Ibadah Jumat Agung di Papua Dikawal Ketat Satgas Yonif 512/QY

Keerom, Papua- Pelaksanaan ibadah Jumat Agung di perbatasan Indonesia-Papua Nugini mendapat pengawalan ketat dari aparat Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Beberapa personel ditempatkan di beberapa titik lokasi selama berlangsungnya ibadah yang digelar di Gereja Emanuel Stasi Sack, Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Jumat, 04 April 2021. “Keberadaan anggota itu, untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, itu sudah kewajiban kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman ke masyarakat,” ujar Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat. Terpisah, Pendeta Gereja Emanuel, Herman Ibe (54) menuturkan keberadaan Satgas di area Gereja, mampu menciptakan suasana yang damai selama ibadah berjalan. Itu terbukti ketika puluhan jema’at yang datang ke Gereja itu, bisa beribadah dengan nyaman. “Kehadiran TNI ini sangat berarti bagi kami. Sebab, suasana aman dan damai bisa terwujud dengan baik,” ungkapnya.

TNI Aktifkan Kembali Seni Marawis

Keerom, Papua- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY berkomitmen untuk tetap menjaga kelestarian budaya lokal di Papua. Bukan sekedar kiasan, hal itu dibuktikan oleh Satgas ketika mengaktifkan kembali seni Marawis. Ternyata, adanya seni itupun disambut antusias oleh masyarakat, terutama di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Jumat. 02 April 2021. Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan, Kampung Naramben merupakan salah satu area yang dihuni oleh para transmigran. Mayoritas penduduk di Kampung itu, beragama Islam. “Marawis itu seni keagamaan.

Kita mendapat informasi kalau seni Marawis di Kampung itu sudah lama tidak aktif. Nah, sekarang kita aktifkan,” ujarnya. Tak tanggung-tanggung, ia pun menerjunkan 2 personel ke Kampung itu untuk menghidupkan kembali budaya Marawis di Kampung itu. “Di sisi lain, seni itu juga bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” jelasnya.

Aksi Heroik Satgas Yonif Mekanis 512 Selamatkan Warga yang Hendak Terjun ke Jurang

Keerom, Papua- Beruntung bagi Yosaffat Paruntung (41) ketika melintas di Kampung Sawiyatami, Distrik Arso, Kabupaten Papua.
Betapa tidak, Yossafat hampir saja kehilangan nyawanya. Kejadian itu bermula ketika melintasi jalanan penuh lumpur di Distrik Arso dengan mengendarai mobil Triton yang bermuatan sembako.
Nahas, jalanan penuh lumpur seakan membuat mobil tersebut hilang kendali. Alhasil, mobil itupun berada tepat di bibir jurang.
“Kebetulan kendaraan kami melintas di daerah sini. Kami langsung memasang tali baja untuk menarik mobil tersebut. Waktu itu, posisi pak Yossafat masih berada di dalam mobil. Mungkin kebingungan,” kata Letda Chb Agung Cahyo Purnomo. Rabu, 31 Maret 2021 sore.
Tanpa berselang lama, Satgas di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat itu, berhasil menyelamatkan nyawa, sekaligus mobil milik Yossafat.
“Semuanya aman, tidak ada korban jiwa ataupun materi. Semua terselamatkan dengan baik,” ujarnya.

Tenaga Pendidik Dituntut Untuk Lebih Kreatif

Surabaya,- Pandemi seakan menghasilkan berbagai inovasi yang digagas oleh pihak Kodam V/Brawijaya, terlebih mendidik para murid yang menempuh sekolah di lingkungan Yayasan Kartika Jaya, Cabang IV Brawijaya. Pemanfaatan aplikasi E-Pembelajaran, seakan menjadi terobosan baru bagi tenaga pendidik di lingkungan Yayasan tersebut. Pasalnya, para guru tak harus bertatap muka ketika mendampingi para murid untuk mengikuti jam pelajaran.

“Artinya, seorang guru harus bisa memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru harus bisa mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan jaringan internet atau online,” kata Suharyanto usai meresmikan bimbingan teknis SDM terampil di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Selasa, 30 Maret 2021 pagi. Dijelaskannya, bimbingan teknis yang dipandu langsung oleh Pusdatin Kemendikbud RI itu, sangat penting dilakukan dalam membentuk guru maupun tenaga pengajar sekolah agar lebih memiliki ketrampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. “Itu bisa mendorong para guru untuk lebih kreatif, serta menguasai teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan pembelajaran,” bebernya.

Perkuat Hubungan Melalui Anjangsana

Keerom, Papua- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY berupaya memperkuat Kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Kabupaten Keerom, Papua. Pada kesempatan itu, pihak Satgas sengaja menggelar anjangsana di beberapa Kampung yang berada di Distrik Waris. Rabu, 31 Maret 2021 Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan, anjangsana yang dilakukan oleh personelnya merupakan salah satu sarana yang dinilai ampuh dalam menjaga kekompakan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini itu. “Kegiatan ini rutin kami lakukan sebagai bentuk Kemanunggalan,” kata Letkol Taufik.

Immanuel (44), salah satu Kepala Kampung di Distrik Waris menjelaskan selama ini, hubungan antara masyarakat dengan pihak TNI, berjalan cukup harmonis. Menurutnya, keberadaan Satgas di Kabupaten Keerom, dinilai mampu menciptakan suatu keharmonisan. “Kami semua merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Bagikan Tas dan Buku, Pasukan Yonif 512 Pacu Semangat Belajar di Perbatasan

Keerom, Papua- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY berupaya meningkatkan semangat belajar anak-anak di perbatasan.
Berbagai cara dilakukan, salah satunya melalui bagi-bagi buku dan tas di salah satu Sekolah Dasar yang berada di Kampung Wambes, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.
Demikian dikatakan Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat pada Selasa, 30 Maret 2021 pagi.
“Semua pos kita instruksikan untuk berkunjung ke setiap sekolahan. Di tempat itu, mereka membagi-bagikan tas dan buku yang sudah kami siapkan untuk anak-anak,” ujarnya.
Selain bagi-bagi buku dan tas, kata Dansatgas, dirinya juga menginstruksikan personelnya untuk memberikan pembekalan berupa wawasan kebangsaan dan pelatihan baris-berbaris. “Itu untuk pembentukan karakter disiplin anak,” jelasnya.
Terpisah, Etius Wonda (53) Kepala Sekolah SD Wambes menambahkan jika ia sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh prajurit asuhan Letkol Inf Taufik tersebut.
Pasalnya, bantuan yang diberikan oleh Satgas tersebut diyakini dapat memacu semangat belajar muridnya. “Kami keluarga besar SD Wambes, sangat berterima kasih adanya dukungan dari bapak-bapak TNI ini,” ungkapnya. (Pendam V/Brawijaya)

Puluhan PNS Korem 081/DSJ Terima Vasin Covid-19 Tahap 1

Madiun – Serbuan vaksinasi merupakan upaya TNI untuk mendukung pemerintah guna mempercepat penanganan Covid-19 yang telah menjadi pandemi hingga saat ini.

Lebih dari itu, serbuan vaksinasi yang dilakukan juga untuk melindungi anggotanya agar dapat terhindar atau tidak tertular Covid-19.

Bukan hanya bagi mereka para Prajurit TNI yang menerimanya, tetapi juga mereka para PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan TNI.

Hal itu seperti yang terlihat pada pagi ini, saat puluhan PNS dari Korem 081/DSJ berbondong bondong ke RS. DKT Madiun untuk menerima vaksin Covid-19 tahap 1.

Terlihat mereka sangat antusias dan senang dapat menerima vaksin tersebut, salah satunya PNS Agus Priyanto yang kesehariannya bertugas di Penrem 081/DSJ. “Senang dan bersyukur,” katanya sesaat setelah menerima vaksin di RS. DKT Madiun, Jl. Pahlawan No. 79 Kota Madiun, Senin (29/3/2021).

Dia juga berterima kasih kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto atas adanya program serbuan vaksinasi yang dilaksanakan di jajaran TNI. “Terima kasih Bapak Panglima,” imbuhnya.

Ditanya dampak yang dirasakan setelah menerima vaksin, dirinya yang biasa disapa dengan panggilan PNS Komando itu mengaku baik-baik saja dan tetap sehat.

Gereja Santo Petrus, Saksi Persahabatan Masyarakat dan Satgas Yonif Mekanis 512

Keerom, Papua- Hari Minggu, seakan menjadi suatu momentum tersendiri bagi masyarakat dan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Pasalnya, tanpa memandang usia dan perbedaan suku. Umat Nasrani di Kabupaten Keerom, khususnya di Kampung Ampas, Distrik Waris berkumpul di salah satu Gereja untuk mengikuti ibadah Minggu. Gereja Santo Petrus, seakan menjadi saksi persahabatan antara Satgas dan masyarakat.

Di tempat ibadah itu, warga dan Satgas terlihat secara bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Sedangkan untuk personel lainnya, berjaga-jaga di pintu masuk Gereja untuk mengamankan berjalannya ibadah suci itu,” kata Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Taufik Hidayat dihubungi melalui via seluler miliknya pada Minggu, 28 Maret 2021 pagi. Seruan aksi Minggu Damai, kata Letkol Tafik, diyakini mampu meningkatkan sinergitas antara TNI dan rakyat. Bukan hanya itu, ia menilai jika aksi itu juga mampu meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama. “Apapun perbedaan keyakinannya, tapi rasa Persatuan dan Kesatuan harus tetap kita jaga dan kita rawat di Tanah Papua ini,” pungkasnya.

Kekurangan Tenaga Medis, Satgas 512 Kirim Personel ke Distrik Mannem

Keerom, Papua- Minimnya tenaga medis di Papua, seakan menjadi pusat perhatian bagi Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY. Letkol Inf Taufik Hidayat sengaja mengirimkan beberapa personel kesehatan dalam program Posbindu yang dipusatkan di Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua. Minggu, 28 Maret 2021. “Ini dalam rangka mewujudkan peran serta TNI dalam membantu tenaga kesehatan menjalankan program Pemerintah, demi tercapainya masyarakat yang sehat,” kata Dansatgas.

Membudayakan pola hidup bersih dan sehat, kata Letkol Taufik, menjadi prioritas utama yang harus dilakukan pasukannya selama berada di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Bahkan, ia juga menginstruksikan personelnya untuk bisa bersinergi dengan pihak Kesehatan lainnya di Kabupaten Keerom. “Setiap hari harus melakukan pengecekan kesehatan ke masyarakat,” tegasnya. Terpisah, salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Wonorejo, Wariani (35) menjelaskan jika dirinya sangat terbantu dengan kehadiran Satgas yang dikirim oleh Letkol Taufik itu. Pasalnya, ia mengungkapkan jika selama ini ia kesulitan untuk melakukan pengecekan kesehatan masyarakat, terlebih lagi lokasi yang jauh dari pemukiman masyarakat pun menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. “Keberadaan Satgas ini sangat membantu kinerja saya. Mudah-mudahan kesehatan masyarakat disini bisa terwujud dengan baik,” ucapnya.

Satukuan Visi dan Misi Demi Kemajuan, Pasukan Yonif Mekanis 512 Kunjungi Setiap Kepala Suku di Papu

Satukuan Visi dan Misi Demi Kemajuan, Pasukan Yonif Mekanis 512 Kunjungi Setiap Kepala Suku di Papua Keerom, Papua- Pendekatan di setiap Kepala Kampung atau Kepala Suku di Tanah Papua terus dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY demi terwujudnya visi dan misi. Sebab, keberadaan Satgas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini itu dinilai sangat penting dalam mewujudkan kemajuan di Tanah Papua. Seperti yang dilakukan oleh pasukan di bawah binaan Letkol Inf Taufik Hidayat di beberapa Kampung yang berada di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua. Sabtu, 27 Maret 2021. “Kami selalu melakukan pendekatan dengan masyarakat. Supaya, tujuan kami untuk membantu masyarakat di perbatasan dan persaudaraan dapat terwujud,” ujar Dansatgas. Bukan hanya itu saja, Letkol Taufik menilai jika pendekatan yang dilakukan oleh personelnya itu, juga ditujuan untuk mengetahui setiap keluhan yang dialami oleh warga. “Kita bisa tau apa yang dirasakan dan dialami warga. Sehingga, kendala maupun keluhan-keluhan yang ada bisa segera teratasi,” pungkasnya. (Pendam V/Brawijaya)