BERITA SATUAN

Kehadiran Jembatan Garuda Nganjuk Permudah Mobilisasi Petani dan Dorong Kesejahteraan Warga

OK
Operator Kodam V/Brawijaya
5 menit baca 0 komentar

Bagikan artikel ini:

Kehadiran Jembatan Garuda Nganjuk Permudah Mobilisasi Petani dan Dorong Kesejahteraan Warga

NGANJUK - Kehadiran Jembatan Garuda yang kini berdiri kokoh di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Infrastruktur penghubung ini dibangun sebagai bentuk kepedulian prajurit TNI AD dalam mempermudah aksesibilitas warga, khususnya sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Keberadaan jembatan strategis tersebut dinilai memberikan manfaat yang sangat besar dan dirasakan langsung oleh ribuan warga. Sebelum jembatan ini dibangun, para petani serta masyarakat lokal kerap mengalami kendala keterbatasan mobilitas saat mengangkut hasil panen maupun mengurus lahan pertanian mereka.

Untuk kegiatan pertama, Kepala Desa Bareng, Ilham Nova Widyatmoko, meninjau langsung kondisi infrastruktur terbaru tersebut bersama aparat kewilayahan. Dalam peninjauan itu, Kades Bareng menguraikan bahwa sebagian besar mata pencaharian warga Desa Bareng adalah petani yang memerlukan sarana transportasi aman menuju area persawahan.

"Warga di sini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Jembatan ini menuju langsung ke lahan-lahan pertanian milik warga, sehingga aktivitas pertanian maupun dalam mengangkut hasil pertanian dapat dilakukan dengan lebih mudah," kata Ilham Nova Widyatmoko di lokasi Jembatan Garuda, Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Senin (7/9/2026).

Pada kegiatan kedua, jajaran staf teritorial meninjau daya jangkau serta dampak sosial ekonomi pembangunan jembatan terhadap pemukiman sekitar. Peninjauan ini difokuskan pada pemetaan distribusi manfaat infrastruktur bagi warga Dusun Makuto serta dusun-dusun tetangga di wilayah Kecamatan Sawahan.

Kades Bareng menjelaskan lebih lanjut bahwa jembatan ini menyentuh ribuan jiwa penerima manfaat. Menurut datanya, Dusun Makuto dihuni sekitar 800 KK dan dusun terdekat memiliki 800 KK, ditambah warga lintas desa yang secara rutin memilih rute ini sebagai jalur utama.

Sebelum Jembatan Garuda didirikan, masyarakat setempat mengandalkan jembatan swadaya hasil gotong royong. Kendati demikian, struktur lama tersebut kondisinya sudah lapuk, bergoyang saat dilintasi, serta tidak memiliki pagar pengaman sehingga sangat membahayakan keselamatan warga.

Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Mudjihartoyo menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda ditujukan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses serta menggantikan sarana penyeberangan warga yang berisiko tinggi.

"Seperti di Desa Bareng ini, Jembatan Garuda yang kita bangun menggantikan jembatan swadaya yang selama ini dibangun warga. Jembatan yang dulu itu sangat rawan untuk dilalui, karena kondisinya goyang-goyang dan tidak ada pembatas di kanan maupun kiri jembatan," ujar Mayor Arm Timbul Mudjihartoyo.

Perwira Menengah TNI AD tersebut menegaskan bahwa keterbukaan akses transportasi baru ini tidak hanya meningkatkan keselamatan serta kerapian kelancaran lalu lintas, melainkan juga memicu pertumbuhan potensi ekonomi perdesaan secara signifikan di Kabupaten Nganjuk.

"Kalau aksesnya sudah semakin baik seperti sekarang ini, tentunya potensi-potensi akan semakin terbuka. Hal ini nantinya akan berdampak terhadap semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat," sebut Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ saat berada di lapangan.

Sebagai penutup, seluruh elemen TNI AD beserta pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat infrastruktur yang ada. Sinergi antara TNI dan rakyat diharapkan terus terjalin kokoh guna mendukung ketahanan pangan nasioanal serta pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.

OK

Penulis

Operator Kodam V/Brawijaya

Tim Redaksi CMS Infolahtad — meliput kegiatan, operasi, dan pembinaan teritorial satuan.

Komentar (0)

Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.