SITUBONDO - Sinergi aparat teritorial kembali teruji dalam menangani bencana daerah. Tim gabungan yang dipimpin oleh aparat TNI berhasil mengendalikan dan memadamkan Karhutla Situbondo yang terjadi di Dusun Langai, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Insiden kebakaran lahan yang melanda area seluas kurang lebih satu hektare ini berlangsung secara mendadak pada Minggu malam.
Kebakaran yang melahap lantai lahan serta hutan berupa vegetasi daun kering dan semak belukar tersebut memicu respons cepat dari berbagai pihak. Koordinasi terpadu segera dilakukan setelah adanya laporan dari warga setempat mengenai titik api yang mulai membesar pada pukul 18.30 WIB.
Penanganan darurat ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi terkait yang bersiaga di wilayah tersebut. Sebanyak 20 personel tangguh dari Koramil 0823/05 Panarukan beserta tim Siaga On Call diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi secara taktis.
Selain unsur TNI, operasi pemadaman ini juga didukung secara optimal oleh berbagai komponen lainnya. Dua personel Polsek Panarukan, delapan personel pemadam kebakaran unit kota, tiga orang perangkat Desa Sumberkolak, serta sepuluh warga setempat turut bahu-membahu memadamkan kobaran api.
Pada kegiatan pertama, Kepala Desa Sumberkolak menginformasikan kejadian tersebut sembari meminta bantuan darurat. Laporan komprehensif itu langsung direspons cepat oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama aparat setempat dengan segera menuju lokasi titik api.
Pada kegiatan kedua, tim gabungan menerapkan strategi serangan langsung untuk memadamkan api yang merambat cepat. Proses pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mobil tangki air pemadam kebakaran yang dipadukan dengan peralatan manual seperti alat pemukul api sederhana, gepyok, dan parang guna menyekat rambatan api.
Berkat kerja keras dan soliditas seluruh unsur yang terlibat, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 19.45 WIB. Petugas gabungan memastikan lokasi benar-benar aman yang ditandai dengan hilangnya cahaya api serta kepulan asap di area terdampak.
Petugas di lapangan menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat meskipun kondisi telah berangsur normal. "Hingga berita dirilis laporan diturunkan, api dinyatakan benar-benar padam dan aman, ditandai dengan tidak adanya cahaya api dan kepulan asap petugas tetap melakukan siaga pemantauan secara visual," ujar petugas pelapor di lokasi kejadian.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian personel dalam insiden kebakaran lahan ini, meski satu hektare vegetasi hangus terbakar. Pasca pemadaman, langkah sterilisasi dan pengamanan area terus dilakukan guna mencegah meluasnya sisa-sisa titik panas, sekaligus menjalin koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan.
Perlu ditingkatkan patroli dan pemantauan secara berkala oleh aparat gabungan di kawasan hutan yang rawan terbakar pada jam-jam krusial. Ke depannya, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi menjaga lingkungan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta mematuhi imbauan larangan membakar lahan demi mencegah terulangnya bencana serupa.