Dandim 0814/ Jombang Dampingi Kasdam V/Brawijaya Tutup TMMD ke-120 Jombang

Jombang – Letkol Kav Devid Eko Junanto, selaku Komandan Kodim 0814/Jombang mendampingi Kasdam V/Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Endro Satoto, S.I.P., M.M., M. Han dalam acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Acara penutupan tersebut merupakan momen penting yang menandai selesainya serangkaian kegiatan TMMD di wilayah tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut PJU Kodam V/ Brawijaya, Asintel Kasdam V/Brawijaya, Aspers Kasdam V/Brawijaya, Kasiter Korem 082/CPYJ, Forpimda Jombang, Tokoh masyarakat, Tokoh agama serta Warga masyarakat Kecamatan Wonosalam ( Jumat tanggal 7Juni 2024)

TMMD ke-120 di Desa Panglungan telah melibatkan berbagai komponen TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder terkait lainnya. Selama TMMD, berbagai proyek pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur telah dilaksanakan, termasuk pembangunan jalan Rutilahu, rehabilitasi masjid, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Dalam acara penutupan TMMD, Letkol Kav Devid Eko Junanto dan Brigjen TNI Endro Satoto memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam TMMD ke-120 di Desa Panglungan. Mereka mengakui kerja keras dan dedikasi Satuan Tugas (Satgas) TMMD, anggota TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat dalam mendukung dan melaksanakan program ini dengan sukses.

Brigjen TNI Endro Satoto juga mengungkapkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun dan memajukan desa. Mereka menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya tergantung pada upaya TNI semata, melainkan juga kerjasama yang erat dengan semua pihak terkait.
6
” Saya berharap bahwa hasil dari proyek-proyek infrastruktur yang dilakukan selama TMMD akan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.” Tegas Kasdam.

Dandim 0814/ Jombang menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam program TMMD. “Saya mengapresiasi kontribusi dan peran aktif TNI dalam membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat, sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal dalam setiap pelaksanaan TMMD” . Pungkas Letkol Kav Devid Eko Junanto

Dengan penutupan TMMD ke-120 di Desa Panglungan, diharapkan bahwa hasil dari program ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Jombang. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat akan terus ditingkatkan untuk melanjutkan pembangunan dan pemulihan wilayah yang lebih baik di masa depan.

Pangdam Mayjen TNI Rafael Akhiri Pelaksanaan Program TMMD

Bojonegoro,- Selama berjalan dalam kurun waktu 30 hari lebih, pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-120 di Jatim secara resmi ditutup.

Penutupan program itu dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya secara terpusat di lokasi TMMD Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (07/06/2024) dengan dihadiri oleh Pj. Bupati Bojonegoro beserta Forkopimda dan sejumlah pejabat baik TNI-Polri maupun sipil di Bojonegoro.

Apresiasi pun tak lepas disampaikan Pangdam disela upacara penutupan TMMD berlangsung. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut, tentu tak terlepas dari peran warga sekitar yang ikut serta berpartisipasi meningkatkan pembangunan berbagai fasilitas umum.

“Pencapaian pembangunan yang telah diraih saat ini, tentu nantinya diperuntukkan bagi masyarakat. Manfaatnya juga untuk masyarakat. Itu semua demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mayjen TNI Rafael.

Selain keberhasilan pada pelaksanaan program fisik, TMMD tersebut juga berhasil menjalankan program non fisik. Program itu, berupa penyuluhan dan pembekalan yang ditujukan pada warga sekitar.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang karena banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di daerah pelosok dan terpencil,” tandasnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan program TMMD ke-120 di wilayah teritorial Kodam Brawijaya tahun ini, terbagi di lima daerah diantaranya di Kabupaten Trenggalek, Bojonegoro, Jombang, Situbondo dan Sidoarjo.

Bukan hanya perbaikan jalan hingga RTLH saja, namun, program tersebut juga menyasar berbagai pembangunan fasilitas umum khusus pertanian, diantaranya soal pelaksanaan program pompanisasi dan pipanisasi yang bertujuan untuk mendukung optimalisasi ketahanan pangan nasional, khususnya di Jatim.

Dua Kodim Jadi Sasaran Kunker Mayjen TNI Rafael Granada Baay

Gresik,- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay menggelar kunjungan kerjanya di dua Kodim sekaligus. Selain di Kodim 0817/Gresik, kunjungan yang dilakukan Pangdam juga dilakukan di Kodim 0811/Tuban.

Kedatangan Pangdam bersama Ketua Persit Daerah V/Brawijaya, Ny. Lisa Rafael pada Kamis (06/06/2024) itu, disambut langsung oleh para Dandim beserta Perwira di masing-masing Kodim.

Ditemui di sela kunjungan tersebut, Pangdam menjelaskan jika kunker yang dilakukan oleh dirinya di Kodim Gresik dan Tuban itu, dalam rangka memperkuat sinergitas dan silaturahmi.

“Saya juga berpesan pada seluruh prajurit, untuk bisa menjadi solusi berbagai keluhan yang dirasakan warga,” kata Pangdam.

Bukan hanya itu, Mayjen TNI Rafael menegaskan jika Babinsa memiliki peranan penting sebagai ujung tombak Satuan Kewilayahan.

Pasalnya, Babinsa bersentuhan lamgsung dengan masyarakat. Pangdam mengatakan, Babinsa harus bisa menjadi solusi setiap keluhan yang dirasakan warga.

“Babinsa itu ujung tombak TNI-AD, khususnya Satuan teritorial. Keberadaan Babinsa harus dirasakan manfaatnya,” jelas Pangdam.

Pangdam menegaskan, Kemanunggalan pun tak lepas menjadi salah satu hal yang harus bisa diwujudkan oleh Babinsa.

Sinergitas, sebut Pangdam, seakan menjadi kunci utama demi terciptanya Kemanunggalan.

“Babinsa harus senantiasa menyatu dan membaur dengan masyarakat. Babinsa harus bisa bersinergi dengan semua pihak dalam menghadapi berbagai tugas dan tanggung jawab,” tegas Mayjen TNI Rafael.

Babinsa Tulakan Ciptakan Terobosan Sistem Irigasi Pompanisasi Bantu Petani Atasi Kekeringan

Pacitan,– Di tengah potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Pacitan, para petani tak jarang dihadapkan pada tantangan kekeringan dan distribusi air yang tidak merata saat musim kemarau. Hal ini berakibat pada penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Menyadari hal tersebut, Babinsa Koramil 0801/08 Tulakan Kodim 0801/Pacitan, Sertu Dwi Widodo, membuat terobosan dengan menghadirkan sistem irigasi pompanisasi untuk membantu kelompok tani di wilayahnya.

Sistem irigasi pompanisasi ini merupakan metode penyiraman lahan pertanian dengan menggunakan pompa untuk mengalirkan air dari sumber seperti sungai ke area pertanian.

“Sistem pompanisasi ini diharapkan membantu petani mengatasi masalah keterbatasan air, terutama di saat musim kemarau, dengan menyediakan pasokan air yang stabil dan terkontrol,” ujar Sertu Dwi Widodo saat mendampingi petani di Desa Ngile, Kec. Tulakan, Kab. Pacitan.

Lebih lanjut, Sertu Dwi Widodo menjelaskan bahwa sistem irigasi yang baik tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan produksi tanaman, tetapi juga berdampak positif pada aspek ekonomi dan sosial para petani. Selain itu, ketahanan pangan nasional pun dapat terjaga dengan lebih baik.

“Pembangunan infrastruktur irigasi melalui pompanisasi ini tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan produksi tanaman, tetapi juga berdampak positif pada aspek ekonomi dan sosial para petani, disamping ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” ungkapnya.

Sertu Dwi Widodo pun mendorong para petani untuk meningkatkan indeks budidaya tanaman padi sepanjang tahun tanpa khawatir harus kekurangan air dengan adanya sistem irigasi yang baik ini.

Terobosan Sertu Dwi Widodo ini diharapkan dapat menjadi solusi tepat bagi para petani di Pacitan untuk mengatasi masalah kekeringan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Danbrigif 16/WY Buka Latihan Proglatsiapops Sistem Blok Satgas Pamtas RI – PNG Statis Yonif 512/QY

Blitar,– Danbrigif 16/WY Letkol Inf Taufik Ismail S. Sos, M.I.Pol., membuka Latihan Proglatsiapops Sistem Blok Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia (RI) – Papua Nugini (PNG) Statis Yonif 512/QY di daerah latihan Gandusari, Blitar.

Dalam sambutannya, Danbrigif 16/WY menyampaikan bahwa latihan ini disiapkan untuk Yonif 512/QY yang akan melaksanakan tugas operasi. Ia berharap latihan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena akan mempertajam naluri dan disiplin tempur para prajurit.

“Bahwa latihan kali ini disiapkan untuk Yonif 512/QY yang akan melaksanakan tugas operasi. Saya berharap latihan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena latihan tersebut dapat mempertajam naluri dan disiplin tempur para Prajurit,” ujar Danbrigif 16/WY.

Lebih lanjut, Danbrigif 16/WY menyampaikan bahwa keberhasilan tugas operasi tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan latihan di Homebase.

“Keberhasilan tugas operasi tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan latihan di Homebase. Oleh karena itu, manfaatkan waktu latihan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit,” tambahnya.

Kepada para penyelenggara dan pelatih, Danbrigif 16/WY menyampaikan agar dapat memberikan gambaran daerah penugasan secara nyata kepada Satgas Yonif 512/QY melalui latihan yang akan dilaksanakan.

“Kepada para penyelenggara dan Pelatih, agar dapat memberikan gambaran daerah penugasan secara nyata kepada Satgas Yonif 512/QY melalui latihan yang akan dilaksanakan,” pesannya.

Danbrigif 16/WY juga mengingatkan seluruh prajurit untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah latihan agar Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai di manapun mereka berada.

“Kepada seluruh Prajurit Yonif 512/QY, saya ingatkan untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah latihan sehingga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai di manapun kita berada,” tutup Danbrigif 16/WY.

Latihan Proglatsiapops Sistem Blok ini diharapkan dapat membekali para prajurit Yonif 512/QY dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas operasi Pamtas RI – PNG Statis dengan sukses dan optimal.

Bersama Tani Tangguh, Kodim 0818/Malang-Batu dan Pemkab Malang Wujudkan Ketahanan Pangan di Turen

Malang,– Semangat gotong royong dan kolaborasi mewarnai kegiatan Panen Raya yang diselenggarakan di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kegiatan yang bertemakan “Bersama Tani Tangguh Kita Wujudkan Ketahanan Pangan Menuju Malang Makmur untuk Indonesia” ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0818/Malang-Batu, Letkol Inf Yuda Sancoyo, M. Han., bersama Bupati Malang, H. M. Sanusi, S.E.

Acara panen raya ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Malang. Letkol Inf Yuda Sancoyo dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.

“Kolaborasi yang baik antara semua pihak sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, tidak hanya untuk Malang, tetapi juga untuk Indonesia,” ujarnya.

Lebih dari sekadar panen raya, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa 4 unit Hand Tractor kepada para petani. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

“Dengan adanya bantuan Hand Tractor, kami berharap para petani dapat mengolah lahan pertanian mereka dengan lebih efisien dan menghasilkan panen yang lebih baik,” tambah Letkol Inf Yuda Sancoyo.

Sementara itu, Bupati Malang, H. M. Sanusi, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0818/Malang-Batu atas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Malang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0818/Malang-Batu atas kerjasama dan dukungannya dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Malang. Semoga dengan kegiatan ini, kita dapat bersama-sama meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani,” kata Bupati Sanusi.

Kegiatan Panen Raya ini menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0818/Malang-Batu dan Pemkab Malang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Malang. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, diharapkan target ketahanan pangan di wilayah ini dapat tercapai dengan optimal.

29 Taruna Akmil Magelang Jalani OJT di Yonif 521/DY Kediri

Kediri,- Sebanyak 29 personel On The Job Training (OJT) Taruna Tingkat II Akademi Militer (Akmil) Magelang tiba di Markas Komando (Mako) Yonif 521/DY Kediri, Jawa Timur, Kedatangan mereka disambut hangat oleh Komandan Batalyon Infanteri 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., beserta para Perwira, Bintara dan Tamtama.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata menyampaikan bahwa kegiatan OJT ini bertujuan untuk memberikan praktek secara langsung di batalyon sekaligus memberikan pembekalan dan pengetahuan serta pengalaman bagi para taruna. Beliau berpesan kepada para taruna untuk mengikuti kegiatan dengan serius, belajarlah yang baik, karena tempat setelah dilantik menjadi Perwira adalah di Batalyon. Beliau juga berpesan agar para taruna belajarlah cara memimpin dan di pimpin, ikuti aturan dan etika yang berlaku dan hindari pelanggaran.

Sementara itu, Mayor Inf Candra, Kabag Permilum Akmil selaku Perwira Pendamping, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan untuk memberikan moril kepada Taruna Tingkat II. Beliau menjelaskan bahwa OJT Taruna Tingkat II ini setingkat Bintara dalam pembelajaranya meliputi ruang lingkup Danru, Baton, Bamin, Batih.

Acara penyambutan personel OJT Taruna Tingkat II Akmil kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Sholat Ashar bagi yang beragama Islam dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter Batalyon Infanteri 521/DY dr. Fatkhur Rohman dan Tim Kesehatan. Selanjutnya, para peserta OJT akan melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Kodim Mojokerto Gelar Penyerahan Pompa Air Brigade Alsintan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Mojokerto,- Kodim 0815/Mojokerto menggelar acara penyerahan Pompa Air Brigade Alsintan di Markas Kodim 0815/Mojokerto Jalan Majapahit Nomor 1, Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Rabu (29/05/2024).

Penyerahan 60 unit pompa air ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan (Hanpangan) Kementerian Pertanian, di mana TNI Angkatan Darat menjadi pendukung utama dalam upaya peningkatan Hanpangan secara nasional.

Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, S.E., dalam sambutannya mengatakan bahwa pendistribusian bantuan mesin pompa air Brigade Alsintan dari Kementan RI merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara bersama.

“Dengan adanya bantuan pompa air ini diharapkan dapat membantu para petani dalam mengelola lahan pertanian sehingga lebih optimal meningkatkan produksi pangan untuk mendukung kemandirian negara menciptakan swasembada pangan,” ungkap Dandim.

Sekda Kabupaten Mojokerto Drs. H. Teguh Gunarko, M.Si., memaparkan bahwa sektor pertanian berkontribusi positif terhadap PDB selama pandemi Tahun 2021. Brigade Alsintan menjadi terapan teknologi budidaya tepat guna yang direkomendasikan dalam mencapai peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

“Saya menghimbau kepada Poktan yang akan menerima Brigade Alsintan Pompa Air ini untuk menjaga dan merawat alat tersebut agar bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama serta melaporkan pemanfaatannya secara berkala,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Dandim 0815 bersama Sekdakab secara resmi menyerahkan dua unit pompa air kepada perwakilan Poktan dan Babinsa. Penyerahan ini dilanjutkan dengan pemberangkatan pompa air secara tersebar di seluruh titik sumber air wilayah Mojokerto Raya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0815 Mayor Arh GN Putu Ardana, S.S., Plt. Kadistan Kabupaten Mojokerto Hj. Nurul Istiqomah, S.E., M.M., Pabungdim 0815 Kapten Inf Desto Jumeno, Kabid PSP Distan Kabupaten Mojokerto Arif Setyawan, para Perwira Staf dan Danramil jajaran serta para Babinsa dan perwakilan Poktan.

Dengan adanya bantuan pompa air ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di Mojokerto, sehingga dapat mendukung kemandirian pangan nasional.

Pangdam V/Brawijaya Selaku Dangartap III/Surabaya Pimpin Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-Malaysia,

Surabaya, 30 Mei 2024 – Pangdam V/Brawijaya selaku Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay, memimpin langsung pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI)-Malaysia dari Yonzipur 5/ABW menuju Kalimantan Barat. Upacara pelepasan pasukan ini dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada hari ini, Kamis, 30 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay menyampaikan rasa bangganya kepada para prajurit Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW yang terpilih untuk menjalankan tugas mulia ini. Beliau menekankan bahwa penugasan di wilayah perbatasan merupakan salah satu tugas penting TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satu kebanggaan sebagai seorang prajurit adalah tugas membela negara dan bangsa tercinta ini,” ujar Mayjen TNI Rafael Granada Baay.

Mayjend TNI Rafael Granada baay juga mengingatkan para prajurit agar selalu berpegang teguh pada Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam menjalankan tugasnya. Tugas utama Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW adalah memastikan keamanan dan keutuhan wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.

Dalam menjalankan tugasnya, mereka akan melakukan berbagai kegiatan, seperti patroli rutin, pengawasan dan pemantauan wilayah perbatasan, pengamanan pos-pos perbatasan operasi dan upaya lainnya untuk mencegah masuknya ancaman, seperti penyelundupan, pelintas batas ilegal, dan gangguan keamanan lainnya.

“Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, tunjukkan jati diri TNI sebagai Tentara rakyat, Tentara pejuang dan Tentara nasional,” tegas Mayjen TNI Rafael Granada Baay.

Beliau berharap para prajurit Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW mampu melaksanakan tugas dengan baik dan membawa nama baik bangsa Indonesia di perbatasan. Pangdam V Brawijaya juga menghimbau masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan hasil yang optimal bagi keamanan wilayah perbatasan.

“Saya minta mereka untuk senantiasa menjaga keutuhan wilayah NKRI, menjalin kerja sama yang baik dengan instansi terkait, serta menjaga citra TNI di mata masyarakat,” tutup Mayjen TNI Rafael Granada Baay.

Pemberangkatan Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan RI-Malaysia. Diharapkan dengan adanya Satgas Pamtas Yonzipur 5/ABW, wilayah perbatasan RI-Malaysia dapat terjaga dengan aman dan kondusif.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Narkoba 7 Kg di Pelabuhan Tunontaka Nunukan.

Nunukan, 29 Mei 2024 – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 8/MBC bersama Polres Nunukan, Lanal Nunukan, dan Bea Cukai Nunukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 7 Kg di Pelabuhan Tunontaka, Nunukan pada hari Selasa (29/5).

Penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima oleh Dansatgas Yonarhanud 8/MBC tentang adanya rencana penyelundupan narkoba dari Tawau, Malaysia menuju Nunukan. Atas informasi tersebut, Dansatgas berkoordinasi dengan Kasat Reskoba Polres Nunukan untuk melakukan pengintaian dan pemeriksaan di Pelabuhan Tradisional Nunukan.

Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 8/MBC, Polres Nunukan, Lanal Nunukan, dan Bea Cukai Nunukan kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang buruh yang mencurigakan. Pemeriksaan tersebut membuahkan hasil, di mana tim gabungan menemukan 7 bungkus plastik deterjen ukuran besar merk K1000 yang berisi sabu-sabu dengan berat total 7 Kg.

Selain narkoba, tim gabungan juga mengamankan uang tunai RM 100 (seratus Ringgit Malaysia), 1 unit handphone merk “VIVO” milik tersangka Msd, dan 1 unit handphone merk “SAMSUNG” milik tersangka M.Y.

Menurut Dansatgas Yonarhanud 8/MBC, upaya penyelundupan narkoba dari Tawau, Malaysia ke wilayah Sebatik dan Nunukan masih terus berlangsung. Oleh karena itu, pihak berwenang terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Penangkapan ini merupakan bukti komitmen Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 8/MBC dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah perbatasan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah perbatasan.