Kodim 0812 Lamongan Kembangkan Kampung Pandu untuk Ketahanan Pangan Nasional

Lamongan,-Tentara Nasional Indonesia merupakan alat Negara di bidang pertahanan. TNI dituntut dapat melaksanakan tugas tugasnya untuk menjaga keutuhan Wilayah, menjaga kedaulatan Negara dan melindungi segenap tumpah darah Bangsa Indonesia.

Namun, di era modern seperti sekarang, tugas TNI tidak hanya ‘sekedar’ itu saja. Namun, TNI dituntut untuk selalu berperan aktif membantu Pemerintah dalam mensukseskan program programnya. Tak terkecuali, program Ketahanan Pangan Nasional yang sedang digalakkan oleh Pemerintah.

Melalui sinergi yang kokoh dengan semua Stakeholder, TNI khususnya Kodim 0812/Lamongan terus berupaya untuk mewujudkan ketahanan pangan Nasional. Salah satunya adalah dengan membuat Kampung Pandu (Kampung Pangan Terpadu), yang terdiri dari Sektor Pertanian, Sektor Peternakan dan Sektor Perikanan) di lahan kodim 0812 Lamongan yang berada di Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan .

Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han., terjun langsung mengecek detail perkembangan yang ada di Kampung Pandu Jotosanur yang merupakan kampung perintis/penuntun/pelopor dalam memproduksi kebutuhan pangan dalam satu komplek atau area yaitu kebutuhan pangan pertanian, perikanan dan peternakan dalam satu area/kampung. Rabu (15/01/2025).

Dirinya mengatakan bahwa peninjauan dan pengecekan itu bertujuan untuk memastikan bahwa Kampung Pandu bukan hanya sekedar isapan jempol semata. Namun, Kampung Pandu milik Kodim 0812/Lamongan ini benar benar bisa menjadi contoh untuk Daerah lain.

“Kami ingin memastikan bahwa Kampung Pandu adalah solusi dalam meningkatkan ketahanan pangan Nasional baik dalam sektor pertanian, peternakan maupun perikanan” ujarnya.

Selain itu, masih lanjut Dandim, Kampung Pandu yang memiliki kepanjangan Kampung Pangan Terpadu, memiliki makna bahwa Kampung Jotosanur berbasis integrated Farm dimana Sektor Pertanian, perikanan dan peternakan menjadi satu kesatuan (terpadu) untuk pengembangan dan keberlanjutannya sehingga tidak ada limbah atau residu yg terbuang (Zero Waste).

“Jadi, kotoran dari Peternakan diolah menjadi Tanah/Pupuk Organik, Kotoran air kolam bisa dimanfaatkan untuk menambah kesuburan lahan pertanian.Serta sisa batang tanaman seperti jagung atau sorgum,pasca panen dapat dimanfaatkan untuk silase atau fermentasi sebagai bahan makanan peternakan” pungkasnya.

Rehabilitasi Hutan Masif, Kodim Probolinggo Ajak Masyarakat Tanam Pohon Bersama

Probolinggo, Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran ikut ambil bagian dalam pelaksanaan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Bertempat di Hutan Purut (KPH) Dusun Sulur, Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Koramil 0820/09 Lumbang melakukan pendampingan dalam proses penanaman pohon.

Anggota Koramil 0820/09 Lumbang, Sertu Anang M menyampaikan pelaksanaan penanaman pohon serentak ini dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Kehutanan melaksanakan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia pada Selasa, 14 Januari 2025.

“Kegiatan ini tidak hanya mendukung Asta Cita ke-2 yang merupakan bagian dari upaya swasembada pangan, namun juga bagian dari upaya pemerintah untuk rehabilitasi hutan dan lahan secara massif bertujuan memulihkan 12,7 juta hektar hutan dan lahan yang terdegradasi,”kata Sertu Anang M.

Sertu Anang M menambahkan, adapun jenis yang ditanam adalah tanaman yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, seperti sukun, aren, nyamplung dan buah-buahan MPTS lainnya, dengan disesuaikan dengan kondisi setempat.
Kami mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian hutan dan berpartisipasi aktif dalam memulihkan kualitas hutan demi tercapainya fungsi hutan sebagai sumber pangan, energi, dan air.

“Penanaman pohon serentak ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi bersama dalam merawat bumi untuk generasi mendatang dan merupakan upaya konkrit dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati yang mana ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi,”ujarnya.

Menurut Sertu Anang M penanaman pohon bukan sekadar solusi untuk mengatasi perubahan iklim dan polusi udara, tetapi juga sebuah komitmen nyata untuk menjaga keberlanjutan alam. Manusia memiliki tanggung jawab besar sebagai pelindung dan pengemban keseimbangan ekosistem. Gerakan penanaman pohon menunjukkan urgensi pohon sebagai sentral bagi kehidupan di bumi, pohon memiliki andil besar dalam kehidupan manusia dan seluruh mahluk hidup.

Kepedulian dan kecintaan bersama dalam menjaga dan merawat bumi bisa diwujudkan dengan aksi nyata menanam pohon seperti yang kita laksanakan bersama-sama hari ini. “Selain bermanfaat untuk kelestarian alam dan hutan juga mendukung ketahanan dan keberlanjutan pangan, energi dan air di Indonesia,”tuturnya.

Pendampingan Babinsa dan Petani dalam Gerakan Pembersihan Lahan dari Hama Tikus

Jombang – Babinsa Koramil 19/Megaluh Kodim 0814/Jombang Serda Ahmad Muclasin, Melaksanakan Pendampingan BPP Kec Megaluh dan Poktan Kedungtimongo Desa Megaluh dalam gerakan membasmi hama tikus dengan cara Pengasapan belerang, dan Hasilnya puluhan tikus ditangkap dan dimusnahkan, pada Rabu (15/01/2025).

Pengasapan belerang ini dilakukan agar serangan hama tikus dapat dikendalikan saat memasuki musim tanam seperti sekarang ini, Untuk itu perlu dilakukannya gerakan masal pembersihan lahan dan pengasapan lubang-lubang tikus.Kegiatan yang menyasar sejumlah lahan pertanian di areal persawahan, di antaranya lahan pertanian yang sebelumnya disinyalir terdapat banyak sarang tikus.

Di sela kegiatan, Babinsa Serda Ahmad Muclasin mengatakan, tikus sawah merupakan salah satu jenis hama tanaman padi yang dapat mengakibatkan kerugian besar dan meresahkan petani.Pengasapan belerang hama tikus bersifat pengendalian rutin untuk meminimalkan dampak serangan selama pertanaman padi, Meski serangan tikus belum mewabah, pengasapan perlu dilakukan agar populasi hama tikus dapat dikendalikan,”Katanya.

Langkah gropyokan dan pengasapan belerang rutin digelar oleh para petani setempat bersama babinsa, karena dinilai bisa mengurangi jumlah populasi tikus. Selain itu warga juga menerapkan metode pembasmian dengan cara lain, mulai memasang jebakan hingga penyebaran racun tikus.
Penanggulangan hama tikus ini dinilai lebih efektif apabila dilakukan pada awal musim tanam seperti sekarang, sehingga perkembangbiakan tikus dapat dikendalikan, selain itu dampak kerugian yang ditimbulkan di awal musim tanam akan lebih sedikit,”Katanya.

Kami akan selalu mendukung para Petani Seperti penyemprotan padi, membantu pemupukan bahkan kegiatan panen, Hal ini sekaligus untuk mendukung suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,”Pungkasnya.

Sinergi Babinsa dan Petani Asembagus Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Situbondo

Situbondo,– Dalam upaya mendukung ketahanan pangan di wilayahnya, Babinsa Koramil 0823-07/Asembagus Serka Gusti, terjun langsung membantu petani di Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Kehadirannya menjadi bukti nyata sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendorong sektor pertanian agar tetap produktif.

Serka Gusti terlihat aktif membantu proses membajak sawah hingga menanam padi bersama para petani. Aktivitas ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga bentuk kepedulian Babinsa terhadap keberlanjutan pertanian di daerah tersebut. “Kami ingin memastikan para petani dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Keterlibatan kami adalah wujud dukungan untuk menciptakan ketahanan pangan yang kokoh,” ujarnya.

Selain itu, para petani di Desa Wringin Anom mengapresiasi kehadiran Babinsa yang tak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga motivasi dan semangat. Dengan adanya pendampingan seperti ini, mereka merasa lebih optimis dalam meningkatkan produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Dandim 0829/Bangkalan Tinjau Jembatan Putus Bersama Forkopimda untuk Penanganan Darurat

Bangkalan – Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd. bersama jajaran Forkompimda melakukan peninjauan darurat jembatan putus akibat hujan deras dan luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kec. Kokop Kab. Bangkalan pada Rabu (15/1/25).

Tinjauan darurat tersebut dilakukan karena jembatan tersebut berperan vital hal ini disebabkan karena jembatan ini termasuk dalam jalan poros utama kab. Bangkalan yang berfungsi sebagai penghubung beberapa kecamatan, yakni mulai dari Kecamatan Tanjungbumi sampai dengan Kecamatan Blegah.

Menurut PJ Bupati Bangkalan Prof. Dr. Drs. Arief M. Edie, M.Si. jembatan tersebut merupakan akses utama anak-anak sekolah serta sarana warga masyarakat untuk beraktivitas perokonomian di Kabupaten Bangkalan, sehingga menuntut penanganan segera.

“Sekarang ini saya bersama Forkopimda, dan didampingi pak klebun serta warga masyarakat setempat hari ini (Rabu, 15/2), melakukan tinjauan darurat, untuk menangani kejadian bencana jembatan putus ini” katanya.

Sedangkan terhadap anak-anak sekolah yang menggunakan akses tersebut, dan yang beraktivitas sehari-hari sementara diminta bersabar dan melalui jalan memutar terlebih dahulu, meskipun jarak tempuh lebih jauh.

“Mohon kepada pak PJ Gubernur agar diperkenankan, kami siap memperbaiki jembatan ini namun kami akan mengajukan permohonan bantuan material kepada Pemprov melalui dinas PU untuk penanganan darurat yang harus segera dilakukan. Mungkin Kab. Bangkalan terlalu banyak merepotkan namun ini untuk kepentingan masyarakat, karena vital akses poros utama kabupaten” beliau menegaskan.

Danramil Laren Hadiri Rakor Bersama Kepala Daerah dan Instansi di Kecamatan

Lamongan,- Komandan Koramil (Komando Rayon Militer) 0812/16 Laren, Lettu Inf Sugeng menghadiri undangan Rakor (Rapat Koordinasi) Kecamatan Laren.Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kepala Desa dan Kepala UPT/ Korwil Dinas Istansi Se Kecamatan Laren.Dan diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, Rabu (15/01/2025).

Pada kegiatan Rapat Koordinasi Kecamatan Laren yang menjadi Peserta yaitu para Aparatur yang bertugas di lapangan di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas,PPL, Satpol PP dan seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Kalitengah.

Camat Laren yang menjadi pimpinan rapat koordinasi, Sam Teguh Wahono, SH, MM mengatakan bahwa Rapat Koordinasi bertujuan untuk menjalin kerja sama yang baik antar semua Stakeholder tingkat Kecamatan.

“Terjalinnya koordinasi yang maksimal antar Instansi Pemerintahan sehingga dapat mewujudkan pembangunan wilayah Kecamatan Laren secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu,Lettu Inf Sugeng yang menghadiri Rapat Koordinasi bersama Kepala Desa dan Kepala UPT/ Korwil Dinas Istansi Se Kecamatan Laren mengatakan bahwa kehadirannya ini dilakukan untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara TNI Polri dan unsur Pemerintahan melalui Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan di wilayah Laren Kabupaten Lamongan.

“Tentara Nasional Indonesia dalam hal ini Kodim 0812/Lamongan selalu bersinergi dengan Tiga Pilar Tujuannya guna menjalin kekompakan dan sinergitas” ujarnya.

Lanjut Lettu Sugeng, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatakan keharmonisan menunjang tugas pokok dan selalu mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan wilayah.

“Dengan Rapat Koordinasi Kecamatan ini semoga hubungan dan kerjasama antar Instansi Pemerintahan wilayah Laren akan terjalin lebih baik. Memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga masyarakat dan dapat mendukung program program Pemerintah Pusat maupun Daerah terutama mengenai ketahanan pangan Nasional,” pungkas Lettu Sugeng.

Sinergi TNI dan Dinas Peternakan Tingkatkan Kualitas Peternakan Kambing Desa Lembah

Madiun, – Babinsa Desa Lembah Koramil 0803/12 Dolopo, Sertu Edi, turut mendampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap peternakan kambing di Dusun Jengglik, Desa Lembah, Kecamatan Dolopo, Rabu (15/1). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan sektor peternakan di wilayah tersebut.

Kegiatan Monev ini bertujuan untuk memastikan bahwa peternakan kambing di Desa Lembah dikelola dengan baik sesuai standar kesehatan hewan dan manajemen peternakan yang benar. Dalam kesempatan tersebut, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan memberikan arahan teknis terkait cara memelihara kambing yang sehat, pengendalian penyakit, serta peningkatan produktivitas ternak. Sertu Edi, sebagai Babinsa, juga memberikan motivasi kepada para peternak untuk terus semangat mengelola usaha peternakan mereka demi mendukung ketahanan pangan lokal.

Sertu Edi menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari tugasnya sebagai Babinsa untuk membantu masyarakat di desa binaannya. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat peternak di Desa Lembah mendapatkan pendampingan yang maksimal agar usaha mereka dapat berkembang secara optimal. Hal ini juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.

Para peternak di Dusun Jengglik menyambut baik kegiatan pendampingan ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya arahan langsung dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan serta dukungan penuh dari Babinsa. Salah satu peternak, Bapak Sutrisno, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan kepada para peternak kecil di desanya. “Kami jadi lebih paham bagaimana cara menjaga kesehatan ternak dan mengelola peternakan dengan lebih baik,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan kambing di Desa Lembah, sehingga mampu berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat setempat. Sinergi antara Babinsa dan instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung terciptanya masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera melalui berbagai program pembangunan, termasuk di sektor peternakan.

Komunikasi Sosial Babinsa Tanjung Dukung Peningkatan Kualitas Pengeringan Ikan Warga

PAMEKASAN – Babinsa Desa Tanjung, Serka Sufriyadi, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Pamekasan. Kegiatan ini berlangsung di lokasi proses pengeringan ikan laut di Pantai Jumiang dengan tujuan membahas pengembangan usaha pengolahan ikan.

Dalam pertemuan tersebut, Serka Sufriyadi bertukar pikiran dengan warga mengenai berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengeringan dan pemasaran ikan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya menyesuaikan kualitas produk dengan kebutuhan pembeli agar ikan mudah terjual di pasaran. Selain itu, Babinsa juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengemasan, yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen.

“Kualitas produk harus dijaga, mulai dari proses pengeringan hingga pengemasan. Dengan begitu, pembeli akan merasa puas, dan produk lebih cepat laku di pasaran,” ujar Serka Sufriyadi.

Warga menyambut positif saran-saran yang diberikan oleh Babinsa dan berharap dapat terus meningkatkan hasil usaha mereka. Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat setempat dalam mendukung kemajuan ekonomi desa.

Pantai Jumiang sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pengeringan ikan laut di Pamekasan. Dengan adanya dukungan dari Babinsa, diharapkan usaha warga dapat lebih berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Koramil 0826-08 Palengaan Laksanakan Penghijauan dengan Tanam Pohon Sukun Bersama Masyarakat

PAMEKASAN – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan, Koramil 0826-08 Palengaan melaksanakan kegiatan penanaman pohon sukun di Dusun Tengah, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Sebanyak 100 pohon sukun ditanam dalam kegiatan yang melibatkan Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Babinsa Desa Angsanah, Sertu Edi Purwanto dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam merawat dan menjaga pohon yang telah ditanam agar tumbuh subur dan memberikan manfaat di masa depan. “Penanaman pohon sukun ini tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai langkah mendukung ketahanan pangan di desa Angsanah,” ujarnya.

Masyarakat desa Angsanah menyambut baik program ini dan siap berperan aktif dalam memelihara tanaman tersebut. Buah sukun yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi maupun sebagai sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan kemandirian pangan. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan ketahanan pangan semakin meningkat di berbagai kalangan.

“Semoga dengan adanya penanaman pohon sukun ini, lingkungan menjadi lebih hijau, udara lebih segar, dan masyarakat dapat menikmati manfaat buahnya di masa mendatang,” tambah Babinsa.

Program ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung pembangunan di daerah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Penaburan Pupuk oleh Babinsa: Langkah Nyata Tingkatkan Ketahanan Pangan Petani

Sampang,– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan hasil pertanian, Babinsa Koramil 0828/11 Tambelangan, Serka Miran, terjun langsung membantu petani di Desa Tambelangan, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, dalam proses penaburan pupuk pada tanaman padi.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI kepada petani dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan. Serka Miran bersama petani setempat melakukan penaburan pupuk secara manual pada lahan padi yang telah memasuki fase pertumbuhan yang membutuhkan perhatian ekstra.

Serka Miran mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu petani dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil pertanian mereka, sekaligus memberikan edukasi terkait teknik pemberian pupuk yang tepat guna mendukung pertumbuhan padi yang optimal.

“Saya harap dengan kehadiran kami, petani dapat terbantu dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Kami akan terus berupaya untuk mendampingi mereka agar produksi pangan di wilayah ini semakin meningkat,” ujar Serka Miran.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari petani setempat, yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI dalam setiap tahap proses pertanian. Selain penaburan pupuk, Babinsa juga memberikan bimbingan terkait cara-cara yang benar dalam merawat tanaman padi agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang maksimal.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat, khususnya di sektor pertanian, membuktikan bahwa TNI bukan hanya berfokus pada aspek pertahanan negara, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan para petani dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka demi ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan.