SUMENEP - Musim kemarau panjang kembali memicu kerawanan lingkungan di wilayah Kabupaten Sumenep. Sebuah insiden kebakaran lahan di Raas terjadi pada Selasa (15/09/2026) sore, yang menghanguskan area kosong berisi rumput ilalang, dedaunan kering, dan pepohonan bambu di wilayah Desa Alasmalang. 17 September 2026.
Peristiwa kebakaran ini diduga kuat bermula dari kelalaian aktivitas warga yang membakar sampah di sekitar lokasi. Kondisi cuaca yang panas terik membuat api dengan cepat merambat ke area padang rumput ilalang dan dedaunan yang telah mengering.
Merespons laporan masyarakat yang masuk pada pukul 18.00 WIB, aparat gabungan segera mengambil tindakan cepat. Babinsa Koramil 0827-21/Raas bersama personel Polsek Raas dan jajaran Pemerintah Kecamatan Raas langsung bergerak menuju titik lokasi untuk mencegah api meluas ke pemukiman.
Setibanya di lokasi, tim gabungan bersama masyarakat setempat langsung bahu-membahu melakukan upaya pemadaman. Kolaborasi solid antara TNI, Polri, dan warga sipil ini menunjukkan kesigapan aparat teritorial dalam menangani situasi krisis di wilayah teritorial binaannya.
Namun, upaya penanganan kebakaran lahan di Raas ini tidak berjalan mudah karena dihadapkan pada kendala medan. Lokasi kebakaran yang berada di area terpelosok membuat akses kendaraan sulit menjangkau titik api, ditambah lagi dengan kendala jarak dari sumber air dan tiupan angin di lokasi kejadian.
Mengatasi keterbatasan tersebut, personel di lapangan berinisiatif menggunakan pendekatan taktis dengan alat seadanya. Babinsa Koramil 082-/21/Raas, Sertu Sunardi, menjelaskan bahwa pemadaman terpaksa mengandalkan tenaga manual.
“Kami langsung ke lokasi setelah mendapat laporan. Karena aksesnya sulit dan udara juga jauh, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan potongan pohon dan dedaunan,” ungkapnya.
Setelah berjibaku memukul kobaran api menggunakan dahan dan dedaunan segar, kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Menjelang pukul 22.00 WIB, sisa-sisa kebakaran mulai padam dan situasi di lokasi kejadian berangsur aman serta terkendali.
Meski demikian, personel TNI-Polri tidak lantas meninggalkan lokasi begitu saja. Kegiatan dilanjutkan dengan penyisiran area secara menyeluruh guna mengantisipasi titik api susulan.
“Yang kami khawatirkan api merambat lagi karena banyak rumput dan daun kering. Jadi setelah api padam, kami cek lagi lokasi supaya tidak ada bara atau titik api yang tersisa,” tambah Sertu Sunardi menegaskan standar operasional pengamanan.
Berkat kesigapan aparat keamanan dan partisipasi aktif warga setempat, insiden ini dapat ditangani tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas. Otoritas terkait mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Sebagai langkah preventif pascakejadian, petugas gabungan terus memberikan edukasi serta imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat. Warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah sembarangan tanpa pengawasan, terutama di area yang berdekatan dengan lahan kering.
Melalui penyelesaian insiden kebakaran lahan di Raas ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian dan keamanan lingkungan semakin meningkat. Sinergi kuat yang telah terjalin antara TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga kokoh, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam mewujudkan wilayah yang senantiasa aman, tangguh, dan sejahtera secara berkelanjutan.