BERITA SATUAN

TNI-Polri Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani di Boyolangu

OK
Operator Kodam V/Brawijaya
5 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

TNI-Polri Padamkan Kebakaran Lahan Perhutani di Boyolangu

TULUNGAGUNG — Peristiwa kebakaran lahan Perhutani di Boyolangu, tepatnya di wilayah RPH Sanggrahan, Desa Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berhasil ditangani dengan cepat oleh aparat gabungan pada Selasa (15/9/2026). Sinergi tanggap darurat yang melibatkan jajaran TNI, Polri, dan petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Tulungagung membuat kobaran api berhasil dipadamkan tuntas setelah penanganan intensif selama beberapa jam.

Titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.30 WIB ketika warga setempat melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari kawasan tegakan pohon Perhutani. Menyadari potensi bahaya yang mengancam lingkungan sekitar, warga segera meneruskan informasi awal tersebut kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0807/02 Boyolangu.

Sebagai langkah awal penanggulangan, empat personel Koramil 0807/02 Boyolangu yang dipimpin langsung oleh Pgs. Danramil Kapten Inf Sugeng Supriyanto segera bergerak cepat menuju titik kebakaran. Bersama tujuh personel Polsek Boyolangu di bawah komando Kapolsek AKP Retno Pujiarsih, tim gabungan berupaya menahan perambatan api secara manual menggunakan peralatan sederhana sembari mengamankan perimeter.

Pada tahapan penanganan lanjutan, kekuatan diperkuat dengan tibanya empat unit armada PMK Tulungagung yang dipimpin oleh Kasi Penyelamatan PMK Tulungagung, Iwan. Petugas langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk menyisir pusat api, dibantu personel militer dan kepolisian yang membuka sekat bakar di sekitar semak belukar yang kering.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan berlangsung secara intensif, tim terpadu akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas gabungan tetap bertahan di lokasi untuk melakukan pembasahan menyeluruh guna memastikan bara api di lapisan bawah gambut maupun serasah daun kering benar-benar padam tanpa menyisakan asap.

Berdasarkan hasil pendataan terpadu pascakejadian, peristiwa kebakaran lahan Perhutani di Boyolangu ini melahap sekitar lima hektare kawasan hutan dan vegetasi kering. Kendati demikian, aparat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian sarana materiil permukiman warga dalam insiden darurat tersebut.

Kapten Inf Sugeng Supriyanto menegaskan bahwa respons taktis lapangan ini merupakan wujud soliditas komando kewilayahan demi melindungi keselamatan masyarakat dan aset lingkungan hidup.

“Begitu mendapat laporan dari warga, kami bersama Polsek dan petugas PMK segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama hingga api berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar Kapten Inf Sugeng Supriyanto.

Mengingat kondisi musim kemarau yang rawan, ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api di sekitar kawasan hijau.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan maupun lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tambahnya.

Kolaborasi cepat antara TNI, Polri, petugas PMK, pemerintah desa, dan elemen warga setempat ini menjadi bukti nyata komitmen mitigasi bencana di wilayah Tulungagung.

Diharapkan koordinasi lintas sektor ini terus terjaga erat, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta mewujudkan wilayah Tulungagung yang senantiasa aman, tangguh, dan bebas dari ancaman bencana kebakaran hutan maupun lahan di masa mendatang.

OK

Penulis

Operator Kodam V/Brawijaya

Tim Redaksi CMS Infolahtad — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.