Pembangunan RS TK.III Brawijaya ditarget Selesai Juni Mendatang, Pangdam V/Brawijaya Ingatkan Pengembang Soal Timeline dan Kualitas

Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., melaksanakan peletakan batu pertama Pengembangan Fasilitas Rumah Sakit Tingkat III/Brawijaya di Jalan Kesatrian No.9, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo Surabaya, Jumat, (13/1/2023). Rencananya, pembangunan RS Tingkat III Brawijaya akan ditargetkan selesai pada Juni 2023 dan diresmikan langsung oleh presiden RI, Joko Widodo.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya didampingi PJU Kodam V/Brawijaya, Karumkit Tingkat III Brawijaya, dan dihadiri pemenang tender Pengembangan RS Tingkat III Brawijaya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengapresiasi atas inisiasi dan inovasi Kepala Rumah Sakit dalam mengembangkan fasilitas pelayanan dan kesehatan di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Hal itu dilakukan untuk kesejahteraan prajurit dalam mendapatkan pelayanan kesehatan maupun pengobatan di RS Brawijaya.

Rencananya, RS tingkat III Brawijaya akan dibangun diatas lahan seluas 1.600 meter persegi dengan ketinggian tiga lantai. Pembangunan yang representatif tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 5 bulan kedepan.

Mayjen TNI Farid Makruf membuka ruang selebar-lebarnya kepada para pengembang untuk melakukan konsultasi terkait pembangunan RS tingkat III Brawijaya. Dengan harapan pembangunan RS ini dapat berjalan dengan baik dan dilaksanakan dengan benar. Hal ini dimaksud baik dari aspek kualitas bangunan, maupun target penyelesaian pembangunannya.

Peringati HUT Ke-72 Penerangan TNI AD. Kapendam V/Brawijaya Ajak Seluruh Personel Tingkatkan SDM

Surabaya : Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm. Kusdi Yuli Suhandra bersama seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS memperingati HUT ke-72 Penerangan TNI Angkatan Darat tahun 2023 di Mapendam V/Brawijaya.

Pada peringatan HUT Ke-72 Penerangan TNI AD yang jatuh pada 13 Januari, diisi dengan berbagai kegiatan positif. Seperti melaksanakan ziarah rombongan ke taman makam Pahlawan 10 Nopember Surabaya, melaksanakan Baksos Tasyakuran dan doa bersama yang dilakukan di Aula Pendam V/Brawijaya.

Pada kesempatan tersebut, Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm. Kusdi Yuli Suhandra membacakan amanat Kepala Dinas Penerangan TNI AD. Dalam amanatnya, memasuki masa pengabdian ke-72 ini, Penerangan TNI AD diharapkan dapat semakin profesional, adaptif dan inovatif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Momentum Hari Jadi Penerangan, sejatinya merupakan sarana untuk melakukan refleksi atas apa yang sudah dikerjakan pada masa sebelumnya, sekaligus sebagai introspeksi diri untuk menemukan kekurangan guna perbaikan di masa yang akan datang.

Berkaca dari dinamika lingkungan strategis dalam beberapa waktu belakangan, terlihat realitas yang tidak bisa dipungkiri bahwa Penerangan memiliki peran yang semakin strategis dalam mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan besar dan penting. Peningkatan peran itu tentunya perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM., Alat kelengkapan maupun penguatan tata-kelola kelembagaan organisasi satuan penerangan.

Pihaknya mengajak kepada seluruh insan penerangan untuk terus berkarya, menggali potensi diri, sehingga dapat menggelorakan semangat berinovasi guna mengembangkan kreatifitas, sehingga terbangun sebuah kepercayaan yang tinggi di masyarakat.

Dahlan Iskan Apresiasi Karya Buku Milik Pangdam V/Brawijaya bersama dkk. Dahlan Iskan ; Tidak Seperti Buku Terbitan Instansi, Melainkan Profesional.

Surabaya : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., mengunjungi kantor Harian Disway bertempat di jalan Walikota Mustajab No.76, Ketabang Kecamatan Genteng, Surabaya. Disway merupakan sebuah perusahaan media milik Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Kedatangan Mayjen TNI Farid Makruf bersama Asintel Kasdam V/Brawijaya disambut hangat Dahlan Iskan dan jajaran direksi harian Disway, diantaranya, Direktur Utama, Tomy C Gutama, Direktur Keuangan Annie Wong, Komisaris Taufiq Lamade, dan Wapemred Harian Disway Foan Widhiandono.

Dalam kunjungannya tersebut, Mayjen TNI Farid Makruf mengatakan maksud dan tujuannya datang ke kantor perusahaan media tersebut hanya ingin menjalin silaturahmi dengan mantan menteri BUMN Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus tokoh pers nasional. Menurut Pangdam, Dahlan Iskan merupakan sosok yang patut menjadi teladan terutama dalam hal penulisan jurnalistik.

Selain mengagumi sosok Dahlan Iskan, Pangdam V/Brawijaya juga sering membaca hasil karya jurnalistik milik Dahlan Iskan. Konon Jenderal asal Bangkalan tersebut juga menyelami dunia penulisan. Hal itu selaras dengan buku yang dihasilkan saat menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako yang bertajuk “Tadulako, dari Mitos ke Realitas”,

Dari situlah keduanya terlibat obrolan ringan. Diawal perkenalannya, Mayjen TNI Farid Makruf lebih banyak bercerita tentang pengalamannya di Medan tugas. Mulai dari penugasan dalam mengatasi radikalisme di Bima NTB, bencana alam banjir di Bima dan Gempabumi di Lombok serta menyelesaikan sengketa Tanah Mandalika). Penugasan itu pun berlanjut ke Sulawesi Tengah dalam kasus radikalisme dan terorisme serta penanggulangan pasca bencana sulteng.

Mendengar paparan Pangdam V/Brawijaya, Dahlan Iskan mendukung agar Pangdam V/Brawijaya terus bekerja, beraksi dan berperan sesuai tugasnya. Meski (dari cerita sebelumnya) tugas tersebut seharusnya dilakukan pemerintah, namun nyatanya Pangdam V/Brawijaya mampu menuntaskan problematika yang ada di masyarakat. Pertemuan itu kemudian ditutup dengan pemberian cinderamata.

Nihil Pelanggaran Anggota : Dankogartap III/Surabaya Tekankan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri dan Pemda

Surabaya : Dankogartap III/Surabaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., belum menemukan pelanggaran terhadap anggota Gartap III/Surabaya sejak tiga bulan terakhir. Laporan itu disampaikan Kaskogartap III/Surabaya kepada Mayjen TNI Farid Makruf saat berkunjung ke Makogartap III/Surabaya, Jalan Walikota Mustajab, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Kamis, (12/1/2023).

Sejak dilantiknya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., sebagai Pangdam V/Brawijaya beberapa pekan yang lalu, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., juga sekaligus menjabat sebagai Dankogartap III/Surabaya.

Disisi yang lain, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., menekankan sinergitas dan soliditas baik dengan sesama anggota TNI, dan Polri maupun Pemda. Sehingga terciptanya kerukunan dan keamanan di tengah masyarakat dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Cerita Pangdam V/Brawijaya : Sempat Bercita-Cita Mondok di Gontor, Kini Jadi Pemateri Wawasan Kebangsaan di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo.

Ponorogo – Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., putra daerah asal Bangkalan Jawa Timur yang kini menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya ternyata sempat berkeinginan mondok (menimba ilmu agama) di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Selain terkenal disiplin, Pondok yang sudah berdiri sebelum Indonesia Merdeka tersebut, Kini sudah tersebar di beberapa daerah, seperti Kediri, Banyuwangi, Magelang, Kendari – Sulawesi Tenggara, Lampung, Aceh, Poso dan Kabupaten Siak.

Hal itu disampaikan Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya didampingi para asisten Kasdam V/Brawijaya, Danrem 081/DJ, dan Dandim 0802/Ponorogo, Rabu (11/1/2023).

Meski cita-cita tersebut belum pernah terwujud, Pangdam V/Brawijaya mengaku senang, dikarenakan saat ini bisa bertatap muka sekaligus berkenalan langsung dengan pimpinan dan pengasuh pondok pesantren modern Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Akrim Mariyat.

Pondok modern Gontor telah banyak mewarisi alumni dibidang pendidikan maupun keilmuan. Tak ayal, banyak sekali alumni yang sudah sukses menjadi menteri hingga cendekiawan muslim. Seperti Dr. Hidayat Nur Wahid, (Wakil Ketua MPR RI & Mantan Ketua MPR RI), KH. Dr. Hasyim Muzadi, (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU) dan masih banyak lagi.

Selain bersilahturahmi dengan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Gontor, Pangdam V/Brawijaya berkesempatan memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. banyak bercerita tentang pengalamannya bertugas dibeberapa daerah rawan bencana hingga rawan konflik.

Mulai dari Dansatgas Kogasgabpad dalam Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergabung dengan UNAMSIL (United Nation Mission in Sierra Leone), hingga memburu sisa-sisa anggota Teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso. Dihadapan mahasiswa, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. juga banyak memberikan edukasi tentang pemantapan wawasan kebangsaan, terutama dalam mengembangkan sikap mental persatuan dan kesatuan, serta paham radikalisme.

Disisi yang lain, Pangdam V/Brawijaya juga memberikan santunan dan bantuan kepada Anak Stunting, Fakir Miskin dan Yatim Piatu di Koramil 0802/08 Sampung, Kodim 0802/Ponorogo. Hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen TNI khususnya TNI AD hadir ditengah-tengah masyarakat dalam membantu meringankan beban/kesulitan yang ada di masyarakat.

1019 POHON SENGON MENGHIJAUKAN PERBATASAN MERAUKE OLEH SATGAS YONIF 511/DY BESERTA WARGA DISTRIK SOTA

Merauke, Melestarikan Budaya dan Menghijaukan Tanah Papua merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke. Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY mewujudkan dengan melaksanakan penanaman pohon sengon di beberapa Pos Satgas, Distrik Sota, Kabupaten Merauke. Selasa (10/01/2023)

Penanaman ini merupakan suatu wujud kepedulian Satgas Yonif 511/DY terhadap lingkungan yang ada di Papua, selain untuk menjaga kelestarian alam, penanaman pohon juga bertujuan untuk menjaga ekosistem hutan agar tetap terlindungi dari banjir maupun tanah longsong.

Dansatgas Yonif 511/DY Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P, M.I.P., turun lansung untuk meninjau beberapa pos yang berada di daerah perbatasan seperti pos komando taktis, pos yanggandur, pos sambleber, pos wamp, pos kaliwanggo, dan pos toray.

Dansatgas Yonif 511/DY mengatakan “dalam rangka kegiatan penghijauan semoga dengan adanya penanaman pohon sengon dapat memberikan manfaat positif bagi kehidupan masyarakat dan para pengguna jalan trans Papua, kami Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY sangat bersyukur bisa melakukan hal yang sangat bermanfaat untuk warga Papua dan juga bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang,” ucap Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P, M.I.P.

Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan penanaman secara serentak berjumlah 1019 pohon sengon, dan pemberian baju kaos 511 kepada masyarakat kampung Erambo.

Bapak Frans Kamodi (52) selaku kepala kampung Erambo mengatakan “terima kasih banyak kepada Dansatgas, yang telah mau menanam pohon di kampung kami, ini sangatlah luar biasa, semoga 10 tahun kedepan pohon ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di kampung ini, terima kasih juga telah memberikan baju kaos 511 bajunya bagus sekali. Semoga kebaikan Dansatgas dan seluruh personel Satgas Yonif 511/DY selalu diberkati oleh Tuhan YME,” ucap Bapak Frans Kamodi.

Prajurit Cacat akibat Perang GAM – RI di Aceh akan Segera Dapat Tangan Palsu Baru

Peltu Khusnul Abd. Hakim tak pernah menyangka pertemuannya dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA, Minggu (8/1/2023) akan berbuah berkah. Derita yang sekian lama ditanggungnya akan segera usai.

Alkisah, Khusnul Abd. Hakim, anggota Yonif Raider 500/Sikatan ditugaskan ke Nangroe Aceh Darusallam.

Pada Oktober 2004, ia bersama pasukannya terlibat kontak tembak dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan Ishak Daud.

Pada pertempuran di daerah Alur Rambung, Acah Timur itu, Khusnul tertembak di tangan kiri dan kanannya.

Luka tembakan paling parah adalah di pergelangan tangan dan ketiak kanan hingga tembus ke belakang.

Dikisahkannya, setelah dilakukan penanganan, jari-jari tangan kanannya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Infeksinya sudah parah.

“Akhirnya, lengan kanan saya diamputasi hingga di bawah siku. Saya kemudian dibuatkan prosthesis, tangan palsu,” tutur Khusnul saat menemui Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

Namun, lantaran usianya sudah 8 tahun, akhirnya prosthesisnya itu tidak layak pakai lagi.

“Setelah kami periksa rupanya di bagian siku dan telapak serta jari-jari sudah aus. Sehingga tidak elastik lagi. Kalau dia menggerakan lengannya, bagian yang rusak itu menekan bagian kulit yang diampurati itu. Jadinya sakit,” kata dr. Letda Ckm dr. Wily Danis Pratama, MH, dokter pribadi Pangdam V/Brawijaya.

Saat bertemu Kali pertama dengan Peltu Khusnul, Mayjen TNI Farid Makruf langsung meminta Kasmin Pangdam Mayor Arm Vicky Harryanto Mamonto untuk berkoordinasi dengan Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT.

“Saya minta Kakesdam untuk segera menangani Peltu Khusnul sesuai prosedur medis. Kita carikan dia prosthesis yang kualitasnya, elastis dan antibakteri sehingga nyaman serta aman untuk dipakai bekerja. Kita harus segera menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh anggota. Apalagi cacatnya didapatnya saat bertugas,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

Untuk diketahui Peltu Khusnul, saat ini berdinas di Koramil 0825/01 Banyuwangi.

“Tangan prosthesis itu seperti bagian dari nyawa saya bekerja supaya seimbang. Makanya saya sangat bersyukur Pangdam V/Brawijaya langsung menindaklanjuti keluhan saya ini,” sahut Peltu Khusnul.

Kakesdam V/ Brawijaya Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT menyatakan segera menangani permasalahan ini sesuai arahan Pangdam V/Brawijaya.

“Untuk penanganannya akan diusahakan pembuatannya di RST di Surabaya. Kondisi lengan anggota kita akan diukur dan dievaluasi agar bisa dibuatkan tangan palsu yang nyaman dan awet,” demikian dr. Deddy Firmansyah, Sp. OT.

Berkunjung ke Museum Brawijaya, Pangdam V/Brawijaya Teringat Senjata Tadulako.

Malang – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., didampingi PJU Kodam V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke Museum Brawijaya yang terletak di jalan Ijen No. 25 A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya disuguhi ratusan barang bersejarah. Mulai dari buku, dokumen, kendaraan, pakaian, dan senjata-senjata tua dari zaman perang kemerdekaan, baik dari hasil rampasan Belanda, Jepang maupun buatan dalam negeri.

Museum Brawijaya dibangun pada tahun 1967 atas gagasan Pangdam V/Brawijaya (1959-1962) Brigjen TNI (Purn) Soerachman. Museum yang dibangun diatas lahan seluas 10.500 meter persegi tersebut berhasil diresmikan oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo berkat kerjasama dengan pemerintah daerah Malang pada 4 Mei 1968. Pembangunan museum tersebut bertujuan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Setibanya di Museum Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf melihat beberapa benda koleksi, seperti Tank buatan Jepang yang merupakan hasil rampasan arek Suroboyo dan pernah digunakan dalam perang 10 November 1945 melawan sekutu. Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU), Meriam Si Buang, meriam ini pernah digunakan dalam pertempuran sengit yang berlangsung hampir 6 jam yang menggugurkan seorang prajurit TKR bernama Kopral Buang. Untuk mengenanag jasa prajurit tersebut Meriam ini dinamakan sebagai Meriam Buang.

Ada juga Tank Amfibi AM, Patung Jenderal Sudirman, yang menjadi simbol perjuangan untuk bangsa Indonesia. Sementara di ruang Lobi, terdapat dua relief dan lambang-lambang kodam Indonesia. Di ruang lobi juga terdapat mobil sedan antic buatan parik De Soto USA yang digunakan kolonel Seongkono sebagai kendaraan dinas jabatan pada saat menjabat Panglima Divisi IV Narotama dan Panglima Divisi Brawijaya (Divisi Jatim) tahun 1948-1950 di Jawa Timur.

Di ruang koleksi, Pangdam V/Brawijaya disuguhkan beberapa koleksi benda-benda dari tahun 1945 sampai 1949. Diantaranya, foto-foto Panglima Kodam Di Jawa Timur, Lukisan pakaian seragam PETA, HEIHO, dan pejuang, Burung merpati yang diawetkan digunakan sebagai kurir pembawa pesan, pedang samurai, furniture meja kursi yang pernah digunakan untuk, senjata-senjata hasil rampasan dan masih banyak lagi koleksi lainnya. Sedangkan di ruang Koleksi II, memamerkan benda-benda koleksi dari tahun 1950-1976 seperti. Peta kota Malang, Meriam dan bejana besi, ratusan keris, komputer pertama yang digunakan oleh Kodam VIII/Brawijaya, dan banyak lagi koleksi lainnya.

Yang tak kalah menarik adalah adanya 300-an koleksi keris milik Pangdam V Brawijaya (1995-1997), Mayjen TNI (Purn) Imam Utomo. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jatim 1998-2008.

“Keris sebelumnya dititipkan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo. Kemudian pengambilan keris melalui biro khusus di museum dan untuk jumlahnya diperkirakan mencapai 300-an keris,” jelas pemandu Museum Brawijaya, MA Tabin.

Usai berkeliling, Mayjen TNI Farid Makruf tiba-tiba teringat dengan senjata Tadulako saat melihat beberapa keris yang terpampang di etalase.

“Ini senjata Tadulako,” ujar Mayjen TNI Farid Makruf.,

Konon, Mayjen TNI Farid makruf pernah membangun Museum Guma saat menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah. Guma merupakan senjata tradisional yang dulunya digunakan para pejuang tanah air di Sulawesi Tengah. Selain itu, Farid Makruf juga pernah menggelar pameran senjata khas Sulawesi tengah di Makorem 132/Tadulako.

Pangdam V/Brawijaya Akui Puas dengan Layanan dan Fasilitas di RST TK II Soepraoen Malang

Malang, – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A, didampingi PJU Kodam V/Brawijaya mengunjungi RST. Tk.II dr. Soepraoen di Jalan Supriadi Nomor 22, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam kunjungannya, mantan Wairjen TNI tersebut ingin memastikan kondisi rumah sakit milik TNI-AD yang ada di kawasan Malang bisa bekerja secara maksimal.

“Saya kesini ingin memastikan saja, apakah RS milik TNI AD bisa bekerja dengan baik, tenaga medisnya dan bisa menunjang kesehatan pasiennya,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., dihadapan Kepala RST TK.II.dr. Soepraoen dan Kakesdam V/Brawijaya.

Alhasil, setibanya di RST TK II Soepraoen Malang, Pangdam V/Brawijaya mengaku puas dengan pelayanan rumah sakit. Bangunan seluas 2 hektar tersebut kini dibangun dengan wajah yang cantik nan elegan. Selain didukung fasiltas pelayanan yang memadai, RS Soepraoen juga sudah terakreditasi di kementerian kesehatan.

“ternyata (RS) kita sudah mendapatkan akreditasi bintang 5. Hebat. Terima kasih Dokter. Pak dokter ini sudah berupaya dengan baik membangun gedung dan memperbaiki fasilitas layanan. Saya harap alat kesehatannya ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, peningkatan layanan fasilitas di RS sangat penting dalam menunjang stabilitas kesehatan dan kesembuhan pasien. Sehingga pasien merasa nyaman dan tenang saat berobat ke RS milik TNI AD.

“Jangan sampai pasien sudah bayar mahal tapi petugas nya tidak ramah, yang ada pasien tambah sakit. Mari kita layani dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah akan kembali kepada kita nanti,” pesan Pangdam V/Brawijaya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya sempat mengecek beberapa layanan RS yang dilengkapi dengan alat tekhnologi. Diantaranya, laboratorium, ruang analisa, laboratorium kateterisasi (Cath lab), dan Ruang CT Simulator.

TANPA KENAL RASA LELAH POS KWEEL SATGAS YONIF 511/DY LAKUKAN SERANGAN TERITORIAL SECARA RENTETAN DALAM 1 HARI

Merauke – Kegiatan Serangan Teritorial dalam pelaksanaan tugas operasi Satgas Pamtas RI-PNG di Kampung Kweel Distrik Elikobel memberikan nilai semangat juang yang tinggi terhadap pengabdian personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY. Kamis (05/01/2023).

Serangan Teritorial sendiri merupakan salah satu bagian dari Pembinaan Teritorial TNI AD dengan tujuan untuk membangun soliditas yang kokoh antara Prajurit TNI dengan Pemerintah dan Komponen Masyarakat, “ucap Danpos Kwell Letda Inf Dony Sandra.

Danpos Kweel Letda Inf Dony Sandra menjelaskan “kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan dalam 1 hari di Kampung Kweel Distrik Elikobel, kegiatan diawali dengan Karya Bhakti membantu perehaban salah satu rumah warga Kampung Kweel atas nama Bapak Wiliam Bamujai (46) yang rusak akibat pohon tumbang mengenai rumah Bapak Wiliam, setelah kegiatan membantu perehaban rumah selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Bhaksos melalui pelayanan kesehatan secara Door To Door dari ujung kampung sampai dengan lorong-lorong Kampung Kweel,” tutur Letda Inf Dony Sandra.

Bapak Arnold (50) sebagai wakil Ketua Adat kampung Kweel mengatakan bahwa “saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari bapak-bapak TNI Satgas RI-PNG Yonif 511/DY baru kali ini selama satgas melaksanakan Serangan Teritorial yang tanpa mengenal lelah dalam 1 (satu) hari membantu masyarakat Kampung Kweel dari pagi melaksanakan kegiatan perehaban rumah sampai bapak-bapak TNI dorang lanjut pengobatan ke rumah-rumah secara gratis sampai sore hari, semoga Tuhan YME membalas kebaikan dari bapak-bapak TNI,” ucap Bapak Arnold.