LUMAJANG – Kodam V/Brawijaya melalui satuan jajarannya, Kodim 0821/Lumajang, terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lumajang. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan secara langsung terhadap kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Senduro sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Babinsa Koramil Desa Argosari 0821-03/Senduro, Sertu Edi Kuswanto, melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan TNBTS Resort Senduro, khususnya wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian.
Dalam pelaksanaan pemantauan, sejumlah titik yang menjadi sasaran pengecekan meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, dan Pusung Dowo. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi lingkungan serta indikasi adanya asap maupun titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, seluruh titik yang diperiksa terpantau dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya titik api aktif maupun kepulan asap. Sementara itu, api yang sebelumnya sempat muncul di kawasan tersebut dipastikan sudah padam dan tidak menunjukkan indikasi kembali menyala.
Kegiatan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dari mitigasi Karhutla, terutama ketika kondisi vegetasi mulai mengering akibat musim kemarau. Karakteristik medan pegunungan dan luasnya kawasan hutan TNBTS juga memerlukan pengawasan berkelanjutan agar setiap perubahan kondisi di lapangan dapat diketahui lebih dini dan segera ditindaklanjuti.
Sertu Edi Kuswanto menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara konsisten bersama unsur-unsur terkait. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mencegah potensi kebakaran yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan.
“Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan tidak ada lagi titik api. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi rawan kebakaran,” ujar Sertu Edi Kuswanto.
Selain pemantauan, keterlibatan seluruh elemen dan masyarakat di sekitar kawasan hutan memiliki peran strategis dalam mencegah Karhutla. Kesadaran untuk menghindari aktivitas yang memicu kebakaran menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi ekosistem, serta mencegah meluasnya dampak kebakaran terhadap konservasi kawasan.
Melalui pengawasan intensif dan sinergi antara aparat kewilayahan, pengelola kawasan, unsur terkait, serta masyarakat, potensi Karhutla di kawasan TNBTS Resort Senduro diharapkan dapat terus ditekan. Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Kodam V/Brawijaya melalui jajarannya terhadap kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah.
Kondisi sejumlah titik yang sebelumnya menjadi perhatian dan kini telah dinyatakan aman akan tetap menjadi bagian dari pemantauan keberlanjutan. Dengan kewaspadaan yang terjaga, koordinasi yang kuat, serta kepedulian seluruh pihak, kawasan hutan TNBTS diharapkan tetap terlindungi dari ancaman kebakaran dan dapat dipertahankan kelestariannya secara berkelanjutan.