Vaksinasi Tahap II, Tak Satupun Prajurit Kodam Brawijaya Alami Kipi

urabaya,- Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi menyebut tak satupun prajurit Kodam yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (kipi, red) selama proses vaksinasi berlanjut.

            “Tidak ada kipi, jadi nol persen. Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, bahwasannya vaksin ini aman,” kata Imam ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gupusjat II, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Kamis, 04 Maret 2021 siang.

            Hingga saat ini, ia menyebut tak satupun informasi yang masuk ke dirinya terkait adanya keluhan usai disuntik vaksin Sinovac. “Tidak ada informasi ataupun laporan dari jajaran bawah,” ungkapnya.

            Untuk diketahui, proses vaksinasi yang berlangsung di jajaran Kodam V/Brawijaya, saat ini telah mencapai batas 97,8%.

            Jumlah itu, sesuai target dengan adanya vaksinasi yang ditujukan untuk 9.599 personel. Sesuai informasi yang didapat, saat ini terdapat 9.300 lebih personel yang sudah mengikuti tahap vaksinasi lanjutan tahap kedua.

Ribuan Personel TNI AD Kodam V/Brawijaya Disuntik Vaksin COVID-19

SURABAYA – Sebanyak 9.599 personel TNI AD di lingkungan Kodam V/Brawijaya melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID-19 gelombang I di Gedung Balai Prajurit Kodam V Brawijaya Surabaya.

Kepala Kesehatan Komando Daerah Militer (Kakesdam) V Brawijaya, Kolonel Ckm dr Djanuar Fitriadi, mengatakan kegiatan vaksinasi ini serentak dilakukan di Kodam Jawa, Bali dan luar Jawa. “Kegiatan ini selama dua hari digelar dan berharap bisa diselesaikan,” kata Kakesdam Kolonel Ckm dr Djanuar, Selasa, (2/3/2021).

Selain dilaksanakan di Kodam V Brawijaya, vaksinasi ini juga dilaksanakan di 33 titik di faskes TNI. Termasuk 10 di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama) dan 23 FKTL (Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut) yang tersebar di Kodim-Kodim di Jatim. Vaksinasi ini juga difokuskan kepada Babinsa sebagai tracer COVID-19. Sebab, para Babinsa tersebut yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Vaksin ini adalah merupakan salah satu jalan pokok menangani COVID-19 yang paling rasional. Baik dalam keilmuan maupun taktikal,” terang Djanuar.

Danrem 083/Bdj Mengawali Suntik Vaksin Covid-19 di Jajaran Prajurit Korem 083/Bdj

Kota Malang, – Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti mengawali penyuntikan tahap pertama vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang selanjutnya diikuti seluruh prajurit jajaran Korem 083/Bdj. Bertempat di Rumkitban 05.08.02 Malang, Selasa (02/03/2021).

Usai menjalani suntik Vaksin Bio Farma Covid-19, Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti menegaskan bahwa Vaksin Bio Farma Covid-19 ini aman dan halal untuk prajurit Korem 083/Bdj.

Dikatakan juga olehnya, proses vaksinasi diawali dengan pendaftaran. Dilanjutkan dengan pemeriksaan ada tidaknya penyakit bawaan dan kemudian penyuntikan vaksin. Setelah disuntik diakhiri dengan observasi untuk melihat gejala klinis setelah vaksinasi.

“Banyak berita negatif tentang vaksin ini dapat menyebabkan penyakit hingga kematian. Maka dari sini saya dan 100 orang prajurit Makorem 083/Bdj juga 2428 orang prajurit di Kodim jajaran Korem 083/Bdj memberi himbauan sekaligus contoh kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid 19 ini aman dan hala,” terangnya.

Pangdam V/Brawijaya Bersama Forpimda Jatim berikan Bansos ke korban longsor di Ponpes Annidhomiyah Pamekasan

Pamekasan,madura jawa timur – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto bersama Forpimda Jatim memberi bantuan sosial kepada PP. Annidhomiyah dan 5 korban meninggal dunia dan 1 orang patah tulang akibat bencana tanah longsor di pesantren tersebut dusun Jepon desa Bindang kecamatan Pasean kabupaten Pamekasan yang terjadi pada selasa 23 Februari 2021 dini hari kemarin.Bantuan itu diberikan langsung kepada pondok pesantren Annidhomiyah dan 5 korban santriwati meninggal dunia akibat tanah longsor.(25/2/2021)

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Irjen Pol. Nico. Apinta, Laksda TNI I.N.G Sudihartawan Pangkoarmada II Surabaya dan rombongan, Kamis, 25 Februari 2021.Gubernur bersama rombongan disambut Pengasuh Ponpes An-Nidhamiyah KH. Muhedi, H. Badrut Tamam S.Psi Bupati Pamekasan, Dandim Letkol Inf Tejo Baskoro, Kapolres AKBP Apip Ginanjar SIK, Forkompimka dan warga setempat.Rombongan Forpimda Jatim langsung mengecek ke lokasi longsor yang menimpa sisi bangunan sebelah barat Ponpes An-Nidhamiyah.“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah di Ponpes An-Nidhamiyah yang menyebabkan 5 orang Santriwati meninggal dunia dan 1 orang mengalami patah tulang, semoga seluruh amal ibadahnya diterima dan khilafnya diampuni oleh Alloh Swt. Dan untuk yang dirawat di Rumah Sakit semoga cepat diberikan kesembuhan,” ucap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelum memberikan bansos kepada pihak Pondok pesantren.“Dan saya juga sangat mengharapkan dengan adanya musibah ini kita semuanya harus tetap bersabar,” sambungannya.Selanjutnya, Rombongan memberikan bantuan sosial kepada Ponpes Annidhomiyah secara simbolis.

Ops Gaktib Yustisi tahun 2021, Fokus Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Jawa Timur

Surabaya,- Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto menegaskan terdapat beberapa sasaran pada pelaksanaan penegakkan disiplin dan tata tertib tahun ini.
Pada upacara pembukaan Ops Gaktib yang digelar di Lapangan Jenderal Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya Kamis, 25 Februari 2021 pagi, ia menegaskan jika Polisi Militer berkomitmen untuk mendukung adanya penegakkan dan ketaatan hukum, terlebih upaya pendisiplinan protokol kesehatan, sekaligus menjaga Persatuan dan Kesatuan.
“Program prioritas yang menjadi fokus Pemerintah tersebut, hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan,” kata Suharyanto dalam amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakannya.
Jenderal bintang dua yang juga menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya itu mengungkapkan, operasi penegakkan ketertiban dan yustisi itu, ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme Polisi Militer TNI, sekaligus subjek hukum melalui pendekatan persuasive edukatif.
“Hal ini dikarenakan esensi dari pelaksanaan operasi adalah untuk memperkuat upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi prajurit dan PNS TNI,” jelasnya.
Di tengah pandemi, kata dia, partisipasi aktif prajurit dan PNS TNI dalam upaya penegakkan protokol kesehatan dinilai sangat penting. Pasalnya, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, prajurit dan PNS TNI diharapkan bisa menjadi role model, atau teladan bagi masyarakat umum.
“Dengan demikian, operasi Gaktib dan yustisi yang diselenggarakan tahun ini, akan dapat memperkuat kepatuhan dan ketaatan prajurit dan PNS TNI dalam melaksanakan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Tak tanggung-tanggung, selama berlangsungnya upaya itu, Suharyanto memberikan penekanan terhadap personel Polisi Militer dan aparat terkait lainnya, termasuk diantaranya penguasaan tugas dan tanggung jawab.
“Sebab, petugas yang profesional adalah petugas yang tegas, tidak ragu-ragu. Namun tidak bersikap arogan. Dengan masyarakat yang semakin kompleks, tentunya dibutuhkan inovasi dan adaptasi dalam menghadapi tantangan,” pinta Dangartap. (Pendam V/Brawijaya)

Kasdam V/Brawijaya hadir dalam pengecekan posko PPKM Mikro di Wilayah Kab. Sampang

Pamekasan, Nawacita  – Bupati Pamekasan H.Badrut Tamam, Dandim 0826 Letkol Inf Tejo Baskoro, Wakapolres Kompol Asrori Khadafi dan Sekda Ir Totok Hartono menyambut kedatangan Brigjen TNI Agus Setiawan SE, Kasdam V/Brawijaya beserta rombongan di Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (24/02/2021) Siang.

Kunjungan kerja Kasdam V Brawijaya itu dalam rangka meninjau PPKM Mikro di wilayah Kabupaten Pamekasan. Usai dialog bersama Forkopimda, Brigjen TNI Agus Setiawan langsung bergeser ke posko PPKM Mikro di kelurahan Bugih kecamatan Pamekasan.

Dalam sambutannya Kasdam V/Brawijaya mengatakan bahwa tidak ada hasil yang luar biasa tanpa dikerjakan dengan usaha-usaha yang luar biasa juga.

“seperti halnya kita harus bekerja luar bisa dalam menghadapi Covid-19 ini karena virus ini merupakan wabah penyakit yang luar biasa, sehingga kita bisa keluar dari wabah ini,” ungkap orang nomor dua di Kodam Brawijaya itu.

“Saya turun dibeberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur ini ingin memastikan fakta dilapangan, artinya tidak hanya melihat dengan diatas kertas tentang penanganan wabah Covid-19 ini,” sambungnya.

Dengan program PPKM Mikro ini diharapkan zona yang masih kuning-kuning ini bisa segera berubah menjadi zona hijau.

“Berikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat kebersihan karena Kebersihan pangkal kesehatan, dengan sehat imun kita akan kuat dan dapat melawan virus covid-19,” pesan Kasdam Brigjen TNI Agus Setiawan.

Dalam kegiatan itu Brigjen TNI Agus Setiawan SE ( Kasdam V/Brawijaya) memberikan masker dan handsanitizer, serta kenang kenangan berupa Al-Qur’an dan sejadah kepeda Bupati Pamekasan H.Badrut Tamam.

Forkopimda Jatim Memantau PPKM Mikro di Desa Candi Mulyo dan Kepanjen Jombang

mediapetisi.net – Forkopimda Jawa Timur, yang terdiri dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Candi Mulyo dan Kelurahan Kepanjen Kecamatan/Kabupaten Jombang. Rabu Malam (24/2/2021)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PPKM Mikro sudah dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 22 Februari 2021 yang berbasis pada RT / RW, dan Poskonya ada di Desa. Sedangkan untuk pemetaan yang telah dilakukan oleh Polda Jatim, untuk RT ada 210 yang masuk kategori zona merah, untuk orange ada 1.245, Kuning 10.023, dan zona hijau sebanyak 81.730 yang tersebar di 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur.

Cek Posko PPKM Mikro, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti, S.A.P Kunjungi Kodim 0822/Bondowoso

Media Indo Pos,Bondowoso – Dandim 0822/Bondowoso Letkol Kav. Widi Widayat, ST., dan jajarannya menyambut Kunker Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti, S.A.P beserta rombongan dalam rangka Pengecekan Posko Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Covid-19 bertempat diwilayah Kab. Bondowoso, Selasa (23/2).

Kodim 0822/Bondowoso Gelar Operasi Yustisi Gabungan Guna Cegah Penularan Covid-19

Bondowoso, Rajawalimedia.net – Kodim 0822/Bondowoso Gelar Operasi Gabungan Yustisi Penegakan dan Pencegahan Penularan melalui Koramil 0822/01 Kota Bondowoso menggandeng Kepolisian menggelar Operasi Yustisi di depan kantor kecamatan Kota, yaitu di Jalan A. Yani guna memutus penyebaran Covid-19, Senin (22/2/21).

Kegiatan diawali dengan apel gabungan ini dilaksanakan guna penegakan dan pencegahan penularan Covid-19 di Wilayah Kab. Bondowoso dengan menyisir pengendara yang melintas di jalan protokol yang tidak memakai masker.

Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letkol Kav. Widi Widayat, ST., mengatakan, “Dalam operasi yustisi tersebut masih banyak didapati masyarakat yang tidak memakai masker sesuai dengan protokol kesehatan.

Pada operasi itu, masyarakat juga diberi imbauan terkait Covid-19 dan protokol kesehatan yaitu 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan dan Memakai Masker). Selama kegiatan berlangsung berjalan dengan lancar dan aman,” tutupnya. ( RS )

450 Pasukan Yonif Mekanis 512/QY Dapat Kehormatan dari Negara

Surabaya,- Sebanyak 450 personel Yonif Mekanis 512/QY diberangkatkan oleh Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto ke Jayapura, Papua. Tepatnya di perbatasan Indonesia-Papua Nuguni.
Pemberangkatan pasukan itu, ditandai dengan adanya upacara pemberangkatan yang digelar di Dermaga Ujung, Surabaya. Senin, 21 Februari 2021 pagi.
Mayjen TNI Suharyanto menyebut, tugas operasi yang diamahkan ke prajurit Yonif 512, merupakan suatu kehormatan. Sebab, tak mudah bagi seorang prajurit untuk bisa menjalankan tugas operasi.
“Tugas pengamanan perbatasan adalah salah satu tugas yang diamanatkan oleh negara kepada TNI. Mereka memiliki tugas yang tidak ringan, yaitu menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini,” kata Dangartap.
Selain menjaga perbatasan, ia menyebut keberadaan pasukan Yonif 512 nantinya juga harus bisa menciptakan situasi yang kondusif, sekaligus memberikan rasa aman terhadap masyarakat.
“Sekaligus membantu aparat terkait dalam menangani permasalahan yang terjadi di perbatasan, salah satunya pelanggaran batas negara, penyelundupan barang illegal dan gangguan keamanan lainnya,” tegasnya.
Beberapa penekanan lainnya pun, ditegaskan dihadapan Satgas Pamtas, termasuk adanya meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Kita menyadari TNI adalah prajurit yang berasal dari rakyat, dan berjuang untuk rakyat. Maka dari itu, ketika tiba di tempat penugasan, mereka harus bisa beradaptasi serta memahami kultur maupun budaya masyarakat,” pintanya.