LUMAJANG – Pembangunan jembatan di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki Tahap VII hari ke-7, Rabu (7/10/2026), pembangunan jembatan yang dikerjakan personel Kodim 0821/Lumajang melalui Koramil Gucialit tersebut telah mencapai progres 5,3 persen.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses penghubung antardesa yang lebih layak bagi masyarakat. Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, sekaligus membuka akses yang selama ini menjadi harapan warga untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Pasiter Kodim 0821/Lumajang Ahmad Ely Supriyadi menjelaskan, pembangunan telah dimulai sejak TMT 30 September 2026. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 12 meter, lebar 4 meter, serta kedalaman 5 meter dan diproyeksikan menjadi jalur penghubung penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
“Jembatan yang dibangun sejak TMT 30 September 2026 memiliki spesifikasi panjang 12 meter, lebar 4 meter dengan kedalaman 5 meter. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung vital yang selama ini didambakan, yakni menghubungkan Desa Wonokerto dan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit,” ujar Ahmad Ely Supriyadi.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan jembatan tidak hanya mengandalkan tenaga personel TNI. Warga turut terlibat secara sukarela dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari membantu proses pengecoran hingga menyiapkan material yang dibutuhkan. Keterlibatan tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong dalam pembangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di tingkat wilayah. Personel Kodim 0821/Lumajang bersama Koramil Gucialit bekerja berdampingan dengan masyarakat, sehingga proses pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara prajurit dan warga.
Memasuki tahap lanjutan, kondisi cuaca yang bersahabat turut mendukung kelancaran pekerjaan. Personel TNI bersama masyarakat dapat melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan sesuai tahapan yang telah direncanakan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan teknis di lapangan.
Bagi masyarakat, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting karena akses yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga antardesa. Selain itu, jembatan juga diharapkan mendukung distribusi hasil pertanian sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih mudah dan efisien.
Ahmad Ely Supriyadi menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat Gucialit. “Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan perekonomian antardesa,” pungkasnya.
Pembangunan jembatan Wonokerto-Kenongo menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih baik sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong. Ke depan, pembangunan tersebut diharapkan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat luas bagi mobilitas, perekonomian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Gucialit dan sekitarnya.