LUMAJANG – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan semangat kebersamaan antara TNI, aparat desa, dan masyarakat. Memasuki hari ke-11 pengerjaan pada Jumat (16/10/2026), pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garuda ini menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit. Jembatan beton dengan panjang 12 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman 5 meter tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran mobilitas warga, termasuk dalam menjalankan aktivitas sosial dan perekonomian sehari-hari.
Dalam pelaksanaan kegiatan, sebanyak delapan personel TNI, dua aparat desa, dan 20 warga terlibat langsung dalam pengerjaan di lokasi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana penghubung antardesa, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui kerja bersama di lapangan, setiap unsur berkontribusi sesuai perannya untuk mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII telah mencapai 11 persen. Pengerjaan yang dimulai pada 30 September 2026 tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lapangan serta faktor keamanan di sekitar lokasi pembangunan.
Selama kegiatan berlangsung, cuaca terpantau cerah pada pagi hingga sore hari. Situasi wilayah juga dilaporkan aman dan kondusif sehingga mendukung kelancaran pekerjaan personel TNI, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan jembatan.
Sinergi tersebut menjadi gambaran nyata peran TNI dalam mendukung pembangunan wilayah melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan turut memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam mewujudkan infrastruktur yang dibutuhkan bersama.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama pengerjaan diharapkan terus terpelihara hingga pembangunan selesai. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang nantinya digunakan untuk kepentingan bersama.
Dengan berlanjutnya pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII, masyarakat berharap akses antara Desa Wonokerto dan Desa Kenongo semakin mudah, aman, dan lancar. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan sosial dan perekonomian warga serta memperkuat hubungan antardesa.
Ke depan, pembangunan Jembatan Garuda di Lumajang diharapkan dapat diselesaikan sesuai tahapan yang direncanakan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan. Sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat, memperluas aksesibilitas, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.