Brigjen TNI Hari Rahardjanto Kukuhkan 937 Prajurit Baru Infanteri TNI AD di Situbondo

Situbondo, Sebanyak 937 prajurit resmi dikukuhkan menjadi Prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat melalui kegiatan Tradisi Pembaretan Dikjurbaif Abit Dikmabaif TNI AD TA 2025 dan Dikjurtaif Abit Dikmataif TNI AD Gelombang II TA 2025 di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya. Senin (13/10/2025)
Kegiatan tradisi tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos., selaku Komandan Rindam V/Brawijaya. Upacara ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya prajurit-prajurit tangguh dan berjiwa juang tinggi di bawah panji Korps Infanteri TNI AD.
Dalam amanat Danpussenif TNI AD yang dibacakan oleh Irup, ditegaskan bahwa tradisi pembaretan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang prajurit Infanteri. Tradisi ini juga mengesahkan penggunaan Baret dan Brevet “Yuddhawastu Pramukha.”
Pasukan Infanteri yang dikenal sebagai “Queen of the Battle” memiliki keberanian, ketangguhan, dan peran strategis dalam setiap pertempuran. Program Yuddhawastu Pramukha dirancang membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Prajurit Infanteri dituntut untuk mampu bergerak di segala medan, memiliki kemampuan menembak terbaik, serta menjunjung tinggi disiplin dan kerendahan hati. Sikap profesional dan tidak arogan merupakan bentuk penghormatan kepada rakyat yang menjadi sumber kekuatan TNI AD.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta yang terdiri dari 85 Bintara dan 852 Tamtama resmi menyandang predikat Prajurit Infanteri TNI AD yang siap melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan semangat pantang menyerah.



