LUMAJANG — Kebakaran kembali melanda kawasan Sabana Pengol di Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Kamis sore, 10 September 2026. Insiden ini menjadi yang kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir dan langsung mendapat respons cepat dari tim gabungan lintas instansi yang bergerak melakukan penanganan di lapangan.
Tim gabungan yang dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut terdiri atas berbagai unsur, di antaranya personel dari Kodim 0821/Lumajang, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Seluruh elemen tersebut bekerja secara terpadu dalam upaya pemadaman api dan pemantauan kondisi lapangan.
Serka Fery Dian Prasetiyono, personel dari Kodim 0821/Lumajang yang turut terlibat langsung dalam penanganan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di kawasan Sabana Pengol pada sore hari, meski pihaknya belum dapat merinci jam pasti awal mula kejadian berlangsung.
"Terkait kejadian kebakaran di kawasan Bromo, benar terjadi di kawasan Sabana Pengol. Penanganan saat ini melibatkan unsur petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," kata Serka Fery.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang berwenang belum dapat mengidentifikasi titik awal kemunculan api maupun penyebab pasti kebakaran. Hal tersebut dikarenakan seluruh unsur yang terlibat masih berkonsentrasi penuh pada upaya pemadaman dan pengawasan lapangan guna mencegah meluasnya kebakaran ke area lain.
Koordinasi antar instansi terus diintensifkan guna memperkuat respons di lapangan. Serka Fery menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam penanganan bencana yang bersifat dinamis ini.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan," ucapnya.
Selain upaya pemadaman, proses koordinasi yang berlangsung juga diarahkan untuk menentukan langkah terkait keberlangsungan kegiatan wisata di kawasan Gunung Bromo. Kepastian mengenai akses wisata masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.
"Untuk sementara belum ada informasi terkait perubahan status akses yang dapat kami sampaikan, mengingat kondisi di lapangan masih dinamis dan untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan melalui informasi resmi," kata Serka Fery.
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini merupakan kejadian kedua dalam satu bulan terakhir. Insiden pertama terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, dengan titik api yang awalnya muncul di wilayah Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, sebelum kemudian menjalar hingga ke area Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.
Titik api tambahan juga ditemukan di sisi Kabupaten Pasuruan. Akibat kejadian tersebut, Balai Besar TNBTS mengambil keputusan untuk menutup total seluruh kegiatan wisata di kawasan Bromo.