Kodam V/Brawijaya buka Pelatihan Pengemudi VVIP

Surabaya – Program pelatihan pengemudi kendaraan VVIP Kodam V/Brawijaya, secara resmi dibuka. Pembukaan program itu, dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya pada Selasa (02/05/2023) pagi.

Dijelaskan Pangdam, program pelatihan mengemudi itu dinilai sangat penting dalam rangka penyiapan sumber daya manusia atau SDM TNI-AD yang profesional.

“Adanya kegiatan latihan yang relative singkat ini, diharapkan banyak pelajaran yang bisa diserap. Sehingga, nantinya dapat mempraktekkan secara langsung dalam mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan yang diterima,” kata Pangdam.

Pelatihan itu, jelas Pangdam, juga membahas soal adanya protokol keselamatan dan keamanan selama mengemudikan kendaraan VVIP. “Saya berharap, para peserta pengemudi VVIP dapat pengalaman kerja secara praktis dan dapat menerapkan dasar pengetahuan mengemudi,” jelasnya.

Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu menyebut jika pengemudi kendaraan VVIP Kodam harus mampu mengemudikan kendaraan dengan aman dan nyaman, tentunya juga mengutamakan faktor keselamatan.

“Para pengemudi VVIP Kodam harus bisa memberikan layanan yang lebih baik pada para tamu VVIP,” bebernya.

Mayjen TNI Farid Makruf Jadikan Brawijaya Award Ajang Sayembara

Surabaya,- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf sebelumnya telah berkomitmen untuk mengapresiasi para Bintara Pembina Desa atau Babinsa yang berhasil menunjukkan prestasinya.

Apresiasi itu, kini dibuktikan dengan adanya Brawijaya Award. Tak hayal, gagasan Brawijaya Award itupun mendapat dukungan dari mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Dijelaskan Pangdam, saat ini terdapat beberapa program yang harus dilakukan oleh para Babinsa di wilayah teritorialnya.

Program-program itu, kata Pangdam, bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pastinya, program tersebut ditujukan untuk mengatasi segala kesulitan yang dialami warga di setiap wilayah teritorial Babinsa.

“Para Babinsa adalah garda terdepan dalam pembinaan teritorial dan komunikadk sosial dengan masyarakat,” ujar Pangdam di sela peluncuran Brawijaya Award yang berlangsung di Aula Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Jumat (28/04/2023) sore.

Tak hanya itu saja, mantan Kepala Penerangan Kopassus itu berujar adanya Brawijaya Award itu harus bisa dijadikan ajang motivasi bagi para Babinsa untuk bisa berbuat yang terbaik di masyarakat.

“Khususnya dalam pengabdiannya di masyarakat,” jelasnya.

Perlu diketahui, pada Brawijaya Award itu Babinsa akan memaparkan program-program pengabdian yang mereka rencanakan di setiap wilayah masing-masing Babinsa.

Setidaknya, terdapat 10 kategori program yang akan dilombakan. Program-program itu, meliputi soal ketahanan pangan, aksi sosial, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kepedulian terhadap pendidikan, pemberdayaan pemuda, olahraga, toleransi antar umat beragama, peduli lingkungan dan pelestarian budaya.

Mayjen TNI Farid Makruf Tinjau Proses Seleksi Atlet Pencak Silat

Surabaya,- Proses seleksi atlet pencak silat menjelang kejuaraan KSAD Cup berlangsung cukup ketat. Tak tanggung-tanggung, pelaksanaan seleksi yang dilakukan di GOR Hayam Wuruk, Kota Surabaya pada Kamis (27/04/2023) itu ditinjau langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf.

Beberapa pejabat teras Makodam V/Brawijaya, hingga para pelatih atlet pun ikut serta mendampingi kedatangan Pangdam di GOR Hayam Wuruk tersebut. Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI pun, tak luput turut serta dalam peninjauan tersebut.

“Peninjauan ini juga ditujukan untuk memberikan semangat pada para atlet,” kata Mayjen Farid Makruf.

Mantan Kepala Penerangan Kopassus itu menambahkan jika pihak Kodam bakal terus memberikan dukungan berkaitan adanya olahraga di Jawa Timur, terlebih di bidang pencak silat.

“Seleksi ini penting untuk menentukan atlet yang akan mewakili Kodam Brawijaya pada piala KSAD yang akan digelar di Kota Bandung,” jelasnya.

Pangdam V/Brawijaya lantik 268 siswa Dikmata, salah satunya anak kuli bangunan

Magetan-Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf melantik 268 siswa yang dinyatakan lulus dan lolos hingga mengikuti proses pendidikan Dikmata Tahun Ajaran 2022, salah satunya anak kuli bangunan asal Lamongan, Bagus Alief Kurniawan.

“Perlu dipahami, bahwa sebagai prajurit kalian berperan penting dalam mendukung tugas Satuan. Miliki rasa bangga menjadi bagian dari prajurit TNI-AD,” ucapnya dalam siaran pers diterima di Surabaya, Sabtu.

Pangdam melantik para prajurit di Secata Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Magetan, pada Jumat (14/4/).

Selain rasa bangga, Mayjen TNI Farid Makruf juga mengimbau semua siswa untuk bisa merubah pola pikir dan pola tindak sebagai prajurit yang bisa dibanggakan.

“Itu harus bisa dilakukan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan bagi TNI-AD maupun NKRI,” katanya.

Sementara itu, orang tua Alief, Sugiyono, bangga atas kelulusan anaknya yang resmi menyandang pangkat Prajurit Dua TNI Angkatan Darat.

“Saya bangga dan bahagia melihat Alief hari ini dengan gagah memakai seragam TNI Angkatan Darat. Lima bulan saya dan ibunya selalu deg-degan menanti kabarnya. Apalagi kami berpikir kami orang tak punya,” ucapnya.

“Kami pun tak punya kenalan siapapun di sini untuk membantu. Tapi Alhamdulillah, anak kami bisa diterima dan mengikuti pendidikan dengan baik sampai dilantik hari ini,” tambah dia.

Begitu juga dengan sang Ibu, Naning Sulatik,yang tak kuasa membendung air mata bahagianya.

“Saya sangat bahagia. Tidak sia-sia kerja keras bapaknya membanting tulang berupaya agar impian Alief menjadi anggota TNI Angkatan Darat. Ini usahanya yang kesekian kalinya sampai dia lulus, dan hari ini dilantik,” tuturnya.

Sementara, Bagus Alief Kurniawan mengatakan sudah tiga kali mendaftar dan baru saja lulus pada penerimaan tahun 2022.

“Saya sudah tiga kali mendaftar dan baru kali ini lulus. Bapak juga mendukung saya sepenuh hati mendukung biaya transportasi dan makan. Ibu juga tak berhenti-henti berdoa dan memberi semangat. Alhamdulillah, hari ini saya sudah jadi tentara. Insya Allah saya akan menjadi prajurit yang membanggakan orang tua, kesatuan dan bangsa,” katanya

Pangdam Brawijaya Kumpulkan Babinsa di Wilayah Kodim Situbondo

Situbondo,- Seluruh Babinsa berkumpul di Makodim 0823/Situbondo. Bukan tanpa sebab, hal itu berkaitan dengan adanya kunjungan kerja yang dilakukan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf pada Rabu (29/03/2023) pagi.

Beberapa hal disampaikan oleh Pangdam dihadapan para Babinsa, yang menjadi penekanan penting Pangdam kepada Babinsa adalah kemampuan babinsa agar peka terhadap permasalahan-permasalahan masyarakat dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayahnya.

“Tugas Babinsa itu banyak selain menjaga kondusifitas wilayah, Babinsa juga harus peka dengan permasalahan masyarakat. Babinsa wajib mendata permasalahan tersebut untuk dihimpun dan dilaporkan agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran. Laporan data dilaporkan secara berjenjang ke Danramil, nanti diteruskan ke Dandim. Baru, Dandim ke Bupati untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” kata Pangdam.

Beberapa program, kata Mayjen TNI Farid, harus bisa dilakukan oleh Babinsa. Program-program itu, salah satunya ialah Babinsa masuk dapur. Babinsa masuk dapur, merupakan salah satu program yang dinilai efektif untuk bisa mengetahui kondisi gizi masyarakat.

“selain itu diharapkan , Babinsa masuk sekolah sekolah untuk mengajarkan kepada anak didik kita tentang kedisiplinan dan semangat kebangsaan dan memberikan pengertian pada anak-anak sekolah, untuk tidak terlibat narkoba,” pintanya.

Selain soal program-program Babinsa, Jenderal TNI-AD kelahiran Kabupaten Bangkalan itu juga menghimbau para Babinsa untuk bisa berperan aktif menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan wilayah.

Salah satunya dengan cara merangkul semua pihak untuk ikut serta berpartisipasi menjaga stabilitas dan kondusifitas. “Supaya tidak ada keributan. Itu masalah tugas,” tegas Mayjen TNI Farid.

KASAD Gelar Lomba Kerapan Sapi di Bangkalan Untuk Lestarikan Budaya Madura

Bangkalan – Setelah direncanakan, akhirnya kejuaraan Kerapan Sapi Piala Kepala Staf Angkatan Darat, secara resmi digelar di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Adanya perlombaan itu, ternyata menuai antusias dan semangat warga Madura.

Lomba Kerapan Sapi yang berlangsung di Lapangan Kerapan Sapi M. Noer Bangkalan itu ternyata tak hanya diikuti oleh warga yang berada di wilayah Pulau Madura saja. Namun, juga terdapat masyarakat dari luar Madura, diantaranya Lumajang, Probolinggo, Pasuruan hingga beberapa daerah lain di Jawa Timur yang ikut serta meramaikan perlombaan yang dibuka pada Senin (20/03/2023) pagi tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurrachman menyebut jika pelaksanaan kerapan sapi piala KASAD di Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu merupakan bentuk keterpaduan antara TNI-AD dengan rakyat.

“Kerapan sapi di Pulau Madura ini suatu kebanggaan yang harus kita lestarikan,” kata KASAD.

Persiapan pelaksanaan kerapan sapi itu, menurut KASAD, cukup baik. Pasalnya, hampir semua peserta yang mengikuti perlombaan tersebut sudah memenuhi kriteria kesiapan.

“Terutama yang sudah terlatih dan terbina. Tadi semua sudah dipersiapkan, termasuk jokinya. Antusias masyarakat cukup luar biasa,” kata KASAD.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf menambahkan, jika KASAD bakal melindungi masyarakat Madura yang ingin melestarikan budaya leluhur warga Madura tersebut. Menurutnya, kerapan sapi merupakan salah satu ungkapan syukur warga Madura usai melewati musim tanam, tetapi saat ini selain menjadi tradisi budaya warga Madura, kerapan sapi juga sudah menjadi ajang kompetisi dan prestasi.

Perlu diketahui, event tersebut merupakan salah satu kegiatan bersejarah. Pasalnya, kerapan sapi piala KASAD di Madura baru pertama kali digelar. Bahkan, rencananya, event tersebut bakal digelar setiap tahun, selain untuk melestarikan budaya Madura juga untuk meningkatkan potensi Pariwisata baik lokal maupun internasional di pulau Madura.

KASAD Terima Gelar Kesultanan Bangkalan dari Raden Panji Abdul Hamid Mustari Cakraadiningrat

Bangkalan – Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman dikukuhkan sebagai Keluarga Kehormatan oleh Kesulatanan Bangkalan, Madura.

Bahkan, KASAD secara resmi menyandang gelar Dr. H. Mas Panji Dudung Abdurachman Suryoadiningrat. Gelar itu, memiliki arti pemimpin bangsa yang baik dan bijaksana.

Gelar itu, resmi diterima KASAD dalam prosesi upacara yang turut didampingi oleh Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Rahma Dudung Abdurachman dan dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., Forkopimda Jatim, para Kyai, Tokoh Keluarga Kesultanan, Tokoh adat dan sesepuh Kabupaten Bangkalan masing-masing beserta istri di Pendopo Agung, Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur. Senin (20/03/2023).

Suasana upacara pemberian gelar itu berlangsung dengan penuh khidmat. Upacara itu, diawali dengan adanya pembacaan surat keputusan pengangkatan KASAD sebagai Keluarga kehormatan Kesultanan Bangkalan oleh pihak perwakilan Kesultanan Bangkalan.

Pemasangan tongkos atau penutup kepala khas Bangkalan hingga pemasangan kain sawir dan penyerahan keris pada KASAD pun, dilakukan oleh Raden Panji Abdul Hamid Mustari Cakraadiningrat. Ia, merupakan generasi keenam Sultan Raden Abdul Kadirun, sekaligus Ketua Yayasan Kesulatanan Bangkalan.

Pada kesempatan yang sama, Pangdam V/Brawijaya menjelaskan bahwa penganugerahan kehormatan pada Bapak KASAD sebagai Keluarga Kehormatan Bangsawan Bangkalan merupakan kebanggaan dan suatu bukti ikatan hubungan erat antara TNI dengan Rakyat.

Sementara itu, Plt Bupati Bangkalan, Drs. Mohni, M.M menambahkan, penyematan gelar yang diberikan pada KASAD itu, merupakan suatu anugerah dan kebanggaan.
Pasalnya, gelar yang diberikan oleh KASAD tersebut merupakan anugerah bagi masyarakat Bangkalan.

Pangdam V/Brawijaya Sebut Masjid Jadi Center of Gravity Keumatan

Surabaya,- Mayjen TNI Farid Makruf mengapresiasi adanya program Kebraon Mengaji dan Pesantren Subuh yang digelar Takmir Masjid Almuhajirin, Kota Surabaya.

Betapa tidak, apresiasi itu diungkapkan oleh Pangdam lantaran program itu berhasil menjadikan masjid menjadi sebuah pusat kegiatan atau center of gravity keumatan.

Jenderal bintang dua yang pernah menjabat sbagai Danrem 132/Tadulako tahun 2020 hingga 2021 itu bercerita jika masa kecilnya sangat lekat hingga dekat dengan masjid.

Pasalnya, meskipun tidak masuk dalam pesantren, namun dirinya mengasah keahlian mengaji dan belajar agamanya di masjid yang berada di kampung halamannya di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Madura.

“Masjid adalah sarana komunikasi yang tepat,” kata Pangdam.

Tak hanya itu saja, Pangdam pun merencanakan jika hal itu akan ia sampaikan ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa agar program tersebut bisa diintensifkan. “Terutama masjid-masjid di Jatim,” bebernya.

Mayjen Farid Makruf mengisahkan ketika dirinya ditempatkan di Bima, Nusa Tenggara Barat dan Poso, Sulawesi Tengah, kala itu masjid dijadikan pusat deradikalisasi. Ia melawan radikalisasi juga dilakukan di masjid-masjid tertentu dengan cara masuk ke tempat-tempat itu melawan dengan literasi antiradikalisme.

“Jadi masjid adalah benteng terakhir melawan radikalisme, melawan pergaulan bebas dan penyalahgunaan Narkoba. Anak-anak sejak dini dekat dengan masjid pasti akan terhindar dari itu semua,” pesan Pangdam

Sementara itu, kehadiran Pangdam V/Brawijaya di Masjid Almuhajirin pada Minggu (19/03/2023) subuh itu, diapresiasi oleh Ketua Yayasan Drs. H. Qomari. Pasalnya, Mayjen TNI Farid Makruf di sela kesibukannya masih berkenan menyapa para santri.

“Kami sangat berbangga hati. Karena, kesibukan bapak Pangdam beserta jajaran masih berkenan hadir untuk menyapa kami,” pungkasnya.

Pangdam Brawijaya Dampingi Kunker Wapres RI di Jombang

Jombang,- Mengawali kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin menghadiri Wisuda Hafidhoh ke-5 yang berlangsung di Ponpes Hamalatul Qur’an Putri di Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Rabu (15/03/2023).

Beberapa pejabat di Jatim nampak mendampingi kunjungan yang dilakukan oleh Wapres, diantaranya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Kunjungan yang dilakukan oleh Wapres RI itu, dalam rangka menghadiri wisuda 187 santriwati yang telah menyelesaikan program tahfidz atau hafalan qur’an 30 juz dalam kurun waktu empat sampai enam bulan.

Usai berkunjung ke pondok Hamalatul, Wapres melanjutkan kunjungan kerjanya di SMA Trensains Tebuireng, Jalan Jombang No. Km. 19 Jombang, Jawa Timur.

Di lokasi itu, Wapres meluncurkan adanya gerakan Wakaf Indonesia. Kata Wapres, Indonesia berada di peringkat teratas negara paling dermawan di dunia menurut catatan World Giving Index 2022 dengan indeks sebesar 68 persen.

Hal itu, menurutnya, tak lepas dari adanya pemanfaatan wakaf sebagai dana sosial masyarakat yang berfungsi untuk kepentingan ibadah.

“Saya bersyukur ketika ada wakaf di Tebuireng ini. Menurut saya, ini bisa jadi motor penggerak wakaf Indonesia,” kata Wapres RI, K.H Ma’ruf Amin.

Pangdam Brawijaya Kunjungi Putra Alm. Sertu Eka Andriyanto Hasibuan di Sidoarjo

Pangdam Brawijaya Kunjungi Putra Alm. Sertu Eka Andriyanto Hasibuan di Sidoarjo

Sidoarjo – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. mengunjungi kediaman orang tua almarhum Sertu Eka Andriyanto Hasibuan yang berada di Dusun Sawo Dungus, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (14/03/2023) siang.

Untuk diketahui, Sertu Eka Andriyanto Hasibuan gugur bersama istrinya akibat penyerangan kelompok KKB Papua ketika menjalankan tugas sebagai aparat teritorial di Yalimo Papua, pada bulan Maret 2022 silam. Selama berada di Yalimo, Eka Andriyanto mendapat tugas sebagai anggota Babinsa di Koramil 1702-07 Kurulu Papua.

Kunjungan Pangdam itu, bermaksud ingin mengetahui perkembangan kondisi keluarga dari almarhum Sertu Eka Andriyanto. Selain itu juga untuk memastikan apa – apa yg merupakan hak dari anak – anak almarhum sudah diurus dan diterima oleh mereka.

Setiba di kediaman almarhum, Mayjen TNI Farid Makruf tertuju untuk mengetahui kondisi dan memberi perhatian kepada anak-anak Sertu Eka Andriyanto. Pangdam pun menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan anak-anak almarhum.

Ketika mengetahui bahwa anak pertama almarhum Sertu Eka Andriyanto masih dalam kondisi trauma dan memerlukan perhatian khusus untuk perkembangan psikologinya, Pangdam menyatakan akan membantu dan meyakinkan kondisinya sampai pulih kembali.

“Di tempat kami (rumah sakit, red) ada. Nanti kita akan tahu kebutuhan anak ini apa. Nanti segera kita konsultasikan,” ujar Pangdam.

Tak hanya itu saja, Mayjen Farid Makruf juga berkomitmen pada pihak keluarga untuk memprioritaskan kebutuhan Pendidikan anak dari almarhum Sertu Eka Andriyanto.

“Untuk kondisi pemulihan psikologis pastinya juga kita prioritaskan,” kata Mayjen TNI Farid Makruf dihadapan keluarga almarhum.

Semua hal tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan dan jiwa korsa prajurit serta merupakan amanah dari bapak KASAD yang selama ini sudah banyak berjasa bagi kehidupan anak dari almarhum Sertu Eka Andriyanto, dengan memberikan beasiswa pendidikan sampai mendapatkan pekerjaan dan uang santunan yang akan berguna untuk masa depan anak almarhum.