1.028 Prajurit Tamtama Ikuti Dikmata TNI-AD Gelombang I di Malang

Malang,- Pendidikan Pertama Tamtama atau Dikmata TNI-AD Gelombang I TNI-AD 2025, secara resmi dibuka.

Pembukaan itu, dilakukan langsung oleh Danrindam V/Brawijaya, Kolonel Inf Mukhamad Albar, S.E, di Lapangan Upacara Dodikjur Rindam V/Brawijaya. Sabtu (01/03/2025).

Pada pendidikan itu, setidaknya terdapat 1.028 prajurit Tamtama yang nantinya akan mengikuti berbagai pelatihan yang telah direncanakan oleh pihak Rindam.

“Para siswa ini sebelumnya melewati berbagai seleksi yang ketat. Momen ini, harus menjadi kebanggaan bagi mereka,” ujar Danrindam.

Selama proses pendidikan, para siswa diharapkan bisa meningkatkan fisik dan mental, sekaligus memanfaatkan berbagai kesempatan demi menjadi prajurit yang profesional, Tangguh dan berkarakter.

“Dunia kemiliteran menuntut disiplin, tanggung jawab, loyalitas, ketegasan, dan kehormatan diri yang tinggi. Pendidikan ini bertujuan membentuk prajurit Tamtama TNI-AD yang berlandaskan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, menguasai dasar keprajuritan, serta memiliki jasmani yang prima,” tegas Danrindam.

Pembukaan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri Abituren Dikmaba TNI-AD TA. 2024

Situbondo,- Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri bagi Abituren Dikmaba TNI-AD Tahun Anggaran 2024 resmi dibuka hari ini di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya, Situbondo, Jawa Timur. Jumat (17/01/2025).

Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Kabagdik Rindam V/Brawijaya, Letkol Arh Abdul Muhyi dan diikuti oleh 100 orang.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Arh Abdul Muhyi menyampaikan amanat Danpussenif yang berkaitan tentang amanat penting terkait tujuan dan harapan dari pendidikan tersebut.

“Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri ini merupakan bagian integral dari pembentukan prajurit TNI-AD yang profesional, handal, dan siap menghadapi berbagai tantangan di medan tugas. Oleh karena itu, setiap peserta didik harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas diri dan keterampilan di bidang infanteri,” ujarnya.

Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri ini diikuti oleh ratusan Bintara yang telah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI-AD. Para peserta didik akan mendapatkan pelatihan intensif yang meliputi pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prajurit infanteri, teknik bertempur, serta kemampuan taktis yang dibutuhkan dalam operasi-operasi militer.

Letkol Arh Abdul Muhyi, juga mengingatkan pendidikan itu tidak hanya mengutamakan aspek fisik dan teknis semata, tetapi juga membentuk karakter prajurit yang disiplin, tangguh, dan setia kepada negara.

“Pendidikan ini bertujuan untuk mencetak prajurit-prajurit TNI yang tidak hanya cakap dalam keterampilan militer, tetapi juga memiliki mental yang kokoh dan etika yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” tambahnya.

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara Penutupan Dikmaba TNI-AD di Rindam V/Brawijaya

Jember,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, memimpin upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI Angkatan Darat Tahun 2024 yang berlangsung di Resimen Induk Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Kamis (09/01/2025).

Upacara yang berlangsung khidmat itu menandai kelulusan para siswa Dikmaba yang telah menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.

Apresiasi tak lepas disampaikan kepada para lulusan atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan selama masa pendidikan.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga mengingatkan jika kelulusan para siswa adalah awal dari tanggung jawab besar sebagai prajurit TNI-AD dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai prajurit TNI-AD, mereka telah dilatih dan dibekali dengan berbagai keterampilan dan nilai-nilai keprajuritan. Saya menghimbau kepada para Dikmaba untuk bisa menjaga kehormatan diri, institusi, dan bangsa ini,” kata Mayjen TNI Rudy.

Sebanyak 179 siswa Dikmaba resmi dilantik menjadi Bintara TNI-AD dalam upacara tersebut.

Mereka telah menjalani pendidikan intensif selama masa Pendidikan yang mencakup pembekalan fisik, mental, dan pengetahuan militer untuk membentuk prajurit yang profesional dan berintegritas.

Upacara tersebut dihadiri oleh para pejabat teras Kodam V/Brawijaya, pelatih, serta keluarga dari para lulusan.

Kehadiran keluarga memberikan nuansa emosional yang mendalam saat para lulusan resmi menyandang status sebagai Bintara TNI-AD tersebut.

Penutupan Dikmaba TNI-AD di Rindam V/Brawijaya itu, menjadi momentum penting dalam mencetak generasi prajurit yang siap menjalankan tugas negara.

“Dengan semangat dan dedikasi, para Bintara baru diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi TNI-AD dan Indonesia,” pinta Pangdam.

Tradisi Tonting YWPJ Warnai Upacara peringatan Hari Juang TNI AD ke-79 dan HUT ke-76 Kodam V/Brawijaya, Sinergi TNI-Rakyat Diperkuat

Mojokerto,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., memimpin langsung Upacara peringatan Hari Juang TNI AD ke-79 dan HUT ke-76 Kodam V/Brawijaya di Mojokerto diwarnai dengan tradisi Tonting YWPJ (Yudha Wastu Pramuka Jaya). Tradisi estafet pataka Korps Infanteri ini melambangkan pengabdian dan perjuangan panjang prajurit infanteri menjaga keutuhan NKRI. bertempat di Pendopo Agung Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (19-12-2024).

Hadir dalam kegiatan tersebut para PJU Kodam V/Brawijaya, Perwira Korp Infantri se-Jawa Timur, personil se-jajaran Korm 082/CPYJ, Perwakilan dari TNI AL, TNI AU, Kepolisian, Instansi Pemerintah Daerah setempat dan Adik-adik Pramuka. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan rakyat dalam menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Hal ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., dalam sambutannya menyampaikan tema peringatan tahun ini, “Berjuang Bersama Rakyat untuk Mewujudkan Indonesia Emas”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi TNI, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. Kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti sarasehan, bakti sosial, pasar murah UMKM, doa bersama, dan pemberian santunan kepada anak yatim. Hal ini menunjukkan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah rakyat dan berbagi kebahagiaan bersama. TNI senantiasa menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa.

Hari Juang Infanteri juga menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan infanteri. Keberhasilan mengusir penjajah tak lepas dari dukungan rakyat. Oleh karena itu, prajurit infanteri harus selalu berjuang untuk kepentingan rakyat dan bersama rakyat. Sikap pantang menyerah, rela berkorban, dan jiwa korsa harus selalu dipegang teguh.

Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menekankan pentingnya lesson learned dari peringatan ini, yaitu sikap pantang menyerah, rela berkorban, militansi, jiwa korsa, kerja keras, dan yang terpenting adalah manunggal dengan rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi pendorong pengabdian dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungannya kepada TNI. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi. Sikap rendah hati ini menunjukkan komitmen TNI untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan HUT ke-76 Kodam V/Brawijaya menjadi langkah nyata mempererat sinergi TNI-Rakyat menuju Indonesia Emas 2045. Semoga sinergi ini terus terjalin, sehingga cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan makmur dapat terwujud. Semoga TNI selalu menjadi pelindung dan pengayom rakyat Indonesia.

Danrindam V/Brawijaya Pimpin Pembukaan Pendidikan Bintara TNI AD Gelombang II

Jember,- Sebanyak 701 calon Bintara TNI AD memulai pendidikan militer di Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember, yang dibuka secara resmi oleh Kolonel Inf Mukhamad Albar, S.E., sebagai Inspektur Upacara, Acara berlangsung khidmat.

Pendidikan yang berlangsung selama 15 minggu ini bertujuan membentuk prajurit yang profesional, disiplin, dan berjiwa Sapta Marga. Hal ini disampaikan Kolonel Inf Mukhamad Albar, S.E., dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan saat upacara pembukaan di Jl. Tidar, Karangrejo.

“Menjadi prajurit TNI AD adalah kehormatan sekaligus tantangan. Jagalah kondisi fisik dan mental serta pelajari materi pendidikan dengan semangat dan penuh tanggung jawab,” pesan Pangdam melalui Kolonel Inf Mukhamad Albar, S.E. kepada seluruh peserta didik.

Mayor Arh Anton Prasetijono, Wadan Secaba Rindam V/Brawijaya, bertindak sebagai Komandan Upacara. Seluruh prosesi berjalan lancar, mencerminkan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan militer di lingkungan TNI AD.

Para siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kehidupan militer yang menuntut kedisiplinan tinggi, loyalitas, serta tanggung jawab. Pendidikan ini merupakan langkah awal penting menuju pengabdian di TNI AD yang penuh integritas.

Pendidikan ini dirancang untuk melatih fisik, mental, dan kemampuan strategis calon prajurit. Berbagai program pelatihan akan diberikan, mulai dari pembentukan karakter hingga keterampilan teknis, guna mendukung tugas mereka di masa depan.

Pangdam V/Brawijaya berharap para calon Bintara dapat lulus dengan hasil terbaik dan menjadi prajurit yang membanggakan. “Semoga pendidikan ini menghasilkan prajurit andal yang siap menjaga kedaulatan bangsa,” tutupnya penuh harapan.

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Sidang Pantukhir Tingkat Subpanpus Penerimaan Caba PK TNI-AD

Malang,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, memimpin berlangsungnya sidang pantukhir tingkat Subpanpus dalam rangka seleksi Calon Bintara Prajurit Karier atau Caba PK TNI-AD gelombang II, tahun 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Kota Malang pada Rabu (11/12/2024) itu, merupakan tahap terakhir dari proses seleksi penerimaan prajurit TNI-AD.

“Proses ini bertujuan untuk memastikan hanya calon terbaik yang memenuhi syarat secara fisik, mental, akademik, dan psikologis yang akan melanjutkan ke tahap Pendidikan,” kata Pangdam.

Proses seleksi itu, kata Mayjen TNI Rudy Saladin, harus berjalan secara transparan, objektif, dan berintegritas.

“Kita harus memastikan bahwa setiap calon yang lulus dari tahap ini adalah mereka yang benar-benar siap menjadi prajurit profesional dan memiliki loyalitas tinggi terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Proses seleksi tersebut, melibatkan berbagai tahapan, termasuk pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, dan wawancara. Para calon yang hadir telah melewati tahapan seleksi awal di tingkat daerah sebelum sampai pada Sidang Pantukhir Tingkat Subpanpus tersebut.

Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi yang telah bekerja keras memastikan jalannya proses seleksi dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menjalankan proses seleksi ini. Semoga kita semua diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas hingga selesai,” tambahnya.

Pangdam berharap para calon yang terpilih dapat menunjukkan dedikasi, semangat, dan integritas selama menjalani pendidikan serta saat mengemban tugas di masa mendatang.

“Hasil dari Sidang Pantukhir ini akan menentukan calon-calon yang lolos untuk mengikuti pendidikan tahap selanjutnya di lembaga pendidikan TNI-AD,” kata Pangdam.

Abbymanyu Arya Pratama Sabet Emas di Kejuaraan Pencak Silat Nasional SNTC IV

Purwokerto,– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Abbymanyu Arya Pratama, putra Sertu Rokhim, dengan meraih medali emas di Kejuaraan Pencak Silat Soedirman National Terate Championship (SNTC) IV. Ajang tersebut berlangsung 29 November – 1 Desember 2024 di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah.

Sertu Rokhim, orang tua Abbymanyu yang bertugas di Korem 081/DSJ, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi anaknya. “Alhamdulillah, sebagai orang tua, tentunya kami sangat-sangat bangga dan bersyukur sekali,” ujarnya di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Senin (2/12/2024).

Menurut Sertu Rokhim, Abbymanyu mulai menekuni olahraga pencak silat sejak usia 10 tahun. Ketertarikan itu tumbuh dari kemauan sendiri, tanpa paksaan, sehingga bakatnya terus berkembang hingga meraih banyak prestasi di tingkat nasional.

Pada usia 13 tahun, Abbymanyu mulai mengikuti berbagai kejuaraan dan langsung menunjukkan potensinya. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa kelas X SMAN 5 Kota Madiun dan telah mengoleksi berbagai medali emas di kompetisi pencak silat bergengsi.

Prestasi Abbymanyu tidak hanya terbatas pada SNTC IV. Sebelumnya, ia telah menjadi juara di International Indonesian Student Open Pencak Silat Championship 2024, PSHT Championship 2024, dan Bupati Cup Magetan 2024. Catatan gemilang ini menjadi bukti kerja kerasnya.

Meski begitu, perjalanan karir Abbymanyu tidak selalu mulus. Ia juga pernah meraih perunggu di beberapa kejuaraan. Hal ini menjadi motivasi baginya untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitasnya di setiap pertandingan.

Sertu Rokhim berharap prestasi Abbymanyu terus berkembang dan menginspirasi generasi muda lainnya. “Harapan kami, tentunya ingin Abbymanyu akan semakin berprestasi lagi ke depannya dan apa yang menjadi cita-citanya dapat terwujud,” pungkasnya.

50 Prajurit TNI AD Resmi Menyandang Brevet “Yudha Wastu Pramuka”

Situbondo,- Sebanyak 50 prajurit TNI AD resmi menyandang brevet “Yudha Wastu Pramuka” setelah menyelesaikan Pendidikan Kejuruan Infanteri (Dikjurtaif). Upacara penutupan Dikjurtaif Abituren Dikmata TNI AD Gelombang I TA 2024 digelar di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya, Sabtu (28/09/2024).

Wadan Rindam V/Brawijaya, Kolonel Inf Sugiyatmono, S.E., memimpin upacara penutupan tersebut. Dalam amanatnya, Danpussenif Kodiklatad menyampaikan selamat kepada para prajurit.

Brevet “Yudha Wastu Pramuka” merupakan simbol kehormatan bagi prajurit infanteri. Gelar ini menandakan kemampuan mereka bergerak di segala medan, sesuai julukan “Queen of the Battle”.

Danpussenif juga mengapresiasi Danrindam V/Brawijaya dan Dandodiklatpur. Ucapan terima kasih disampaikan atas dedikasi dalam mendidik dan melatih para prajurit.

Pendidikan ini berjalan aman dan lancar berkat kerjasama semua pihak. Para prajurit telah digembleng untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Harapannya, para prajurit infanteri yang baru dilantik ini dapat mengabdi dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan dan keberhasilan dalam menjalankan tugas mulia.

Pendidikan Pertama Bintara TNI AD: 179 Siswa Siap Mengabdi untuk Bangsa

Jember,— Upacara Pembukaan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD Program TA 2024 dilaksanakan di Lapangan Upacara Secaba Rindam V/Brawijaya. Upacara ini dipimpin oleh Kolonel Inf Mukhamad Albar, S.E.

Sebanyak 179 siswa mengikuti upacara ini dengan penuh semangat. Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan Inspektur Upacara, terdapat pesan-pesan penting untuk para calon prajurit.

Pangdam mengucapkan selamat kepada semua siswa yang terpilih. Harapannya, tekad mereka untuk menjadi prajurit TNI AD akan terus menyala selama masa pendidikan yang akan dijalani.

Pangdam juga mengingatkan bahwa proses seleksi yang sulit telah mereka lalui. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan disiplin selama pendidikan berlangsung, agar tujuan pendidikan tercapai.

Pendidikan ini bertujuan mengubah sikap dan perilaku siswa dari sipil menjadi prajurit yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki loyalitas serta kehormatan yang tinggi. Ini adalah langkah awal menuju profesionalisme.

Dalam pengarahan kepada siswa, Danrindam menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dan menjalani proses ini dengan penuh tanggung jawab. Harapan dari acara ini adalah agar semua siswa dapat menjadi bintara yang berkualitas dan siap mengabdi kepada negara.

Mayjen TNI Rudy Saladin Pimpin Sidang Pantukhir Caba Sub Panpus Kodam Brawijaya

Malang,- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M. A, memimpin berlangsungnya sidang penentuan terakhir atau Pantukhir kepada para calon siswa Bintara PK TNI-AD yang saat ini berada di Marindam V/Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, para casis tersebut telah mengikuti berbagai seleksi maupun tahapan yang telah dilakukan oleh panitia.

“Proses pantukhir ini dilakukan guna menjaring bibit-bibit prajurit TNI sesuai kriteria yang sudah ditentukan,” kata Pangdam. Rabu (04/09/2024).

Bukan hanya itu, selama proses pantukhir itu Pangdam menekankan betapa pentingnya obyektivitas dan integritas selama berlangsungnya proses pantukhir tersebut.

“Kita harus memastikan bahwa calon-calon yang terpilih adalah yang terbaik, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. Mereka akan menjadi prajurit TNI AD yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat,” tegas Jenderal Bintang Dua yang pernah menjabat sebagai Sesmilpres ini.

Sekedar diketahui, Sidang pantukhir itu melibatkan tim penilai yang terdiri dari para pejabat Kodam Brawijaya, yang bertanggung jawab untuk melakukan penilaian secara komprehensif terhadap para calon.

Setiap aspek mulai dari kesehatan, kemampuan fisik, hingga potensi kepemimpinan, menjadi pertimbangan dalam proses seleksi tersebut.

Proses seleksi yang ketat serta transparan itu diharapkan dapat menghasilkan prajurit-prajurit TNI AD yang unggul dan siap menjalankan tugas-tugas negara dengan profesionalisme tinggi. (*)