BERITA SATUAN

Pertaruhan Prajurit TNI Menembus Kepungan Api Kebakaran Hutan Ponorogo

OK
Operator Kodam V/Brawijaya
5 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

Pertaruhan Prajurit TNI Menembus Kepungan Api Kebakaran Hutan Ponorogo

Ponorogo, — Kebakaran hutan melanda kawasan Petak 22 A1 KPH Lawu BKPH Wilis Selatan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (5/9/2026). Kobaran api yang dipicu kondisi lahan kering dan tiupan angin kencang mengancam kawasan hutan pinus yang berada dalam pengelolaan Perhutani tersebut.

Di tengah kepungan asap tebal dan hembusan angin yang semakin memperparah keadaan, prajurit TNI dari Koramil Ngrayun, jajaran Korem 081/DSJ, turun langsung ke lokasi bersama warga setempat. Dengan sigap, mereka berjibaku berusaha menjinakkan kobaran api yang terus meluas membakar lahan milik Perhutani itu.

Keterbatasan peralatan tidak menyurutkan semangat para prajurit dan warga dalam upaya pemadaman. Dengan memanfaatkan ranting-ranting yang tersedia di sekitar lokasi, mereka memukul kobaran api secara bergantian. Upaya pemadaman juga dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan alat semprot yang biasa digunakan warga untuk membasmi hama tanaman.

Komandan Koramil Ngrayun, Kapten Inf Parwoto, membenarkan upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama tersebut. "Anggota kami dan warga memadamkan api dengan ranting-ranting yang ada di sekitar maupun dengan semprotan air yang biasa digunakan untuk penyemprotan hama," kata Kapten Inf Parwoto saat dikonfirmasi.

Namun, perjuangan di lapangan bukanlah tanpa halangan. Tiupan angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor utama yang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Api dengan cepat menjalar ke area sekitarnya, terlebih kondisi kawasan hutan dipenuhi dahan dan dedaunan kering yang sangat mudah terbakar.

Kapten Inf Parwoto menjelaskan tantangan besar yang dihadapi di lapangan. "Tiupan angin sangat besar sekali, membuat kobaran api semakin besar. Apalagi juga banyak dahan-dahan dan dedaunan kering yang sangat mudah terbakar," jelasnya.

Hingga petang hari, upaya pemadaman masih terus berlangsung. Kobaran api bahkan dilaporkan mulai merambat ke petak hutan yang berada di sebelahnya, menambah kekhawatiran akan luasnya dampak kebakaran tersebut. "Api terus meluas hingga ke petak sebelahnya," ungkap Parwoto.

Selain ancaman angin kencang dan material kering yang mudah terbakar, kondisi medan turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan pinus dengan akses jalan yang terbatas membuat kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) kesulitan menjangkau titik api secara langsung.

"Kondisi lokasi juga sulit dilalui kendaraan Damkar, sehingga penanganannya semakin terkendala. Meski begitu, kami terus berupaya agar api tidak semakin meluas," pungkasnya.

Kehadiran prajurit TNI dari Koramil Ngrayun di tengah bencana kebakaran hutan ini kembali membuktikan komitmen TNI dalam mendukung penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan bersama masyarakat. Sinergi antara prajurit dan warga menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

Diharapkan ke depan, penanganan bencana kebakaran hutan dapat semakin ditingkatkan melalui kesiapsiagaan bersama, ketersediaan peralatan yang memadai, serta koordinasi lintas instansi yang lebih kuat demi menjaga kelestarian kawasan hutan dan keselamatan masyarakat sekitar.

OK

Penulis

Operator Kodam V/Brawijaya

Tim Redaksi CMS Infolahtad — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.