PONOROGO – Kodam V/Brawijaya melalui satuan jajarannya, dalam hal ini Kodim 0802/Ponorogo bersama Poskes 05.09.05 Ponorogo, menggelar Pelatihan Hidup Dasar (PHD) bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 sekaligus bentuk kepedulian TNI dalam meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi kondisi darurat medis.
Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Ponorogo, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Kodim 0802/Ponorogo dan Poskes 05.09.05 Ponorogo. Tenaga medis Poskes memberikan pembekalan kepada para siswa melalui penyampaian materi secara teori dan praktik mengenai teknik dasar pertolongan dalam kondisi kegawatdaruratan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud peran Kodam V/Brawijaya melalui satuan jajaran di wilayah dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui pembinaan dan edukasi kesehatan, TNI turut mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, serta kesiapan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
Kaposkes 05.09.05 Ponorogo Kapten CKM Rifka Suhantoro yang memimpin kegiatan menjelaskan bahwa Pelatihan Hidup Dasar bertujuan membekali generasi muda, khususnya siswa MAN 2 Ponorogo, agar memiliki kesigapan dan keberanian untuk memberikan pertolongan kepada sesama ketika terjadi kondisi darurat medis.
“Pelatihan ini bertujuan membekali generasi muda agar memiliki kesigapan dan keberanian untuk menolong sesama saat terjadi kondisi darurat medis di lingkungan sekitar,” ujar Kapten CKM Rifka Suhantoro.
Dalam pelaksanaannya, para tenaga medis Poskes 05.09.05 Ponorogo memberikan materi mengenai sejumlah teknik dasar pertolongan darurat, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada korban henti napas atau henti jantung sebelum bantuan medis datang.
Tidak hanya menerima penjelasan secara teori, para siswa juga mengikuti praktik secara langsung dengan bimbingan tenaga medis. Metode tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah pertolongan yang tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pelaksanaan Pelatihan Hidup Dasar mendapat sambutan positif dari pihak MAN 2 Ponorogo. Para guru dan siswa mengapresiasi pembekalan yang diberikan karena dinilai dapat menambah pengetahuan sekaligus menanamkan rasa kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada generasi muda sejak dini.
Wakil MAN 2 Ponorogo, Ibu Dian, menyampaikan apresiasi kepada Poskes 05.09.05 Ponorogo atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan bantuan hidup dasar menjadi bekal penting bagi para siswa dalam memberikan respons awal apabila menemukan seseorang yang membutuhkan bantuan dalam kondisi kegawatdaruratan.
“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Poskes 05.09.05 Ponorogo yang telah memberikan pelatihan bantuan hidup dasar kepada murid-murid MAN 2 Ponorogo. Semoga murid-murid MAN 2 Ponorogo bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bilamana ditemukan ada pasien atau ada teman sejawatnya yang memerlukan bantuan kegawatdaruratan sistem pernapasan,” kata Ibu Dian.
Melalui kegiatan tersebut, Kodam V/Brawijaya melalui Kodim 0802/Ponorogo bersama Poskes 05.09.05 Ponorogo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan masyarakat melalui kegiatan edukatif dan kemanusiaan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara nyata.
Ke depan, kegiatan Pelatihan Hidup Dasar diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak generasi muda di wilayah Jawa Timur. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan awal, diharapkan semakin tumbuh generasi yang tanggap, peduli, dan mampu memberikan bantuan secara tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.