Cerita Pangdam V/Brawijaya : Sempat Bercita-Cita Mondok di Gontor, Kini Jadi Pemateri Wawasan Kebangsaan di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo.

Ponorogo – Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., putra daerah asal Bangkalan Jawa Timur yang kini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya ternyata sempat berkeinginan mondok (menimba ilmu agama) di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Selain terkenal disiplin, Pondok yang sudah berdiri sebelum Indonesia Merdeka tersebut, Kini sudah tersebar di beberapa daerah, seperti Kediri, Banyuwangi, Magelang, Kendari – Sulawesi Tenggara, Lampung, Aceh, Poso dan Kabupaten Siak.

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya didampingi para asisten Kasdam V/Brawijaya, Danrem 081/DJ, dan Dandim 0802/Ponorogo, Rabu (11/1/2023).

Meski cita-cita tersebut belum pernah terwujud, Pangdam V/Brawijaya mengaku senang, dikarenakan saat ini bisa bertatap muka sekaligus berkenalan langsung dengan pimpinan dan pengasuh pondok pesantren modern Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Akrim Mariyat.

Pondok modern Gontor telah banyak mewarisi alumni dibidang pendidikan maupun keilmuan. Tak ayal, banyak sekali alumni yang sudah sukses menjadi menteri hingga cendekiawan muslim. Seperti Dr. Hidayat Nur Wahid, (Wakil Ketua MPR RI & Mantan Ketua MPR RI), KH. Dr. Hasyim Muzadi, (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU) dan masih banyak lagi.

Selain bersilahturahmi dengan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Gontor, Pangdam V/Brawijaya berkesempatan memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. banyak bercerita tentang pengalamannya bertugas dibeberapa daerah rawan bencana hingga rawan konflik.

Mulai dari Dansatgas Kogasgabpad dalam Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergabung dengan UNAMSIL (United Nation Mission in Sierra Leone), hingga memburu sisa-sisa anggota Teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. juga banyak memberikan edukasi tentang pemantapan wawasan kebangsaan, terutama dalam mengembangkan sikap mental persatuan dan kesatuan, serta paham radikalisme.

Disisi yang lain, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan santunan dan bantuan kepada Anak Stunting, Fakir Miskin dan Yatim Piatu di Koramil 0802/08 Sampung, Kodim 0802/Ponorogo. Hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen TNI khususnya TNI AD hadir ditengah-tengah masyarakat dalam membantu meringankan beban/kesulitan yang ada di masyarakat.

Prajurit Cacat akibat Perang GAM – RI di Aceh akan Segera Dapat Tangan Palsu Baru

Peltu Khusnul Abd. Hakim tak pernah menyangka pertemuannya dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA, Minggu (8/1/2023) akan berbuah berkah. Derita yang sekian lama ditanggungnya akan segera usai.

Alkisah, Khusnul Abd. Hakim, anggota Yonif Raider 500/Sikatan ditugaskan ke Nangroe Aceh Darusallam.

Pada Oktober 2004, ia bersama pasukannya terlibat kontak tembak dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan Ishak Daud.

Pada pertempuran di daerah Alur Rambung, Acah Timur itu, Khusnul tertembak di tangan kiri dan kanannya.

Luka tembakan paling parah adalah di pergelangan tangan dan ketiak kanan hingga tembus ke belakang.

Dikisahkannya, setelah dilakukan penanganan, jari-jari tangan kanannya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Infeksinya sudah parah.

“Akhirnya, lengan kanan saya diamputasi hingga di bawah siku. Saya kemudian dibuatkan prosthesis, tangan palsu,” tutur Khusnul saat menemui Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

Namun, lantaran usianya sudah 8 tahun, akhirnya prosthesisnya itu tidak layak pakai lagi.

“Setelah kami periksa rupanya di bagian siku dan telapak serta jari-jari sudah aus. Sehingga tidak elastik lagi. Kalau dia menggerakan lengannya, bagian yang rusak itu menekan bagian kulit yang diampurati itu. Jadinya sakit,” kata dr. Letda Ckm dr. Wily Danis Pratama, MH, dokter pribadi Pangdam V/Brawijaya.

Saat bertemu Kali pertama dengan Peltu Khusnul, Mayjen TNI Farid Makruf langsung meminta Kasmin Pangdam Mayor Arm Vicky Harryanto Mamonto untuk berkoordinasi dengan Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT.

“Saya minta Kakesdam untuk segera menangani Peltu Khusnul sesuai prosedur medis. Kita carikan dia prosthesis yang kualitasnya, elastis dan antibakteri sehingga nyaman serta aman untuk dipakai bekerja. Kita harus segera menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh anggota. Apalagi cacatnya didapatnya saat bertugas,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Untuk diketahui Peltu Khusnul, saat ini berdinas di Koramil 0825/01 Banyuwangi.

“Tangan prosthesis itu seperti bagian dari nyawa saya bekerja supaya seimbang. Makanya saya sangat bersyukur Pangdam V/Brawijaya langsung menindaklanjuti keluhan saya ini,” sahut Peltu Khusnul.

Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT menyatakan segera menangani permasalahan ini sesuai arahan Pangdam V/Brawijaya.

“Untuk penanganannya akan diusahakan pembuatannya di RST di Surabaya. Kondisi lengan anggota kita akan diukur dan dievaluasi agar bisa dibuatkan tangan palsu yang nyaman dan awet,” demikian dr. Deddy Firmansyah, Sp. OT.

Pangdam V/Brawijaya Meninjau Kesiapan Pengamanan Kunjungan Kerja Presiden RI Dalam Rangka Peringatan Harlah 1 Abad NU di Banyuwangi

Banyuwangi – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., meninjau secara langsung persiapan pengamanan kunjungan Presiden RI, Joko Widodo di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jawa Timur. Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri festival Tradisi Islam Nusantara yang merupakan rangkaian peringatan Harlah 1 Abad Nadhlatul Ulama (NU).

Dalam kegiatan tersebut ribuan personel TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan jalannya kegiatan. Pasukan itu terdiri dari 2.331 anggota TNI, 1.102 polri, dan 266 personel Satpol PP pemerintah daerah setempat.

“Semua personel yang bertugas harus teliti, waspada dan antisipatif, tapi tidak boleh arogan, harus humanis. Sebab acara ini melibatkan para Ulama dan Santri,” ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Pemeriksaan itu dilakukan mulai dari kesiapan personel, pintu kedatangan, pintu masuk dan pintu keluar peserta. Hal itu dilakukan selain untuk mengamankan acara juga memperlancar akses keluar masuk peserta. Mengingat gelaran ini akan dihadiri oleh tidak kurang 3 ribu orang.

“Seluruh kemungkinan terburuk harus diperhitungkan, termasuk mengantisipasi membludaknya massa. Makanya kita harus memastikan sistem keamanannya,” tegas Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Pangdam V/Brawijaya berharap kegiatan peringatan Harlah 1 Abad Nadhlatul Ulama (NU) dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Pangdam V/Brawijaya Lanjutkan Revitalisasi Pembangunan Makam Auliya’ di Asrama GUPUSJAT OPTRONIK II PUSPALAD

Sidoarjo – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., akan melanjutkan program revitalisasi pembangunan Makam Auliya’ Sono di Asrama GUPUSJAT OPTRONIK II PUSPALAD, Jalan Kesatrian Dusun Sono, Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Hal itu disampaikan jenderal asal Madura Jawa Timur tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidoarjo. Selain berkunjung ke Ponpes Bumi Sholawat dan Pendopo Delta Wibawa, Mayjen TNI Farid Makruf juga melakukan ziarah ke makam Auliya’ Sono.

“Sebagai warga baru Kodam V/Brawijaya, saya memohon doa restu kepada beliau (Gus Ali Masyhuri) supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik di Jawa Timur,” ujar Mayjen TNI Farid Makruf kepada awak media, Jumat, (6/1/2023).

Berkaitan dengan revitalisasi pembangunan makam Auliya di Sono, Pangdam V/Brawijaya akan berusaha se-maksimal mungkin untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam menuntaskan pembangunan tersebut. Mengingat, sinergitas ulama dan TNI sangat berkaitan erat dalam memperjuangkan bangsa Indonesia.

“jika kita runut kepada sejarah. Di masa perjuangan, sinergitas ulama dan militer sangat kuat. Sehingga makam ini ada di area militer. Kami dengan Bupati akan melanjutkan pembangunan ini sampai selesai,” tegas Mayjen TNI Farid Makruf.

Menurut Pangdam, Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Kasad sebagai bentuk penghargaan bahwa sejarah perjuangan ulama dan TNI merupakan benteng terakhir bagi perjuangan bangsa Indonesia.

“Harapan kami revitalisasi pembangunan ini dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan,” tandasnya.

Berkunjung ke Museum Brawijaya, Pangdam V/Brawijaya Teringat Senjata Tadulako.

Malang – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., didampingi PJU Kodam V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke Museum Brawijaya yang terletak di jalan Ijen No. 25 A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya disuguhi ratusan barang bersejarah. Mulai dari buku, dokumen, kendaraan, pakaian, dan senjata-senjata tua dari zaman perang kemerdekaan, baik dari hasil rampasan Belanda, Jepang maupun buatan dalam negeri.

Museum Brawijaya dibangun pada tahun 1967 atas gagasan Pangdam V/Brawijaya (1959-1962) Brigjen TNI (Purn) Soerachman. Museum yang dibangun diatas lahan seluas 10.500 meter persegi tersebut berhasil diresmikan oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo berkat kerjasama dengan pemerintah daerah Malang pada 4 Mei 1968. Pembangunan museum tersebut bertujuan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Setibanya di Museum Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf melihat beberapa benda koleksi, seperti Tank buatan Jepang yang merupakan hasil rampasan arek Suroboyo dan pernah digunakan dalam perang 10 November 1945 melawan sekutu. Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU), Meriam Si Buang, meriam ini pernah digunakan dalam pertempuran sengit yang berlangsung hampir 6 jam yang menggugurkan seorang prajurit TKR bernama Kopral Buang. Untuk mengenanag jasa prajurit tersebut Meriam ini dinamakan sebagai Meriam Buang.

Ada juga Tank Amfibi AM, Patung Jenderal Sudirman, yang menjadi simbol perjuangan untuk bangsa Indonesia. Sementara di ruang Lobi, terdapat dua relief dan lambang-lambang kodam Indonesia. Di ruang lobi juga terdapat mobil sedan antic buatan parik De Soto USA yang digunakan kolonel Seongkono sebagai kendaraan dinas jabatan pada saat menjabat Panglima Divisi IV Narotama dan Panglima Divisi Brawijaya (Divisi Jatim) tahun 1948-1950 di Jawa Timur.

Di ruang koleksi, Pangdam V/Brawijaya disuguhkan beberapa koleksi benda-benda dari tahun 1945 sampai 1949. Diantaranya, foto-foto Panglima Kodam Di Jawa Timur, Lukisan pakaian seragam PETA, HEIHO, dan pejuang, Burung merpati yang diawetkan digunakan sebagai kurir pembawa pesan, pedang samurai, furniture meja kursi yang pernah digunakan untuk, senjata-senjata hasil rampasan dan masih banyak lagi koleksi lainnya. Sedangkan di ruang Koleksi II, memamerkan benda-benda koleksi dari tahun 1950-1976 seperti. Peta kota Malang, Meriam dan bejana besi, ratusan keris, komputer pertama yang digunakan oleh Kodam VIII/Brawijaya, dan banyak lagi koleksi lainnya.

Yang tak kalah menarik adalah adanya 300-an koleksi keris milik Pangdam V Brawijaya (1995-1997), Mayjen TNI (Purn) Imam Utomo. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jatim 1998-2008.

“Keris sebelumnya dititipkan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo. Kemudian pengambilan keris melalui biro khusus di museum dan untuk jumlahnya diperkirakan mencapai 300-an keris,” jelas pemandu Museum Brawijaya, MA Tabin.

Usai berkeliling, Mayjen TNI Farid Makruf tiba-tiba teringat dengan senjata Tadulako saat melihat beberapa keris yang terpampang di etalase.

“Ini senjata Tadulako,” ujar Mayjen TNI Farid Makruf.,

Konon, Mayjen TNI Farid makruf pernah membangun Museum Guma saat menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah. Guma merupakan senjata tradisional yang dulunya digunakan para pejuang tanah air di Sulawesi Tengah. Selain itu, Farid Makruf juga pernah menggelar pameran senjata khas Sulawesi tengah di Makorem 132/Tadulako.

Pangdam V/Brawijaya Akui Puas dengan Layanan dan Fasilitas di RST TK II Soepraoen Malang

Malang, – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A, didampingi PJU Kodam V/Brawijaya mengunjungi RST. Tk.II dr. Soepraoen di Jalan Supriadi Nomor 22, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam kunjungannya, mantan Wairjen TNI tersebut ingin memastikan kondisi rumah sakit milik TNI-AD yang ada di kawasan Malang bisa bekerja secara maksimal.

“Saya kesini ingin memastikan saja, apakah RS milik TNI AD bisa bekerja dengan baik, tenaga medisnya dan bisa menunjang kesehatan pasiennya,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., dihadapan Kepala RST TK.II.dr. Soepraoen dan Kakesdam V/Brawijaya.

Alhasil, setibanya di RST TK II Soepraoen Malang, Pangdam V/Brawijaya mengaku puas dengan pelayanan rumah sakit. Bangunan seluas 2 hektar tersebut kini dibangun dengan wajah yang cantik nan elegan. Selain didukung fasiltas pelayanan yang memadai, RS Soepraoen juga sudah terakreditasi di kementerian kesehatan.

“ternyata (RS) kita sudah mendapatkan akreditasi bintang 5. Hebat. Terima kasih Dokter. Pak dokter ini sudah berupaya dengan baik membangun gedung dan memperbaiki fasilitas layanan. Saya harap alat kesehatannya ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, peningkatan layanan fasilitas di RS sangat penting dalam menunjang stabilitas kesehatan dan kesembuhan pasien. Sehingga pasien merasa nyaman dan tenang saat berobat ke RS milik TNI AD.

“Jangan sampai pasien sudah bayar mahal tapi petugas nya tidak ramah, yang ada pasien tambah sakit. Mari kita layani dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah akan kembali kepada kita nanti,” pesan Pangdam V/Brawijaya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya sempat mengecek beberapa layanan RS yang dilengkapi dengan alat tekhnologi. Diantaranya, laboratorium, ruang analisa, laboratorium kateterisasi (Cath lab), dan Ruang CT Simulator.

Pangdam V/Brawijaya Tekankan Kehadiran Prajurit Jadi Solusi Ditengah Kesulitan Masyarakat

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bersama PJU Kodam V/Brawijaya melaksanakan  kunjungan kerja ke Yonif 512/QY, Malang. Dihadapan prajurit, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., menekankan agar keberadaan prajurit bisa menjadi solusi ditengah kesulitan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pangdam V/Brawijaya saat memberikan pengarahan usai olahraga bersama prajurit dan PNS Satuan Wilayah Malang Raya di Lapangan Rampal Jalan Panglima Sudirman No.64, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

“Keberadaan saya disini (tugas) saya adalah membantu pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan daerah di wilayah Jawa Timur. Sehingga saya perintahkan prajurit untuk selalu menjadi solusi ditengah permasalahan atau kesulitan yang terjadi di masyarakat,” tegas Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, hal itu sesuai dengan visi misi Panglima TNI dan Kasad yakni keberadaan TNI harus bisa mengatasi kesulitan yang dialami rakyat dan turut membantu setiap penderitaan yang dialami.

“Baik dalam mengatasi persoalan stunting, ketersediaan air bersih dengan program TNI Manunggal Air, Ketahanan Pangan, kesejahteraan Masyarakat, dan Babinsa masuk dapur warga. Itulah yang bisa kita lakukan dalam membantu masyarakat Jawa Timur,” terangnya.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, lanjut Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., seorang prajurit harus memiliki keberanian. Sebab, kesempatan hanya datang sekali dalam seumur hidup.

Berkunjung ke Kota Pariwisata, Pangdam V/Brawijaya ; Masyarakatnya Ramah, Forkopimda Nya Kompak

Malang,- Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bersama PJU Kodam V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang. Dalam kunjungannya tersebut, Mayjen TNI Farid Makruf mengaku kagum dengan keberadaan masyarakat Kabupaten Malang yang ramah serta jajaran Forkopimda yang kompak.

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Farid Makruf saat menghadiri gelaran silaturahmi bersama Forkopimda se-Malang Raya bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Setelah mendengar paparan Wakil Bupati tadi, saya mendapatkan gambaran bahwa di Malang sekarang ini sudah sangat berbeda. Forkopimda nya Kompak, masyarakatnya ramah, guyub, dan damai. Insya Allah akan menjadi kota atau kabupaten yang Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujar Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., Rabu, (4/1/2023).

Kedatangan Jenderal Asal Madura ke Kota Pariwisata tersebut, tidak lain untuk menjalin sinergitas dengan Forkopimda Malang Raya, sekaligus bertemu dengan prajurit yang ada di Kabupaten/kota Malang. Mengingat, Mayjen TNI Farid Makruf baru menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya.

“Mohon kerjasama yang saat ini sudah bagus lebih ditingkatkan lagi. Baik dengan Korem maupun dengan satuan-satuan lainnya. Sesama TNI saya minta juga harus kompak. Saya tidak berharap ada konflik antara TNI-Polri maupun dengan yang lainnya. TNI semuanya bersatu untuk memakmurkan kota Malang,” tegasnya.

Pangdam V/Brawijaya menegaskan akan selalu mendukung soliditas dan sinergitas pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Turut hadir Dalam kegiatan tersebut, Kapok Ahli Kasdam V/Brw, Brigjen TNI Totok Suhartono S.sos, Danlanud Abd. Saleh Marsma TNI Zulfahmi, S.Sos.,M.Han, Danlanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari, S.Pd., M. Tr. Hanla dan Para Asisten Kodam V/Brw, Forkopimda Se-Malang Raya, dan tokoh agama di Kabupaten-kota Malang.

Berkunjung ke PLTU Awar-Awar Tuban, Pangdam V/Brawijaya Pastikan System’ Keamanan Objek Vital Nasional

Tuban – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., melaksanakan kunjungan kerja ke PLTU Tanjung Awar-awar di Jalan Tanjung Awar-Awar, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya ingin memastikan system’ keamanan objek vital nasional tersebut berjalan aman dan lancar.

Setibanya di kantor PLTU Tanjung Awar-Awar Kabupaten Tuban, Mayjen TNI Farid Makruf disambut hangat oleh Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, Rachmanoe Indarto, Senior Manager PLTU Tanjung Awar-awar, Abdi Nafi’ dan jajaran direksi lainnya.

Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, Rachmanoe Indarto, menjelaskan keberadaan PLTU Tanjung Awar-awar sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga uap di Indonesia yang berada di bawah PLN Nusantara Power. Total beban puncak kebutuhan listrik di Jawa, Madura, dan Bali mencapai 27.547 Megawatt.

“Saat ini, PLTU Tanjung Awar-awar mampu memasok 646 Megawatt. Sementara kontribusi terhadap Jawa Timur dan Bali mencapai 11,10 persen dan untuk Kabupaten Tuban mencapai 97,52 persen,” terang Rachmanoe Indarto kepada Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.,

PLTU Tanjung Awar-awar memiliki kapasitas 2 X 350 Megawatt. Unit 1 sudah beroperasi sejak 24 Januari 2014 dan Unit 2 beroperasi sejak 18 Juli 2016. PLTU yang berada dalam areal seluas 86 hektare, menjadi salah satu PLTU hijau yang dioperasikan menggunakan bahan bakar campuran batu bara dengan sawdust atau co-firing.

“selain menggunakan batubara, kami menggunakan sampah rumah tangga dari seluruh wilayah Tuban. Jadi kami juga menggunakan bahan bakar biomassa sampai 3 persen dari total bahan bakarnya,” jelasnya.

Sementara Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., memastikan TNI siap membantu menjaga dan mengamankan proses produksi energi serta keamanan lingkungan di PLTU Tanjung Awar-Awar.

“Terima kasih kepada para direksi PLTU Tanjung Awar-awar yang telah mempercayakan pengawasan, penjagaan dan pengamanan obyek vital nasional ini kepada TNI. Kami memastikan proses produksi energi ini berjalan aman dan lancar,” tegas Mayjen TNI Farid Makruf.

PLTU Tanjung Awar-Awar telah menjalin kerjasama dengan TNI sejak 2015 lalu. Kerjasama itu dilakukan untuk membantu dalam melaksanakan atau mengamankan objek vital nasional. Termasuk dalam hal pengawasan alur masuk dan pengujian bahan bakar batu bara.

Kunjungi Ponpes Ar-Ridwan Tuban, Pangdam V/Brawijaya Santuni Anak Stunting, Fakir Miskin dan Yatim Piatu.

Tuban – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bersama PJU Kodam V/Brawijaya mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Ridwan yang terletak di Jalan Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya memberikan santunan kepada anak Stunting, Fakir Miskin dan Yatim Piatu.

Ponpes Ar-Ridwan Tuban merupakan lembaga pendidikan binaan Habib Husein Ba’agil. Di pondok tersebut, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., sempat berdialog dengan ibu anak Stunting terkait kondisi dan asupan gizi bagi anak. Selain itu, Pangdam V/Brawijaya juga menyapa anak-anak stunting, dan yatim piatu.

“Harus rajin makan sayur ya bu. Supaya anak-anaknya tumbuh sehat,” pesan Mayjen TNI Farid Makruf.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya memberikan santunan kepada anak yatim piatu, stunting dan fakir miskin. Dengan harapan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban.

Selain pemberian santunan, Mayjen TNI Farid Makruf juga mengunjungi sumur air bersih di Lingkungan Pesantren. Di daerah tersebut sebelumnya mengalami kesulitan air. Sehingga TNI AD melalui Kodam V/Brawijaya melakukan pembangunan sumur bor untuk mendapatkan air bersih. Hingga saat ini, air bersih tersebut dapat dinikmati santri dan masyarakat setempat.

“Seperti perintah Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, TNI harus selalu hadir menjadi solusi dari masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Sumur air bersih ini adalah wujud dari upaya itu,” tegas Pangdam V/Brawijaya.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, Program TNI Manunggal Air yang sudah dilakukan di daerah tersebut tidak lepas dari peran serta atau dukungan semua pihak. Termasuk Forkopimda Kabupaten Tuban. Sehingga program tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar serta bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Sementara, Pengasuh Ponpes Ar-Ridwan Tuban, Habib Husein Ba’agil menghaturkan terima kasih kepada jajaran TNI AD yang telah membantu dalam pembangunan sumur bor. Dengan adanya sumur bor tersebut, para santri maupun masyarakat setempat dapat menikmati air bersih.

“Terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrachman, Terima kasih juga untuk Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf atas kunjungannya ke Tuban. Insya Allah para pemimpin-pemimpin kita ini senantiasa diberi kesehatan dan rahmat Allah SWT hingga karir tertingginya,” ujar Habib Husein.