Terinspirasi Bangkitkan Perekonomian, Satgas Yonif 512 Olah Lahan Pertanian Untuk Warga

Keerom, Papua- Satgas Yonif Mekanis 512/QY terinspirasi untuk terus meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Kali ini, inovasi itu dibuktikan dengan adanya pengolahan salah satu lahan kosong yang berada di Kampung Banda, Distrik Waris. Beberapa warga sengaja diajak ke lahan tak bertuan itu. Di lokasi tersebut, Satgas memberikan beberapa pembekalan untuk warga terkait tata cara pengolahan pertanian. “Kan lumayan, bisa ditanami bibit jagung, kacang dan lain-lainnya. Toh, hasilnya itu nanti kembali untuk masyarakat,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat. Jumat, 25 Juni 2021. Lahan seluas kurang lebih 1 hektar itu, kata Letkol Taufik, sudah dipersiapkan sebagai lahan bercocok tanam. Tak tanggung-tanggung, beberapa bibit pertanian pun sengaja dipersiapkan oleh Satgas untuk nantinya digunakan oleh warga. “Semuanya kita dukung. Yang terpenting, kita berikan pemahaman dan tata cara pengolahan bibit hingga dinyatakan layak atau siap panen,” jelasnya.

Kerahkan Anggota Untuk Jadi Tenaga Pendidik di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Keerom, Papua- Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY mengerahkan personelnya di beberapa Kampung yang berada di Kabupaten Keerom, Papua untuk menjadi tenaga pendidik.
Bukan tanpa sebab, pengerahan pasukan di lini pendidikan itu menindaklanjuti adanya komitmen yang sebelumnya diungkapkan oleh Letkol Inf Taufik Hidayat selama bertugas di daerah perbatasan.
“Untuk sekarang, anggota kita kerahkan ke SD PGRI Yamara. Itu lokasinya di Distrik Mannem,” kata Dansatgas. Kamis, 24 Juni 2021 siang.
Sontak saja, kedatangan anggota Satgas itupun disambut hangat oleh pihak pengurus SD setempat. Bahkan, beberapa pihak sekolah mengaku terbantu dengan adanya tenaga didik yang dikirim oleh Dansatgas itu.
Soni (54), mengatakan selama berada di tempat ia mengajar para anggota itu memberikan berbagai ilmu ke para anak didiknya, salah satunya pelatihan baris-berbaris atau PBB.
PBB, kata dia, diyakini mampu menciptakan suatu karakter anak. Bahkan, adanya kedisiplinan pun bisa tertanam di dalam diri anak-anak didiknya melalui pelatihan PBB itu.

Sosialisasi dari Yonif 512, Diyakini mampu Cegah Peredaran Narkotika

Keerom, Papua- Adanya sosialiasi terkait peredaran dan penyalahgunaan
narkotika yang dilakukan oleh pihak Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY
diyakini mampu mencegah adanya peredaran narkotika di daerah perbatasan.
Demikian dikatakan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis, Letkol Inf Taufik
Hidayat melalui sambungan selulernya pada Rabu, 23 Juni 2021.
“Salah satunya ialah melalui pengawasan dengan melibatkan masyarakat,”
ujar Letkol Taufik.
Ia menilai, jika keberadaan narkotika mampu menghasilkan dampak negatif
yang sangat luar biasa, terutama pada generasi penerus.
Senada, Letda Hendri menambahkan jika dalam penyuluhan yang ia lakukan
saat ini, lebih tertuju pada sinergitas antara TNI dan masyarakat di
daerah perbatasan.
Ia menilai, masyarakat memiliki peranan terpenting dalam upaya
pemberantasan narkotika. “Untuk itu, kita ajak masyarakat untuk saling
mengawasi adanya peredaran narkotika di perbatasan,” bebernya.

Adanya Satgas 512 di Perbatasan, Mampu Bangkitkan Semangat Gotong-Royong

Keerom, Papua- Keberadaan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY dinilai mampu menimbulkan dampak positif di masyarakat, salah satunya semangat gotong-royong.
Beberapa lahan kosong yang berada di area Kampung Wambes, seakan bersih seketika ketika Satgas bersama warga mendatangi beberapa lahan kosong di area itu.
“Sasaran karya bakti kita sekarang adalah lapangan sepak bola. Di lapangan itu, mulai ditumbuhi banyak semak belukar,” kata Danpos Wambes, Letda Inf Hendrik Eko Pribadi. Selasa, 22 Juni 2021 pagi.
Bukan hanya semangat gotong-royong, Hendrik menilai karya bakti yang dipimpin oleh dirinya saat ini juga mampu mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat.
“Sebelumnya terlihat kumuh, dan tidak terawat. Tapi, sekarang lapangan sepak bola yang biasa digunakan warga ini sudah berubah penampilan,” ujar Hendrik.

Meski Akhir Pekan, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Antusias Beri Materi Belajar

Keerom, Papua- Komitmen Satgas Yonif Mekanis 512/QY terhadap dunia pendidikan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini terus dibuktikan. Meski akhir pekan, ternyata tak menjadi penghalang bagi Satgas untuk memberikan berbagai materi pelajaran pada anak-anak di Kabupaten Keerom, Papua. Kampung Yabanda, seakan menjadi lokasi prioritas bagi pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat untuk mencerdaskan anak bangsa. “Sebab, disana banyak anak-anak. Ini kesempatan bagi kami untuk mengasah wawasan anak-anak di daerah perbatasan itu,” kata Taufik. Minggu, 21 Juni 2021 pagi. Beberapa personel, kata dia, sengaja diterjunkan ke lokasi itu. Mereka, telah menyiapkan berbagai materi pelajaran yang nantinya disuguhkan ke anak-anak di Kampung tersebut. “Pendidikan itu prioritas bagi kami. Apalagi sekarang kan pandemi, banyak murid-murid yang terpaksa belajar di rumah,” jelasnya.

Putus Rantai Pandemi, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Bagi-Bagi Masker

Keerom, Papua- Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY bekerja ekstra memutus rantai pandemi di Kabupaten Keerom, Papua.
Upaya itu, merupakan salah satu komitmen dari pihak TNI-AD, khususnya Satgas dalam membantu Pemerintah Daerah setempat menekan laju pertumbuhan pandemi di perbatasan Indonesia-Papua.
Salah satunya dengan cara bagi-bagi masker, sekaligus sosialiasi protokol kesehatan ke masyarakat di Distrik Waris. Jumat, 18 Juni 2021 siang.
“Pembagian masker itu, kali ini ditujukan pada pengguna jalan yang melintas di area Kalipapar,” ujar Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat.
Kesadaran masyarakat, kata Taufik, seakan menjadi modal utama bagi dirinya dalam memutus rantai pandemi di daerah perbatasan.
“Kita ketahui bersama, pandemi ini sudah menelan banyak korban jiwa. Meskipun di perbatasan, masyarakat harus paham pentingnya mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Komsos di Perbatasan, Ciptakan Suasana yang Aman dan Damai

Keerom, Papua- Upaya mewujudkan wilayah yang aman dan damai, sudah menjadi salah satu tujuan utama ditugaskannya Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, khususnya di Kabupaten Keerom, Papua.
Dansatgas Pamtas, Letkol Inf Taufik Hidayat menjelaskan, komsos dinilai efektif dalam upaya menciptakan suasana wilayah yang aman dan harmonis.
Bukan hanya itu saja, ia menilai komsos memiliki berbagai dampak positif, terlebih mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Jadi, hubungan emosional antara Satgas dan warga di perbatasan bisa terwujud dengan baik,” ujar Dansatgas. Kamis, 17 Juni 2021.
Selain mengajak warga untuk berpartisipasi menjaga keamanan, pada pelaksanaan komsos itu Satgas juga mengajak warga untuk tak mudah terpancing berbagai isu negatif, ataupun provokasi.
“Hoaks itu ancaman nyata yang mampu memeca belah persatuan dan kesatuan,” tegas Taufik.

Pakaian Dari Satgas 512, untuk Warga di Perbatasan Papua

Keerom, Papua- Warga Kampung yabanda, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua seakan bangga dengan kedatangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY.
Bahkan, kedatangan pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Beberapa pakaian pun, dibagikan oleh Satgas ke warga setempat. Sebelumnya, pembagian pakaian itu sudah direncanakan oleh pihak Satgas sebelum diberangkatkan mengemban tugas sebagai pasukan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
“Pakaian itu, hadiah dari Satgas untuk warga di perbatasan. Mudah-mudahan membawa manfaat,” ujar Dansatgas. Selasa, 15 Juni 2021 pagi.
Lukas Sauri (48) mengaku sangat bahagia dengan adanya oleh-oleh berupa pakaian yang dibagikan oleh pihak Satgas tersebut. “Sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak. Bantuan ini, sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Pakaian Dari Satgas 512, untuk Warga di Perbatasan Papua

Keerom, Papua- Warga Kampung yabanda, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua seakan bangga dengan kedatangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY.
Bahkan, kedatangan pasukan di bawah kendali Letkol Inf Taufik Hidayat itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Beberapa pakaian pun, dibagikan oleh Satgas ke warga setempat. Sebelumnya, pembagian pakaian itu sudah direncanakan oleh pihak Satgas sebelum diberangkatkan mengemban tugas sebagai pasukan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
“Pakaian itu, hadiah dari Satgas untuk warga di perbatasan. Mudah-mudahan membawa manfaat,” ujar Dansatgas. Selasa, 15 Juni 2021 pagi.
Lukas Sauri (48) mengaku sangat bahagia dengan adanya oleh-oleh berupa pakaian yang dibagikan oleh pihak Satgas tersebut. “Sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak. Bantuan ini, sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Sweeping di Daerah Perbatasan, Yonif 512 Antisipasi Barang Ilegal

Keerom, Papua- Beberapa lokasi yang disinyalir menjadi jalur masuknya barang ilegal di perbatasan Indonesia-Papua Nugini kali ini di patroli Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY.
Jalan Trans Wamena-Jayapura, tepatnya di Sawiyatami seakan menjadi idola bagi para penyelundup yang hendak memasukkan berbagai barang ilegal ke Indonesia.
“Tapi, jalur itu sekarang menjadi pantauan tersendiri bagi kami. Sebab, banyak informasi yang masuk dari warga mengenai penyelundupan itu,” kata Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat. Senin, 14 Juni 2021.
Bukan hanya itu saja, ia juga menginstruksikan personelnya untuk intens menggelar sweeping di beberapa area yang berada di Distrik Sawiyatami itu.
“Kita juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mencegah adanya penyelundupan barang-barang ilegal,” bebernya.