Karya Bakti Pembangunan Jalan di Dusun Sukosari Barat Tingkatkan Aksesibilitas Warga.

Lumajang, Wujud dedikasinya dalam mendukung pembangunan di wilayah binaannya. Babinsa Sukosari Koramil 0821-12/Jatiroto, Serka Samsuliadi Dwi Purwanto, bersama warga turut serta dalam karya bakti pembangunan jalan rabat beton sepanjang 200 meter di Dusun Sukosari Barat, Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pembangunan itu bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan warga dalam beraktivitas, terutama di lingkungan RT 012 RW 001 yang sebelumnya memiliki jalan yang kurang memadai. Jalan tersebut tidak hanya menghubungkan area permukiman, tetapi juga menjadi akses utama menuju fasilitas umum di desa.

Dalam keterangannya, Serka Samsuliadi Dwi Purwanto menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai Babinsa untuk mendampingi dan memotivasi warga dalam melaksanakan gotong royong.

“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendampingi masyarakat dalam kegiatan apapun, terutama yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Selain mempercepat proses pembangunan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Sukosari Barat, Fitri Andre Sakti, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Babinsa. Kehadiran TNI, menurutnya, memberikan semangat dan motivasi kepada warga untuk bersama-sama menyelesaikan proyek tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan warga yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini. Semoga jalan yang baru ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Dusun Sukosari Barat,” tuturnya.

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa menunjukkan peran strategis TNI dalam mendukung pembangunan wilayah, terutama di daerah pedesaan. Keterlibatan aktif TNI, khususnya Babinsa, tidak hanya meningkatkan efisiensi pembangunan, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.

Ketua Poktan Sidomulyo Apresiasi Dukungan Babinsa dalam Program Pertanian di Lumajang.

Lumajang, Babinsa Gesang Koramil 0821-10/Tempeh, Serda Muhammad Eko Widodo, melaksanakan pendampingan pengairan di lahan jagung seluas 1 hektare milik Gendut, anggota Kelompok Tani (Poktan) Sidomulyo, di Dusun Kebonan, Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air berjalan lancar sehingga tanaman jagung mendapatkan pasokan air yang cukup demi mendukung pertumbuhan optimal. Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Gesang.

“Kegiatan ini sebagai upaya kami sebagai Babinsa berkomitmen untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, membantu dan memberikan pendampingan agar program-program pemerintah, khususnya swasembada pangan, bisa terlaksana dengan baik,” ujar dia.

Sementara itu, PPL Desa Gesang, Eko Susanto, mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam mendukung program pertanian di wilayah .

“Kehadiran Babinsa tentunya menjadikan inspirasi dalam memberikan motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Kami juga berkolaborasi untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan air dan teknik budidaya jagung yang baik,” katanya.

Ketua Poktan Sidomulyo, Juber, menyampaikan rasa terima kasih kepada Babinsa dan PPL atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami merasa lebih diperhatikan dan didukung dalam mengatasi kendala yang ada, terutama soal pengairan,” pungkasnya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen jagung sehingga berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan petani, diharapkan swasembada pangan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dandim 0811/Tuban Jelaskan Strategi Pompanisasi untuk Percepatan Swasembada Pangan.

TUBAN, – Komandan Kodim 0811/Tuban sambut Tim Wasmonev (Pengawasan Monitoring dan Evaluasi) PAT (Perluasan Areal Tanam) Pompanisasi Brigjen TNI Faruk Pakar, S.Pd., M.Han., Direktur Teritorial (Dirter) Pusterad dalam rangka meninjau Program Pompanisasi untuk percepatan tanam serta swasembada pangan menuju Indonesia lebih maju dan sejahtera bertempat di wilayah Kodim 0811/Tuban.

Direktur Teritorial selaku ketua tim Wasmonev Brigjen TNI Faruk Pakar, S.Pd., M.Han., dalam sambutan paparannya menyampaikan bahwa Kementan RI menggandeng TNI dalam rangka pendampingan pelaksanaan kegiatan di lapangan, mulai dari pendampingan tingkat pusat sampai dengan wilayah yang dilaksanakan oleh Babinsa.
“Sesuai dengan laporan harian yang dilaksanakan oleh jajaran TNI AD tentunya kita bisa melihat dinamika di lapangan yang sedikit banyak mempengaruhi terhadap pencapaian target, baik Oplah maupun Pompanisasi data terbaru yang diterima dari jajaran bervariasi dalam pencapaian sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah”, Terang Ketua Tim.

Ketua Tim menambahkan bahwa kami di lapangan akan melihat secara langsung dengan tujuan untuk mencari kesalahan di lapangan namun berusaha membantu, duduk bersama menemukan solusi dan saling tukar pikiran untuk keberhasilan kegiatan PAT (Perluasan Areal Tanam) melalui Oplah dan Pompanisasi diwilayah Kodim 0811/Tuban.

“Pada kesempatan mari kita jadikan forum untuk diskusi sharing dan tukar pikiran untuk keberhasilan tugas kita bersama”, Imbuh ketua Tim.

Ditempat yang sama, Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto, S.Sos., M.I.P., menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan kerja oleh Brigjen TNI Faruk Pakar (Ketua Tim Wasmonev PAT Pompanisasi) yang mana akan menambah wawasan kepada kita semua dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada komando atas tentang rencana konsep normalisasi dan pompanisasi dalam mendukung program pemerintah guna mewujudkan Hanpangan nasional tentang percepatan antisipasi darurat pangan di wilayah Kodim 0811/Tuban.

“Di wilayah Kodim 0811/Tuban kita mendapatkan 90 Unit pompa brigade yang tersebar di 20 koramil dan tersalurkan ke 90 Poktan dan untuk pencapaian LTT perluasan areal tanam untuk minggu II 366 Ha Minggu III 402 dan total pencapaian LTT PAT Bulan Juni 999 Ha”, Terang Dandim.

Diakhir paparannya, Dandim menambahkan tentang pemanfaatan Alsintan dapat di gunakan melalui Brigade tanam yang dikendalikan oleh Kodim sehingga alsintan sepenuhnya dikelola oleh Kodim serta mobilisasi alsintan berdasarkan permintaan dari poktan di tiap wilayah.

“Kendala yang dihadapi saat memasuki musim kemarau di mana curah hujan di wilayah Kab. Tuban sudah menurun, masih banyak jaringan irigasi rusak banyak peralihan lahan dan Babinsa mengedukasi petani untuk menanam kembali setelah panen, dan alsintan dipindahkan ke tempat wilayah yang sesuai dengan prosedur”, Tutup Dandim Tuban.

Diakhir acara, Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kab. Tuban Bpk. Eko Yulianto, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa Pemkab Tuban bersinergi dengan TNI telah menerima pompa 305 Pompa Air yang mana antara lain 85 pompa reguler (61 Unit 3” , 18 Unit 4” dan 6 Unit 6 ”) dan 130 Pompa Brigade Dinas serta 90 Pompa Brigade, dan untuk kriteria CPCL Pompa antara lain tersedia sumber air permukaan (Sungai) yang dapat di pompa dan lokasi diprioritaskan pada lahan tadah hujan dengan IP – 2 dan di budidayakan oleh petani dengan komoditas padi serta punya potensi penambahan.

“Untuk penyaluran pompa air di 16 kecamatan antara lain 27 Unit diserahkan tanggal 30 April 2024, 36 Unit diserahkan tanggal 14 mei , 90 Unit di serahkan tanggal 27 Mei dan 15 Unit diserahkan tanggal 31 Mei 2024 serta yang terakhir sejumlah 137 Unit di serahkan pada tanggal 1 Juli 2024”, Terang Kadistan Tuban.

Usai melaksanakan paparan, Ketua Tim Wasmonev beserta rombongan menuju lokasi di wilayah Kecamatan WIdang sekaligus untuk bertatap muka dengan para petani dalam rangka meninjau Program Pompanisasi untuk percepatan tanam serta swasembada pangan menuju Indonesia lebih maju dan sejahtera.

Pengeboran Irigasi di Desa Randucangkring: Langkah Nyata Menuju Kemandirian Pangan.

Bondowoso– Babinsa Ramil 09 Pujer, Serka Hardono, bersama warga Desa Randucangkring, melaksanakan kegiatan pendampingan pengeboran untuk mendukung program ketahanan pangan tahun anggaran 2024. Kegiatan ini dilakukan di lahan milik Bapak Firdaus, Dusun Randu 51, RT 10/RW 02, Desa Randucangkring, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.

Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah binaan, dengan melibatkan langsung masyarakat setempat dalam pengelolaan lahan pertanian. Kegiatan Saat ini, progres pengeboran sudah mencapai sekitar 30%.

Pengeboran dilakukan untuk memperbaiki sistem irigasi dan meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga hasil pertanian di Desa Randucangkring dapat lebih optimal. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, terlebih menjelang tahun 2024 yang diprediksi akan menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem.

Kegiatan ini turut didukung oleh Gapoktan Tani Makmur 11 yang turut serta dalam pengeboran dan memberikan pelatihan mengenai teknik pertanian modern kepada para petani. Kolaborasi antara Babinsa, petani, dan Gapoktan diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan warga desa.

Dengan adanya pendampingan ini, Babinsa berharap para petani di Desa Randucangkring dapat semakin mandiri dan memiliki ketahanan dalam mengelola sumber daya alam mereka. Melalui program ketahanan pangan ini, diharapkan bisa menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pangan dan peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.

Program Ketahanan Pangan: Dandim 0819/Pasuruan Tanam Jagung di Lahan 200 Ha.

Pasuruan,- Dandim 0819/Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak, S.T., melaksanakan penanaman jagung serentak wilayah kodim 0819/Pasuruan tepatnya di Desa Wonosari Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Setyo Wibowo S.I.P., M.Sos. dan ibu Ketua Persit KCK Koorcabrem 083. Dalam acara tersebut Danrem memimpin seremonial Penamaan Jagung secara serentak.

Diawali paparan yang disampaikan oleh Komandan Kodim 0819/Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak,S.T., kepada Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Setyo Wibowo S.I.P., M.Sos., yang menjelaskan tentang luas, letak dan kondisi lahan yang berada di wilayah kab. Pasuruan yang akan di jadikan sebagai lahan untuk penanaman jagung. Bahwa 200 ha yang disiapkan lahan pertanian yaitu berada di Kec. Grati dengan luas lahan 100 ha sudah ditanami jagung, yang kedua berada di KPH Kejayan dengan luas lahan 100 ha masih belum ditanami jagung, yang nantinya akan dilakukan secara masif dan bertahap untuk penanaman jagung.

Dalam sambutannya, Kolonel Inf Setyo Wibowo S.I.P., M.Sos. memberikan penekanan bahwa ketahanan pangan merupakan isu krusial yang berkaitan erat dengan pertahanan negara. Iklim tropis Indonesia memberikan dukungan optimal untuk mencapai ketahanan pangan, terlepas dari fluktuasi iklim.

“TNI AD berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan, karena dengan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau, stabilitas keamanan negara dapat terjaga” , Pungkasnya.

Program ketahanan pangan di wilayah Korem 083/Bdj akan melibatkan penanaman jagung di lahan seluas 2000 ha secara bertahap, dengan setiap satuan jajaran Korem 083/Bdj mengelola lahan seluas 200 ha, Termasuk didalamnya lahan yang disiapkan oleh Kodim 0819 Pasuruan seluas 200 ha.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, Danrem 083/Bdj juga memberikan bantuan sembako secara simbolis. Acara penanaman jagung di Kecamatan Gondang Wetan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kadistan Kabupaten Pasuruan, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 083 beserta pengurus serta Persit Kartika Chandra Kirana Cab. XXXIII Kodim 0819/Pasuruan.

Kerjasama dan dukungan dari semua pihak diharapkan dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan Penanaman Jagung di Bondowoso Terhubung Virtual dengan Panglima TNI dan Kapolri

Bondowoso, Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan penanaman bibit jagung secara serentak di lahan tidur, yang dilaksanakan di Wisata Tani Desa Sumber Kokap, Kecamatan Tamankrocok. Kegiatan ini juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting dengan Panglima TNI dan Kapolri yang sedang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, termasuk pejabat utama dari Pemkab Bondowoso, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Pj. Bupati Bondowoso, Muhamad Hadi Wawan Guntoro, bersama dengan Kapolres Bondowoso AKBP Lintar Mahardhono, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, S.E., M.Han., serta jajaran Forkopimda, secara simbolis menanam bibit jagung di lahan yang sebelumnya tidak produktif, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal.

“Penanaman bibit jagung ini tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah Kabupaten Bondowoso. Melalui program ini, kami berupaya meningkatkan ketersediaan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur, dan tentunya, mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam hal ketahanan pangan,” ujar Pj. Bupati Bondowoso, Muhamad Hadi Wawan Guntoro, dalam sambutannya.

Selain penanaman bibit jagung, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian bantuan sosial kepada warga Desa Sumber Kokap yang diserahkan langsung oleh pihak terkait. Setelah pelaksanaan penanaman, seluruh peserta turut berpartisipasi dalam sesi Zoom Meeting dengan Panglima TNI dan Kapolri, yang turut memberikan arahan mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Acara yang berlangsung dengan tertib dan aman ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal, serta menjadi bagian dari upaya nasional dalam mencapai swasembada pangan di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Bondowoso optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan lokal dan berkontribusi positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tahun 2024.

Kodim 0822 Bondowoso Dukung Pembangunan Desa Melalui Kegiatan Kerja Bakti TMMD.

Bondowoso,– Dalam rangka mendukung Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-121, Kodim 0822 Bondowoso menggelar kegiatan kerja bakti di Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini diikuti oleh Babinsa Desa Gubrih, Serma Madhasim, serta anggota Babinsa dari Koramil 01 hingga 08, bersama masyarakat setempat dan pekerja. Kegiatan dimulai pada pukul 08:00 WIB dan berlangsung hingga selesai, berjalan dengan tertib dan aman.

Program TMMD Ke-121 (Imbangan) ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk mempercepat pembangunan di daerah-daerah terpencil melalui kerja bakti bersama masyarakat. Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Peran TNI, khususnya prajurit Kodim 0822 Bondowoso, dalam kegiatan ini sangat penting. Tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai motivator dan penggerak semangat gotong-royong masyarakat. Babinsa yang terjun langsung ke lapangan memiliki tugas mendampingi dan memimpin pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai rencana dan tujuan. TNI juga memberikan bimbingan dalam teknik pelaksanaan kerja bakti, sehingga hasilnya optimal dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan kerja bakti ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pemerintah untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program TMMD, TNI berperan aktif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkokoh hubungan antara TNI dan rakyat, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan nasional. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun negeri.

Kabupaten Probolinggo Meningkatkan Ketahanan Pangan Melalui Gerakan Tanam Padi PAT dan Pompanisasi

Probolinggo,- Kodim 0820/Probolinggo bersama Pj. Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, S. Sos, M. Si, serta Kementerian Pertanian RI menghadiri acara Gerakan Tanam Padi PAT melalui Pompanisasi di Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (09/10/2024). Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 orang tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memperingati Hari Ketahanan Pangan Tahun 2024.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan kehadiran sejumlah tokoh penting seperti Ugas Irwanto, S. Sos, M. Si (Pj. Bupati Probolinggo), Yudistira (Perwakilan Kementerian Pertanian RI), H. Khairul Anam, S.Kom., M.Sos (Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo), Mayor Kav Edy Surnoto (Pabung Kodim 0820/Probolinggo), serta Forkopimka Besuk. Turut hadir pula Babinsa Koramil 0820/14 Besuk, Bhabinkamtibmas Polsek Besuk, dan perwakilan Dinas Pertanian se-Kecamatan Besuk.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diiringi pembacaan Surat Al-Fatihah dan doa bersama. Setelah itu, Ugas Irwanto bersama para undangan secara simbolis mencabut tembakau hasil panen. Gerakan ini menandakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan hasil pertanian melalui penerapan teknologi pompanisasi.

Dalam sambutannya, Susilo Isnadi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan ini serta ucapan selamat datang kepada perwakilan Kementerian Pertanian RI. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo masih terjaga berkat kerja sama berbagai pihak. “Kegiatan ini sangat penting dalam upaya mendukung ketahanan pangan, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional,” ujar Susilo.

Selanjutnya, Pj. Bupati Ugas Irwanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah demi menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. “Pemerintah daerah terus berupaya melalui berbagai program seperti pemetaan kerawanan pangan, peningkatan produksi, dan penyaluran cadangan pangan desa,” tegasnya.

Dandim 0806 dan Forkopimda Dorong Inovasi Pertanian Trenggalek Melalui Anugerah Palagan Tani

Trenggalek – Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan sektor pertanian melalui penyelenggaraan Anugerah Palagan Tani di Agro Park Trenggalek, Kamis (5/12/2024). Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga motivasi bagi kelompok tani (Poktan) untuk terus berinovasi demi meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian di daerah.

Acara bergengsi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin, S.E., Dandim 0806/Trenggalek Letkol Czi Yudo Aji Susanto, S.Sos., M.A., Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si., Kepala Badan Penerapan Instrumen Pertanian Provinsi Jatim Dr. Agus W. Anggara, S.Si., M.Si., serta Ketua Komisi II DPRD H. Mugianto, S.Pd., M.H.. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Letkol Czi Yudo Aji Susanto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para petani yang telah berinovasi dan memenangkan berbagai kategori lomba. Menurutnya, kompetisi ini adalah langkah strategis untuk mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di Trenggalek.

“Kompetisi ini membuktikan bahwa petani Trenggalek tidak hanya bekerja keras, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak signifikan pada produktivitas pertanian. Kegiatan seperti ini harus terus didukung untuk menciptakan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing,” ujar Letkol Yudo.

Anugerah Palagan Tani menampilkan tujuh kategori lomba yang mencerminkan keberagaman inovasi pertanian, di antaranya Budidaya padi hemat air, Pemanfaatan lahan pekarangan, Apresiasi kakao berkelanjutan, Budidaya bawang merah, Gotong royong susuk wayang dan Pembuatan pupuk organik.

Pemenang dari setiap kategori menerima penghargaan langsung dari Forkopimda, sebuah bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi mereka. Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin berharap acara ini mampu memotivasi petani lain untuk terus berinovasi. “Pertanian adalah pilar utama ekonomi kita. Dengan dukungan semua pihak, termasuk TNI dan masyarakat, kita dapat menjadikan Trenggalek sebagai pusat inovasi pertanian yang unggul di Jawa Timur,” tuturnya.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat, Trenggalek optimis mampu mencetak prestasi lebih besar di sektor pertanian. Anugerah Palagan Tani menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan inovasi adalah kunci untuk menjadikan Trenggalek sebagai salah satu pusat pertanian unggulan yang dapat diandalkan.

Dandim 0811/Tuban Letkol Dicky Purwanto Hadiri Peresmian Program TNI AD Manunggal Air Bersih

TUBAN, – Komandan Kodim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto, S.Sos., M.I.P., bersama Camat Grabagan Bpk. Tolikan ikut meresmikan 2664 titik air bersih di seluruh wilayah indonesia oleh KASAD Jendral TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Acara ini dilaksanakan melalui Vicon serentak bertempat di Balai desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

Program ini menandai langkah strategis TNI AD dalam mengelola sumber air di wilayah Indonesia Salah satu program utama ini adalah peresmian TNI AD Manunggal Air sebanyak 2664 titik sumber air yang tersebar diseluruh Indonesia.

Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan Angkatan Darat untuk meningkatkan akses air bersih di seluruh nusantara, terutama di daerah-daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Dalam sambutannya, KASAD menekankan pentingnya program ini dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup.

Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto, S.Sos., M.I.P., mengatakan bahwa pengadaan air bersih ini merupakan program unggulan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk membantu kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih.

“Kami berusaha dalam pembuatannya memastikan ketersediaan air yang cukup untuk menjangkau warga sekitar dimusim kemarau”, Ujar Dandim 0811/Tuban

Selama peresmian, setiap Kodim menyaksikan acara melalui vicon dan mengadakan seremonial lokal untuk merayakan peluncuran titik air baru di wilayah mereka. Diharapkan, dengan adanya 2664 titik air ini, kebutuhan air bersih di masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik dan memberikan dampak positif yang signifikan.