasi hingga di bawah siku. Saya kemudian dibuatkan prosthesis, tangan palsu,” tutur Khusnul saat menemui Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

Namun, lantaran usianya sudah 8 tahun, akhirnya prosthesisnya itu tidak layak pakai lagi.

“Setelah kami periksa rupanya di bagian siku dan telapak serta jari-jari sudah aus. Sehingga tidak elastik lagi. Kalau dia menggerakan lengannya, bagian yang rusak itu menekan bagian kulit yang diampurati itu. Jadinya sakit,” kata dr. Letda Ckm dr. Wily Danis Pratama, MH, dokter pribadi Pangdam V/Brawijaya.

Saat bertemu Kali pertama dengan Peltu Khusnul, Mayjen TNI Farid Makruf langsung meminta Kasmin Pangdam Mayor Arm Vicky Harryanto Mamonto untuk berkoordinasi dengan Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT.

“Saya minta Kakesdam untuk segera menangani Peltu Khusnul sesuai prosedur medis. Kita carikan dia prosthesis yang kualitasnya, elastis dan antibakteri sehingga nyaman serta aman untuk dipakai bekerja. Kita harus segera menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh anggota. Apalagi cacatnya didapatnya saat bertugas,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Untuk diketahui Peltu Khusnul, saat ini berdinas di Koramil 0825/01 Banyuwangi.

“Tangan prosthesis itu seperti bagian dari nyawa saya bekerja supaya seimbang. Makanya saya sangat bersyukur Pangdam V/Brawijaya langsung menindaklanjuti keluhan saya ini,” sahut Peltu Khusnul.

Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT menyatakan segera menangani permasalahan ini sesuai arahan Pangdam V/Brawijaya.

“Untuk penanganannya akan diusahakan pembuatannya di RST di Surabaya. Kondisi lengan anggota kita akan diukur dan dievaluasi agar bisa dibuatkan tangan palsu yang nyaman dan awet,” demikian dr. Deddy Firmansyah, Sp. OT.